
Bella yang sudah ada dilobi rumah sakit segera berlari ke arah ruangan suaminya. Bella tidak memperdulikan kak Zack yang dari tadi terus meneriaki namanya yang dirinya mau sekarang adalah menemui suaminya menagih tentang kesadaran suaminya itu, suaminya harus bangun dia tak boleh tidur dia tak boleh ingkar janji.
Bahkan Bella membuka pintunya dengan kasar Rizki yang sedang mondar-mandir sampai kaget dan langsung menghampiri Bella " Bella kau tidak apa-apa kan tidak terjadi apa-apa kan denganmu kenapa kau sulit dihubungi. Ada apa denganmu, kenapa kau terburu buru ada apa, apakah ada yang menyerang lagi, Bella jawab aku "
Bella tidak menjawab dia berlari ke arah suaminya dan mengguncang tubuhnya "Sudah aku bilang kan saat aku sampai kau harus bangun tapi kenapa kau tidak bangun, kenapa kamu membiarkan aku sendirian kenapa. Kau membiarkan aku berjuang sendirian mas aku butuh dirimu aku butuh kau yang selalu menyemangatiku aku butuh dirimu yang selalu ada untukku kenapa kamu membiarkan aku sendirian seperti ini ,bangunlah aku menagihnya kau harus bangun seperti dulu kau berbicara padaku kalau aku tidak boleh mati maka aku tak mati tapi kau aku suruh bangun saja kau tidak bangun, aku butuh kau aku butuh pelukan mu bangunlah"
Bella yang lemas terjatuh dan menangis dilantai, dirinya sungguh tak kuat menerima semua ini ,dirinya ingin suaminya segera bangun dan memeluknya.
"Sayang ayo bangun "
Bella mendongakan kepalanya ternyata itu ayah mertuanya " kenapa mas Adi tidak bangun. Aku ingin dia bangun ayah aku ingin dia seperti semula lagi kenapa dia tidur terus kenapa dia tidak memperdulikan aku dari tadi aku menyuruh dia untuk bangun, tapi apa nyatanya dia sama sekali tidak bangun kenapa seperti itu Ayah kenapa, aku ingin dia berbicara lagi "
"Kau harus sabar Ayah pun ingin Adi bangun tapi dia masih koma, kita tidak bisa membangunkannya dengan paksa Bella kita tidak bisa, kita harus sabar menunggu kau hanya perlu yakin saja kalau suami akan bangun kembali dan bersamamu "
"Semuanya sama saja, aku ingin suamiku bangun ayah aku ingin dia bangun "
Tuan anggabaya segera memeluk Bella dengan erat, Bella menumpahkan kesedihannya di dada ayahnya dan memukul-mukul dadanya juga rasanya sakit sekali saat melihat suaminya tak bangun bangun, apa dia tak mau bangun dan terus berbaring dirinya ingin suaminya memeluknya menciumnya berceloteh dan mengusap perutnya..
"Kenapa kau tega padaku mas, seharusnya aku tak membiarkan mu pergi seharusnya aku bangun waktu itu mungkin semua ini tak akan terjadi "
**
"Hei maafkan aku karena tidak merawatmu dengan benar, aku malah sibuk dengan perempuan-perempuan muda itu aku salah Stella kau tahu aku menemukan seorang perempuan yang sangat mirip dengan mu, dia begitu berani dia begitu angkuh sama sepertimu. Adi memiliki istri yang sama sepertimu. Kau pasti ingin bertemu dengannya dia adalah fotocopymu di masa muda kau tahu dia juga cantik sepertimu bangunlah sayang aku minta maaf atas semua apa yang telah aku lakukan, aku berjanji tak akan melakukan itu lagi "
Tuan Jeremy memegang tangan istrinya dengan erat, dia tersadarkan oleh sikap Bella yang sangat sama dengan istrinya. Seharusnya dari dulu dirinya tidak berselingkuh. Seharusnya dari dulu dirinya tidak membiarkan istrinya dirawat oleh pelayan.
Seharusnya dirinya yang merawat sepenuhnya bukan hanya mengelap tubuhnya sungguh dirinya sudah tersadarkan oleh Bella, dirinya seperti melihat istrinya Stella kembali hidup kembali muda karena keberanian Bella dan juga cara dia membela suaminya.
