
"Bella bangun"
Bella mendorong wajah laki laki itu agar menjauh dari hadapannya "tak usah sedekat itu membangunkan ku "
Bella duduk dan membenarkan rambutnya yang berantakan "Seberapa sayang kau pada Adi, aku juga tampan aku bisa membuatmu bahagia "
Bella sama sekali tak melihat laki laki itu tatapannya masih lurus kedepan.
"Sangat sayang sekali bahkan kau tak akan bisa menggantikannya"
"Hemm begitu ya, apakah kau tahu Adi selalu saja unggul dari ku, semenjak sekolah sampai sekarang dia selalu unggul saja aku tak pernah bisa mengalahkannya. Bahkan dari segi orang tua pun sangat berbeda jauh, Adi sangat disayangi oleh kedua orang tuanya. Sedangkan aku hanya caci maki saja dan kau tahu ayahku menikah lagi, ibuku disakiti aku disiksa hidupku tak pernah tenang "
Bella yang binggung menatap laki laki itu kenapa tiba tiba dia curhat padannya memangnya apa sangkut pautnya dengan dirinya.
"Aku tahu kau pasti bertanya kenapa aku bercerita seperti ini, aku hanya butuh teman bercerita Bella dan kau sepetinya akan cocok saat dibawa bercerita seperti ini, bahkan laki laki seperti Adi saja bisa tunduk padamu, berarti ada sesuatu yang istimewa dari mu, makannya aku ingin sekali merasakannya hal apa yang istimewa darimu"
"Tak ada yang istimewa dari ku "
"Benarkah, kalau begitu kenapa Adi sangat mencintaimu sangat melindungimu aku yakin dia sedang mencarimu sekarang "
"Kalau kau tahu Adi akan mencariku lalu kenapa kau menculikku "
"Sudah aku bilang aku ingin bercerita padamu, jangan kau marah marah ya aku tak akan menyakitimu aku tahu kau sedang hamil sudah terlihat kan dari perut mu yang buncit itu "
Bella memutar bola matanya dan masuk kedalam kamar mandi dan tak lama kemudian, Bella keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar.
"Kau menculikku hanya untuk itu saja hah " teriak Bella dengan kesal.
"Hemm hanya ingin itu saja dan ingin melihat akan berapa hari Adi menemukan mu, kau lapar pastikan ayo aku akan memasak untuk mu "
Bella diam tak mengikuti laki laki itu yang bangkit saat didepan pintu laki laki itu berbicara lagi " tenang saja aku tak akan meracuniku, aku masih punya hati nurani ayo cepat kita sarapan aku sudah membakar ikan pasti kau suka "
Laki laki itu langsung pergi meninggalkan Bella sedangkan Bella mengusap perutnya, lapar juga sih, yasudah lah ikuti saja.
__ADS_1
Bella dengan perlahan mencari sosok laki laki itu, sangat banyak sekali penjagaannya tapi itu tak membuat Bella takut.
Bella duduk tak jauh dari laki laki itu " nah begitu Bella duduklah ayo makan aku jamin ini aman untuk anak mu itu "
Bella dengan perlahan mencomotnya dan mencicipinya sedikit "bagaimana enak kan "
"Hemm enak "
"Baguslah aku membakarnya sendiri, makanlah makan habiskan aku sudah membakar ikannya cukup banyak "
Bella lagi lagi menganggukan kepalanya meskipun dirinya diculik tapi tak disakiti tapi saat bersama suaminya dirinya disakiti. Apa ini baru permulaan saja ya ?
***
"Indahkan pantai ini "
"Ya indah apakah ini pulau punyamu "
"Ya ini punya ku, terimakasih karena kau mau jalan jalan bersamaku, sudah lama aku tak bisa terbuka seperti ini pada seorang perempuan, meskipun kau perempuan pertama yang tau kisahku. Oh ya perlu kau tahu aku sudah tertarik saat pertama Adi membawamu ke pesta itu, meskipun kau memakai topeng tapi aku yakin kau sangat cantik dan benar saja kan kau memang sangat cantik lebih lebih dari yang aku bayangkan "
"Kau ini siapa sebenarnya, aku tak tahu dirimu siapa, dengan tiba tiba kau bercerita padaku "
"Aku adalah Sean, kau masa lupa denganku, satu lagi yang perlu kau tahu aku dan Adi adalah sepupu "
"Kau yakin "
"Tentu tapi tak banyak yang tahu, aku dari dulu bermusuhan dengannya dan aku selalu saja kalah"
Sean menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar, lalu Sean kembali melanjutkan bicaranya " bahkan dalam hal perempuan saja aku kalah Adi selalu saja dikelilingi oleh perempuan cantik selalu saja ada yang tertarik pada Adi, bahkan dulu pacarku dia tertarik pada Adi sial kan aku, mau bagaimana aku suka padannya dia selalu saja merebut kesenangan ku "
"Tapi kau tak bisa menyalahkan mas Adi, kau harus lebih berjuang lagi agar bisa mendapatkan apa yang kau mau "
"Hemm tetap saja aku kalah, kalau saja kau pertama kali bertemu denganku mungkin hidupku akan bahagia bersamamu "
__ADS_1
Lalu tiba tiba Sean memegang tangan Bella dan berjongkok, dia mengambil sesuatu dari kantong celananya dan ternyata itu cincin.
"Apakah kau bersedia menjadi istriku Bella "
Bella langsung menghempaskan tangan Sean " kau ini lihat aku sudah memakai cincin dan ini cincin lamaran dari mas Adi "
Sean bangkit dan tersenyum kearah Bella " sudah pastikan aku akan ditolak, sudah aku bilang juga aku selalu kalah dari Adi "
Bella diam tak mau berkomentar apa apa, dirinya juga binggung harus berbicara apa lagi. Takut nanti malah menyinggung Sean lagi.
Sean tiba tiba mengelus perut Bella dia kembali berjongkok dan mencium perut Bella. "tenang aku tak akan melukainya aku hanya ingin merasakan saja bagaimana perut perempuan hamil ternyata keras ya, aku kira akan lembek "
Bella malah tertawa dengan apa yang dikatakan Sean "kau ini memangnya apa lembek, mana ada ibu hamil perutnya lembek "
"Ya aku kan baru tahu " sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
Tiba tiba dor dor dor
"Akhh " teriak Bella yang kaget
Sean langsung bangkit dan menarik tangan Bella, Sean membawa lari Bella kearah belakang ternyata jalannya aspal.
Bella mencoba menahan perutnya yang sakit "perutku sakit Sean yang terus berlari ini sangat sakit sekali tolong" Bella mencoba melepaskan pegangan tangannya.
Namun bukannya terlepas Sean malah makin mempererat pegangannya.
Bumm, tiba tiba saja didepan mata mereka jalan aspal itu hancur karena ada yang melemparkan bom kecil, Sean sampai melindungi Bella yang berteriak.
Sean yang takut terjadi apa apa dengan Bella langsung memangkunya dan berputar arah lagi untuk pergi dari kekacawan ini.
"Bertahan Bella tenang aku akan membawa mu pergi "
Bella melihat kearah belakang banyak sekali orang mereka sedang berkelahi, mereka saling serang, "ada apa ini sebenarnya Sean "
__ADS_1
Namun Sean tak menjawab dia terus saja fokus berlari, tak ingin sampai dirinya tertangkap dan harus menyerahkan Bella pada orang itu, sudah susah susah dirinya mendapatkan Bella. Enak saja dia yang enak.