Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 206 Bukan aku


__ADS_3

"Kenapa kalian semua ada di sini, kalian malah ada di kantin di jam pelajaran"


Aliya yang melihat Bu Bahar tersenyum dan mendekatinya "Ibu tahu guru baru itu sangat menyebalkan. Pokoknya dia menyuruh kita semua untuk keluar dari kelas,"


"Karena masalah apa "


"Kami semua juga tidak tahu masalahnya apa. Dia tiba-tiba menyuruh kamu untuk keluar, hanya beberapa orang yang belajar"


"Baiklah Ibu nanti akan bicara "


"Terimakasih Bu "


"Ya sama-sama "


Bu Bahar segera pergi meninggalkan mereka. Aliya tersenyum senang karena Bu Bahar ternyata percaya pada bualanya. Biarkan saja guru itu dimarahi.


...----------------...


"Baiklah kumpulkan semuanya, kalian yang sudah selesai boleh langsung istirahat"


Dengan cepat mereka semua segera mengumpulkan tugas mereka yang baru saja mereka buat. Ayu terlebih dahulu keluar dia akan mencari motor itu, Sinta harus mendapatkan keadilan dan sekarang adalah waktunya dirinya memata-matai sekolah ini mumpung ada di lingkungannya kan.


Sedangkan guru itu dia berjalan ke arah ruangannya dan melihat-lihat tugas dari murid-muridnya. Ada salah satu yang sangat mencolok. Dia segera mengambil kertas itu dan membacanya.


Teman baikku tidak bisa sekolah lagi karena sekarang dia tidak bisa berjalan. Aku tidak tahu harus melakukan apa aku bingung bagaimana membuat dia menjadi ceria lagi, membuat dia kembali bisa tersenyum lagi, membuat dia bisa menerima aku kembali.


Aku begitu mengkhawatirkan keadaannya, tapi dia begitu keras kepala tidak mau diperhatikan oleh siapa-siapa. Aku begitu menyayanginya. Aku tidak akan pernah meninggalkannya sampai kapanpun.


Kakinya sekarang sudah tidak bisa berfungsi dan entah kapan dia bisa berjalan lagi, tapi aku selalu berdoa untuk kesembuhannya. Aku ingin temanku, teman baikku itu kembali bisa berjalan dan kami bisa bersenang-senang kembali, berlari bersama, tertawa bersama semuanya kami lakukan berdua. Aku pun sebenarnya ingin selalu bersamanya sekolah bersama tapi sepertinya itu tidak mungkin.


Pak guru segera melihat siapa yang menulis itu, ternyata Ayu baru saja akan membaca lagi pintu ruangannya sudah diketuk "Masuklah "


Masuk Bu Bahar dan tersenyum ke arah Pak Guru itu "Selamat siang Pak perkenalkan saya Bahar guru matematika"

__ADS_1


"Halo Bu Bahar saya Renaldi senang berkenalan dengan anda"


"Hemm ya, ada yang ingin saya tanyakan. Tadi saya melihat murid ada di kantin itu ada masalah apa sampai-sampai mereka harus tidak ikut belajar, mereka tak ikut pelajaran mu kan "


"Iya karena mereka tidak disiplin "


"Kenapa kau tidak memberitahu mereka pelan-pelan saja, mereka juga pasti akan mengerti jangan langsung kau mengeluarkan mereka dari kelas. Itu tidak baik"


"Sepertinya Bu Bahar tidak usah ikut campur tentang saya bagaimana mengajar. Setiap guru saat mengajar beda-beda tidak sama. Mungkin metode saya dengan Bu Bahar memang berbeda. Saya hanya ingin murid-murid itu lebih disiplin lagi dan tidak berani pada gurunya saat guru berbicara mereka tidak boleh fokus pada hal yang lain. Mereka harus fokus pada gurunya mendengarkan apa yang gurunya bicarakan"


"Iya saya tahu, tapi setidaknya pelan-pelan saja Pak beritahunya. Mereka kan baru juga masuk SMA kelas 1 pasti masih harus dibimbing lagi"


"Apakah saat SD, SMP mereka tidak diajarkan untuk disiplin dan sopan pada gurunya? "


"Intinya saya mau Bapak Renaldi jangan terlalu keras pada anak-anak"


"Ya mungkin itu cara metode Ibu belajar, tapi saya berbeda lagi. Jadi ibu tidak usah ikut campur bagaimana saya mengajar anak-anak. Yang terpenting saya di sini mengajar mereka dengan baik kan,memangnya ada masalah dengan Bu Bahar bila saya bekerja seperti itu, bila saya mau mengajar seperti itu ?"


