
"Jadi kamu Zack kemari untuk meminta Sera pada ibu ? "
"Iya bu saya mau meminang Sera. Apakah ibu merestui hubungan kami berdua maksudku apakah aku boleh menikah dengan Sera, semua keputusan ada di tangan Ibu aku sudah mengobrol dengan Sera katanya kalau ibu setuju maka dia pun setuju jadi semuanya di tangan ibu"
Ibu panti menatap Sera yang diam saja, lalu menepuk tangan Sera "Seharusnya semua keputusan ada di tanganmu nak, ini adalah hidupmu bukan hidup Ibu. Kalau memang kau mencintai Zack juga dan mau menikah dengannya kenapa tidak, kenapa kau harus melibatkan Ibu bukannya Ibu tidak mau dilibatkan tapi apakah kau yakin nanti dengan keputusan ibu ? "
Sera tersenyum dan menganggukan kepalanya " apapun keputusan ibu akan aku terima, apapun yang diucapkan ibu selalu benar jadi aku minta Ibu saja yang memutuskan semuanya, kalau menurut ibu baik maka aku akan ikuti jika menurut Ibu tidak baik aku juga akan ikuti dan mundur"
Ibu panti melihat kearah Zack "Ibu ingin tanya padamu nak, apakah kau memang yakin ingin menikahi Sera kamu tahu sendiri kan Sera itu yatim piatu terus pekerjaan Sera juga kayak gitu, Sera juga banyak tanggungan adik-adiknya banyak banget. Apakah kamu nanti tidak akan menyesal saat sudah menikahi Sera, karena Ibu tidak mau kalau Sera sampai bercerai nanti dengan suaminya, karena alasan adik-adiknya, ataupun alasan lainnya. Apalagi Ibu tidak mau sampai Sera disakiti, kamu selingkuh bersama perempuan lain atau kamu kasar pada Sera. Ibu tidak terima karena hal itu. Apakah kamu benar-benar pada Sera tidak hanya untuk main-main saja nak "
"Aku sudah memikirkan semuanya Bu, aku sudah memikirkan adik-adik Sera. Aku sudah mempertimbangkan semuanya dan aku berjanji pada ibu tidak akan pernah menghianati Sera, apalagi kasar padanya aku berjanji padamu Bu. Kau bisa pegang ucapanku ini jika sampai aku melanggar. Kau boleh melakukan apapun padaku kau bisa menuntutku"
"Dilihat dari kesungguhanmu dan dari tatapanmu pada Sera Ibu yakin kau akan bisa menjaga Sera dengan baik, kau bisa membuat Sera lebih baik lagi Ibu menerima dirimu untuk menjadi menantu ibu dan menjadi suami Sera. Ibu yakin kau tidak akan pernah mengecewakan ibu"
"Terimakasih Bu, aku akan menjaga kepercayaan ibu itu. Aku janji aku akan membahagiakan Sera"
"Iya nak, kau buktikan saja semuanya pada Sera "
Zack menganggukan kepalanya lalu menatap Sera yang sedang menunduk, rasannya begitu senang apa yang dirinya mau tercapai juga.
...----------------...
"Apa nggak ada tempat lain Paman. Kenapa Paman membawa aku ke tempat makan sederhana seperti ini, aku tidak mau aku tidak mau makan di sini"
"Paman mau di sini, kalau kau tidak mau makan di sini tidak apa-apa. Cempaka, Aksa apakah kalian tidak masalah kan makan di tempat ini ? "
Cempaka dan Aksa saling pandang lalu mereka menganggukkan kepalanya "kami berdua sih tidak masalah, mau makan di manapun yang terpenting makanannya enak paman" antusias Cempaka .
"Ya sudah ayo let's go masuk dan kita makan kita isi perut dan makan siang, kau Andaru jika kau tidak mau diam saja di dalam mobil tak usah ikut masuk "
Rizki dan kedua anak Bella turun sedangkan Andaru hanya diam saja didalam mobil, tapi dipikir-pikir perutnya lapar juga.
