
Adi menghampiri asistennya dan menatapnya dengan tajam " siapa yang sudah memberikan Bella obat perangsang "
Zack menatap tuannya dengan takut "saya tuan saya yang melakukannya, saya hanya ingin nona Bella tak membangkang anda lagi dan memberikan apa yang anda inginkan yaitu seorang keturunan "
Adi langsung mencengkram pakaian Zack dan Zack hanya bisa diam saja tak bisa melawan atau berkata kata apa apa lagi, karena memang dirinya yang salah disini.
Namun tiba tiba Adi melepaskan cengkraman nya dan menepuk bahunya "terimakasih "
Adi langsung duduk dan menyalakan rokoknya "apakah tuan tak marah "
"Untuk apa aku marah saat kau memberikan kenikmatan untukku. Sudahlah semuanya sudah terjadi untuk Bella nanti biar aku atasi saat dia marah nanti"
Zack tersenyum bangga dan duduk depan tuannya " maaf tuan tadi nona Ziva menelfon dan ingin berbicara dengan anda "
"Biarkan saja, aku memang sengaja tak mengangkat telfonya, aku sedang menghabiskan waktu dengan wanitaku dan aku tak mau diganggu oleh siapa pun termasuk Ziva "
"Tapi tuan bagaimana kalau nanti nona Ziva menelfon lagi "
"Angkat saja dan bilang kalau aku sedang sibuk, biarkan dia, dia kan yang menginginkan ini, dia kan yang menginginkan aku menikah lagi, ya meskipun aku menyukai usulnya karena aku menikahi perempuan yang aku inginkan "
"Maaf jika aku lancang apa tuan menyukai nona Bella "
"Begitulah tapi entah sejak kapan, jangan pernah kau bilang pada Bella atau pun siapapun, aku tak mau dia terbawa masalah, dan ingat kau juga jangan pernah menyuruhku untuk membunuh Bella lagi karena desakan musuh, sampai kapan pun aku tak akan membunuhnya Bella akan ada disampingku sampai aku mati, jadi kau harus menjaganya anggaplah dia seperti Ziva, dia sama istriku dan akan menjadi istriku "
"Baik tuan saya akan melaksanakan apa yang tuan katakan, tak biasanya tuan mencintai perempuan dengan secepat ini "
Adi bangkit dan berjalan kearah pagar kapal lalu melihat kearah air, " entahlah aku juga tidak tahu semenjak bertemu dia di pesawat aku tertarik dan ingin memilikinya sekarang saat aku sudah memilikinya dan tahu sifatnya yang begitu keras aku malah makin tertarik dan makin ingin mengikatnya, tiba-tiba saja yang namanya cinta itu masuk ke dalam hatiku "
Kenapa Adi sejujur itu pada Zack karena dia sudah menganggap Zack seperti adiknya sendiri diantara mereka tidak ada yang disembunyikan, Adi sudah sangat percaya pada Zack, karena Zack tak akan pernah mungkin mengkhianatinya.
"Memang nona Bella cantik dan menawan dia bisa mengimbangi tuan, apalagi tanpa kita duga duga dia bisa mengunakan senjata"
Adi langsung menatap Zack dengan tajam "apakah kau juga menyukai Bella "
__ADS_1
"Ti tidak tuan mana mungkin aku menyukai nona Bella aku sama sekali tak seperti itu tuan, aku hanya mengaguminya saja, tak ada rasa ingin memiliki "
"Baguslah awas saja sampai aku tahu kau menyukai Bella, dia miliku "
"Ya tuan maafkan saya, oh ya tuan ada undangan sebuah pesta tapi didalamnya akan ada tuan Sean apakah kita akan mendatangi pesta itu "
"Tentu kita akan pergi ke sana kenapa kita harus takut dengan Sean kita harus hadapi laki laki itu, kapan pestanya "
"Besok tuan "
"Baiklah persiapkan segalanya untuk Bella, aku ingin Bella terlihat sempurna "
Adi membuang puntung rokok ya dan langsung meninggalkan Zack yang masih anteng disana, dirinya begitu kaget saat tuannya tadi mencengkram nya dirinya kira tuanya akan marah tapi ternyata malah berterimakasih.
