
"Halo semuanya senang bertemu dengan kalian semua aku Bella istri dari Adipramana"
Bella langsung menyalami satu persatu orang yang ada disana, hanya ada 6 orang dan juga kebanyakan anak buah mereka yang ikut mereka satu satu memangku satu perempuan.
"Kemana suami mu kenapa dia tak datang kenapa malah wanita hamil yang datang" ucap laki laki yang bermata sipit
"Suamiku banyak pekerjaan jadi aku yang datang kemari. Memangnya kenapa kalau aku wanita hamil datang ke perkumpulan kalian apakah salah sama saja kan, apapun yang akan kalian sampaikan bisa disampaikan kepadaku dan aku akan menyampaikannya sendiri pada suamiku, jadi apakah bisa segera dimulai "
"Apakah suamimu sakit sampai-sampai seorang perempuan yang datang kemari"
"Tidak suamiku sehat dan bugar dia baik-baik saja, dia tidak kenapa-napa dan hanya aku saja yang ingin datang kemari aku ingin melihat sehebat apa kalian, aku penasaran suamiku saja hebat masa teman-temannya tidak. Memangnya dari kumpulan mafia ini ada larangan ya kalau perempuan hamil tidak boleh datang. Apakah perempuan tidak boleh menjadi seorang mafia sepertinya aku tertarik pada dunia kalian "
"Hemm tak ada larangan hanya aneh saja Adi memperbolehkan istrinya untuk datang kemari tapi yang ku tahu kau bukan istrinya, bukannya istrinya adalah nyonya Ziva"
"Kalau begitu tak ada masalah kan, ya mungkin dulu istrinya adalah Kak Ziva tapi sekarang sudah berbeda aku istrinya Bella, jadi kalian tidak usah mengungkit masa lalu apa yang akan kalian bahas sampai-sampai suamiku harus jauh-jauh datang kemari, maksudku aku datang" kemari yang ingin mengetahui tentang kalian semua
"Kau tidak membawa apa-apa Nyonya Bella" sekarang yang berbicara adalah orang yang matanya ditutup satu.
"Tentu aku membawa sabu-sabu untuk hadiah kalian semua, lalu apa yang akan kalian berikan padaku"
"Kami akan memberikan seorang wanita untuk Tuan Adipramana kau kan sedang hamil pasti kau tidak bisa melayaninya dengan baik "
Bella bangkit dan melihat perempuan yang akan diberikan pada suaminya melihat dari atas sampai bawah lalu tersenyum padanya "dia bukan selera suamiku dia tidak akan cocok bersama suamiku, untuk kau saja mungkin kau kekurangan seorang wanita karena kami tidak perlu hadiah seorang wanita untuk apa tidak ada gunanya, suamiku bukan laki laki hiper *** "
"Hahaha kau sungguh berani menjawab kata kataku itu"
"Kenapa memangnya. Apakah aku harus mengumpat di ketek Kak Zack apa aku harus menunduk saat berbicara denganmu tidak kan memangnya kau siapa, apakah kau itu Tuhan sampai aku harus melakukan itu"
Laki-laki itu maju dia kesal dengan kata-kata Bella saat dia akan memukul Bella, tangan Bella menahannya dan melepaskannya dengan kasar, Zack juga bahkan langsung memelintir tangannya.
"Sekarang aku tahu bagaimana perkumpulan suamiku ternyata kalian semua hanyalah laki-laki kasar, aku akan menyuruh suamiku untuk keluar dari komplotan ini dan berhenti memberikan kalian hadiah"
"Jangan seperti itu nyonya" sekarang laki laki berkulit hitam yang berbicara pada Bella Zack juga sudah melepaskan pelintirannya itu.
"Maka dari itu kalian harus sopan padaku meskipun aku seorang perempuan , ibu kalian pun perempuan kan, makan hormati kami seperti kalian menghormati ibu kalian " teriak Bella
"sudah sudah ayo kalian semua duduk. Jangan bertengkar seperti ini" ucap laki laki yang sudah berubah.
