
Mobil Andaru sudah berhenti dan tepat berhenti didepan rumah Ayu. Tanpa banyak bicara Ayu langsung keluar dari dalam mobil.
Tapi Andaru menarik tangannya "Sebentar sayang, jangan cepat-cepat "
"Lepaskan aku "
Andaru mengeluarkan sesuatu dari tangan sebelahnya dan memberikannya pada Ayu "Ini coklat untukmu agar kau tidak marah-marah terus"
"Aku tidak mau terimakasih "
Ayu memberikan lagi coklat itu pada Andaru dan langsung berlari kearah rumahnya. Sedangkan Andaru hanya tersenyum saja dengan kelakukan Ayu yang lucu.
Setelah diam beberapa menit Andaru pergi, sudah malam jugakan dan dirinya juga sangat kedinginan.
Ayu langsung membaringkan badannya, dan ciumannya bersama Andaru malah terngiang-ngiang.
"Sadar Ayu, sadar itu hanya tipu daya saja kau jangan terpengaruh olehnya kau harus sadar"
Ponsel Ayu tiba-tiba saja berdering ternyata Sinta yang menelfon. Dengan cepat Ayu mengangkatnya.
"Ada apa Sinta "
"Apakah kau masih di pesta itu "
"Tidak aku pulang terlebih dahulu"
"Sayang sekali pasti di sana sangat menyenangkan sekali kan. Aku lihat dari siaran langsung yang temanmu lakukan ada seseorang yang dibully ya. Kenapa dia sampai dibully seperti itu, apa di sekolah itu memang sudah biasa ya"
"Emm, aku juga kurang tahu. Bisa kita akhiri dulu teleponnya, aku ingin istirahat Shinta aku ingin tidur"
"Ya ampun Ayu tidur jam segini, aku padahal ingin bergosip denganmu banyak yang ingin aku tanyakan. Bagaimana apakah kau senang di sana. Lalu apa yang kau lihat. Coba ceritakan padaku, aku sangat ingin tahu"
"Kita bisa bicarakan besok ya, aku sangat lelah sekali"
"Kenapa begitu, apa ada yang terjadi denganmu "
__ADS_1
"Tidak ada semuanya baik-baik saja tak ada yang terjadi kau bisa tenang "
"Tapi sepertinya kau sedang menyembunyikan sesuatu padaku, apa mereka menjahatimu. Ayolah cerita padaku aku pasti akan membantumu"
"Kita akan lanjutkan besok, aku janji kita akan bicara ya tolong aku ingin istirahat. Dadah Sinta selamat tidur kau juga segera istirahat ya"
Ayu langsung mematikan sambungannya sepihak, sungguh badannya begitu lemas dan ingin istirahat. Lihat saja dirinya akan membalas apa yang Aliya lakukan awas saja.
...----------------...
Andaru yang baru saja pulang dengan senyum yang begitu bahagia karena telah mengantarkan Ayu dan berhasil menciumnya juga, dikagetkan dengan adiknya yang duduk ditempat tidurnya dengan wajah marahnya.
"Kau mengagetkanku saja, kenapa kau tidak tidur malah di kamarku kau ingin tidur bersamaku"
"Kau sungguh keterlaluan Andaru sudah tahu Ayu itu adalah Cempaka, tapi kau malah menciumnya"
"Kau mengintip"
"Aku tidak mengintip, aku hanya mengikuti Ayu yang masuk ke dalam hutan.Ternyata kau malah memanfaatkan waktu itu. Memanfaatkan suasana yang sunyi dan juga gelap. Seharusnya kau tidak melakukan Andaru bagaimana kalau iya dia adikmu. Apakah kau akan jatuh cinta pada adikmu sendiri "
"Aku sudah katakan padamu kan Aksa, kalau Ayu itu berbeda dengan Cempaka dan dia bukan adik kita. Apa aku perlu gali makamnya Cempaka dan memperlihatnya padamu"
"Dia sudah mati, mau bagaimanapun kau mengatakan dia belum mati tapi nyatanya apa dia sudah mati. Sudah kau keluar dari kamarku dan jangan ganggu aku"
Dengan nafas yang tak teratur Aksa langsung saja pergi dari kamar Andaru.
