
"Bella kau dimana "
Sera yang melihat Rizki akan ke halaman belakang langsung menarik kerah pakainnya " ada apa kak Sera kenapa kau menarik kerah pakaian ku "
"Kau jangan kebelakang nyonya dan tuan sedang bulan madu "
"Apa mereka bulan madu di rumput apakah tidak akan gatal gatal, "
Sera menepuk dahinya sendiri dan membawa Rizki duduk dimeja makan " nanti juga kau akan tahu, memangnya mereka apa bulan madu di rumput, kau sudah sembuh "
"Sudah kak aku sudah sehat bugar, kau punya makanan aku lapar "
"Akan aku ambilkan "
Sera dengan cekatan membawakan makanan untuk Rizki dan menyimpannya dihadapannya " terimakasih kak, kau sangat baik sekali "
"Sama sama makanlah, jangan sampai tak habis "
Rizki yang akan menyuapkan makanannya malah mendengar suara teriakan Bella dengan cepat dia berlari namun dengan cepat juga Sera menahannya " kau mau kemana sih "
"Mau kesana Bella berteriak kak, kau akan diam saja"
"Sudah sudah nanti saja itu buat teriak kesakitan "
"Tapi kak, bagaimana kalau Bella kenapa Napa "
"Gak akan udah ayo makan makan ayo "
Sera dengan sekuat tenaga menarik Rizki dan mendudukkannya kembali dikursi meja makan " ayo makan cepat makan makan "
"Emm aku mau lihat dulu "
"Makan dulu saja ayo makan "
Sera mengambil sendok ya dan menyuapkan ke mulut Rizki "makan makan ya makan yang banyak "
"Emm tuh kan teriak lagi " Rizki menunjuk pintu
"Akhh sudah diam makan yang banyak tutup telingamu"
Rizki menyuapkan lagi nasinya dan mengunyahnya dengan cepat " aku harus mengeceknya "
Sera sudah berlari terlebih dahulu ke pintu dan menghalanginya, tapi Rizki malah lari ke pintu depan " heyy kau jangan lari "
Sera dengan terbirit birit mengejar Rizki, ya ampun kenapa anak ini menyebalkan sekali. " kau Rizki jangan kemana mana Rizki "
__ADS_1
Tapi Rizki terus saja berlari dan melambaikan tangannya kearah Bella dan juga Adi yang baru keluar dari dalam tenda " Bella "
Bella melihat kearah suara yang memangilnya ada sahabatnya sedang dikejar oleh kak Sera.
"Bella "
Rizki langsung mengumpat dibelakang Bella "ada apa ini kenapa kalian berlarian seperti itu, apa ada musuh "
"Tidak aku tadi mendengar mu berteriak makannya aku lari kemari dan ternyata kalian baik baik saja "
Adi menatap istrinya dan tersenyum sambil mengerak gerak gerakan alisnya.
"Kau juga akan tahu nanti kalau sudah menikah, makannya segeralah menikah "
"Maunya begitu tuan, tapi perempuannya tak mau menikah dengan ku "
Rizki mengambil jagung yang sudah dibakar dan memakannya dengan lesu, Adi menatap sang istri dan mengecup pipinya.
"Kalian pasti ingin memanas manasi ku kan, aku tak akan panas, "
"Kata siapa kau bersama Sera saja berpacaran "
"Apa " teriak mereka serentak.
"Aku sudah punya pacar tuan, dia cantik sangat cantik aku sangat mencintainya "
"Belum entah bagaimana aku bisa mendapatkannya, aku binggung sekali, sudahlah makan jagungnya tuan bakar lagi aku masih mau "
"Heh kau ya "
"Aku sedang galau tuan, sekali saja turuti apa kemauan ku, ayolah tuan aku ingin sekali, aku juga baru sembuh sakit "
"Ayo mas kasian dia "
Adi yang diperintah istrinya mau tak mau melakukannya, karena perintah istrinya ini, bukan karena Rizki yang meminta.
