Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 202 baik juga sih


__ADS_3

"Ini adalah perpustakaan sekolah, kalian bisa kapan saja masuk kemari, disini bukunya lengkap dan kalian tak akan pernah kekurangan buku. Kalian pasti akan sangat menyukai sekolah ini. Sekarang kita keruang olahraga"


Kami semua hanya bisa menganggukan kepala dan mengikuti langkah Pak Ginanjar, kami juga diperkenalkan pada guru dan juga ditunjukan kelas-kelas disini dan juga kamar mandinya sebelah mana.


Penjelasan Pak Ginanjar begitu lengkap dan sangat detail sekali. Tapi kadang-kadang juga dia suka menyindir kami berempat, tapi itu tak masalah bagiku sudah biasa orang kaya suka menyindir orang di bawahnya.


Kami dibawa masuk kedalam ruangan olahraga dan disana berkumpul beberapa murid laki-laki dan aku melihat anak yang merangkul Nyonya Bella.


Dua-duanya ada di sini, dan salah satunya sedang mencengkram kerah baju laki-laki di depannya.


"Ada apa ini, apa ada masalah "tanya Pak Ginanjar


Lalu laki-laki yang baju kancingnya dibuka salah satu anak kembar itu maju dan tersenyum pada Pak Ginanjar "Tidak ada apa-apa Pak kepala sekolah, kita hanya sedang bermain-main saja tanya saja pada dia. Aksa menarik kerah bajunya hanya untuk merapikannya saja"


Pak Ginanjar mengalihkan pandangannya pada laki-laki yang kerah pakaiannya ditarik "Benar Pak kami hanya sedang main-main saja, tidak usah khawatir kami semua baik-baik saja"


"Baiklah jangan sampai ada ulah lagi Andaru, ingat kau tidak ingin membuat mamahmu menangis kan jadi jangan terus membuat ulah "


"Aku tahu pak. Sudahlah kami sedang ingin main basket. Apakah ini anak-anak baru apa mereka ingin ikut juga"


"Tidak mereka hanya sedang mengenal tempat ini saja, sudah teruskan saja"


Kami semua dibawa lagi oleh Pak Ginanjar untuk menjauh dari anak-anak ini, tapi Ayu dia berjalan dengan sangat pelan lalu memundurkan langkahnya dan bersembunyi di dekat tangga dan melihat apa yang anak-anak itu lakukan.


Andaru yang tadi berbicara pada Pak kepala sekolah menonjok perut laki-laki yang kerahnya ditarik tadi, lalu yang bernama Aksa itu meninju wajahnya laki-laki itu.


Mereka berdua begitu tega, lalu tiba-tiba saja mata dari anak kembar itu menghadap ke arahku, aku dengan cepat menyembunyikan kepalaku semoga saja dia tidak melihat aku.


Secepatnya segera berlari meninggalkan tempat olahraga ini, jangan sampai hari pertama aku kacau gara-gara melihat mereka memukuli seseorang.


...----------------...


"Aksa sepertinya ada yang mengintip"


"Ya Andaru. Biarkan saja nanti kita urus perempuan itu. Tapi kau melihat ada yang aneh tidak dari wanita itu ? "

__ADS_1


"Apanya yang aneh"


"Wajahnya"


"Ada apa dengan wajahnya biasa-biasa saja seperti yang lain, tapi lumayan cantik juga sih "


"Sudahlah nanti kita bahas"


Aksa kembali meninju laki-laki itu sampai dia terkapar, lalu temannya Galang menginjak dada laki-laki itu sampai dia muntah darah.


"Ingat jangan pernah macam-macam pada kami, kau sudah membuat ulah Alex, jadi jangan pernah buat kami marah"


Alex hanya batuk-batuk saja dan menyingkirkan kaki Galang yang menginjak dadanya itu, "Ini hanya masalah kecil tapi kalian membesar-besarkan masalah ini"


Aksa yang melihat Alex masih berani menendang perutnya"Akhhh"


"Jangan pernah macam-macam dan jangan pernah bocorkan tentang hal ini, jika sampai ada orang yang tahu kau akan habis oleh kita. Lihat saja aku tidak akan pernah main-main dengan kata-kata ku "ancam Aksa


Mereka semua segera pergi meninggalkan Alex sendirian. Alex juga tidak bangkit tidak pergi dia hanya membaringkan tubuhnya dan memegang dadanya.


...----------------...


"Terima kasih Pak "ucap mereka berempat.


Perempuan modis yang Ayu lihat tadi menghampiri mereka dan menggandeng tangan Ayu "kau anak baru di sini"


"Iya aku anak baru , aku Ayu"


Ayu yang mengangkat tangannya ingin bersalaman dengannya hanya dipegang ujung tangannya saja, hanya Ayu saja yang ditanya yang 3 orang itu sama sekali didiamkan.