Dengan perlahan Andaru turun dan mendekati paman Rizki dan juga yang lainnya.
"Sini duduk,Paman sudah pesankan makanan untukmu rendang dan juga ayam pop. Ayo duduk"
Rizki menggeser kursi dan Andaru segera duduk, dia menatap makanannya dan melihat adik-adiknya makan mengunakan tangan.
"Apakah harus pakai tangan Paman ?"
"Jika kau ingin memakai sendok pakai saja ini ada, jika kau ingin pakai tangan cuci tangan dulu di sana baru makan"
Andaru turun dari tempat duduk nya dan mencuci tangannya mengikut kedua adiknya, makan pakai tangan. Suapan pertama yang Andaru rasakan adalah sangat enak. Andaru menatap Rizki dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Jangan pernah menilai makanan dari tempatnya, enakan sama seperti di restoran malahan lebih enak lagi. Ayo cepat habiskan, jika mau lagi kau bisa pesan lagi "
Andaru hanya menganggukan kepala saja, dia melahap kembali makanannya, sungguh ini luar biasa enak sekal. Andaru menatap adik-adiknya juga yang sudah menghabiskan makanannya dan mereka bertiga kompak pesan lagi.
Rizki yang dari tadi belum menghabiskan makanannya hanya bisa tersenyum saja, senang saja anak-anak yang dirinya asuh sudah besar dan bisa se senang ini dibawa makan di tempat sederhana.
"Kenapa pamannya tersenyum. Apakah Paman tidak mau memesan lagi, Cempaka saja ini sudah pesan untuk kedua kalinya"
"Emm, tidak Paman tidak mau kalian saja ya, paman ini juga belum habis, jadi kalian saja "
"Makanya Paman cepat habiskan. Cempaka sepertinya akan menambah untuk yang ketiga kalau ini sudah habis"
"Iya akan Paman habiskan, ayo makan lagi cantik "
"Iya Paman siap "
Cempaka kembali fokus pada makanannya, tak sabar ingin kembali melahap makanan-makanan enak ini.
...----------------...
"Jadi kita akan menikah kapan Sera, ibu panti sudah merestui kita lalu kita harus menunggu apa lagi"
Sera menatap Zack "kita harus menunggu dulu Tuan Nyonya pulang, masa kita menikah Nyonya Dan Tuhan tidak ada apalagi mereka tidak tahu tentang kabar ini"
"Tidak juga, kau ini bagaimana Zack menikah itu butuh banyak waktu untuk menyiapkan segalanya. Belum undangan, souvenir, baju pengantin, catering, gedung, pokoknya banyak yang perlu kita atur satu minggu itu waktu yang sebentar. Kita tidak akan bisa mengejarnya"
"Hemm, padahal aku ingin cepat-cepat "
"Kau harus sabar tidak bisa terburu-buru seperti itu, biasanya kalau terburu-buru itu tidak akan baik kedepannya. Waktu masih panjang kita juga baru memulai kan, bukannya aku sekarang yang mengundur-mundur hanya saja kita harus mengurus semuanya banyak yang perlu kita urus"
"Iya juga sih, yaudah kita mulai dari sekarang ya buat atur-aturnya, kamu pengen designer mana biar nanti kita cari baju pengantinnya, sekalian jahit aja biar bisa disimpan"
"Aku nggak mau designer mana-mana, baju pengantin biasa saja sudah cukup. Aku pengen pakai kebaya putih saja, aku nggak mau pakai gaun apa kamu keberatan? "
Zack hanya diam saja, dia menatap kearah lain "Ga masalah kok, malahan itu yang aku mau pakai kebaya saja nggak usah pakai gaun ribet juga, kan "
Sera bernafas lega dirinya kira Zack tak akan mau, ternyata mau juga kan baiklah kalau begitu dirinya lega dan siap menjadi istrinya Zack.
Rasanya mimpi saja, Zack akan jadi suaminya apakah nanti tak akan canggung, sekarang saja sudah canggung apalagi nanti pasti akan sangat canggung lagi.
