
Di dalam mobil Andaru juga masih sangat ketakutan, wajahnya begitu tegang Aliya yang duduk di sampingnya memegang tangan Andaru.
"Kamu tahu Pak Ginanjar mengundurkan diri"
"Kenapa bisa, bukannya dia masih memimpin sekolah"
"Entahlah intinya dia keluar dari sekolah. Dan tentang video yang pamannya Budi itu sangat berbahaya, video itu menampakkan kita masuk ke dalam sekolah. Tapi saat aku menemui pamannya Budi dan bertanya tentang video itu dia bilang tidak mempunyainya, aku tahu pasti dia berbohong, dia bahkan memeras Papihku sebelumnya "
"Kenapa ini bisa jadi kacau, kenapa bisa seperti ini "
"Aku juga tidak tahu "
Galang melajukan mobilnya dengan sangat kencang dirinya tidak mau sampai keduluan oleh polisi yang datang. Kalau itu sampai terjadi bisa gawat.
...----------------...
Cempaka datang kesekolah dengan Bianca seperti biasa. Saat melihat Sinta Cempaka melewatinya saja. Tapi Sinta langsung menahan tanganya.
Mau tidak mau Cempaka membalikan badannya dan menatap Sinta " Ada apa, bukannya kamu sudah tidak membutuhkanku lagi"
"Kenapa kau masih ada di sini, seharusnya kamu sudah keluar dari sekolah ini. Aku sudah masuk ke sini dan aku akan mencari pelakunya sendiri tanpa harus ada bantuanmu"
Cempaka memegang erat kursi roda Sinta dan mensejajarkan tubuhnya dengan Sinta" Memangnya kamu yang punya sekolah ini, sampai-sampai aku harus mengikuti kata-katamu. Mau aku di sekolah ini sampai kapanpun itu bukan urusanmu. Memangnya sekolah ini punya nenek moyangmu, bukan kan. Jadi jangan pernah mengurusi hidupku, mau aku sekolah di sini atau di mana pun itu bukan urusanmu "
"Atau mungkin kamu bisa pergi ke ruangan kepala sekolah dan menyuruh dia untuk mengeluarkanku. Itu mungkin akan lebih adil atau mungkin kita keluar sama-sama saja kita berdua tidak usah sekolah di sini"
Cempaka melepaskan pegangan tangannya dikursi roda Sinta dan menjauhinya. Datang mobil Aliya, keluar bersama Andaru dan juga Galang.
Tapi tak lama kemudian datang polisi, semua murid yang ada dilapangan langsung berkumpul dan ingin tahu.
Inspektur yang turun langsung mendekati Andaru, dia langsung menatap Andaru "Selamat pagi Andaru, kamu harus ikut ke kantor polisi sebagai tersangka tabrak lari Sinta, kamu masih ingat dengan kasus mu itu"
Aliya yang langsung menatap Andaru, semua orang juga sama masih tak percaya kalau tabrak lari itu Andaru yang melakukan.
__ADS_1
Sinta sendiri dia sudah berkaca-kaca dan menatap Cempaka. Dia sudah berfikir kalau ini adalah kelakuan Cempaka yang melaporkan Andaru.
Andaru menatap Aliya, kenapa jadi dia yang menjadi tersangka "Masalah apa, kecelakaan apa "
"Aku tidak pernah melakukan itu. Aku tidak bersalah"
"Kamu bisa menjelaskannya nanti di kantor polisi"
"Tidak boleh ada yang pergi dari sekolah ini "ucap Aliya dengan wajah yang masih sangat ketakutan.
"Kenapa tidak bisa kamu ini polisi Nona. Jangan meremehkan kami kamu juga ikut sebagai saksi di sana"
Cempaka dan juga Aksa langsung mendekati Andaru "Apa ini Andaru kenapa bisa seperti ini "bisik Cempaka yang khawatir.
"Kamu membohongiku? "
"Aku tidak pernah membohongimu, aku memang sekarang sedang difitnah Cempaka "
"Kamu jujur saja yang sebenarnya Andaru " bisik Aksa.
Andaru hanya menatap Aksa sekilas saja, dia juga binggung apakah akan mengungkap semuanya atau tidak.
