Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 82 Apa perbedaan ku


__ADS_3

"Tuan kau ingin tambah minum lagi " sambil duduk dipangkuan Adi, Adi sekarang ada di club malam sendirian.


Adi melihat perempuan yang sedang duduk di pangkuannya ditatapnya perempuan itu dari atas sampai bawah, Adi mengambil sesuatu dari saku jasnya lalu menancapkan sebuah belati kearah dada perempuan itu sampai dia tersungkur.


Orang orang yang melihat hal itu berteriak histeris, tak menyangka dengan apa yang Adi lakukan. "dengarkan kalian semua jika ada yang berani duduk di sampingku ataupun di pangkuanku, maka nyawa kalian akan sama dengan perempuan itu jangan pernah ada yang berani duduk disampingku hanya istriku yang boleh hanya Bella yang boleh duduk di pangkuanku dan di sampingku"


Hening tak ada yang menjawab lalu datang yang mempunyai club " maaf tuan atas pekerja saya yang tak becus "


"Sepertinya kau harus mencari pekerja yang lain dia terlalu gegabah, aku menjadi tak nyaman di sini padahal aku sudah menyewa tempat VIP Tapi tetap saja seperti ini"


"Maafkan saya tuan tolong maafkan saya, akan saya pecat dia "


"Percuma dia sudah mati "


Adi kembali duduk dan menegak kembali minuman ber- alkoholnya, sebenernya dirinya sudah berhenti minum saat mengetahui Bella mengandung, tapi kembali dirinya lakukan setelah Bella pergi meninggalkannya.


Hatinya sedang sakit, dirinya sedang patah hati dan satu satunya melampiaskan semuanya adalah dengan minuman, mungkin setelah dengan minuman dirinya akan kembali ke dunia hitam dan berebut wilayah kembali dengan mafia lain.


Adi saat mendengar suara ponselnya berdering segera melihat siapa yang menelfonya ternyata Ziva ada apa dia menelfon, Adi segera mengangkatnya.


"Ada apa "


"Kau kapan pulang Adi "


"Kau tidak usah memikirkan ku kapan pulang, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku Ziva, sejak kapan kau mengkhawatirkan ku, kau sudah puaskan Bella tidak ada disampingku, ini kan yang kau inginkan "

__ADS_1


"Memangnya Bella ke mana, aku tidak tahu kalau Bella sudah tidak ada di sini lalu dengan anak kita bagaimana Adi bagaimana "


"Tak usah memikirkan tentang anak lagi, semuanya sudah kacau aku hanya membutuhkan Bella bukan membutuhkan seorang anak. Jika kau ingin pergi dari sampingku pergilah aku tidak peduli lagi "


Sambungan langsung diakhiri oleh Adi sepihak, Adi kembali sibuk dengan minuman, dirinya tak akan melampiaskan kemarahannya pada perempuan karena sampai kapan pun dirinya tak akan mengkhianati Bella.


Semarah marahnya dirinya pada Bella, dirinya tak akan pernah melakukan itu, dirinya akan selalu setia pada satu perempuan yaitu Bella Banurasmi istrinya.


***


Ziva menyimpan ponselnya air matanya sudah jatuh tanpa dirinya minta, kata kata Adi sudah menyakitkan dirinya sudah menyakitkan hatinya, apakah dirinya tak pernah berarti untuk Adi, apakah selama ini pengorbanannya tak pernah berarti untuk Adi.


Secepat itukah Adi mencintai Bella, secepat itukah Adi ketergantungan pada Bella, sebenarnya apa yang tidak dirinya punya, kenapa Bella selalu unggul darinya.


Saat melihat ada orang yang masuk kedalam kamarnya Ziva hanya diam saja, dan orang itu langsung menyimpan sebuah nampan dan menunduk berhadapan dengan Ziva.


"Apa kekuranganku dibandingkan Bella dan apa perbedaan ku dengan Bella Sera, jawab pertanyaan ku dan jawab dengan jujur"


Sera diam, harus jawab apa kalau dirinya mengatakan nona Bella sangat jauh berbeda dengan nyonya Ziva yang ada nanti nona Ziva marah, kenapa dirinya harus dihadapkan dengan situasi yang seperti ini.


