
Duar, Bella yang sedang tidur terbangun mendengar ada sebuah ledakan ada apa ini.
Bella bangkit dan berlari kearah jendela ada apa, dan saat dirinya melihat kearah taman sudah hancur terbakar. Lalu Bela melihat kearah luar rumah disana sudah ada sebuah tank baja bukan hanya satu saja tadi ada 3 sekaligus, lalu ada mobil tempur juga.
Tank itu sudah menembak ke segala arah, bahkan kearah kamarnya juga, Bella langsung berjongkok dan kamarnya terbakar serta tembok sebelah kanannya sudah roboh.
"Nyonya "
Bella melihat Sera segera bangkit dan berlari kearah Sera " ada apa ini kak kenapa mereka menyerang "
"Musuh tuan menyerang nyonya "
"Sebentar" Bella mengobrak abrik pakainnya suaminya dan mengambil sebuah senjata yang pernah suaminya tinggalkan, yaitu sebuah pistol revolver dan desert eagle.
"Ayo nyonya cepat "
"Kau bawa dulu Rizki bawa dia "
"Tapi nyonya "
"Cepat " teriak Bella
Sera yang kaget Bella berteriak segera melakukan apa yang nyonya suruh, " aku harus bawa rompi anti peluru tapi perutku bagaimana ini sangat besar "
Kembali Bella mencari jaket suaminya saja yang anti peluru dan memakai celana yang juga bisa melidunginya dari api.
"Baiklah anak anak ku mari kita perang, mereka tidak tahu siapa Bella yang sebenarnya kita habisi mereka sayang, tak masalah tak ada ayah mu aku ada disini "
Bella sedikit berlari dan berpapasan dengan anak buah adi " nyonya kau harus pergi keruang bawah tanah "
"Tidak, selamat kan saja orang orang yang tak bisa memegang senjata, siapkan anak buah yang lain untuk menyerang diatap, bawa panah beracun dan serang mereka "
"Tapi nyonya "
"Cepat laksanakan apa yang aku perintahkan "
Bella yang memang memegang semua kunci rumah membuka ruang suaminya, mengambil panah beracun dan mengaitkannya dibelakang punggungnya.
Saat keluar Bella melihat Rizki yang dipapah, Rizki berteriak padannya namun Bella sama sekali tak meresponnya dia hanya fokus kedepan, sasarannya sekarang adalah musuh suaminya.
Saat Bella keluar rumah sudah hancur bahkan pagar juga sudah rusak, disampingnya sudah banyak anak buah Adi yang siap menyerah, musuh berhenti saat melihat Bella yang memimpin.
Ada satu orang yang turun dari tank dan mendekati Bella " waw seorang perempuan ingin ikut perang kita berkenalan dulu saja" sambil akan menoel dagu Bella namun tangan itu belum juga menyentuh sudah dipelintir oleh Bella dibanting ketanah dan diinjak dadanya.
"Kau berani menyentuhku kau akan habis "
__ADS_1
Musuh sudah menodongkan senjata akan menembak Bella tapi orang yang dibating Bella berteriak untuk tak menyerang.
Bella mundur dan menatap anak buahnya yang siap diatas dengan persenjataan yang lengkap, lalu melihat kiri kanan sudah banyak penembak yang bersembunyi di pohon.
"Serang " teriang Bella dengan lantang.
Para musuh yang belum siap langsung kewalahan dengan serangan yang diberikan oleh anak buahnya Adi, tembakan saling bersautan dan juga panah berterbangan.
Bella yang melihat orang itu masih berbaring langsung menembak kepalanya, Bella bersembunyi didekat pilar rumah dan menembaki orang yang bisa dirinya jangkau.
Bella dengan fokus menatap mereka dan menembaki mereka satu persatu dan tank punya suaminya sudah dikeluarkan, peperang begitu sengit dan itu membuat Bella makin menjadi jadi, dia begitu senang, bahkan Bella dengan berani melangkah kedepan dan makin mendekati mereka.
Selain menembak Bella juga membanting mereka bahkan dia menendang orang orang yang menghalanginya untuk saja dirinya pernah mengikuti bela diri taekwondo, meskipun agak kesulitan karena perutnya yang besar Bella tak menyerah dirinya akan membawa dalang dari semua ini.
