Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 146 Sudah dimulai


__ADS_3

Singkat cerita Bella dan juga ketiga anaknya sudah pulang, kamar dan segala keperluan anak mereka sudah disiapkan tak ada yang tidak disiapkan Adi mengerjakannya dengan cepat.


Adi mengancing kan kemejanya sambil menatap keluar jendela, tapi tiba tiba ada yang memeluk nya dari belakang.


"Kau sudah wangi seperti ini, mau kemana mas "


Adi membalikan badannya dan Bella sang istri segera merapihkan pakaian suaminya mengambil jas dan membantu memakaikannya.


"Aku ada sebuah pekerjaan sayang, kau baik baik dirumah bersama anak anak, aku tak akan lama ada pekerjaan yang mengharuskan aku turun tangan sendiri"


Bella mengusap dada sang suami mendongakan kepalanya dan mencium dagu suaminya " pekerjaan apa itu sayang "


"Aku sedang bernegosiasi untuk membeli sebuah lahan yang sangat besar"


"Bukannya kak Zack sedang mengurus semua itu lalu kenapa kau sendiri yang harus turun tangan apa orang itu tidak memberikannya padamu"


"Zack sudah menghandlenya, tapi dia tidak mau memberikannya maka sekarang aku yang harus turun tangan untuk bernegosiasi bersamanya, jika dia tidak mau memberi maka dia akan tahu ganjaran apa yang akan aku berikan"


"Baiklah semoga berhasil aku akan selalu mendukung mu, apapun keputusan mu aku menerimanya "


"Terimakasih sayang, kau memang yang terbaik "


Adi mengecup beberapa kali bibir sang istri, lalu membawa tasnya sambil mengandeng sang istri. Zack sudah membuka kan pintu mobil, Adi segera masuk dan melambaikan tangannya pada sang istri.


"Kita langsung saja tuan "


"Kita ke rumah Mario sekarang aku tidak mau menunda-nunda lagi, ini sudah beberapa bulan kau bernegosiasi bersamanya tapi kau tidak mendapatkan lahan itu aku ingin lahan hutan itu dan juga perkebunan itu sekarang juga"


"Dia keras kepala tuan "

__ADS_1


"Sudah aku bilang jika dia keras kepala maka rebut dengan paksa saja, apa yang aku mau harus aku dapatkan"


Zack hanya bisa menganggukan kepalanya Adi menatap keluar jendela lalu tersenyum melihat anak buahnya sudah siap siap memakai helikopter, semuanya akan menjadi miliknya, kalau itu tak bisa menjadi miliknya berarti Mario pun tak bisa memilikinya.


Mobil tiba tiba berhenti dan Zack juga membuka jendela depan, ada seorang pria berdiri sambil membawa senjata.


"Ada apa lagi kau datang kemari. Sudah aku katakan kan kalau bosku Mario tidak mau memberikan apa yang bosmu mau ada apa lagi"


Zack menggerakkan kepalanya kebelakang dan orang itu segera melongok kebelakang, dan tanpa banyak bicara lagi dia berjalan menyuruh orang yang ada didalam untuk membuka pagar rumah.


Zack tanpa basa basi lagi langsung masuk dan berhenti didepan rumah besar itu.


"Kau tunggu saja di sini Zack biar aku yang bernegosiasi sendiri di sana"


"Apa mereka tidak akan macam-macam tuan"


"Tenang saja aku akan kembali ke sini dengan selamat dan tanpa luka sedikitpun. Kau hanya perlu melihat sekitar apakah ada yang perlu kita habisi di sini"


Adi tanpa disuruh langsung duduk dan menatap Mario " Adipramana sekarang sudah menjadi seorang ayah bagaimana perasaanmu. Ada apa lagi kau datang ke rumahku aku sudah bilang kan aku tidak akan menjual hutanku dan juga perkebunanku ini"


Adi membuka tasnya dan memberikan sebuah maps pada Mario "ini adalah penawaran terakhir dariku. Aku sudah hampir menghabiskan setengah hartaku hanya untuk membeli perkebunanmu dan hutanmu ini"


