
"Gimana nih kita nabrak orang " tanya Galang
"Gerbang sekolah tadi udah ditutup kan ?" tanya Aksa.
"Aman, semuanya aman, tapi tadi ada yang ngikutin "
"Gawat, bisa gawat kalau mamah tahu gue bakal diasingkan, gue yakin mamah akan marah besar " Andaru sudah tak bisa diam, dia sudah risau takut-takut mamahnya akan murka.
"Ada apa ini "
"Pak Ginanjar "
"Ada apa ini Andaru "
"Gini Pak, tadi kita balap motor dan tabrak perempuan yang lagi nyebrang. Terus ada yang ngikutin kita juga ke sini"
"Kalian ini udah saya bilang kan jangan pernah balap-balapan lagi motor, Andaru, Aksa gimana kalau mama kamu tahu dan juga Ayah kamu tahu, apa yang akan mereka lakukan sama kalian berdua"
"Ya maka dari itu Pak tolong dong itu juga nggak sengaja kali" jawab Aksa dengan santai.
"Siapa yang nabrak"
Tak ada yang menjawab, mereka semua diam "Baiklah sembunyikan semua sepeda motor kalian dan pulang lewat jalan belakang. Jangan sampai ada yang di sekolah. Pasti sebentar lagi akan datang polisi kalau ada orang yang mengikuti kalian cepat"
"Siap pak, Terima kasih Pak kepala sekolah yang baik hati"
Mereka semua berbondong-bondong pergi meninggalkan pak Ginanjar kepala sekolah SMA Nusa bangsa merah putih.
...----------------...
"Keluar kalian, sialan ya buka gerbangnya sudah ada yang berani menabrak wargaku, buka pintunya jangan sembunyi kalian jangan jadi pengecut "
Pak Dion berkeliling untuk melihat kearah sekolah tapi hanya ada satpam saja, dia hanya diam saja tak menghiraukan Pak Dion.
"Heyy kau, satpam kemarilah kenapa kau diam saja "
"Ada apa, lebih baik kau pulang jangan membuat keributan di sini"
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah membuat keributan kalau anak sekolah di sini tidak ada yang menabrak wargaku, keluar anak geng motor itu sudah menabrak keluargaku. Ayo keluar kita harus ke kantor polisi dan membuat mereka di penjara harus ada yang mengaku dari salah satu anak itu"
"Maksudnya apa ? Geng motor apa memangnya ada geng motor yang masuk kemari , kau mungkin salah lihat, dari tadi aku menjala di sini tak ada motor-motor yang masuk ke dalam sekolah, mereka sudah pulang mana mungkin anak SMA Nusa bangsa merah putih ke sekolah, mereka pasti sedang main-main tidak mungkin ada yang pergi ke sekolah setelah bubar "
"Hei aku masih bisa melihat dengan jelas, mataku masih normal. Jadi kau jangan pernah meremehkan aku,aku melihat anak-anak itu masuk ke dalam sekolah ini. Jadi kau jangan berbohong. Ayo biarkan aku masuk dan mengecek semuanya"
"Tidak bisa, kau itu orang asing kay bukan salah satu dari sekolah ini. Jadi kau tidak boleh masuk ke sini lebih baik kau pulang saja mengganggu saja"
Pak satpam langsung menutup pintu gerbang dengan keras Pak Dion berteriak-teriak tapi tadi hiraukan.
...----------------...
"Ayu "
"Mamah "
Ayu bangkit dan memeluk Mamahnya yang datang, Ayu masih memegang sebelah sepatu Sinta.
"Ini salah Ayu mah, ini Ayu yang salah, kalau saja Ayu nggak ambil ponselnya Sinta mungkin selama ini nggak terjadi mah"
"Ini bukan salah kamu Ayu, udah kamu ga boleh nangis, kita duduk ya "
Dokter keluar dari dalam ruangan dan mengelengkan kepala kearah mereka semua.
"Apa yang terjadi dokter " tanya Ayu dengan khawatir.