__ADS_1
Bella berjalan dengan angkuh dan duduk berhadapan dengan mereka semua "Terima kasih kau sudah mau datang kemari untuk mewakili suamimu, tapi sebenarnya itu tidak boleh Nona seharusnya ini adalah kumpulan laki-laki saja"
"Iya aku tahu seorang wanita tidak boleh ikut campur aku tahu dalam perkumpulan kalian semua kalau perempuan itu lemah, tapi kalian jangan pernah remehkan perempuan, perempuan itu tidak semuanya lemah jadi jangan sama ratakan semua perempuan "
"Iya aku tahu tentang itu, aku kemari mengumpulkan kalian semua hanya untuk memberitahu kalau akan diadakan sebuah pesta dan setiap orang harus memberikan sebuah hadiah untuk mafia lainnya itu akan diadakan satu bulan lagi. Apakah kau bisa memberitahu suamimu tentang undangan ini"
"Tentu aku bisa memberitahunya, tak usah khawatir aku akan melakukan itu tanpa kau suruh "
"Kalau untuk masalah Deri apakah kau bisa melepaskannya, aku tahu dia salah telah menyerang rumahmu dan juga suamimu tapi dia adalah kawan kita bisakah kau meminta pada Adi untuk melepaskannya "
"Untuk yang satu itu aku tidak akan pernah melepaskan orang itu, dia sudah berani menghancurkan rumah suamiku dan menyerang diriku apa kompensasi yang akan kalian berikan padaku"
"Kau ingin bernegosiasi bersama kami"
"Tentu harus ada negosiasi karena nyawaku adalah taruhannya, meskipun temannya yang satu lagi sudah mati itu adalah sesuatu yang pantas dia terima karena sudah menyerang rumah suamiku dan juga menyerang aku, memangnya aku tidak bisa bertindak aku bisa melakukan apapun di luar prediksi kalian semua"
Laki laki tua itu tersenyum dan menatap Bella dengan lekat "kau mengingatkanku pada istriku dulu yang begitu angkuh dan bisa melawan siapa saja"
"Ya sudah aku bilang perempuan tidak sama jadi jangan sama ratakan semua perempuan, perempuan bisa melawan laki-laki jika kemampuan mereka diasah mereka juga bisa hebat, mereka juga bisa memegang senjata dan menghajar kalian laki-laki brengsek"
"Apa yang kau inginkan agar kau bisa melepaskan Deri dari jeratan suamimu"
Mereka semua diam tidak ada yang berbicara saling tatap dan ada yang menggebrak meja laki-laki yang tertutup matanya sebelah itu dan mengeluarkan pistol untuk menembak kepala Bella namun Bella dengan santai hanya diam dan menatap laki-laki itu dengan tenang.
