Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 64 Ingat perjanjian itu


__ADS_3

Bella yang sudah ada dimeja makan hanya diam saja, mengatur nafasnya dan memegang dadanya yang tiba tiba saja berdetak begitu kencang, tak biasannya kan jantungnya seperti ini, tapi beberapa hari ini memang selalu saja seperti ini saat sedang berbicara dengan mas Adi.


"Bella kamu baik baik saja "


Bella yang kaget langsung membalikan badannya dan menatap ayah Anggabaya yang tiba tiba ada disampingnya. Tak kedengaran langkah kakinya kan, apakah karena dirinya melamun bisa saja kan.


"Emm ayah aku baik baik saja "


"Ayah kan menyuruh mu istirahat kenapa kau ada disini "


"Bella tadi mau ambil minum ayah, tapi pengen duduk duduk dulu gitu "


"Hemm iya, oh ya ada yang ingin ayah tanyakan padamu"


"Apa itu ayah " ucap Bella dengan begitu penasaran, ada apa ini dirinya begitu ingin tahu.


"Mungkin ada yang ingin kau katakan padaku, ya suatu rahasia, siapa saja ada yang mengganjal dalam hati mu nak dan ayah siapa tahu bisa membantunya"


Bella mengerutkan keningnya, bagaimana ini, apakah dirinya harus jujur pada ayah mertuanya, tapi dirinya juga khawatir dengan keadaan suaminya yang sekarang sedang terluka.


Adi sudah banyak menyelamatkan nyawanya, pertama saat kak Ziva ingin melukainya, kedua ya sekarang saat ada yang menyerang. Apakah dirinya harus berbicara pada ayah Anggabaya kalau dirinya sebenarnya adalah istrinya mas Adi dan dirinya dijual oleh seseorang yang dirinya juga tidak tahu.


Apakah ini saatnya dirinya membongkar semuanya dan pergi dari rumah ini, tapi bagaimana dengan anaknya yang belum lahir, dan bagaimana nanti tanggapan ayahnya kalau dirinya pulang dengan keadaan mengandung, apakah ayahnya akan menerimanya.


Apakah ayahnya akan mendengarkan semua kata katanya, apakah ayahnya tak akan memukulnya atau memarihinya. Lalu kakaknya Serena bagaimana apakah dia akan menghinanya, dan ibunya bagaimana apakah akan memakinya kembali banyak sekali yang harus dirinya pertimbangan kan.


"Bella nak kau baik baik saja "


Bella yang sedang melamun langsung tersadar dan menatap mata ayah Anggabaya " emm aku baik baik saja ayah, apakah ayah percaya kalau ada yang membeli manusia untuk sesuatu, maksudnya untuk dijadikan ibu pengganti "


"Emm memang siapa yang ingin menjual manusia Bella, apakah kau sedang ada dalam posisi itu nak " ucap ayah Anggabaya yang memang sudah curiga antara hubungan Bella Adi dan juga Ziva


Bella menggelengkan kepalanya "emm tidak ayah, aku hanya ingin tau pendapat mu "

__ADS_1


"Jujurlah pada ayah, apa yang sebenarnya terjadi " ayah Anggabaya bukannya menjawab malah bertanya balik pada Bella.


Bella menundukan kepalanya harus bagaimana ini, berkata jujur atau tidak, dirinya binggung di satu sisi ingin lepas dari Adi, disisi lain dirinya sudah nyaman bersama Adi, dirinya seperti dilindungi olehnya.


Bella menyakinkan hatinya, dirinya sudah tau jawabannya apa, mungkin ini adalah keputusan terbodoh nya tapi sepertinya ayah Anggabaya belum boleh tahu tentang hal yang sebenarnya. Dan dirinya juga belum siap untuk mendengar semua kemarahan dari keluarganya.


Kalau keadaan dirinya belum mengandung dirinya akan berbicara semuanya pada ayah Anggabaya, semua kebenarannya.


"Tidak ada ayah, semuanya baik baik saja, aku sungguh baik baik saja ayah "


"Ayah tahu kamu sedang berbohong, apa yang kamu sembunyikan dari ayah "


Bella meneteskan air matanya, "aku gak tahu kenapa aku bisa ada diposisi ini "


Tuan Anggabaya masih diam, masih menunggu apa yang akan Bella katakan, Bella menarik nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Ayah tahu, aku masih punya keluarga, dan aku tidak tahu kenapa aku bisa di_"


"Bella aku ingin bicara dengan mu " tiba tiba ada yang menyela Bella.


"Ada sesuatu yang penting ayah, aku ingin mengajak Bella berolahraga khusus ibu hamil, apakah aku boleh membawa Bella dulu ayah, biar aku ada teman saja nanti saat latihan "


"Ya baiklah silahkan "


Tuan Anggabaya bangkit sebelumnya dia mengusap rambut Bella terlebih dahulu dan pergi dari ruangan makan, meninggalkan dua perempuan ini.