**
"Bella mana kak Bella mana " teriak Rizki yang masih lemah
"Nona Bella ikut perang "
"Kenapa kalian biarkan, ya ampun bagaimana ini dengan Bella mana ponsel mana " teriak Rizki
Di bawah tanah hanya ada dokter perawat dan para pelayan saja, tak lupa Rizki, Rizki mengambil ponsel Sera dan menghubungi Adi tapi tidak terhubung, lalu menelfon Zack juga sama tak bisa dihubungi.
Rizki turun dari tempat tidur dan akan membawa Bella tapi karena tubuhnya masih lemas dia terjatuh dan dibantu oleh para dokter.
Mereka segera menganggukan kepalanya sibuk menghubungi siapa saja yang ikut bersama Adi dan ada salah satu yang terhubung.
"Ada apa "
"Bicarakan pada tuan Adi kalau rumah diserang "
"Baik " sambungan langsung dimatikan
***
"Tuan maaf tadi ada orang rumah menginformasikan kalau rumah diserang "
Adi sedang mengobrol dengan teman sesama mafianya segera menatap orang itu "Zack nyalakan tablet mu itu dan lihat keadaan rumah"
"Bagaimana dengan Bella apa dia sudah diselamatkan " tanya Adi pada anak buah yang tadi memberitahunya.
"Tuan " tunjuk Zack pada Adi.
Adi mengusap wajahnya saat melihat istrinya sedang menembaki orang dengan brutal serta kakinya yang tak henti hentinya menendang.
__ADS_1
"Minta putar balik Zack kita harus pulang sekarang "
"Ada apa Adi " tanya Firman yang memang sama sama berangkat bersama Adi mengunakan pesawat punya Adi.
"Rumahku diserang dan istriku malah ikut berperang "
"Apa istrimu berperang apakah dia seorang mafia juga " .
"Bukan dia hanya anak SMA yang baru lulus "
"Hebat " ucap Firman yang kagum
Adi berteriak pada pilot agar cepat kembali lagi,dirinya begitu khawatir dengan keadaan Bella sang istri, apa apaan ini kenapa Bella begitu nekat jangan sampai terjadi apa apa dengan istri itu.
***
"Akhh "
Bella memegang tangannya yang tertembak, "nyonya kemari "
Anak buah Adi yang dari tadi mengikuti Bella dan mengawalnya menarik Bella kebelakang pohon dan menyobekan pakainnya sendiri lalu membalut tangan Bella yang kena tempakan.
"Apakah jaket ini tak anti peluru " sambil menahan sakit
"Hanya bagian dada dan juga punggung saja nyonya tangan tidak "
"Pantas saja, berikan aku peluru aku harus bertarung lagi"
"Nyonya disini saja tunggu saja jangan ikut berperang lagi, keadaanya nyonya sudah sangat berantakan,"
"Kalau begitu antarkan aku ke tank, aku ingin ada didalam sana "
"Baiklah nyonya mari "
Mereka beramai ramai mengawal Bella masuk ke tank baja yang tak jauh dari mereka, untung saja mereka sedang fokus menyerang ke yang lain.
Setelah Bella masuk, semua orang diam " ayo serang mereka, habisi mereka jangan sampai ada yang sisa, itu disana tembak dia, ayo semangat kalian, jangan pantang menyerah "
Dion mengangguk dan melakukan apa yang disuruh oleh nyonyanya, kaget tadi saat nyonya masuk dengan keadaanya yang tak bisa dideskripsikan, apalagi perutnya begitu buncit.
"Boleh aku yang menyerang, kau bisa memberitahu apa saja yang harus aku kendalikan "
"Tapi nyonya "
"Aku ingin belajar nanti kalau aku sudah mahir aku sendiri yang akan mengahabisi musuh ayo "
__ADS_1
Dion bangkit dan membiarkan nyonya duduk, tank baja memang tak berjalan hanya tembakannya saja yang terus dari tadi dikeluarkan.
Dion memberitahu pada Bella dan Bella dengan senang hati melakukannya.