Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 297 Tidak bisa berkutik


__ADS_3

Aliya duduk didekat kaki Andaru, dia menatap wajah Andaru dengan sangat khawatir "Kamu baik-baik aja kan, apa yang sekarang kamu rasain"


"Ga ada "


"Sayang jangan gitu dong, aku kan nanya baik-baik sama kamu"


"Udah aku jawabkan, ga ada yang perlu aku jawab lagi. Kamu udah lihat gimana keadaan ku. Jadi ga usah banyak tanya "


Andaru menatap kearah mamahnya yang tersenyum "Mah kapan Andaru bisa pulang "


"Nanti sayang, kamu masih harus dirawat "


"Kamu tuh kenapa sih pengen buru-buru banget pulang ke rumah, aku di sini bisa jagain kamu kok jangan kayak gitu ya" ucap Aliya mencoba menenangkan Aliya.


"Bisa kamu pulang saja Aliya, aku sudah ada keluargaku yang menjagaku. Jadi tidak perlu kamu menjagaku juga di sini. Terima kasih karena kamu sudah datang kemari dan mengkhawatirkanku tapi lain kali sepertinya tidak usah"


"Kamu ini kenapa Andaru "


"Pulang sekarang Aliya, aku baik-baik saja. Sudah ada keluargaku yang ada di sini lebih baik kamu pulang dan istirahat saja sama Galang. Aku di sini sama keluarga aku, aku juga tidak mau terlalu banyak orang di sini tolong hargai keputusanku. Di sini aku sedang sakit dan aku akan istirahat jadi kamu bisa pulang"


"Tapi Andaru _"


Galang langsung menyela "Sudah ayo kita pulang "


Galang langsung menari tangan Aliya "Aku akan tetap disini Andaru "


Galang kembali menarik tangan Aliya keluar dari ruangan Andaru. "Mamah sama ayah beli makanan dulu ya sayang, buat kamu bisa ngemil "


"Iya mah "


Bella dan juga Adi keluar dari ruangan itu, mereka sudah tenang karena anaknya sudah baik-baik saja. Ada Aksa juga yang menjaganya kan.


...----------------...


Aliya benar-benar menunggu Andaru di luar ruangannya, Aliya diam termenung Galang yang sudah kesal segera menarik tangan Aliya kembali.

__ADS_1


"Ayo kita pulang, Andaru tidak mau kita di sini. Untuk apa kita di sini tak ada gunanya juga Aliya "


"Tidak mau, aku akan tetap di sini menunggu Andaru sampai dia sembuh. Nanti juga dia akan mengizinkan aku untuk masuk kembali. Dia hanya sedang ingin bersama keluarganya dulu "


"Kamu apa tidak mendengar dia mengusirmu untuk pergi dari ruangannya. Otomatis kita juga harus pergi dari rumah sakit ini. Toh kita juga sudah lihat keadaannya baik-baik saja kan "


"Ga bisa "


"Kamu bilang ga bisa, terus kemarin malam ngapain ke rumah aku nangis-nangis dan bicarain tentang Andaru yang putusin kamu"


"Ya kami memang putus, tapi seribu kali Andaru mengatakan putus kami berdua akan bersatu lagi. Kami berdua tidak akan pernah terpisahkan kamu tahu itu Galang"


"Mumpung kita di rumah sakit sepertinya kamu harus menemui psikiater"


Aliya hanya mendelikan matanya ke arah Galang dan kembali diam dan tak mau menanggapi apa kata-kata Galang tadi "Bagaimana, apakah solusiku bagus,mumpung kita masih di rumah sakit kan biar semuanya selesai dan kau tidak terus tergila-gila kepada Andaru, dia sudah mencapaikanmu berapa kali"


Aliya yang mulai kesal langsung menatap Galang dengan tatapan yang begitu tajam, dengan senyumnya yang begitu menakutkan juga "Baik kita temui dokter, kita temui sama-sama kau juga sama denganku kan, kita mempunyai sifat yang sama maka kita berobat sama-sama. Ayo kita pergi kita berdua tidak ada bedanya Galang"