"Oke aku Aliya kita satu kelas. Senang sekali punya teman baru tunggu tunggu rambutmu sepertinya tidak cocok seperti ini sebentar ya"


Aliya membuka jepitannya dan memakaikannya ke rambut Ayu "Nah kalau begini kan lebih cantik perfect sekali"


Ayu yang tidak enak segera melepaskan jepit itu dan memberikannya lagi pada Aliya, tapi Aliya malah memasangkannya lagi pada Ayu.

__ADS_1


"Sudahlah Ayu pakai saja, itung-itung ini perkenalan. Kau tahu ini harganya mahal dan rambutmu tadi itu jelek dan sangat menjijikan, tapi setelah memakai jepit ini sangat cantik sekali bagus "


Ayu hanya bisa tersenyum dan kesal juga dengan kata-kata Aliya, tapi ya sudahlah kalaupun dibalas malah akan panjang nantinya.


Aina juga dan teman-teman yang lainnya sudah pergi meninggalkannya dirinya, aku tidak bisa pergi karena dipegang terus oleh Aliya.


Datang anak kembar itu dan melewati mereka begitu saja "Kau lihat itu laki-laki yang melewati kita salah satunya adalah pacarku, dia adalah Andaru dan Aksa. Pacarku Andaru itu yang lebih tampan dan lebih tinggi Aksa adalah adiknya"


"Kalian begitu cocok"


"Tentu kami sangat cocok sekali. Ya sudah aku harus mengejar pacarku dulu, kau selamat jalan-jalan jangan pernah lepas jepitan itu, aku berikan hanya untukmu saja"


Aliya langsung berlari dan berteriak memanggil Andaru, lalu memeluk tangannya dengan erat dan Ayu hanya bisa diam menetap kepergian mereka.


Tapi Aksa dia menatap Ayu dengan begitu aneh, dia fokus ke jalan lalu berbalik lagi melihat Ayu dan begitu seterusnya, sampai dia belok ke arah lorong sebelah kanan.


"Kenapa dia, apakah aku tadi kepergok ya. Apakah aku akan dihajar seperti laki-laki tadi, tapi nggak mungkin deh. Aina dia ke mana lagi kenapa ninggalin aku "


Ayu segera berlari mencari temannya, dirinya tidak mau berkeliling sendiri seperti ini kalau ketemu orang-orang yang aneh-aneh lagi bagaimana.


...----------------...


Kami berempat masuk ke dalam kelas. Aliya kembali lagi menghampiri Ayu dan menarik tangannya "Kau harus duduk disampingku Ayu. Ayo di sini, di sini tempatnya lebih nyaman sekali"


"Aliya kau apa-apaan ini tempat duduknya Keisha. Kenapa kamu memberikan ini pada anak baru itu, dia tak pantas "


Aliya mendelikan matanya dan mendorong temannya itu "Sudahlah sekarang ini adalah bangkunya Ayu bukan Keisha lagi. Kau tahu dia itu penghianat jadi kau hanya ikuti apa kemauanku saja, sekarang yang duduk di sini Ayu bukan Keisha lagi. Jadi jangan sebut-sebut nama dia di hadapanku Abigail"


"Ayo duduk Ayu, duduklah di sini jangan ragu-ragu selagi aku ada bersamamu. Kau akan baik-baik saja jangan dengarkan kata-kata orang di sini ayo cepat duduk"


Aku mengikuti apa kata-kata Aliya, lalu pandanganku menatap ke arah laki-laki yang terus menataku itu siapa itu Andaru atau Aksa ya. Lalu aku menatap Aina dan teman-temanku yang lain mereka duduk paling belakang.


Aliya memegang tanganku dan refleks aku menatap ke arahnya "Mulai sekarang kau menjadi temanku Ayu. Jangan terus lihat Aksa dia memang tampan tapi jangan pernah kau jatuh cinta pada dia, karena kastamu dan dia sangat berbeda"


"Iya aku sadar diri kok, tidak usah kau beritahu aku sudah sadar"

__ADS_1


"Baguslah kalau kau sadar. Ya sudah duduk di sini oke. Jangan kemana-mana"


Lagi-lagi aku hanya menganggukan kepalaku saja dan mengikuti kata-katanya, kalau tidak mungkin dia akan marah seperti pada temannya, pada temannya saja dia berani untuk mendorongnya. Apalagi aku orang yang baru dia kenal meskipun ucapannya sedikit menyebalkan tapi dia baik sih.


__ADS_2