Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 59 Membagi waktu


__ADS_3

Adi menatap satu persatu orang itu, dia pertama melihat dokter, lalu melihat kearah guru yang akan mengajarkan Bella.


"Apa Darma sudah berbicara pada kalian berdua kalau bekerja di sini kalian tidak boleh membocorkan tentang rahasia dari keluarga ini, ataupun membocorkan tentang siapa aku keluarga ku dan semuanya, setelah kalian keluar di sini kalian harus melupakan dan tidak boleh membicarakan pada siapapun atau kalian akan mati nantinya"


"Iya tuan kami sudah tahu, dan kami sanggup melakukannya"


"Baiklah kalau kalian memang bersungguh-sungguh ingin bekerja di sini dan mentaati apa yang aku mau, maka aku akan menerima kalian dan kau dokter harus selalu memeriksa keadaan Bella, dari gizi dari kandungannya semuanya kau harus mengurusnya dan kau juga guru baru Bella harus mengajarkan istriku dengan baik jangan membentaknya bila dia tak bisa dan buatlah dia lulus dengan nilai memuaskan"


"Baik tuan kami akan melaksanakan apa yang tuan mau " ucap dokter itu tersenyum senang.


"Ya sudah Darma kau bawa mereka keluar, tunjukan kamar mereka pada Sera dan kau juga minta Bella untuk keruangan ku sekarang juga"


"Baik tuan "


Mereka semua keluar dari dalam ruangan itu, dan menutupnya dengan perlahan juga.


***


Bella yang masih setia memakai pakaian itu hanya diam saja sambil membaringkan tubuhnya, melihat langit langit kamarnya yang tak ada berubah rubahnya, gak bisa gitu plafon kamarnya berubah warna atau tiba tiba ada bintang bintangnya atau yang lainnya gitu.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuklah " teriak Bella


"Nona maaf saya menganggu, tuan Adi menyuruh anda untuk keruangan nya "


"Mau apa " tanya Bella masih dengan membaringkan tubuhnya


"Saya juga tidak tahu nona, saya hanya disuruh saja untuk memangil nona "


"Hemm baiklah "


Bella bangkit dan berjalan kearah ruangan Adi, tanpa mengetuk pintu Bella masuk dan duduk dikursi panjang yang ada disana, Adi hanya bisa menatapnya saja. Dan tak lama kemudian Ziva datang, langsung duduk dipangkuan Adi."


"Duduklah di samping Bella jangan seperti ini Ziva "


"Sudah aku bilang kau duduk di sana jangan membantahku terus Ziva, aku tidak suka perempuan yang selalu saja merengek padaku, kau itu bukan anak kecil" bentak Adi yang sudah kesal dengan kelakuan Ziva dan kebohongannya.


Ziva dengan kesal lantas bangkit dan duduk di samping Bella namun masih memberi jarak. Tak mau dekat dekat dengan Bella.


"Jadi tentang masalah tadi Bella yang melemparkan sampah pada Ziva aku_"


"Aku tidak melemparkan sampah itu tanpa alasan, dia yang sudah melakukannya aku punya saksi dan kak Zack adalah saksi ku, dia sudah melemparkan sampah itu padaku apakah di kamar kalian tidak ada tong sampah sampai-sampai istrimu itu melemparkannya keluar rumah itu tidak baik itu malah akan mencemari lingkungan, apakah istrimu ini tidak pernah sekolah " potong Bella

__ADS_1


"Kau bisa diam dulu Bella aku sudah tahu di sini siapa salah dan siapa yang benar dan kau Ziva jangan kau terus seperti ini, kelakuanmu itu sangat kekanak-kanakan kau tidak mencerminkan seorang perempuan dewasa tolonglah bersikap dewasa, aku tidak mau diantara kalian berdua ada pertengkaran lagi dan untuk masalah Bella menjadi pelayan sudah hentikan kau sudah puaskan Ziva memberikan Bella hukuman. Sudah aku tidak mau di sini ada lagi Bella melakukan itu, bukannya aku tidak adil tapi ini untuk kebaikan kalian berdua aku ingin kalian berdua akur apalagi anak yang ada di kandungan Bella akan diasuh oleh Ziva, bagaimana saat ini saja kau tidak akur dengan Bella bagaimana nanti kau akan mengurus anaknya Bella"


