Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 129 Mood ku hancur


__ADS_3

"Kak Sera sedang apa, kenapa sibuk sekali "


"Aku sedang memasak ada apa dengan mu " .


"Kita bikin rujak buah mangga yu kak pasti rasanya akan enak sekali, asam manis pasti enak sekali " .


"Kau seperti perempuan saja"


"Ist kenapa berkata seperti itu memangnya kalau seorang laki-laki tidak boleh makan rujak ya, padahal boleh-boleh saja kan tidak ada masalah"


"Ya bukan begitu maksudku jarang saja ada laki-laki yang suka bikin rujak"


"Akan aku buatkan kau hanya perlu memakannya saja "


Rizki dengan semangat mengambil apa saja yang dirinya perlukan lalu segera menguleknya memberikannya banyak cabai, setelah selesai mengupas buah mangga muda dan memberikannya pada kak Sera.


"Cobalah kau pasti akan suka "


Sera mendekati Rizki mengambil satu potong buah mangga dan mencoleknya, Sera diam menatap wajah Rizki lama dan mengunyahnya dengan cepat " hemm hebat juga enak, Apakah cita-citamu menjadi tukang rujak"


"Akkh kau bisa saja " ucap Rizki sambil memukul bahu Sera "mana mungkin cita-citaku menjadi tukang rujak cita-citaku yaitu menikahi Kak Fatimah, lalu sukses oh tidak tidak sukses dulu baru menikahi Kak Fatimah tapi apakah Kak Fatimah tidak akan direbut orang lain, ya sepertinya aku akan mengikat dulu Kak Fatimah sukses dan menikah dengannya" lanjut Rizki dengan sangat antusias.


"Apakah perempuan itu sangat berarti untukmu, sampai-sampai dalam setiap pembicaraan kau membawa bawa nama itu, aku menjadi penasaran secantik apa dia sampai-sampai bisa memikatmu"


Rizki tersenyum dan duduk berhadapan dengan kak Sera "dia begitu cantik bahkan sangat cantik dia sangat berarti untukku, meskipun dia sulit untuk aku gapai tapi aku akan mencoba untuk terus menggapainya dan mendapatkannya, aku tahu kenapa dia terus menolakku ada sebuah trauma yang dia simpan dan hanya sebagian orang saja yang tahu dan aku ingin menghilangkan trauma itu, agar dia bisa menjalani hidup dan mencintai seseorang yaitu aku mencintai aku"


"Hemm begitu ya berjuanglah untuk bisa mendapatkannya, pasti kau bisa ayo makan rujak buatanmu rasanya enak sepertinya aku akan ketagihan dan akan meminta kau untuk membuatkannya lagi "


"Ayo kita merujuk, pasti akan sangat segar disiang bolong memakan rujak seperti ini. Dengan senang hati aku akan membuatkannya "


Rizki mencomot buahnya dan memakannya sambil menahan asam dari buah itu tapi enak dimakan siang siang seperti ini.


***


"Sayang padahal aku ingin mengajak mu kencan kenapa kau malah membawaku ke toko pakaian bayi "

__ADS_1


Bella menatap suaminya sekilas dari tadi dia mengeluh saja, "kita harus membeli keperluan bayi anak kita 3 dan aku tidak mau mereka kekurangan, makanya aku berbelanja sekarang untuk memilih pakaian-pakaian yang lucu untuk mereka gunakan, cepatlah mas kau jangan terus mengeluh inilah kencan, kita sebentar lagi akan mempunyai Dede bayi maka ini adalah kencang pertama kita untuk membeli baju mereka "


"Tapi ini menurutku bukan kencan sayang, ini hanya berbelanja biasa kencan itu kita makan di restoran makan berdua suap-suapan terus mesra-mesraan tapi ini malah beli baju bayi "


"Kau anggap saja ini sebuah kencan sudah jangan banyak bicara. Ayo ambil yang itu mas dan itu sepatu itu sangat lucu ambil 3 pasang sekaligus mas, yang satu warna pink satu warna biru satu warna kuning. Ayo mas aku akan membuat kamar mereka sangat cantik dengan pernak-pernik yang nanti akan aku beli setelah ini kita ke tempat dekor ya mas"


