
Bella yang baru terbangun dari tempat tidur rumah sakit melihat Rizki yang sedang melamun, dengan perlahan Bella mendekatinya.
"Ki tiba tiba aku inget sesuatu "
"Inget apa, baru juga bangun tidur udah inget sesuatu aja"
"Aku kan diculik sama Sean, terus mas Adi bawa dia tapi aku gak tahu dibawa kemana soalnya aku mau bilang kalau Sean itu gak apa apain aku, "
"Yaudah terus mau gimana "
"Ya mau tanya tapi kamu yang telfon "
"Kok aku Bell ponsel kamu mana "
"Gak tahu pengen pinjem aja sama kamu "
Rizki dengan cepat segera menghubungi Adi dan tak butuh waktu lama langsung diangkat.
"Ada apa "
"Mas "
"Bella kamu dimana "
"Aku lagi sama Rizki dimana Sean "
"Kenapa kamu gak bilang pergi kerumah sakit "
"Dimana Sean "
"Gak tau "
"Kok gitu sih bukannya waktu itu kamu bawa Sean kan, terus dia ke mana dia itu nggak lakuin apa-apa sama aku, dia gak siksa aku atau lecehin, aku waktu itu bilang kan kalau Sean nggak lakuin apa-apa kamu lakuin apa sama Sean, sekarang dia di mana"
"Aku udah lepasin dia " jawabnya dengan nada ketus
"Dimana mas, dimana Sean sekarang kamu jangan bohong sama aku"
"Aku gak bohong "
"Gila kamu " teriak Bella dengan kesal dan langsung mematikan sambungannya.
Bella mengambil tasnya dan bergegas akan pergi namun Rizki memegang tangannya " mau kemana "
"Ke rumah mas Adi, aku yakin Sean ada di sana kalau dia lecehin aku atau siksa aku baru aku nggak akan pernah larang mas Adi buat nyakitin dia, tapi dia nggak sama sekali lakuin apa-apa sama aku, aku nggak bisa diam terus aku baru ingat sama Sean dan aku harus tolong dia"
"Aku ikut "
__ADS_1
"Kamu masih sakit Ki "
"Gak apa apa aku ikut"
Rizki dengan keras kepala mengikuti Bella meski tangan yang satunya harus memegang infus Rizki kabur dari rumah sakit, tapi untungnya tak ada yang tahu.
***
Adi yang baru saja beres melakukan pekerjaan berdarahnya membuka seluruh pakaiannya dan berjalan kearah kandang singa untuk memakan Sean, Bella tapi menelfon hanya untuk menanyakan laki laki itu.
Apa mereka punya hubungan, kita lihat saja kita interogasi Sean dengan singa galak ku ini, kalau dia sampai berbohong berarti Sean siap mati dimakan hidup hidup oleh singa singa ku ini.
"Darwin, Betrick ayo aku mempunyai makanan yang lezat untuk kalian berdua ayo "
Kedua singa itu langsung mengikuti Adi, mereka begitu patuh pada Adi, saat turun kelantai bawah pun mereka anteng anteng saja mengikuti Adi.
"Buka " ucap Adi pada anak buahnya yang menjaga sel Sean.
Baru juga dibuka singa singa itu sudah masuk dan mengaum pada Sean " hey kau apa apaan membawa Darwin dan juga Betrick kesini "
Adi hanya diam lalu duduk dan menatap kedua singanya makin mendekati Sean " kau punya hubungan apa dengan Bella "
"Apa aku tak punya hubungan apa apa dengan Bella "
"Jujur jika tidak kaki mu akan dimakan oleh Darwin "
"Bohong "
"Untuk apa aku berbohong dia sangat mencintaimu, dia bahkan menolak aku"
Diam Adi hanya diam, benarkah seperti itu tapi kenapa Bella tadi seakan akan menghawatirkan Sean, dirinya tak suka itu dirinya tak suka Bella menghawatirkan laki laki lain selain dirinya.
"Darwin makan kakinya "
"Tidak tidak apa apaan kau Adi, aku sudah berkata jujur "
Sean berjalan menjauh, tapi dia tak bisa kemana mana lagi kedua singa itu sudah mengepung dirinya dan Darwin benar saja langsung menyerangnya.
***
"Nona Bella anda kemari "
"Mana mas Adi dimana Sean " teriak Bella keadaan Zack
"Aku tidak tahu "
"Kak Zack kau jangan berbohong mana Sean aku ingin bertemu dengan Sean dia tak salah apa apa, bawa dia padaku "
__ADS_1
"Tak ada Sean disini nona "
"Baiklah "
Bella mengambil sesuatu dari dalam tasnya ternyata Bella mengambil pisau dan mengarahkannya kearah perutnya "tunjukan dimana Sean " Bella mencoba mengancam, ya tapi sebenarnya tak mungkin dirinya melukai anak anaknya ini.
"Bella Bella jangan gila " teriak Rizki yang ada disebelah Bella.
Bella malah menyenggolnya dan memelototinya " cepat kak, apakah kau ingin aku melukai perutku dan mas Adi marah padamu ayo cepat tunjukan "
"Berikan dulu pisaunya nona "
"Tidak tunjukan dulu baru aku akan berikan "
"Baiklah ayo ikut "
Bella dengan susah payah berjalan mengikuti Zack banyak pelayan lain yang melihat tingkah Bella, sebelum turun kelantai bawah Bella melempar tasnya yang berat entah membawa apa dirinya ini, dan Rizki dengan cepat langsung menangkapnya.
"Akhh tolong jangan lakukan ini akhh " teriak seseorang
Bella yang mengenal suara itu langsung menerobos Zack yang ada didepannya "Sean " teriak Bella.
Dan Bella malah melihat Adi depannya dengan langkah yang lebar serta kesulitan Bella menghampiri Adi namun ada singa yang keluar dan menerjang tubuh Bella "akhh "
"Betrick hentikan" teriak Adi pada singa itu tapi singa itu terus saja menyerang Bella.
Sampai Adi mengeluarkan pistol dan menembak singa itu, "Bella kau baik baik saja "
Bella bangkit sambil menahan rasa sakit ditangannya, tangan cantiknya digigit " kau gila mana Sean " masih saja itu yang ditanyakan Bella.
"Ayo kita obati " ucap Adi sambil menarik tangan Bella dengan khawatir
Namun Bella malah menghempaskan tangan Adi dan pergi kearah penjara kotor itu dan dirinya melihat Sean yang sedang kesakitan karena kakinya sedang digigit oleh singa itu.
"Sean " teriak Bella dengan histeris.
"Mas bantu dia lepaskan kau gila hah, lepaskan dia Sean Sean "
Bella yang akan masuk kedalam penjara itu dipegang erat tangannya oleh Adi " mau kemana kau biarkan, dia adalah orang yang telah menculikmu, kau tak usah peduli dengannya biarkan dia mati itu adalah hukuman yang bagus untuknya "
"Sudah aku bilang dia tak menyakitiku lepaskan dia, lepaskan dia mas, jika kau tak melepaskannya maka aku tak akan pernah mau menikah dengan mu " teriak Bella dengan yakin.
"Hanya demi menyelamatkan nyawa laki laki itu kau rela pernikahan kita batal " teriak Adi tak kalah histerisnya
"Ya "
Adi menutup matanya dan menahan emosinya yang akan meledak "Darwin lepaskan "
__ADS_1
Dengan patuh singa itu melepaskan Sean yang sudah pucat dan Bella langsung pingsan karena darah yang ditangannya terus saja keluar dengan banyak.