
Bella terbangun sudah ada ditempat tidur namun tidak ada siapa siapa Bella segera meneliti tempat ini, apakah dirinya dan juga Adi sudah sampai, tapi dimana sekarang dirinya ini, apakah akan aman.
Bella dengan cepat masuk kamar mandi mencuci wajahnya dan juga sikat gigi semuanya sudah disediakan disini, Bella yang penasaran keluar dari kamar dan saat melihat pintu terbuka Bella segera berlari namun tangannya dipegang, saking kerasnya pegangan itu dirinya sampai terpelanting dan menabrak tubuh itu ternyata itu Adi.
"Mau kemana kau " ucap Adi sambil mendorong Bella kearah sofa.
Adi menindih sedikit tubuh Bella dan membelai bibir Bella, namun Bella langsung membuang wajahnya "kau tidak akan bisa kabur ke mana-mana Bella aku akan menunggumu sampai kau mau disentuh olehku dan mencintaiku " ucap Adi didepan bibir Bella.
Namun tangan Adi sama sekali tak diam, tangannya menggerayangi tubuh Bella, sampai sampai Bella mendongakan kepalanya sambil menutup matanya, takut sekali kalau sudah seperti ini
Dirinya baru pertama disentuh seintim ini oleh seorang laki laki, tapi laki laki ini adalah suaminya, Suami yang tak pernah dirinya inginkan "aku akan memberimu waktu untuk bisa menerima ku, aku akan bersikap lembut padamu jika kau tidak membangkang padaku aku tidak suka dibantah terus-menerus Bella "
Adi masih saja menggerayangi tubuh Bella, lalu mengecup pipinya "kau miliku dan kau istriku maka kau harus patuh padaku "
"Kak Ziva juga istrimu seharusnya kau memikirkan bagaimana perasaan istrimu saat kau menikahi perempuan lain"
"Jangan bahas dia di sini ini adalah tentang kita berdua bukan tentang Ziva"
Adi langsung bangkit dan Bella langsung berdiri dan akan kabur lagi namun Adi lagi lagi bisa menangkapnya sampai sampai tubuhnya dipojokan ketembok "aku sudah bilang kan aku tak akan membiarkan mu kabur lagi "
Bella langsung mendorong Adi dan pergi kelantai atas, Bella kesal dengan sikap Adi yang menyebalkan.
Sedangkan Adi sendiri, dia menghembuskan nafasnya, sebenarnya dirinya tak ingin Bella pergi, dirinya akan menunggu Bella untuk mencintainya, karena dirinya menginginkan Bella untuk selamanya bukan hanya memberikan keturunan saja, tapi untuk hidup bersamanya selamanya.
Mungkin saat Ziva menyuruhnya untuk menikah dengan Bella itu adalah sebuah kebahagiaan untuknya karena itu memang keinginan terbesarnya, entah kenapa hatinya selalu bergetar saat bersama Bella.
Pertemuannya di pesawat adalah pertemuan pertama yang membuat dirinya langsung tertarik pada Bella perempuan itu, ketertarikannya begitu besar tak pernah dirinya setertarik ini pada seorang perempuan.
Lalu bagaimana dengan istrinya ? itu masalah gampang dengan Ziva, bisa saja dirinya menyingkirkan Ziva selamanya, yang terpenting Bella sudah terikat dengannya, meski perempuan itu belum menerimanya, yang terpenting Bella sudah ada di genggamanya dan ada disampingnya.
Kalau untuk jatuh cinta dirinya tidak tahu, sekarang entah dirinya jatuh cinta pada Bella atau tidak, yang dirinya inginkan hanyalah Bella selalu ada disampingnya.
__ADS_1
**
Bella menguyur tubuhnya dengan wajah yang memerah karena marah ada Adi, dia bilang akan menunggunya jatuh cinta, sampai kapan pun dirinya tak akan jatuh cinta pada laki laki itu, dia begitu jahat dan entahlah pokoknya dirinya benci pada laki laki itu.