Untung saja nyawanya masih aman kalau tidak habislah nyawanya ini ditangan tuannya. Tiba tiba ponselnya Zack kembali berdering dengan cepat Zack mengangkatnya ternyata dari nyonya besarnya lagi.
"Bagaimana Zack apakah kau sudah memberitahu pada tuanmu itu kalau aku mencarinya , kenapa dia masih tak mengangkat teleponku dan kau juga tak memberiku kabar"
"Apakah suamiku harus terus berada dengan perempuan itu, apakah harus berlama-lama terus-menerus seharian dengan perempuan itu. Aku tidak yakin kau tidak bertemu dengan suamiku kau adalah orang kepercayaannya dan kau pasti akan selalu ada di sampingnya, mana mungkin suami ku tak keluar keluar apa dia tak makan "
"Iya nyonya tapi kalau sedang dengan Nona Bella saya tidak bisa mengganggunya dan saya juga tidak mungkin ada di samping Tuan Saat Tuan bersama Nona Bella, tuan dan nona Bella sudah mempersiapkan segalanya nyonya jadi mereka hanya diam saja dikamar " Zack kembali berbohong mau bagaimana lagi dirinya harus selalu mematuhi apa kata kata dari tuanya.
"Tak ada gunanya kau ini ya kirimkan alamat kalian sekarang juga, aku akan menyusul ke sana cepat kirimkan, aku ingin lihat dengan mata kepala ku sendiri apakah suami bertahan selama itu didalam kamar "
"Maaf nyonya saya tidak bisa memberikannya tanpa sepengetahuan tuan dan tanpa perintah dari Tuan saya tidak mau tuan marah nantinya "
"Ahh sialan kau, sama saja kalian "
Zack menjauhkan ponselnya dari telinganya karena nyonya nya berteriak dengan begitu keras untung saja telinganya tidak jebol.
**
Bella membuka kedua bola matanya dia melihat sekitar dan membuka selimutnya, dia belum sadar kalau tubuhnya sudah polos tak ada penghalang sedikit pun, Bella menggeliat dan menguap.
__ADS_1
"Wae istriku begitu seksi kalau sedang menggeliat seperti itu, apakah kau mau menggodaku lagi sayang "
Bella langsung melihat kearah Kananya dan ada suaminya disana " apa siapa yang menggoda, dasar otak mesum "
"Kau sayang yang menggodaku, lihatlah tubuh mu sayang,"
Bella mengernyitkan dahinya dan melihat kearah tubuhnya alangkah kagetnya saat dirinya tak mengunakan apa apa "Akhhh apa yang kau lakukan padaku " Bella langsung mengambil selimut dan membalut tubuhnya.
"Kau yang menyerahkan dirimu padaku sayang, lalu kenapa kau malah bertanya padaku "
"Tidak tidak ini tidak mungkin aku memberikan ini padamu "
"Coba kau ingat ingat sayang "
Adi segera mendekati Bella dan Bella malah menjauh namun saat akan jalan tiba tiba saja Bella merasakan sakit di selangkangannya bahkan untuk berjalan pun sulit.
"Stop jangan dekati aku, jangan dekati aku "
Bella berjalan dengan melebarkan kedua kakinya dan tertatih tatih menuju kamar mandi, Adi yang tak tega melihat Bella seperti itu langsung memangkunya" turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri "
"Lama kapan kau akan sampai kamar mandinya biar aku bantu kau membersihkan diri"
"Tidak usah aku bisa melakukannya sendiri "
"Diam lah apakah kau ingin aku melakukannya lagi, "
"Melakukan apa "
"Ingat ingat saja apa yang telah kau lakukan kau yang menggodaku bukan aku "
"Tak mungkin "
"Yasudah kalau tidak percaya "
__ADS_1