"Akhh kau ya, baik baik kalau itu mau mu ayo kita pergi "


"Kamu, mau apa kamu disini "


"Harusnya aku yang tanya itu sama kamu. Kenapa aku ada di sini kamu lupa kalau aku ini adiknya Andaru. Memangnya salah aku ada di sini"


"Kamu tidak berhak datang kemari. Lebih baik sekarang kamu pulang dan tidak usah menemui Andaru, dia tidak butuh kamu "


"Kamu siapa, sampai-sampai mengusirku seperti itu. Aku adalah keluarganya Andaru, sedangkan kamu siapa, kamu bukan siapa-siapanya Andaru ingat itu "


"Aku adalah pacarnya Andaru"


Cempaka yang mendengar itu malah tertawa, Aliya yang melihat itu marah dia sampai memukul tembok dengan keras "Maksudmu apa dengan tertawa seperti itu hah"


"Memangnya kenapa, apa yang salah ini bukan di sekolah Aliya. Jangan membuat masalah ini adalah rumah sakit aku sedang tidak mau berurusan dengan mu "


"Pergi dari sini dan jangan pernah datang kemari, kamu tidak berhak untuk menemui Andaru. Ingat itu, kamu tidak berhak menemui pacarku. Aku tidak peduli siapa kamu, aku adalah Aliya dan kamu tidak boleh membantah kata-kata aku ataupun memegang ku "

__ADS_1


"Awas jangan halangi jalanku "Cempaka langsung mendorong Aliya


"Kamu berani menyentuhku"


"Tentu aku berani menyentuhmu. Memangnya kamu ini siapa sampai-sampai aku tidak berani menyentuhmu," kembali Cempaka mendorong Aliya untuk kedua kalinya.


"Sialan kamu tidak berhak melakukan ini padaku, kamu ini hanya berpura-pura menjadi adiknya Andaru untuk mendapatkan hati Andaru kan mengaku saja "


"Apakah pikiranmu belum jernih setelah aku menyiramu dengan air pel an itu. Apa ingin aku lakukan lagi agar kepalamu itu cepat bersih"


"Hey hey ada apa ini, Cempaka sayang ada apa"


Cempaka langsung memeluk tubuh mamanya dan tersenyum ke arah Aliya "Mama Aliya tidak membolehkan aku menengok kakakku sendiri, apakah aku salah datang kemari "


"Tidak begitu tante, aku hanya menanyakan kenapa Cempaka baru datang. Seharusnya dia kan datang dari awal, dia kan keluarganya tapi kenapa dia telat"


"Dia sedang berbohong mama, jadi pikir-pikir lagi ya kalau mama ingin menikahkan Andaru dengan perempuan ini. Nanti bisa-bisa keluarga kita hancur dia itu sangat licik mama"


Wajah Aliya sudah sangat merah, mendengar perkataan Cempaka yang terus saja merendahkannya di depan tante Bella. Aliya langsung memegang tangan tante Bella dan mencoba tersenyum seperti sedang tidak terjadi apa-apa.


"Aku akan menunggu Andaru di sini tante"


"Lebih baik kamu pulang Aliya, ini sudah malam pasti Bunda kamu menunggu kamu pulang. Sekarang kamu pulang Andaru sudah ada yang menjaga kamu tidak usah khawatir"


"Iya benar Aliya, apa yang mamaku katakan benar sekali. Lebih baik kamu pulang saja. Mandi air dingin agar kepalamu jernih atau mungkin nanti aku akan membantumu untuk membersihkan otakmu yang selalu saja kacau itu"


"Sayang " Bella menegur anaknya


"Apa Mama, aku mengatakan yang sesungguhnya dia itu sebenarnya harus berobat mama"


"Sudah sekarang kamu masuk temui Kakak kamu ya, dia tadi mencari kamu "


"Siap mamah, aku masuk dulu "


Setelah melepaskan pelukannya dari mamanya Cempaka langsung menjulurkan lidahnya, mengejek Aliya yang tidak bisa berkutik di hadapan mamanya habis dia.

__ADS_1


__ADS_2