Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 76 Lolos


__ADS_3

"Ayo nona silahkan "


Bella mengangguk dan naik ke kapal, mereka sekarang ada disebuah pelabuhan dan Bella tidak tahu dirinya akan dibawa kemana.


"Kita sebenarnya akan kemana kak "


"Kita akan pergi ke tempat yang jauh dan kau Nona tidak akan pernah bisa bertemu dengan Tuan Adi lagi, aku tanya sekali lagi padamu apakah kau yakin untuk meninggalkan Tuan Adi selamanya. Jika kau memang masih ragu maka aku akan mengembalikanmu pada Tuan Adi sekarang juga mumpung kita masih ada di sini dan kita belum jauh. Keputusan ada di tanganmu semuanya ada di tanganmu nona"


Bella diam, memory dirinya dan juga mas Adi berputar saat dirinya diculik, ditabrak oleh mas Adi, pernikahan, saat dirinya memberikan sesuatu yang berharga, saat dirinya tau kalau dirinya mengandung, setiap perhatian yang diberikan suaminya semuanya berputar. Tapi tiba tiba muncul wajah kak Ziva.


Bella sudah memutuskan, sekarang dirinya sudah memutuskan semuanya " aku sudah memutuskan semuanya kak, kalau aku akan pergi dari mas Adi aku sudah siap dengan semua konsekuensinya, aku sudah memikirkan semuanya dan keputusanku tidak akan bisa diganggu gugat lagi. Aku akan pergi dari samping suaminya Kak Ziva"


"Baiklah mari nona "


Johan membantu Bella masuk, mereka berjalan makin dalam dan makin dalam. Johan mengeserkan sebuah kursi dan mempersilahkan Bella duduk.


"Mau makan apa nona "


"Tidak aku tak lapar "


"Hemm tapi kau sedang mengandung, kata tuan besar aku harus selalu memberikan mu makanan, kau selalu lapar kan, ayo jangan sungkan sungkan aku akan mengambilkannya nona "


"Terserah kau saja kak, terimakasih "


"Baik nona kau tunggu disini jangan kemana mana, aku akan mengambilkan makanan untuk mu "


Bella menganggukan kepalanya, Bella memejamkan kedua bola matanya dan mengingat seluruh kenangannya sebelum dirinya harus melupakan semuanya, hatinya tak rela untuk meninggalkan mas Adi, tadi ini adalah keputan yang baik untuk dirinya.


Dirinya tidak mau mati konyol ditangan suaminya sendiri, dirinya mendengar kata-kata dari mas Adi dan juga Kak Ziva yang akan melenyapkannya setelah melahirkan, dirinya juga menjadi tidak mau melepaskan anaknya untuk diurus oleh Kak Ziva, dirinya takut suatu saat anaknya akan menjadi pelampiasan kak Ziva.


***


"Ziva kau, ya ampun kenapa bisa begini "

__ADS_1


"Tolong bantu aku dulu jangan banyak bicara, ayo tolong bantu aku, aku sangat kesakitan aku tidak bisa bangun kakiku sakit Piyan tolong aku, bawa aku ke rumah sakit sekarang juga aku sudah tidak kuat"


Piyan segera memangku Ziva dan memasukannya kedalam mobil, Piyan melajukan mobilnya dengan kencang dengan sesekali menatap kearah Ziva, "kenapa bisa seperti ini "


"Ceritanya panjang sekali. Kau tahu sepertinya Zea menyimpan sesuatu rahasia dia bilang pada suamiku kalau aku selingkuh bagaimana ini "


"Lalu sekarang mana Zea "


"Sudah mati "


"Apa "


Hening tak ada pembicaraan Piyan tiba tiba takut saat mendengar Zea meninggal apa sekejam itu suaminya Ziva, sampai sampai Zea dibunuh seperti itu, apa kesalahannya.