"Kenapa kalian tidak mau menyelamatkan teman-teman kalian aku hanya meminta nyawa kalian saja. Apakah itu salah itu adalah sesuatu harga yang mahal untuk mengeluarkan laki-laki biadab itu, jika kalian setuju maka aku akan melepaskan siapa tadi Deri dan nyawa kalian ada di tanganmu semua ada di tanganku,"
"Duduklah jangan ada yang mengeluarkan senjata apapun "teriak kakek-kakek tadi
"Itu terlalu mahal"
"Kenapa tidak pembangunan rumah suamiku saja sangat mahal, lalu anak buah kami pun banyak yang gugur itu juga mahal itu juga nyawa yang harus diganti dengan nyawa lagi"
"Itu tidak akan adil dalam dunia seperti ini pasti akan ada yang gugur"
"Ya aku tahu dalam dunia hitam seperti ini akan selalu ada yang gugur akan ada yang mati, tapi aku tidak akan pernah melepaskan penghianat, dia akan menyerang suamiku kembali jika aku sampai melepaskannya maka aku ingin nyawa kalian semua agar kalian tidak bersekongkol untuk menghancurkan suamiku, aku tahu di sini tidak ada yang murni berteman kalian semua saling bersaing dan ingin mengalahkan satu sama lain. Aku sudah lama bersama suamiku aku sudah mempelajari bagaimana dunia kalian jadi jangan pernah remehkan aku mungkin aku baru di dunia kalian tapi aku tahu bagaimana kalian bekerja"
Mereka diam lagi, menatap Bella yang mengambil camilan dan memakannya dihadapan mereka yang masih berfikir "kami akan menyerang rumah Adi kembali untuk melepaskan Deri dan kau adalah salah satunya yang akan mati " teriak orang sipit pada Bella
__ADS_1
"Silakan kalau kau ingin mengibarkan bendera perang aku tidak akan pernah takut, perang bersama orang pengecut seperti kalian, kalian hanya bisa menyerang dengan membawa komplotan saja kalau berani satu lawan satu"
"Kau merasa hebat kau merasa hebat karena istri dari Adipramana hah " orang sipit itu seperti sudah sangat kesal pada Bella
"Tidak aku tidak merasa hebat menjadi istri dari seorang Adipramana, mau menjadi istri siapapun aku akan tetap membela suamiku jika kau menganggap suamiku teman kau tidak akan mengatakan kalau kau akan menyerang rumahnya dan jika kau memang benar-benar teman suamiku kau tidak akan pernah melepaskan b******* itu, biarkan saja dia mati dia saja sudah ingin menghabisi kawannya, sebenarnya di sini perkumpulan lawan atau kawan"
"Bisa kita berbicara berdua nona Bella " sekarang kakek tua itu yang berbicara
"Sepertinya cukup kita berbicara di sini saja agar mereka semua tahu apa yang kita bicarakan, tidak usah berbicara empat mata. Apakah pertemuan ini hanya membahas tentang pria brengsek itu dan juga tentang perkumpulan nanti yang kalian akan adakan dan harus membawa sebuah hadiah itu saja. Apakah tidak ada pembicaraan yang lebih penting lagi"
"Banyak yang ingin kami bicarakan tapi kami ingin berbicara langsung dengan Adi, bukan dengan Nona mungkin kau tidak akan tahu tentang barang-barang yang kami jual tentang senjata, kami ingin memesan sebuah senjata pada Adi "
"Senjata apa senjata untuk melawan suamiku, sekarang aku sudah mengetahui semuanya kalian di sini hanya ingin melawan suamiku saja sudah terlihat bagaimana kalian membela Deri, aku sudah tahu semuanya aku akan memberhentikan pasokan kiriman pada kalian semua suamiku masih bisa mengirim pasokan pada mafia lain yang tidak licik seperti kalian, ayo kak Zack ayo kita pergi sekarang"
Saat Bella bangkit dia kembali di todong oleh pistol oleh laki-laki yang tadi yang matanya tertutup sebenarnya apa yang dia inginkan. Bella dengan kasar merebut pistol itu dan membalikkannya ke arah laki-laki itu" Sebenarnya apa maumu, Kau dari tadi mengancamku memakai pistol. Apakah kau menganggapku tidak bisa memakai senjata seperti ini" jerit Bella dengan kesal
Laki-laki itu yang kaget hanya bisa melongo Bella merebut senjatanya dengan begitu keras, sampai-sampai tangannya sakit. Sebenarnya dia ini perempuan apa.