"Aku tidak salah Adi, aku tak melakukan apa apa pada Bella kalau dia tak memulai terlebih dahulu, aku tak akan melakukan itu sungguh "


"Sudah Ziva, aku tahu semuanya dan aku melihat kelakuanmu tadi jangan mengelak lagi, aku sudah bilang kan aku tidak suka perempuan yang suka berbohong aku kecewa padamu sangat kecewa. Kau jangan terus seperti ini aku lelah aku ini bukan hanya mengurus kalian berdua saja tapi aku juga harus mengurus pekerjaanku, jadi jangan terus membuat ulah "


"Aku tak pernah ingin diurus olehmu suaminya Kak Ziva, aku bisa mengurus tubuhku sendiri diriku sendiri dan semuanya aku bisa mengurusnya tanpa bantuan suaminya Kak Ziva"


Adi menghembuskan nafasnya jangan sampai disini ada kekerasan atau teriakan, dirinya tidak mau membentak Bella.


"Kau adalah istriku Bella, maka aku sebagai suami akan melakukan itu aku ingin kalian berdua akur dan aku akan membagi waktu untuk kalian berdua, tiga hari aku tidur denganmu Ziva dan 4 hari aku akan tidur dengan Bella, Bella sedang mengandung dan aku harus selalu menjaganya"


"Tapi itu tidak adil Adi, aku hanya diberi 3 hari bersamamu sedangkan perempuan ini 4 hari aku tahu dia istrimu juga istri sah mu tapi aku yang lebih berhak atas dirimu, akulah istrimu yang sesungguhnya bukan dia, dia hanyalah perempuan pengganti untuk mengandung anak kita, dia bukanlah perempuan spesial yang ada dalam hidup kita dia hanyalah wadah untuk anak kita saja aku tidak mau itu"


"Kalau kau tidak mau menerima keputusanku baiklah Ziva aku akan terus bersama Bella. Mungkin aku akan terus tidur bersamanya untuk menjaganya"


Bella bangkit dan menatap kedua suami istri ini " begini saja aku punya ide lebih baik kalian setiap hari tidur berdua, aku tidak butuh ditemani oleh siapa-siapa karena di sini di rumah ini aku tidak percaya pada siapapun termasuk suaminya Kak Ziva apalagi kak Ziva sendiri, aku tidak percaya pada kalian berdua maka lebih baik kalian habiskan waktu kalian berdua, aku sudah hamil toh jadi aku bisa menjaganya dan nanti saat anak ini lahir aku pasti akan memberikan anak ini pada kalian berdua, tidak usah khawatir disini sudah ada dokter dan akan memeriksa aku, aku lebih baik tidur sendiri daripada harus membagi waktu seperti ini. Lebih baik kau habiskan saja waktumu bersama istri sah mu bersama istri pertamamu, bersama istri sesungguhnya aku di sini hanyalah seorang ibu pengganti seperti yang apa Kak Ziva bicarakan jadi aku tidak berhak untuk memilikimu suaminya Kak Ziva"


Bella langsung keluar sebenarnya hatinya sakit saat mengatakan itu entah kenapa dirinya memang ingin selalu dekat dengan suaminya Kak Ziva, ada sesuatu yang menariknya untuk selalu dekat dengannya dan setiap melihat mas Adi dekat dengan Kak Ziva rasanya hatinya seperti dicubit dan sakit sekali.


Apakah ini bawaan anaknya apakah seperti itu mungkin saja ya, dirinya juga sebenarnya tidak mau seperti ini tidak mau tergantung pada siapapun termasuk mas Adi yang memang sekarang suaminya. Tapi tetap saja mas Adi bukanlah suami sesungguhnya maksudnya dia bukan suaminya yang akan selalu hidup bersamanya sampai hari tua nanti.

__ADS_1


Dirinya hanya akan menjadi istri mas Adi sampai anak ini lahir, semoga saja mereka bisa menjaga anak ini dengan baik dan jangan sampai mereka memperlakukan anaknya dengan keji.


__ADS_2