"Silakan Bu Bahar pintu tidak dikunci"


Pak Renaldi menggelengkan kepalanya saat Bu Bahar sedikit membanting pintu ruangannya "Ternyata guru dan muridnya sama saja, tidak ada bedanya makanya murid-muridnya tidak sopan gurunya juga sama saja tidak sopan"


Pak Renaldi kembali fokus membaca tugas dari, Ayu ini sangat menarik. Apakah ini yang disebut oleh kepala sekolah. Kenapa kepala sekolah memasukkan Ayu dan teman-temannya ke sekolah ini apakah itu sebuah sogokan.


...----------------...


Ayu sudah ada di parkiran motor, Ayu celingak-celinguk mencari motor yang cocok yang dia lihat, dirinya masih tahu bagaimana body motor itu. Saat ada motor yang mirip Ayu diam dan menatap motor itu. Tapi ada yang datang saat Ayu berbalik ternyata itu Andaru.


Ayu berjalan cepat untuk menghindari Andaru, tapi Andaru malah memegang tangannya dengan erat "Apa yang kau lakukan sampai-sampai kau melihat kendaraanku seperti itu"


"Tidak aku hanya sedang jalan-jalan saja, aku hanya ingin tahu sekolah ini. Memangnya salah bila aku berkeliling ke arah parkiran"


"Tentu saja takutnya kau nanti akan mencuri atau kau ingin mencoba menggunakan motorku ini. Ambil kuncinya dan kau gunakan ini sepuasnya. Apa yang sedang kau cari sebenarnya di sini. Apa tujuanmu sekolah di sini dan mengambil beasiswa itu"

__ADS_1


"Jangan mentang-mentang aku tidak kaya sepertimu. Aku tidak akan pernah mencuri jadi tenang saja. Satu lagi aku tidak sedang mencari apa-apa jadi jaga bicara mu itu "


"Benarkah kau tidak sedang mencari apa-apa, tapi yang kulihat kau seperti mencari sesuatu"


"Tidak ada Andaru lepaskan tanganku. Jangan membuat Aliya salah paham dengan semua ini"


"Kenapa kau takut dibully olehnya ya, kau takut dijauhi olehnya ya karena sekarang kan kau dekat bersama Aliya. Apakah kau takut kehilangan seorang Aliya "


"Lepaskan aku tidak punya masalah denganmu. Aku hanya ingin berkeliling saja di sini aku tidak ada urusan denganmu"


"Andaru lepaskan dia, jangan membuat dia takut"


Ayu melihat ke arah orang yang tadi berbicara ternyata itu Aksa, Ayu yang mendapat kesempatan segera menghentakkan tangan Andaru untuk melepaskan tangannya dan berhasil.


Ayu segera berlari meninggalkan dua bersaudara itu, tidak memperdulikan mereka akan bertengkar atau berdebat. Yang terpenting dirinya bisa lepas dari Andaru.


Saat melihat Aina, Budi dan juga Danu Ayu segera menghampirinya"Dari mana aja sih Ayu "tanya Danu dengan khawatir.


"Ga tadi habis keliling aja. Oh ya Budi kenapa tadi ga ngelawan. Kamu itu ya kalau di kayak gituin tuh ngelawan bukannya diam aja pasrah malah ketawa-tawa gitu"


"Ya bukan kayak gitu. Aku ga tahu kalau selera mereka tuh tinggi banget. Ku kira dengan sepatu baruku itu mereka akan lebih dekat denganku"


"Jangan pernah berharap lebih kau itu sewajarnya saja, kita di sini juga karena dapat beasiswa kan Budi, jadi jangan sampai kau bergabung dengan mereka, mereka itu tidak punya hati"


"Benarkah Ayu, mereka tidak punya hati tapi aku juga ingin dekat dengan mereka "


"Terserah saja Budi yang terpenting aku sudah berbicara padamu, sudah memberitahumu "


"Tapi kau Ayu, kau juga dekat dengan Aliya"


"Iya tapi bukan aku yang pertama mendekatinya, dia sendiri kan yang mendekatiku "


"Ya ya ya "

__ADS_1


__ADS_2