"Ki lebih baik nyanyi, mas Adi tadi bawa gitar kamu bisa gitar kan mas "
Adi melihat sekilas istrinya sambil tersenyum "bisa sayang apapun yang kau mau aku akan lakukan, kalau pun aku tak bisa aku akan belajar "
"Terimakasih sayangg " Bella mencium pipi suaminya dengan gemas
Adi mengambil gitarnya dan segera membenarkan duduknya kembali " aku joget atau nyanyi ya " tanya Rizki pada dirinya sendiri.
"Udah dua duanya aja biar seru guru " celetuk Bella
__ADS_1
"Oke deh ide bagus itu, mari kita mulai, aku mau nyanyi kopi dangdut kau yang benar ya mengitarinya tuan " .
Rizki bangkit wajahnya sudah centil sambil mengedip ngedipkan mata pada Adi.
"Kenapa matamu seperti itu apakah kau ingin aku tempak kepalanya "
"Kau tak tahu kode kode ini ya, sudahlah aku juga binggung harus melakukan seperti apa kau malah marah lagi . Ayo mulai "
Saat mendengar gitar sudah dimatikan Rizki segera berjanji sambil berjoget riang.
Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut.
Bella dan juga Sera yang ada disana malah tertawa melihat kelakuan Rizki yang seperti itu dia begitu lincah dan juga centil dengan menggoyangkan pinggulnya, lalu suaranya begitu cempreng sekali.
"Ayo Bella kemari ayo menari denganku "
Rizki menarik Bella dan mengajaknya untuk bergoyang, Bella dengan senang hati melakukannya meski tak sehebat Rizki, mereka hanyut dalam tarian yang entah apa namannya mereka berdua begitu aktif sampai sampai Adi yang sedang mengitar hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, atas apa yang mereka berdua lakukan, sungguh luar biasa.
***
Adi menatap sang istri yang tertidur nyenyak ditendannya sedangkan Rizki temannya dia juga tidur ditenda sebelah, dia nekat bangun tenda hanya ingin berkemah dengannya ada ada saja dia, kelakuannya sama persis seperti Bella tak ada bedanya.
Saat Adi sedang intens intensnya menatap sang istri ponselnya berdering, dengan cepat Adi keluar dari tenda takut takut membangunkan sang istri.
"Ada apa Zack "
"Tuan, Deri mengamuk dia ingin keluar dari penjara ini dan dia tak mau makan tuan sepertinya dia ingin bunuh diri "
"Biarkan dia saja, tapi tetap beri makan aku tak mau dia mati dengan cepat biarkan dia merasakan dulu hukuman dariku kenapa dia berani beraninya menyerang kediamanku "
"Baik tuan akan saya paksa untuk dia makan, dia dari tadi memberontak terus tuan, dia tak karuan sekali "
"Urus saja dengan baik, sampai istriku melahirkan aku tak akan pulang, aku ingin membuatnya nyaman sampai melahirkan aku tak tahu apa yang akan terjadi lagi setelah ini, aku tak tahu kedepannya akan seperti apa lagi Zack, kau jaga rumah yang benar jangan sampai ada pengkhianat masuk lagi "
"Baik tuan akan saya laksanakan semuanya "
"Baguslah segeralah istirahat "
Adi mematikan sambungannya dan kembali masuk kedam tenda, istrinya masih terlelap tidur Adi segera bergabung dengan sang istri memeluknya dengan erat, tidur disini sangat dingin tapi menyenangkan juga tidur berdempet dempetan dan ini adalah sebuah kesempatan untuk dirinya menyentuh sang istri yang seksi dan bahenol.
__ADS_1
Adi yang masih belum bisa tidur menciumi leher sang istri yang sangat wangi, lalu beralih mencium pipinya yang seperti bakpao ini, tapi sang istri sama sekali tak terganggu dia anteng anteng saja tidur.