
Cempaka dan juga Andaru sekarang ada disebuah perahu, mereka mengelilingi danau itu mengunakan perahu.
"Bagaimana kau suka kan berkeliling seperti ini "
"Emm, suka tapi cuacanya sedang panas sekali"
"Tidak masalah sekalian berjemur"
Cempaka malah tersenyum "Berjemur disiang bolong, kau ini ada-ada saja "
Andaru balik tersenyum, dia terus saja menatap Cempaka, tatapannya begitu intens dengan senyum yang sangat manis.
"Ada apa, kenapa kau menatapku seperti itu "
"Aku hanya ingin tahu lebih dalam tentang mu "
"Aku juga ingin lebih tahu dalam tentang dirimu Andaru. Apakah kau sudah menganggapku sebagai adikmu"
"Aku seperti yang kau lihat, mungkin belum sepenuhnya tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi"
Cempaka hanya mengangguk-anggukan kepalanya "Bisakah kau membantuku untuk melupakanmu dan menganggap mu sebagai adikku "
"Akan aku coba "
Cempaka mengeluarkan ponselnya dan segera memfoto setiap apa yang dirinya lihat. Sedangkan Andaru masih saja menatap Cempaka. Sebenarnya itu hanya alibi saja, dirinya ingin terus dekat dengan perempuan idamannya saja.
Ponsel Cempaka tiba-tiba berdering ternyata ada pesan dari Galang, tak biasannya ada apa lagi laki-laki gila itu.
Galang : Jika kau ingin tahu tentang Andaru semuanya, maka temui aku sekarang kau akan mengetahui semuanya.
Cempaka : Kau pasti akan berbohong padaku dan akhirnya kau akan menjebakku lagi seperti kemarin kan. Aku sudah tahu permainanmu Galang, aku tidak bisa dipermainkan lagi olehmu.
Galang: Ya sudah kalau kau tidak mau. Ini juga bersangkutan dengan Sinta, kau akan kaget kalau tahu semuanya mungkin Sinta akan menjadi korban selanjutnya dia akan hancur oleh Andaru.
Cempaka langsung menyimpan ponselnya kenapa selalu saja ada sangkut pautnya dengan Sinta. "Ada apa "
"Tidak, bisa kita putar balik kita pulang saja. Kalau kita terus saja di sini kita akan pulang sore, pasti Mama akan menghawatirkan kita berdua kan lebih baik kita pulang saja"
"Emm baiklah, pak putar balik lagi saja "
"Baik "
Perahu segera diputar balik, Cempaka begitu gelisah apakah harus menemui Galang, tapi dirinya begitu penasaran dengan apa yang akan Galang katakan.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan Galang sendiri yang baru saja selesai mengirim pesan langsung tersenyum senang. Kita lihat apakah seorang Ayu akan terjebak atau tidak.
Galang kembali membuka pesan dari Sinta kasihan juga dia tak dibalas. Nanti kalau gila kan bisa gawat. Sepertinya Sinta sangat mencintai Andaru.
Galang :Aku sepertinya pernah melihatmu
Galang :Iya kita pernah ketemu ya.
Galang :Kau cantik sekali, sangat cantik sekali.
Galang menyimpan kembali ponselnya dan segera menghabiskan makanannya yang baru saja disediakan oleh pelayan rumahnya.
Sinta yang sedang di taman bersama neneknya dan sedang murung melihat ponselnya bergetar. Alangkah senangnya kalau yang membalas itu adalah Andaru.
Laki-laki idamannya, "Dia tidak membenciku, aku cantik "
"Ada apa sayang, siapa yang tak marah "
"Nenek hari ini adalah hari terbahagia ku, aku sangat bahagia nenek aku bahagia sekali"
"Apa yang membuatmu bahagia sayang, nenek jadi penasaran. Ada apa ini tiba-tiba kau tersenyum lebar seperti ini"
"Aku begitu senang. Bisa kita belanja besok aku ingin membeli sesuatu pokoknya aku ingin beli banyak barang nenek sudah lama juga kan aku tak berbelanja nenek "
"Tentu boleh mau beli barang apa"
"Baiklah cucu cantikku, akhirnya kau sekarang bisa tersenyum lagi nenek sangat senang sekali, kita berbelanja sesuai apa yang kau mau ya"
Sinta menganggukan kepalanya, sungguh tak menyangka kalau Andaru tak akan marah padanya dan tidak mempermasalahkan kebohongannya ini.