Andaru duduk ditempat tidurnya dan mengambil foto dirinya dan juga 2 kembarannya.
"Aku masih bingung Cempaka. Apakah kau benar-benar masih hidup atau tidak, tapi nyatanya selama ini kami semua satu keluarga mencarimu. Tapi kami tidak menemukanmu dan sekarang di sekolah ada orang yang wajahnya sangat mirip denganmu. Apakah aku harus percaya itu dirimu"
"Tapi kalau iya itu dirimu kalau Ayu adalah kau mungkin kau tidak akan lupa dengan aku dan Aksa. Mungkin namamu bukan Ayu tapi Cempaka"
"Beri aku jalan Cempaka aku bingung di sini, di satu sisi aku sudah mulai tertarik pada Ayu dan sudah menaruh hatiku pada Ayu. Apakah aku harus kecewa nantinya jika benar Ayu adalah kau"
"Tapi satu hal yang pasti, aku yakin kau sudah tenang di sana kau sudah tenang di alam sana. Aku yakin Ayu bukan dirimu hanya kebetulan saja wajah kalian mirip dan Aksa beserta mamah dan ayah merindukanmu. Makanya mereka semua menganggap Ayu adalah kau, hanya karena wajah kalian yang sama saja"
__ADS_1
Andaru membaringkan tubuhnya dan memeluk foto itu dengan erat.
...----------------...
Andaru yang baru saja sampai disekolah sudah disambut oleh Bianca "Hai Bianca ada apa "
"Kau sungguh sangat keterlaluan Andaru"
"Kenapa memangnya, apa yang aku lakukan"
Bianca memperlihatkan video perempuan yang badannya berisi itu sedang dibully pada Andaru.
"Kenapa memangnya, kenapa kau memperlihatkannya padaku"
"Kenapa kau tidak membelanya, kau kan ada di sana kenapa kau membiarkan perempuan ini dibully oleh Aliya. Lalu bagaimana Ayu datang ke sana dan dibully juga tidak, kalau tahu Ayu datang aku pasti akan pergi ke sana"
"Tidak ada urusannya denganku untuk menolong perempuan itu, lagi pula aku juga tidak mau menjadi pahlawan kesiangan untuknya"
"Berarti kau memang sama saja dengan Aliya, memang ya kalian tidak ada bedanya kalian semua memang para-para pecundang yang hanya bisanya membully orang-orang saja"
"Kenapa kau jadi marah-marah padaku Bianca. Tidak biasanya kau seperti ini, biasanya kalau ada yang dibully kau tidak pernah marah padaku. Sekarang kenapa kau tiba-tiba marah. Sudahlah ini cuman hal kecil saja"
"Ya memang menurutmu ini adalah hal kecil, tapi menurutku ini adalah hal besar. Aku tanya sekali lagi. Apakah Ayu datang dan dibully juga oleh kalian semua"
"Iya iya Ayu datang ke sana, kau tenang saja ada aku yang menjaganya"
"Aku tidak percaya kau bisa menjaga Ayu, sedangkan kau saja patuh sekali pada Aliya. Aku kecewa padamu Andaru karena tidak membela temanmu yang sedang dibully"
"Ayolah Bianca tenang sedikit, biasanya kau tidak seperti ini. Ini cuman masalah orang lain jangan terlalu ikut campur"
"Ya hanya masalah orang lain dan aku tidak boleh ikut campur. Aku tahu aku mengerti intinya aku kecewa padamu. Kita sudah berteman dari dulu, dari kita masih umur 10 tahun kita sudah berteman dan kau selalu saja membelaku apapun yang terjadi, tapi saat ada orang lain yang dibully seperti ini kenapa kau tidak membelanya"
"Intinya aku tidak mau berurusan dengan Aliya dan teman-temannya itu saja. Aku tidak mau banyak ikut campur"
"Terserah kau sajalah aku pusing"
__ADS_1
Bianca langsung saja pergi meninggalkan Andaru, Andaru hanya bisa diam dan menggaruk kepalanya ada apa dengan Bianca tiba-tiba marah hanya karena masalah pembullyan ini.
Sudahlah lebih baik makan saja di kantin mumpung masih pagi.