Ziva segera duduk dan berhadapan dengan Bella "jangan sampai kau berbicara pada ayah bukannya kau sudah menandatangani semua perjanjian, kau akan memberikan anak itu dan tidak akan pernah membocorkannya pada siapapun dan kami juga sudah mengikuti apa kemauanmu, sekarang Adi sudah menyewa guru untuk kau sekolah lalu kau juga nanti akan dilepaskan dan identitasmu akan kembali kau jangan ingkar janji Bella, kau ini sudah kami beli, jadi kau jangan berkhianat dengan meminta bantuan pada ayah ingat itu"


Bella menatap Ziva dengan wajah yang sendu " Iya aku tahu kalau aku di sini dijual dan kalian berhak melakukan apa saja padaku, Aku di sini diperlakukan mungkin olehmu seperti barang sebagai tembusannya aku bisa keluar dari rumahmu ini adalah dengan anakku diberikan padamu, memang ini adalah darah daging dari suamimu. Aku tahu itu dan aku juga tidak akan mengingkari tentang perjanjian itu"


"Lalu tadi kamu kenapa berbicara dengan Ayah, aku tahu kau akan membongkar semuanya kau akan berbicara semuanya jangan membuatku diusir dari rumah ini, aku akan tetap menjadi istri satu-satunya di sini kau jangan berharap bisa menghancurkanku dan membuat aku pergi dari rumah ini jika itu sampai terjadi aku akan menyalahkanmu dan aku tidak akan pernah memaafkanmu Bella, bahkan aku bisa menghabisi ayah mu ibumu dan kakakmu Serena aku bisa menghancurkan mereka semua"


"Tenang saja kak Ziva aku tidak akan merebut apa yang telah kau punya aku tidak akan merebut suamimu aku juga tahu diri, di sini aku hanya seorang ibu pengganti aku mengerti posisiku dan aku mengerti siapa aku jadi kau tenang saja tidak usah seperti kebakaran jenggot. Aku tidak akan merebut apa yang orang lain punya karena aku pun sama perempuan sepertimu aku tidak mungkin merebut suamimu, aku janji itu "

__ADS_1


Bella segera bangkit dan meninggalkan Ziva sendirian di sana, memang Ziva tak sengaja lewat ke arah dapur dan mendengar percakapan Ayah mertuanya dengan Bella dirinya begitu takut, takut Bella membongkar semuanya dirinya tidak akan pernah sanggup untuk diusir dari rumah ini dirinya tidak mau apa yang sudah dirinya miliki harus hilang begitu saja dari hadapannya.


Mertuanya itu pasti akan langsung mengusirnya kalau tahu tentang kebenarannya, hancur nanti semua harapannya hancur nanti masa depannya dan hancur nanti keluarganya, dirinya tak mau sampai itu terjadi makannya dirinya harus menutup mulut Bella dengan rapat rapat.


Ziva keluar dari ruang makan dan melihat Bella yang naik kelantai atas, jangan sampai dia menemui ayah mertuanya, tiba tiba saja ponselnya berdering.


"Zea, dia meneleponku kembali, bukannya dia menghilang, kenapa tiba tiba muncul lagi, kita lihat apa alasan yang akan dibuat oleh Zea "


Ziva segera mengangkatnya " halo Zea kau ke mana saja kenapa saat aku menghubungimu kau sama sekali tidak meresponnya. Sebenarnya kau ini kemana, kenapa tiba tiba menghilang seperti ini, kemana kau "


"Maafkan aku Ziva aku ada urusan dan aku juga tidak sempat untuk memegang ponsel. Bahkan aku lupa di mana ponsel ku, maafkan aku bagaimana rencananya apakah sudah berhasil apakah Bella perempuan itu sudah mati, apakah dia sudah tak ada dan mati "


"Sebentar aku akan ke kamar dulu di sini tidak akan aman, aku akan berbicara disana saja sebentar jangan kau menghilang kembali "


"Baiklah silakan ke kamar dulu dan kita bercerita,ya maafkan aku sungguh aku minta maaf, aku sungguh minta maaf "


Ziva menutup pintunya dan menguncinya pula "semua rencana kita gagal kau tahu Adi datang dan menolong perempuan itu semuanya gagal Zea, aku juga bingung harus melakukan apa, aku sungguh tak tahu harus melakukan apa lagi "


"Apa gagal bagaimana dengan suamimu apa dia mengetahui kalau semua dalang dari semua ini adalah kita, aku takut dia membunuh kita "


"Adi belum berbicara atau melakukan apa-apa padaku karena dia kecelakaan, aku juga takut tiba-tiba dia melakukan sesuatu padaku sepertinya Adi sudah menyimpan hati pada perempuan itu, aku juga bingung takutnya nanti Adi malah menceraikanku dan malah bersama perempuan itu, bagaimana nasibku ini Zea kamu punya ide lain untuk membuat perempuan itu hilang. Oh ya nanti juga ada pesta kau datang ya maksudnya sih itu pesta untuk kehamilanku padahal kan aku tidak hamil tapi ayah mertuaku melakukan itu di rumah utama, kau datangkan temani aku, aku takut tiba-tiba Adi melakukan sesuatu padaku takutnya dia malah marah padaku dan yah nyawaku lah taruhannya aku takut kau akan menemaniku kan Zea "


"Aku menjadi takut Ziva, ku kira semuanya beres, ku kira semuanya sudah aman aman saja "


"Tidak semuanya gagal tak ada yang beres kau tahu anak buah mu ada yang dibawa Adi satu "


"Apa kau yakin, kau tak salah lihat kah "


"Tentu saja aku yakin "


Tiba tiba sambungan terputus "Hallo Zea, Zea "


"Sialan Zea malah mematikan sambungannya, apakah dia sengaja melakukan ini Ahhh sialan "

__ADS_1


Ziva mencoba menghubungi Zea kembali namun malah sia sia saja sialan temannya ini, katanya Zea akan selalu ada untuknya selama keadaan sedang maupun tidak tapi nyatanya ini dia kabur dan sepertinya dirinya harus menghadapi Adi sendirian.


__ADS_2