...----------------...
"Kenapa Ayu mengirimkan Sherlock rumah Andaru, aku kan ingin pergi ke rumah Ayu"
Bianca terus saja berkeliling dan menatap aneh benar kan ini rumah Andaru. Ayu malah menyuruhnya datang kemari, bukannya rumah Ayu yang pernah dirinya datangi kenapa tiba-tiba kemari.
"Nona Bianca ayo masuk kenapa diam diluar "
"Ehh sepertinya aku salah rumah "
"Memangnya mau bertemu dengan siapa nona"
"Bertemu dengan Ayu"
"Oh mau bertemu dengan Nona Cempaka, masuk nona sudah menunggu di dalam"
__ADS_1
Bianca digiring masuk, tapi dia masih binggung kenapa tiba-tiba Cempaka kan dirinya ingin bertemu dengan Ayu bukan Cempaka.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan Cempaka tersenyum pada Bianca "Ayu kenapa kau ada disini "
"Ceritanya panjang nanti akan aku ceritakan semuanya padamu,ayo masuk dulu"
"Tapi kau benar-benar mau kan memberikanku tempat tinggal, aku benar-benar tidak tahu harus pergi ke mana lagi"
"Iya aku benar, seperti yang pernah aku tawarkan padamu cepat masuk. Mama sudah menunggu di dalam"
Cempaka segera membawa Bianca masuk ke dalam rumah. Bella langsung menyambut Bianca dan memeluknya dengan erat. Kenapa begitu karena Bella sudah mengenal Bianca dari dulu, Aksa dan juga Andaru dulu selalu bermain dengan Bianca.
"Sudah lama kau tidak datang kemari Bianca, ke mana saja"
"Tante ini_"
"Iya ini Cempaka, kamu ga lupakan kalau Tante ini punya anak perempuan adiknya Andaru juga Aksa"
Bianca yang masih bingung menatap Ayu lalu kembali menatap ke arah Bella "Mah Bianca mau tinggal di sini beberapa hari, boleh kan seperti yang tadi aku bicarakan pada mama"
"Tentu saja boleh, kenapa tidak Bianca kapan saja kau boleh datang kemari, kenapa jadi sungkan seperti ini datanglah ke rumah ini anggap Ini rumahmu sendiri ya jangan pernah sungkan "
Bianca kembali menatap ke arah Ayu, kenapa tiba-tiba Ayu memanggil Mama Andaru dengan sebutan mama. Apa yang sebenarnya terjadi.
"Ayo sini tasnya berikan padaku Bianca, biar aku simpan di kamarku ya kita satu kamar agar kita bisa ngobrol-ngobrol"
Cempaka mengambil tas gendong dan jinjing Bianca lalu membawanya ke lantai atas untuk menyimpannya. Tak lama kemudian Cempaka datang kembali.
"Kamu ga apa-apa kan ditinggal sendirian di sini, maksudku bersama mama ada sesuatu yang harus aku urus di luar tak apa kan Bianca"
"Iya ada masalah apa, mau ke mana"
"Cuman masalah kecil saja nanti juga aku akan pulang lagi kok. Kamu tenang aja kalau kamu mau istirahat langsung aja ke kamar aku ya"
Bianca mengagukan kepalanya, lalu memeluk Cempaka dengan erat. Sungguh dirinya begitu bahagia bisa berteman dengan Ayu yang begitu baik.
"Kamu Bianca bersama tante aja, kita masak-masak siapin makan malam atau kamu mau istirahat, atau mau temuin Aksa, dia ada di kamar"
"Aku sama tante aja, nanti aja ketemu Aksa nya"
"Ya udah tante siapin dulu semuanya ya"
"Iya tante"
"Kamu harus ceritain semuanya Ayu"
__ADS_1
"Iya nanti aku ceritain semuanya, udah ayo cepat istirahat dulu. Duduk, minum apa gitu sebentar lagi aku berangkat ya kamu tenang aja aku ga akan pulang malam"
Bianca hanya bisa menganggukan kepalanya masih binggung dengan keadaan semua ini.