Kepala sekolah datang, Aliya yang ketakutan langsung mendekatinya "Pak lihat mereka "
"Aliya jangan takut, ikutlah dengan mereka, mereka sedang melakukan tugasnya. Jangan pernah berbohong dan ikuti prosedur di sana"
"Papihku bagaimana "
"Nanti dia datang kesana "
Cempaka dan Aksa mengikuti Andaru yang dibawa, Cempaka masih mengenggam erat tangan Andaru. "Jelaskan nanti ini padaku "
"Jangan pernah bicara ini pada Mama ataupun Ayah Cempaka"
__ADS_1
Andaru masuk dan pintu ditutup, Aliya pun sama sudah masuk. Hanya Galang yang tak dibawa tapi dia wajahnya sudah sangat ketakutan sekali..
Teman-teman Aliya menangis melihat itu dan malah menyalahkan Ayu yang melakukan ini.
"Sudah kalian semua bubar dan masuk ke kelas kalian masing-masing, untuk segera melakukan pembelajaran"
Meraka semua bubar, tangan Cempaka ditarik oleh Aksa. Tapi Sinta langsung berteriak "Ini pasti ulah mu kan Ayu "
Ayu menatap Sinta lalu menggelengkan kepalanya "Tidak, ini bukan kelakuanku, aku tidak ikut-ikutan bukannya kamu sendiri yang mau menyelesaikan kasus ini sendirian "
"Bukan kelakuanmu, dulu saja kamu yang melaporkan Andaru, menyuruh polisi untuk datang ke rumahnya lalu sekarang kamu bilang ini bukan kelakuanmu. Tidak mungkin ini bukan kelakuanmu"
"Memang ini bukan kelakuanku, kalau aku memang melakukannya aku pasti akan langsung mengakuinya tidak menyimpannya atau berbohong padamu. Untuk apa aku berbohong"
"Bohong kamu itu dasar seorang pembohong, kamu tidak pernah jujur padaku. Kamu memang sengaja memasukkan Andaru ke kantor polisi kan. Jangan pura-pura bodoh kamu Ayu "
"Aku tidak pernah pura-pura bodoh"
Aina langsung memisahkan mereka "Ada apa denganmu sebenarnya Sinta, ka?u ini seperti sangat membenci Ayu. Dia itu temanmu dia itu sahabatmu tapi kamu seperti musuh padanya"
"Diamlah Aina, kamu tidak tahu apa-apa tentang masalah ini kamu hanya tahu tentang membela Ayu saja"
"Apa kamu sudah selesai bicara padaku Sinta, sepertinya ucapanmu tidak ada yang penting"
"Jangan pernah dekati Andaru lagi, kamu itu pembawa sial untuknya Ayu "
"Pembawa sial, begitu ya aku pembawa sial untuk kakakku sendiri. Sangat tidak masuk akal ucapanmu itu Sinta. Biar ku beritahu sekarang saja ya daripada kamu cemburu buta terus padaku. Aku ini dan Andaru adalah saudara kandung jadi kamu tidak usah takut bersaing denganku"
"Tapi aku tidak akan pernah membiarkan kakakku untuk jatuh ke tanganmu sepertinya. Aku sudah melihat bagaimana dirimu Sinta, kamu itu terlalu naif dan terlalu kasar untuk mendapatkan seorang Andaru yang terlalu sempurna untukmu"
"Mulai sekarang, aku tidak akan pernah membiarkan Andaru untuk dekat denganmu. Kamu dengar itu aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk dekat dengan Andaru. Satu lagi jangan pernah menyuruh aku untuk keluar dari sekolah ini, karena yang punya sekolah ini adalah Ayahku sendiri aku bisa saja mengeluarkanmu dari sini. Aku tidak akan pernah main-main dengan kata-kataku Sinta, sekali aku marah maka aku akan bertindak kamu sudah sangat keterlaluan menuduhku tanpa ada bukti sedikitpun"
Cempaka langsung saja pergi dari hadapan Sinta, Sinta sendiri masih diam. Mencerna setiap kata-kata yang Ayu katakan padanya adik mereka saudara sejak kapan. Kenapa bisa jadi kakak adik, kenapa dirinya tidak tahu dari awal. Kenapa dirinya harus tahu terakhir seperti ini.
__ADS_1