Mario sama sekali tidak melihat map yang dibawa oleh Adi dia malah balik melemparkan maps itu pada Adi "Sudah aku bilang kan aku sudah tidak mau menerima apapun yang kau berikan, mau penawaran apapun itu aku tidak akan memberikannya, tapi mungkin ada satu yang aku mau jika kau berkenan memberikannya padaku maka seluruh lahan ini perkebunan ini rumah ini dan apa yang kau mau akan menjadi milikmu "


Adi diam dan menatap Mario dengan tenang " apa yang kau mau "


"Jika kau memberikan istrimu maka semua ini akan aku berikan padamu, bagaimana apakah itu sesuatu penawaran yang bagus kita seperti menukar harta dan juga istrimu yang cantik itu"


Adi menahan amarahnya, Adi lebih mendekati Mario dan menatapnya dengan wajah yang sudah merah padam.

__ADS_1


"Penawaran yang tidak akan pernah menguntungkanku, istriku bukanlah suatu barang yang harus ditukar dengan hartamu ini, dia lebih berharga dari semua ini aku sudah baik-baik datang kemari untuk bernegosiasi padamu tapi kau malah meminta lebih padaku, aku sudah memberikan setengah hartaku untukmu hanya demi ini tapi kau malah melecehkan istriku seperti ini, kau tidak tahu apa yang bisa aku lakukan saat seseorang telah membawa bawa istriku apalagi ingin menukar hal sepele seperti ini dengan istriku"


"Kenapa bukannya kau sangat ingin ini kan, maka aku sekarang bernegosiasi padamu bagaimana, kalau kau tidak mau ya sudah aku tidak akan pernah memaksamu jika kau setuju maka bawa istrimu kemari dan semua ini akan menjadi milikmu"


Adi membereskan semua dokumennya dan bangkit "kau sudah berani bermain-main denganku Mario, maka terimalah apa yang akan aku berikan padamu ini adalah sebuah hadiah yang akan selalu kau ingat dan tak akan pernah bisa kau lupakan sampai kapanpun, kau pasti akan suka hadiah ini"


Adi langsung saja pergi tanpa mau mendengar jawaban dari Mario, berbarengan dengan Adi yang pergi ada sebuah helikopter yang menyemburkan sesuatu, Adi hanya berjalan lurus tanpa mau melihat kearah manapun lagi.


"Padahal aku sudah memberikan sesuatu yang bagus apa susahnya mencari wanita lagi"


Mario mendongakan kepalanya menatap air yang terjatuh pada tangannya " apa ini kenapa tiba tiba ada helikopter"


"Tuan Mario ayo masuk " ucap perempuan yang ada disamping Mario.


Tapi Mario malah fokus menatap kearah atas dan mencium air yang turun membasahi tubuhnya " sialan kau Adi " teriak Mario.


Adi malah tertawa dia mengambil rokoknya dan menyalakannya, menghisapnya sekali lalu melemparkannya kebelakang tubuhnya, dan seketika api sudah membakar lahan itu.


Mario berteriak histeris saat api itu dengan perlahan membakar perkebunannya " Adi awas kau, aku akan membalas semuanya kau akan merasakan apa yang nanti akan aku lakukan, sialan kau Adi, berani sekali kau membakar lahanku beraninya kau telah mengusik hidupku awas aku akan membalas semuanya"


"Cepat kalian turun, bukan diam saja padamkan api itu jangan sampai hutan ku terbakar semuanya ayo cepat padamkan semuanya cepat-cepat turun bukan diam saja"


Mario juga ikut turun dia membawa selang air dan mencoba untuk memadamkan apinya tapi percuma saja api itu melahap semuanya dengan cepat.


Adi yang sudah pergi dari rumah Mario hanya tertawa melihat kegaduhan itu.


"Kita akan pergi kemana lagi Tuan "


"Kita pulang saja aku rindu istriku dan juga anak-anakku kita nikmati kebangkrutan seorang Mario yang sudah berani membawa-bawa istriku dalam bisnis ini, dia akan tahu siapa aku saat istriku dibawa dalam masalah apapun mereka tidak akan selamat"

__ADS_1


Adi menutup jendela mobil dan menatap lahan yang sudah habis terbakar dan sudah banyak mobil pemadam kebakaran juga yang datang, tapi Adi tak peduli. Harga diri istrinya sudah di injak injak oleh laki laki itu maka ini lah akibatnya.


__ADS_2