"Sinta selamat, tapi ada kabar buruk juga "
"Kabar buruk apa dok " Ayu memegang tangan dokter dengan erat.
"Sinta mengalami lumpuh dan kemungkinan untuk berjalan kembali sangat kecil sekali "
Ayu memundurkan langkahnya dan terduduk dengan lemas, air matanya sudah tak karuan lagi.
"Tidak, itu tidak mungkin, kenapa semua ini bisa terjadi pada Sinta "
"Bangun Ayu jangan seperti ini "
__ADS_1
Mamah Ayu membantu Ayu untuk bangkit dan mendudukkannya dikursi, Ayu memeluk sepatu Sinta dengan sangat erat, tak mau dirinya melepaskan sepatu itu.
...----------------...
Semua warga sudah dipanggil oleh Pak Dion, banyak warganya yang datang kemari. Mereka berbondong-bondong membawa senjata tajam dan juga balok untuk menghajar anak-anak itu.
"Pak Dion, tapi kau yakin kan ada yang masuk kemari mereka masuk kemari kan "tanya salah satu warga yang memegang golok.
"Tentu, mana mungkin aku salah, malahan mereka belok masuk tiba-tiba gerbangnya tertutup sendiri, aku yakin mereka masuk sini kita harus mengecek ke dalam aku yakin mereka ada di dalam mereka pasti sembunyi aku yakin itu"
"Baiklah, hei buka pintunya biarkan kami mengecek kalian sudah menyembunyikan penjahat. Sinta ditabrak dan kami tidak akan pernah pulang sebelum mendapatkan keadilan"
"Ya betul ayo keluarkan para penjahat itu"
Tiba-tiba datang mobil polisi dan mencoba untuk menghentikan teriakan-teriakan mereka yang mengganggu warga di sekitar sini.
"Sudah aku bilang kan biar polisi saja yang melakukan penyelidikan. Kenapa kalian malah di sini dan membuat keributan, membawa senjata tajam seperti itu juga "
"Ya karena aku tahu mereka masuk kemari, aku sengaja ingin menjaga agar mereka tidak keluar lagi dan pergi begitu saja, aku melihat mereka masuk kemari tapi pak satpam di sini tidak membolehkan aku untuk masuk. Aku ingin mengecek ke dalam"
"Kau yakin masuk kemari" tanya Pak Polisi.
"Tentu aku yakin mereka masuk kemari"
Polisi itu langsung menyuruh Pak satpam untuk membuka gerbang dan memangil kepala sekolah yang ada disini, tapi belum juga Pak Satpam pergi kepala sekolah sudah ada dihadapan mereka.
"Ada apa ini, saya mendengar dari dalam ada keributan"
"Begini Pak Ginanjar, di kota seberang ada tabrak lari dan pelaku masuk kemari ini ada saksi mata. Apakah kami boleh untuk memeriksa sekolah agar membuktikan apa yang dikatakan oleh Bapak ini bagaimana" ucap Polisi mencoba untuk bernegosiasi.
"Tentu, silakan geledah sekolah. Saya tidak masalah silakan. Kalian cari tapi hanya satu orang yang masuk dan para polisi saja, tidak boleh terlalu banyak. Nanti malah akan merusak properti di sekolah ini. Ayo siapa yang akan masuk dan mengecek semuanya "
"Saya yang masuk " ucap Pak Dion
"Baiklah. Ayo mari masuk dan cari apa yang kau lihat itu, apakah ada di sini atau tidak"
Pak Dion dengan langkah lebarnya langsung masuk diikuti oleh para polisi. Mereka tak tahu kalau Pak Ginanjar tersenyum miring.
__ADS_1
Anak-anak sudah tak ada, dan rencana kedua akan dirinya lakukan, supaya nama sekolah tetap baik. Apalagi Tuan Adi pasti dia akan marah kalau mengetahui tentang masalah ini.
Sebisa mungkin dirinya harus menutupi semuanya, agar terlihat baik-baik saja dan tak ada masalah.