...----------------...
"Ki kamu ada disini "
__ADS_1
Rizki mendongakan kepalanya, "Al makan sini juga, sini gabung "
Alvaro menganggukan kepalanya dan bergabung bersama Rizki lalu menatap ketiga anak yang dibawa oleh Rizki " ini anak-anaknya Bella "
"Iya Al, biasalah jadi pengasuh dadakan "
"Emang kemana Bellanya "
"Lagi liburan sama suaminya biasalah pengen berdua berduaan mereka tuh"
Rizky langsung menatap ekspresi Alvaro yang tiba-tiba saja berubah menjadi murung, lalu dengan cepat Rizki mengubah topik pembicaraan "Gimana nih udah nikah sekarang rasanya, gimana Al senang nggak "
"Ya gitu aja biasa, nggak ada yang spesial"
"Maaf nih kalau misalnya aku kayak ikut campur masalah hubungan kamu sama Anggia dan pengen tahu, tapi kalian satu kamar, kan ? "
"Enggak lah ngapain juga satu kamar sama dia, aku juga tidak bisa terima pernikahan ini. Apalagi sekarang Arzan marah sama aku. Aku belum ketemu lagi sama dia. Aku pengen jelasin semuanya kalau apa yang dia lihat tuh nggak seperti yang dia lihat, semuanya tuh cuma salah paham aja "
"Susah buat jelasin semuanya sama Arzan, dia itu keras kepala banget, dia akan percaya dengan apa yang dia lihat dia sekarang lagi kecewa jadi dia nggak bisa buat dideketin"
"Iya Ki, tapi kan itu cuman salah paham aja, aku sama sekali nggak lakuin apa-apa sama Anggia, semuanya tuh jebakan atau mungkin itu jebakan Anggia apalagi ibunya matre banget tau kan ibunya Sarah"
"Jangan nuduh orang tanpa bukti dulu dong Al "
"Gini aja ya Anggi itu dulunya orang yang matre dan ibunya juga sama matrenya, dia aja dulu sama ibu sambung aku tuh nggak pernah suka, dia itu cuman manfaatin ibu aku aja buat dia hidup. Sebenarnya Anggia yang dulu dan sekarang tuh sama aja dia punya topeng yang banyak dan ini adalah salah satu topeng yang dia lihatin jangan pernah percaya dengan Anggia, kelihatan aja dia udah berubah. Tapi aslinya tuh belum. Arzan aja bodoh mau sama perempuan yang kayak gitu"
"Jangan gitu lah orang itu bisa berubah mungkin masa lalunya nggak baik, tapi kan mereka juga bisa berubah kali Al. Kamu belum kenal Anggia dalam makanya kayak gini. Jangan nuduh orang kayak gitu dong jangan lihat dari masa lalunya"
"Sebenarnya Paman sama Om ini tuh lagi bicarain apa sih, kok serius banget. Om ini mukanya murung banget, terus Paman mukanya biasa-biasa aja apa kalian lagi bertengkar" tanya Cempaka tiba-tiba.
Alvaro langsung tersenyum dan mengusap pipi Cempaka " persis kayak Bella selalu pengen tahu dan cerewet "
"Ist om ga boleh pegang pipi Cempaka "
Andaru langsung menepis tangan Alvaro " Andaru jangan kasar, ingat Paman sudah mengajarkan padamu untuk selalu hormat pada orang yang lebih dewasa"
"Ya aku tahu, tapi dia tidak boleh memegang Cempaka seperti itu"
"Ini persis bapaknya banget Ki"
"Ya gimana lagi itu bapaknya pasti bakal nurun sama anaknya, pokoknya aku titip satu hal padamu jangan pernah sakiti perempuan apalagi Anggia sekarang istrimu, meskipun kamu tidak menerima pernikahan ini tapi kamu harus selalu lembut padanya jangan kasar ya"
"Aku tak bisa berjanji "
__ADS_1
Alvaro dengan cepat melahap makanannya.