
Bella yang ditarik Zack berhenti didekat dapur " nona apa yang kau lakukan "
"Sudahlah kak Zack aku hanya ingin memberi mereka pelajaran saja, kau tenang saja mereka tak akan marah kok, aku sudah puas memberi pelajaran pada mereka "
"Nona tapi anda nanti akan dibalas oleh nona Ziva, bagaimana itu nona "
"Tak apa, kau tak usah menghawatirkan aku kak Zack, aku baik baik saja, jika kau peduli padaku, maka kau bantu aku keluar dari rumah ini, aku ingin pulang "
Zack mundur dan menggelengkan kepalanya " aku tak bisa berbuat apa apa Nona, dan aku tak bisa mengkhianati tuan "
"Sudah tertebak, kau tak akan mau membantuku"
Bella langsung pergi dari hadapan Zack dan berjalan kearah luar mengambil sapu dan menyapunya, Bella mencoba untuk mengerjakan semua ini, selama dirumahnya dirinya belum pernah menyapu seperti ini.
Tadi disini dirinya harus melakukan ini, baiklah kita buktikan pada kedua suami istri itu kalau dirinya bisa melakukan ini.
Saat Bella akan berpindah tempat, lagi lagi Zack menghampirinya dan mengambil sapu lidi panjang yang Bella pegang.
"Nona kau duduk saja, biar aku yang kerjakan "
"Tidak kak Zack aku bisa melakukannya sendiri, aku bisi sungguh kau jangan khawatir padaku ok, aku baik baik saja, kau pergilah kerjakan tugas mu "
Namun Zack menggelengkan kepalanya dan segera menyapu halaman, Bella sudah merebutnya namun tak dikasih oleh Zack.
Tiba tiba saja ada sampah mengenai tubuh mereka berdua, namun untuk yang kedua, Zack melindungi Bella agar tak terkena sampah itu, bahkan ada air mengalir kearah tubuh mereka.
"Kak Zack kau kotor "
Mereka berdua segera mendongakan kepalanya dan di balkon ada Ziva yang sedang tersenyum kearah mereka. Lalu dia masuk kembali.
Dan tanpa mereka bertiga sadari ada orang yang mengawasi mereka bertiga dari tadi, bahkan menyaksikan apa yang Ziva lakukan dari awal sampai akhir.
__ADS_1
Bella melihat kearah bekas makan dan juga yang lainnya, tanpa banyak bicara Bella mengumpulkan semuanya, semua sampah dan bekas makanan yang Ziva taburkan.
Bella masuk kedalam rumah dengan tergesa gesa, lagi lagi Zack mengikuti Bella meski tubuhnya sudah kotor, dirinya tak mau sampai nonanya kenapa napa, dia sedang mengandung.
Tanpa mengetuk pintu Bella membuka pintu kamar dan wurr , Bella melemparkan sampah itu ke wajah Ziva yang sedang menyisir rambutnya.
"Kau tak sopan Bella untuk apa kau disekolahkan kalau kau tak sopan seperti ini "
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau yang tak sopan, kau ini sudah dewasa kak, kau ini lebih tua dariku tapi fikiran mu begitu ke kanak Kanakan, kau seharusnya lebih bijak "
Ziva bangkit sambil menutup hidungnya lalu menendang sampah sampah itu, keluar dari kamarnya dan langsung mencari suaminya " Adi, Adi lihatlah Bella dia jahat padaku, dia dia sangat jahat Adi " teriak Ziva sambil mengeluarkan air mata buahnya.
Bella yang keluar dari kamar itu hanya bisa tersenyum melihat kelakukan Ziva yang makin kesini makin seperti anak kecil.
"Kak Zack lebih baik kau bersihkan dulu tubuhmu, atas bantuanmu, aku sungguh berterimakasih "
"Sama sama nona, lebih baik nona istirahat saja jangan memaksakan diri untuk membereskan rumah lagi, ada Sera dan pelayan lainnya "
"Sudahlah kak Zack tak apa, aku baik baik saja, aku ingin melihat sampai kapan mereka akan menyuruhku seperti ini, aku wanita kuat kak dan aku bisa menjaga kandunganku, oh ya kak kalau kau berubah fikiran untuk membantuku kabur maka temui aku, aku tak bisa ada disini terus kau ingin aku mati berdiri " bisik Bella.
***
Adi membalikan badannya dan melihat istrinya Ziva yang kotor " lihat Adi ini ulah Bella, sudah aku bilang Bella itu bukan perempuan baik baik dia jahat, lihat dia membawa sampah dari bawah dan menyiramkannya kearah ku, dia dia begitu menyebalkan, kau harus memberi pelajaran padanya Adi "
Adi masih diam menatap Ziva dari atas sampai bawah untuk kedua kalinya Ziva melakukan kesalahan, dirinya saja masih merencanakan tentang hukuman yang akan diterima Ziva ini malah ditambah lagi
Memang tadi dirinya melihat bagaimana Bella diperlakukan Ziva, dirinya ingin turun dan melindungi sang pujaan hati tapi tak bisa karena sudah kejadian, apalagi ada Zack juga.
Awas saja Zack akan dirinya beri pelajaran karena sudah memegang istrinya tadi, tapi Zack menolong Bella, sudahlah kembali fokus bada Ziva yang sedang merengek.
"Apa yang kau lakukan pada Bella "
__ADS_1
"Tak ada yang aku lakukan pada Bella, dia yang melakukannya "
"Benarkah, kau berkata jujur Ziva aku tak suka perempuan pembohong "
"Aku berkata jujur aku baru saja selesai membilas tubuhku, saat aku sedang menyisir rambutku, Bella datang dan melemparkan sampah sampah itu ke wajah ku, sungguh aku tak menyangka dan aku juga tak habis fikir kenapa Bella kekanak Kanakan sekali "
"Kau segeralah ganti pakaian mu kembali, kita akan berbicara bertiga "
"Kau akan menghukum Bella kan sayang untuk ku " tanya Ziva dengan senang dan memegang tangan suaminya
"Tentu aku akan berbicara dahulu dengan kalian bertiga, aku akan adil pada kalian bertiga maka cepat kau ganti pakaian ku dan kembali lah kemari "
Ziva menganggukan kepalanya, dengan senang dia berlari kearah kamarnya dan segera melakukan apa yang suaminya mau.
**
Bella yang sudah menyelesaikan semuanya dan akan naik kelantai atas dan beristirahat, malah diberhentikan oleh dokter Darma.
"Nona kau sudah sehat "
"Hai dokter tentu, aku baik baik saja "
"Baguslah nona, nona aku sudah membawakan guru untukmu dan juga dokter kandungan untuk mu"
Bella menengok sebentar kearah dua orang itu dan sedikit tersenyum " hem baiklah terimakasih lebih baik kau berbicara dulu dengan suaminya kak Ziva, lebih baik kau perkenalkan dahulu pada suaminya kak Ziva, emm dokter Darma aku permisi dulu, aku ingin beristirahat sejenak"
"Baiklah nona Bella selamat beristirahat "
"Ya terimakasih "
Bella yang sudah mendengar jawaban dokter Darma segera naik, dia masih memikirkan tentang guru yang akan mengajarnya, dirinya seperti kenal sosok perempuan itu.
__ADS_1
Seperti pernah melihatnya tadi dimana, emm nanti deh dirinya akan bertanya pada guru itu, apa dirinya dan dia pernah bertemu siapa saja orang itu bisa membantunya keluar dari rumah ini, keluar dari kesengsaraan ini.
Dirinya ingin hidup normal lagi dan selayaknya anak muda sekarang meraih cita citanya setinggi langit..