Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 320 Pertengkaran Aliya dan Sinta


__ADS_3

"Galang ayo bukannya kita akan pergi "


Galang menatap orang itu Keisha, kenapa coba dia berkata seperti itu "Bukannya aku sudah bilang kalau di sekolah kita tidak usah berbicara"


Keisha langsung saja pergi, senyum Aliya pun langsung luntur begitu saja. Dia menatap Galang dan tersenyum kembali.


"Lebih baik kamu temui dia, jangan buat dia sakit hati kasian anak orang "


"Tapi kamu, aku juga harus menjaga perasaan kamu"


"Aku tidak masalah, sudah kamu temani dia "


"Aliya kamu tidak akan mempertimbangkan yang pernah aku bicarakan "


"Sudah aku bilang kan sudah selesai pembicaraan itu, jangan pernah dibahas lagi. Aku tidak mau membahas itu lagi"


"Keisha tunggu aku, ayo kita pulang bersama"


Galang langsung saja bangkit dan mengejar Keisha. Sesekali juga dia melihat kearah Aliya siapa tahu dia memangilnya. Tapi nyatanya tidak.


Aliya malah terus saja menampakan senyum manisnya. Setelah kepergian Galang Aliya langsung lesu wajahnya juga menjadi sedih.


"Aliya ada apa denganmu"


"Kenapa memangnya ada apa denganku"


"Kamu menghindariku kan gara-gara masalah kecelakaan itu, kamu itu salah satu tersangkanya tapi kamu tidak minta maaf atau mendekatiku atau bagaimana tapi kamu malah menjauhiku"


"Memangnya apa yang kamu pikirkan, memangnya aku akan bersujud padamu. Sudah dengarkan kalau aku itu hanya saksi kamu tuli atau bagaimana"


"Pokoknya kamu adalah pelakunya. Kamu adalah pelaku utama Aliya, jangan menjauh dari masalah ini. Kamu sengaja kan menjauhiku hanya untuk ini" teriak Sinta


"Kamu ini makin ke sini makin melunjak, bukannya berterima kasih karena aku telah memasukkanmu ke sekolah ini, tapi malah seperti ini lihat saja tidak akan pernah ada yang mau mengantarmu dan menjemputmu lagi. Sekarang mulai sekarang kita buka lagi teman ingat itu"


Aliya langsung saja pergi, dia meninggalkan Sinta benar-benar meninggalkan nya sendirian. Sinta sendiri malah kebingungan bagaimana dirinya pulang.


Apakah bisa dirinya pulang sendirian sedangkan teman-temanya sudah tidak ada. Sudah pulang semuanya tak ada yang tersisa.

__ADS_1


...----------------...


"Budi kamu baik-baik saja "


"Ayu, lihatlah aku sangat bau"


"Ih bau sekali cepet Cempaka jauh-jauh dari dia , nanti kamu kena kuman "teriak Aksa.


"Enak saja kamu Aksa, bilang aku kuman aku seperti ini gara-gara teman sekolahmu itu pasti ini ulah Galang dan juga Alia. Mereka pasti yang merencanakan ini semua. Lihatlah tubuhku sangat bau sekali aku juga tidak tahan dengan tubuh ini"


"Ya memang apa adanya kamu bau busuk. Ayo Cempaka jauhi dia jangan sampai nanti kamu tertular bau busuk juga"


Cempaka menatap Budi dari atas sampai bawah, menang sangat berantakan sekali "Ya sudah ayo pergi kita pulang "


"Tapi Cempaka mobilku akan bau "


"Ya sudah kalau mobilmu tidak mau bawa Aksa, aku akan mencari taksi saja"


"Tidak, tidak ya sudah bawa saja dia ke dalam mobil tapi dia duduk paling belakangnya jangan di tengah-tengah, ataupun di depan pasti baunya sangat menyengat sekali"


"Tentu aku duduk di manapun tak masalah, yang terpenting aku bisa pulang mandi dan membersihkan diriku yang sangat bau"


"Ayu aku sangat berterima kasih padamu, kalau saja tidak ada dirimu aku entah akan menjadi apa di sini"


"Iya Budi sama-sama, sudah makanya kamu jangan terlalu lengah kalau di sekolah itu harus selalu berhati-hati. Kamu tau sendiri kan gimana di sekolah kita itu"


"Hemm iya Ayu "


Setelah mengantarkan Budi mereka berempat pulang ke rumah. Untung saja orang tuanya belum datang belum ada mereka. Jadi mereka leluasa dan mengganti pakaian mereka masing-masing supaya terlihat sekolah padahal tidak.