Bella yang sudah selesai mandi segera memakai pakaiannya dan duduk termenung melihat kearah jendela luar, dimana sebenarnya dirinya berada.
"Kapan aku bisa kabur darinya, apakah aku harus menunggu malam "
"Ist kenapa sangat sulit pergi dari laki laki itu "
Bella melihat tangannya yang sudah terpasang cincin berlian bermata satu namun begitu cantik, Bella menatap cincin itu dan akan membukanya namun diurungkan niatnya saat tiba tiba saja dirinya ingat dengan kata kata ayahnya.
'Bella jika suatu saat kau menikah, kau harus patuh pada suami mu, mau kau mencintainya atau pun tidak tapi kau harus hormat pada suamimu, cinta akan datang dengan sendirinya nak, papih berbicara seperti ini takutnya papih nanti akan menjodohkan mu suatu saat nanti, tapi papih tak akan melarang mu untuk berpacaran, papih hanya jaga jaga saja kalau kau nakal papih akan menjodohkan mu '
Bella hanya tersenyum getir benar kata kata ayahnya, tapi tetap saja dirinya tak bisa patuh pada laki laki itu, laki laki yang sudah membuatnya muak dan terjebak seperti ini.
**
"Baiklah kenapa kebetulan sekali dia ada disini juga "
"Ya betul tuan dia kabur kemari dan anak buah tuan yang ada disini sudah menangkapnya dia ada digudang "
"Baik Zack aku akan menemuinya, kau jaga pintu depan jangan sampai Bella keluar "
"Baik tuan "
Adi segera pergi sedangkan Zack duduk dekat pintu depan, Zack akhirnya ikut juga bersama Adi, karena ternyata banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan dan Zack harus selalu ada disampingnya Adi.
Saat Adi masuk sudah ada seorang laki laki yang di ikat, ternyata masih anak buahnya, kenapa anak buahnya banyak penghianat.
"Kau Adi laki laki pengecut, ayo tembak aku "
__ADS_1
Adi segera duduk dan menatap laki laki itu " kenapa kau harus menjual anak anak panti, kenapa apa kau kekurangan uang, padahal aku memberikan gajih yang cukup besar untukmu, kenapa kau memperalat anak panti yang aku urus"
Orang itu malah membuang muka dan tak mau melihat wajah Adi, Adi sudah mengeluarkan pistolnya dan akan menembaknya.
**
Bella yang baru terbangun melihat keluar sudah gelap "ini adalah waktunya aku kabur, biarlah aku tak tahu sekarang dimana yang terpenting sekarang aku kabur dulu"
Bella berlari kearah belakang dan untungnya pintu tak dikunci, saat baru saja beberapa langkah dirinya melangkah malah melihat Adi yang sedang memegang pisau dan menusuk nusukannya keperut orang itu.
Sungguh menjijikan sampai sampai Bella ingin muntah, darahnya keluar begitu banyak, Bella membekap mulutnya dan Adi langsung mengeluarkan pistolnya dan menembaknya.
"Akhh " Bella kembali membekap mulutnya bodoh kenapa dirinya berteriak
Adi langsung membalikan badannya dan tatapan mereka berdua bertabrakan, Adi langsung mendekati Bella dan memangkunya seperti karung beras, membawanya masuk kedalam kamar kembali.
"Kau nakal Bella " sambil memukul pantat Bella.
"Hey kau sudah cabul padaku "
"Ingatlah aku ini suamimu maka aku tak melakukan cabul"
"Akhhh tidak aku tidak mau seperti ini turunkan aku, perutku sakit sekali "
Namun Adi lagi lagi memukul pantat Bella "pantat mu empuk ya, kalau diremas bagaimana "
"Kau ya dasar laki laki mesum "
"Ya laki laki mesum ini adalah suami Bella, ingat suami mu "
Adi mengunci pintunya dan menduduk kan Bella dipinggir tempat tidur lalu Adi berjongkok dihadapan Bella sambil memegang tangan Bella dan menciumnya.
__ADS_1
"Sebarnya kau ini siapa " tanya Bella, Adi langsung mendongakan kepalanya.