"Sayang lebih baik kita makan "


Bella membalikan badan dirinya sudah kesal suaminya mengeluh terus "ya sudah kau saja sana makan biarkan aku belanja sendiri aku bisa belanja tanpa dirimu kau itu dari tadi mengeluh terus aku lelah mendengarkan keluhanmu itu "


Bella menghentakan kakinya dan mengambil troli dari tangan suaminya " sayang maaf aku tak sengaja aku hanya ingin membuatmu nyaman "


"Sudah sudah sana makan, kau makan saja aku akan berbelanja sendiri "


"Jangan marah sayang "


Adi memeluk istrinya dari belakang, sangat sulit sih tapi dirinya tak boleh melepaskan pelukan ini " mas lepaskan malu "


"Aku tak akan melepaskannya, aku tak peduli mau kau malu atau tidak pokoknya aku minta maaf "


"Kau itu seorang mafia apakah tidak malu merengek seperti ini"


"Kau ya kau mau selingkuh dengan mbak-mbaknya begitu, dengan aku membeli dia kau juga akan menikmatinya iya kau ingin selingkuh dengannya kau ingin dia, sungguh menyebalkan jalan-jalan ini sungguh membuat aku marah padamu"


"Tidak aku tidak mungkin selingkuh cintaku begitu luas padamu, mana mungkin aku bisa selingkuh tidak sayang aku hanya menawarkan saja, ya siapa tahu bisa dijadikan pelayan begitu"


"Pokoknya semua laki-laki sama mata keranjang"


Bella memberikan trolinya pada suaminya dan berjalan lagi dengan cepat. Sungguh entah kenapa dirinya begitu kesal pada suaminya dan ingin selalu menyalahkannya apa ini bawaan dari bayinya masa sih bayinya berlaku seperti ini pada ayahnya.


"Ini aku ingin ini beli ini"


"Baik sayang aku bawa ya, apalagi yang kau mau tas atau bedak atau ini sayang mainan anak"


"Terserah kau saja ambil saja"

__ADS_1


"Sayang jangan marah"


"Aku tidak marah"


"Tuan tunggu ini sepatunya jatuh "


Adi membalikan badan dan melihat sepatu yang dirinya tadi masukan jatuh, kenapa bisa. Adi mengambil sepatu itu " terimakasih mba "


"Ya sama sama mas "


Perempuan itu langsung pergi meninggalkan Adi dan Bella, saat Adi menatap sang istri, dia sudah mendelikan matanya.


"Terimakasih mba, " Bella membalikan badannya dan berjalan kembali moodnya sudah jelek entah kenapa langsung jelek.


***


"Sayang mau pesan apa "


"Terimakasih mba "


"Sayang kau ingin pesan apa aku hanya berterima kasih padanya. Apakah salah dia sudah mengambilkan barang kita yang jatuh. Apakah aku salah berterima kasih padanya"


"Terimakasih mba " kembali Bella mengulang kata kata itu


"Biar aku pesan sendiri tidak usah olehmu nanti tiba-tiba kau akan tersenyum pada pelayannya dan berbicara Terima kasih Mbak" ledek Bella lagi


Bella melihat lihat menu dan memangil pelayan laki laki untuk memesan makananya. Bella sudah menuliskannya di kertas yang tadi mereka berikan.


"Sudah mba tidak ada yang dipesan lagi"


"Sudah mas itu saja, terimakasih ya mas kau tampan "


"Kau pergi " ucap Adi dengan kesal pada pelayan itu.


"Kau berani berkata seperti itu lagi akan aku kurung kau dikamar Bella dan aku tak akan mengeluarkan mu, aku akan membuatmu tak bisa jalan 1 tahun "

__ADS_1


"Masa bodoh, terimakasih mba "


"Bella " teriak Adi dengan menggelegar


__ADS_2