Tiba tiba ponsel Piyan berdering, Piyan menatap kearah Ziva " angkat saja itu dari istrimu jangan membuatnya khawatir "


"Hemm baiklah "


"Kau di mana kenapa tiba-tiba pergi begitu saja, kau tahu sendiri kan anakmu sedang sakit dan sekarang dia butuh dirimu. Lalu kenapa kau tiba-tiba pergi begitu saja ayo cepat pulang sekarang"


"Tidak bisa aku masih ada pekerjaan, kerjaanku begitu banyak tadi bosku menelpon dan menyuruhku untuk segera ke kantor bawalah anak kita ke rumah sakit olehmu saja ya, aku tidak bisa mengantarmu sayang, maafkan aku ya, kau bawa anak kita kerumah sakit ya "


"Kurasa sekarang alasanmu pekerjaan dan pekerjaan saja, dulu kau tidak begini dulu kau selalu mengantar aku maupun anak kita ke manapun itu, tapi sekarang urusan mu begitu banyak. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku"


Piyan menatap kearah Ziva dan kembali kearah jalan "Tidak ada, tidak ada yang aku sembunyikan semuanya baik-baik saja seperti dulu. Sudah ya aku matikan dulu sambungannya"


Piyan mematikan sambungannya dengan sepihak dirinya tak peduli istrinya akan marah atau apalah yang terpenting Ziva dibawa dulu kerumah sakit sekarang, istrinya bisa dibujuk oleh apapun nanti.


"Kau memilih istrimu atau diriku "


"Tentu saja dirimu Ziva, tenang saja aku akan tetap memilihmu apapun keadaannya aku akan tetap bersamamu. Meskipun nanti aku harus bercerai dengan istriku itu tak masalah aku akan tetap memilihmu dan aku tetap akan ada di sampingmu kau nomor satu dan kau adalah prioritasku"


Ziva tersenyum senang, jadi kalau Adi nanti meninggalkannya dirinya masih punya ATM berjalan kan, huff rasanya hidupnya begitu damai ya dicintai oleh 2 laki laki sekaligus.

__ADS_1


"Janji ya kau jangan pernah mengubah kata-katamu jika nanti suatu saat istrimu mengetahui tentang perselingkuhan kita ini, kau jangan pernah menyalahkanku dan membuat aku merasa di pojokan nantinya "


"Tentu aku tak akan menyalahkan mu sayang, sudah kau tak usah khawatir apapun keadaannya aku akan tetap bersamamu dan aku tetap akan memilihmu sampai kapanpun, jadi kau tidak usah khawatir sayang aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang dan aku menikah dengan istriku hanya untuk status saja pada orang tuaku. Bahkan aku mau jika jadi suami keduamu aku tidak apa-apa yang terpenting aku akan selalu bersamamu"


"Baiklah aku percaya, bisa kau lebih cepat lagi kakiku sangat sakit rasanya aku sudah tidak merasakan lagi kakiku"


"Ya tentu sayang "


Piyan menjalankan mobilnya lebih kencang lagi, tak peduli dengan orang orang yang mengumpat padannya yang terpenting dirinya akan cepat sampai dirumah sakit dan Ziva bisa cepat terselamatkan.


**


"Ini nona makanannya "


"Terimakasih "


"Sama sama nona "


Bella dengan perlahan lahan memakan makanan yang dibawakan oleh kak Johan, meskipun rasanya engan untuk makan tapi dirinya harus makan demi sang anak.


'Nak suatu saat kau jangan pernah menanyakan ayahmu ya, mamah akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk mu ' ucap Bella dalam hati.


Apa mas Adi mencarinya, tapi tak mungkin mas Adi mencarinya secara mas Adi tak mencintainya, mas Adi hanya mencintai Kak Ziva dan hanya menginginkan anak yang dirinya kandung saja.


Bella memberhentikan makannya, saat memikirkan tentang mas Adi yang mencintai kak Ziva, tiba tiba hatinya kesal sekali, rasanya ingin marah pada mas Adi karena tak mencintainya.


Tapi kenapa dirinya begitu padahal kan itu urusan mas Adi, mau suka atau tidak padannya, pasti sekarang mas Adi dan kak Ziva sedang bersenang senang berdua mereka kan tadi pergi bersama.


"Nona kenapa kau tak makan lagi, jangan melamun terus nanti kesambet nona "


"Oh ya maaf "


Bella kembali memakan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2