...----------------...


Cempaka mendapatkan telepon dari Budi segera mengangkatnya, dia tadi sedang mengobrol dengan Bianca sekarang Bianca sedang libur tidak bekerja.


"Ada apa Budi"


"Aku ingin bertemu denganmu? Di mana rumahmu sekarang Ayu, aku dan juga Aina akan datang bersama Danu juga dia juga akan ikut ada sesuatu yang ingin aku obrolkan tapi aku harus berbicara di depan matamu, tidak bisa lewat telepon seperti ini"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan kirim alamat rumahku dan juga nomor rumahnya nanti kalau di depan ada satpam dan ditanya mau ke rumah siap, bilang saja mau ke rumah tuan Adipramana dan sudah ada janji dengan aku anaknya Cempaka ya"


"Ya ampun susah sekali ya masuk ke kawasan elit"


"Sudahlah mau datang atau tidak"


"Baiklah, baiklah kami akan bergegas pergi ke sana tapi kalau kemalaman kami menginap ya"


"Tentu, aku akan menyiapkan kamar untuk kalian bertiga tenang saja"


"Oke deh "


Setelah sambungan diputuskan Cempaka menatap Cempaka yang tadi menunggu Cempaka beres menelepon "Anak-anak mau ke sini, apa kita perlu mengajak aksa juga Andaru untuk berbicara"


"Sepertinya jangan, lebih baik kita saja siapa tahu itu rahasia atau mungkin pembalasan dendam Budi pada Galang dan juga Aliya "


"Baiklah kita harus bisa menahan mereka berdua, mungkin kita harus menyiapkan tempat untuk mereka di sini di kamar dan jangan sampai ada yang menguping"


"Baiklah yuk kita siapkan makanan dulu untuk mereka, masa kita tidak menyiapkan apa-apa"


"Baiklah Ayo "


Mereka bergandengan tangan turun ke lantai bawah, kebetulan ada Bella di dapur "Ada apa ini anak Mama yang perempuan-perempuan ini, masuk ke dapur"


"Mau ada temennya Cempaka ke sini mah, cuma kamu ambil cemilan sama makanan-makanan yang lain. Mereka teman Cempaka yang dulu tapi masih satu sekolah kok mah "


"Ya nggak apa-apa emangnya Mama pernah larang kamu buat bawa temen-temen kamu, nggak kan. Bawa aja cemilannya ke atas ya nanti kalau butuh sesuatu panggil aja bibi nanti biar bibi yang bantu"


"Siap mah "


Mereka berdua segera mengambil banyak cemilan dan juga minuman, membawanya ke lantai atas naik turun naik turun seperti. Itu membuat Aksa yang dari tadi saja diam penasaran dengan kelakuan dua perempuan ini.


"Kalian akan menonton film. Kenapa tidak mengajakku, aku juga mau nonton film bersama kalian kenapa hanya kalian berdua saja yang mengambil makanan ke bawah dan tidak mengajakku untuk masuk ke dalam "


"Kita berdua akan membuat sebuah rahasia dan kamu tidak boleh tahu "ucap Bianca


"Siapa aku juga ingin tahu, aku akan beritahu Andaru ya, lihat aja rencana kalian akan gagal rahasia kalian akan aku ketahui"

__ADS_1


"Ayo Bianca cepat kunci pintunya, sebelum Aksa dan juga Andaru masuk "


Bianca langsung saja mengunci pintu, mereka tidak peduli dengan kedua orang di luar yang mengedit pintunya. Sungguh mereka itu laki-laki yang ingin tahu rahasia perempuan.


__ADS_2