"Jawab aku Sera aku sedang bertanya padamu, jangan diam saja. Kenapa Adi bisa langsung mencintai Bella, sedangkan saat bersamaku Adi butuh beberapa tahun untuk bisa mencintaiku, lalu dia juga butuh beberapa tahun untuk dapat menerima aku sebagai istrinya, tapi bersama Bella hanya butuh beberapa bulan saja Adi sudah menerimanya dan sangat mencintainya sebenarnya apa yang aku tidak miliki dan apa yang dimiliki oleh Bella"


"Mungkin dari segi sifat nyonya yang aku lihat seperti itu, nona Bella orangnya keras kepala pembangkang dan berani melawan tuan itu membuat Tuan tertarik karena ingin terus menaklukkan nona Bella dan akhirnya malah Tuan Adi yang bertekuk lutut oleh Nona Bella pemikiran ku sih seperti itu, tapi aku pun tidak tahu. Seorang laki-laki biasanya akan lebih suka jika seorang perempuan sulit untuk didapatkan dan itu akan lebih menantang untuk didapatkan olehnya, tapi tidak semua laki laki juga seperti itu nyonya "


Ziva diam, dia mengingat pertama dirinya mendekati Adi memang berbeda dia memberikan tubuhnya pada Adi, dirinya berani langsung bertelanjang bulat dihadapan Adi, apalagi dirinya juga saat menikah dengan Adi sudah tak perawan dan dirinya sudah dipakai oleh beberapa laki laki.

__ADS_1


Apakah karena itu juga ya, dirinya makin binggung, bagaimana bisa mendapatkan hati suaminya lagi, dirinya tidak mau sampai harus melepaskan Adi, dirinya ingin selalu ada disamping Adi.


Dirinya ingin terus menjadi nyonya Adipramana Anggabaya, dirinya tak mau lepaskan nama itu, dirinya ingin terus menjadi orang terpandang dirinya ingin selalu menjadi istri satu satunya Adi.


Padahal dirinya sudah senang kalau Bella sudah pergi dari samping suaminya, berarti Bella tidak akan mengganggu hubungan pernikahan mereka lagi, tapi nyatanya tetap saja Bella pergi Adi pun malah makin dingin dan kasar padanya.


Adi tak memikirkan bagaimana perasaannya. Adi bahkan tidak meminta maaf dengan keadaan dirinya yang seperti ini. Padahal ini yang melakukan adalah Adi tapi dia sama sekali tidak ada niatan untuk meminta maaf pada dirinya.


Suami macam apa Adi ini, rumah tangannya berantakan hanya karena ingin adanya seorang anak. Ini semua salah ayah mertuanya, ayah mertuanya yang telah membuat Adi berubah, dia yang telah melakukan ini, maka ayah mertuanya jugalah yang seharusnya memperbaiki rumah tangannya.


***


Adi yang keluar dari club tak lagi sempoyongan seperti tempo hari, tubuhnya masih bugar dan fikirannya kembali pada istrinya Bella.


Saat Adi membuka pintu mobil tiba tiba ada yang menodongkan pisau ke lehernya. Adi sama sekali tak takut dia hanya diam menunggu orang itu berkata sesuatu padanya.


"Berikan semua uangmu padaku "


"Apakah kau tak akan menyesal saat mengunakan uangku nanti, apakah kau yakin "


"Cepat berikan uangnya padaku "


Adi mengangkat tangannya dan dengan cepat Adi membalikan keadaanya sekarang pisau itu ditodongkan Adi kearah perut laki laki itu dan leher laki laki itu dicengram dengan begitu erat oleh Adi.


"Yakin kau ingin uangku, yakin kau ingin menghabisi ku"

__ADS_1


Cleb cleb cleb Adi menusuk beberapa kali perut laki laki itu, sambil membekap mulutnya agar tak berteriak dan membuat kegaduhan.


Setalah yakin orang itu mati Adi segera melemparkanya dan pergi begitu saja tak lupa dirinya juga menghubungi anak buahnya, untuk membereskan hama ini yang telah mengganggunya.


__ADS_2