"Tidak ada Nona kita damai saja dan nanti setelah pesta kami akan berbicara lagi bersama Adi mungkin itu akan lebih bisa didiskusikan"
"Begitu ya kalian ingin mendiskusikan tentang pelepasan Deri meskipun nanti suamiku mengatakan iya akan melepaskannya, aku yang tidak akan pernah melepaskan dia, seorang b******* memang lebih baik tinggal di penjara bawah tanah dia akan mati perlahan aku lebih suka itu"
"Kami tidak akan membicarakan tentang pelepasan itu lagi. Sudah cukup kami tidak ingin berperang dengan siapapun kami di sini adalah kawan bukan lawan seperti apa yang kau bicarakan tadi"
"Baiklah Tuan, sudah tidak ada pembicaraan lagi ya kan yang harus kita bicarakan, jika kalian sampai berani menyerang rumahku lagi aku akan meminta nyawa yang tadi aku pinta yaitu nyawa kalian semua sebagai kompensasi karena kalian sudah merusak properti yang suamiku punya"
Bella melangkah pergi diikuti Zack dan yang lainnya, tak lupa Bella melempar pistol yang dirinya rebut tadi.
Sebenarnya tangannya pun sakit karena merebut pistol itu tapi hanya ingin terlihat lebih garang saja dirinya merebut itu, yang terpenting dirinya sudah berbicara dengan mereka.
Mereka bukan teman yang baik untuk suaminya, mereka ternyata ingin menjerumuskan suaminya pada suatu hal yang sangat menjijikan memberikan seorang wanita. Untung saja tadi dirinya tidak menusuk perempuan itu enak saja mau merebut suaminya.
"Tuan kita tidak bisa membiarkan istrinya Adi, dia terlalu angkuh dia juga terlalu sok tahu berbicara seperti itu pada kami semua "ucap laki-laki yang matanya ditutup.
"Tidak apa aku suka dengan semangatnya dia mengingatkan ku dengan istriku yang sekarang sedang sakit nada bicaranya dan semuanya sama seperti istriku. Jangan pernah menyerang lagi Adi dan jangan pernah berurusan lagi dengannya, aku yang akan melindunginya sekarang dan kalian tidak berhak untuk mengambil Deri dari kediaman Adi. Biarkan mereka menghukum apa yang telah Deri lakukan di sini kita kawan bukan lawan ingat itu kita tadinya ingin meminta baik-baik pada Adi untuk melepaskan Deri, tapi karena ini salah Deri sendiri kita tidak boleh menumbalkan satu orang hanya untuk melepaskan satu orang yang lainnya , itu sudah kesalahannya dan itu konsekuensinya jika aku tahu ada yang menyerang kediaman Adi atau menyentuh istrinya Bella kalian akan berhadapan denganku ingat itu, aku tidak akan pernah main-main dengan kata-kataku"
"Tapi Tuan kenapa kau menjadi berubah pikiran seperti ini hanya karena dia mirip dengan istrimu saja"
__ADS_1
"Banyak yang membuat aku bisa berubah pikiran dengan kata-katanya yang mengatakan kalau kita ini perkumpulan lawan atau kawan kita ini kawan bukan lawan, kita harus saling mendukung bukan saling menyerang jadi tidak boleh ada dari kelompok kita yang saling menyerang lagi dan aku juga mulai sekarang tidak akan bermain wanita lagi aku akan mengurus istriku lebih baik lagi dan jangan pernah berikan Adi perempuan lagi, dia sudah mempunyai perempuan tangguh yang akan selalu ada di sampingnya aku terlalu bodoh telah menyia-nyiakan perempuan tangguh ku yang sekarang sedang terbaring sakit, bubar sekarang dan kalian jangan menyerang helikopter istri dari Adipramana biarkan dia pergi dengan tenang dan pulang dengan selamat "
Laki-laki tua itu segera pergi melangkah meninggalkan yang lain, orang yang akan menyerang Adi mereka saling pandang mereka tidak bisa melakukan apa-apa setelah ketuanya mengatakan tidak boleh berperang maka mereka harus mematuhinya, kalau tidak harta mereka semua akan dimiliki oleh ketuanya lalu bagaimana dengan anak dan istrinya nanti, mereka akan sengsara jangan sampai itu terjadi.