"Jika kau nanti bangun aku akan mempertemukan kalian berdua aku yakin kalian berdua pasti akan sangat cocok, kalian sama, sama-sama pemberani kalian pasti akan menjadi teman bangunlah sayang maafkan aku, aku yang salah maafkan aku yang tidak memperdulikanmu. Aku sangat mencintaimu sayang maafkan semua kelakuanku itu aku sekarang pulang aku akan selalu ada untukmu, aku tidak akan memikirkan tentang perempuan muda itu lagi aku tidak akan selingkuh lagi aku janji padamu kau bisa memegang kata-kataku, jika sampai aku berselingkuh lagi kau boleh membunuhku, kau ambil hartaku saja sayang "
__ADS_1
"Aku juga sudah sadar. Seharusnya aku tidak membela orang yang salah Adi orang yang diserang tapi aku malah membela Deri dan ingin melepaskannya aku memang salah besar telah melakukan itu dan membiarkan dua temannya itu untuk mengatur pertemuan tadi, tapi aku juga berterima kasih pada mereka karena aku bisa bertemu dengan Bella dan aku bisa sadar atas semua kesalahanku dia juga sedang mengandung"
"Semoga saja saat aku yang merawat mu, kau akan kembali sehat kau akan kembali seperti dulu lagi satu bulan lagi akan ada sebuah pertemuan pasti Bella akan ikut, kau pasti akan bertemu dengan perempuan berani itu. Kau pasti akan melihat fotokopimu saat dulu kau akan melihatnya. Kau pasti akan senang saat melihatnya aku yakin itu"
Tuan Jeremy membaringkan tubuhnya di samping sang istri, lalu memeluknya dengan erat, mencium pipi istrinya yang sudah sangat kurus sekali, tak terasa air matanya mengalir dengan deras, dirinya begitu merasa sangat bersalah.
"Kau harus kuat sayang kau harus kuat, aku akan membahagiakan mu, aku akan membuatmu selalu bahagia aku tak akan menyakitimu lagi sayang aku janji itu, aku tak akan melukai mu lagi "
**
"Jangan ganggu Bella biarkan dia beristirahat kasihan dia sudah mengurus ini itu urus dulu semuanya Zack, jiwa Bella sedang terguncang dia belum bisa menerima Adi yang belum sadarkan diri, siapa mau yang terjadi seperti ini. Apakah kau sudah menyelidiki siapa yang telah menyerang Adi, aku ingin bertemu dengannya ada masalah apa dia dengan Adi "
"Sudah tuan tapi saya belum menemukan penjahat itu, siapa dia apakah komplit mafia atau sengaja ingin melukai tuan Adi, kamu akan terus memantaunya tuan, aku akan menemukan orang itu sampai ketemu tuan aku berjanji padamu "
"Lalu bagaimana dengan penghianatan yang dilakukan oleh kakaknya Bella apakah dia sudah menerima ganjarannya "
"Belum tuan nyonya Bella ingin membalasnya sendiri kami tidak bisa melakukan apa-apa sebelum nyonya Bella melakukan perintah, sekarang semua perintah ada di tangan Nyonya Bella kami tidak bisa melakukan dengan gegabah, kami tidak mungkin ambil keputusan sendiri "
Zack diam, dia tak berani menjawab memang Dea sudah sangat keterlaluan berkhianat seperti itu, memangnya apa yang didapatkan olehnya dengan membantu Serena tak ada kan.
Zack melihat nyonya Bella yang tertidur disamping tuannya, kasian sekali nyonya Bella dia sedang mengandung tapi harus mengurus semuanya, kapan tuannya akan bangun, dirinya juga sedih atas tuannya yang tak bangun bangun.
"Kau juga harus istirahat Zack, aku tahu kau juga lelah kau baru pulang bersama Bella kau istirahat sekarang, masih banyak kan anak buah yang menjaga kau juga harus fit kembali pekerjaan esok hari akan banyak sekali dan kau akan sibuk "
"Iya Tuan saya akan beristirahat di ruangan sebelah, kalau ada apa apa kau bisa memanggil ku "
"Baiklah kau beristirahatlah aku yang akan menjaga mereka berdua kau tenang saja, aku bisa melawan penjahat itu kalau dia berani datang kemari "
"Baik tuan"
__ADS_1
Zack keluar dari ruangan itu dan saat membuka ruangan kedua sudah ada Rizki dan juga Sera yang sedang makan, enak sekali mereka makan sedangkan dirinya dari tadi belum makan yang meskipun tadi sudah makan nasi goreng bersama Nyonya Bella. Tapi tetap saja rasanya masih lapar dan ingin makan lagi, perutnya belum kenyang.
"Kenapa kalian tidak menungguku makan kenapa kalian makan berdua saja, aku juga lapar kenapa kalian tak adil, padahal kau Sera memasak dengan banyak seperti itu"
"Tenang saja aku memasak yang banyak kau tidak usah takut akan kehabisan itu makanlah makanan itu dan aku sudah memisahkan makanan untuk Tuan Anggabaya, tolong kau berikan ya sepertinya dia kecewa padaku dia marah padaku gara-gara aku tidak menahan Nyonya Bella untuk tidak pergi,"
"Tuan Anggabaya hanya marah sesaat saja sudah kau berikan saja kau itu kan orang kepercayaannya, kau yang harus memberikannya sudah dia tidak akan marah padamu, aku jamin itu kau tak usah takut ya "
"Kenapa sih kau menyebalkan sekali, tolong aku kau berikan pada Tuan anggabaya aku tidak mau dimarahi olehnya lagi, ayolah kau ini tidak mau membantu temanmu sendiri, kita sudah berteman lama kenapa kau tak mau berbaik hati padaku kenapa coba ah "
"Baiklah akan aku lakukan nanti, tapi sekarang aku ingin mengisi perutku dulu aku pun lapar aku pun ingin makan. Memangnya kau saja yang bisa makan. Aku juga pengen makan tahu"
"Ya tinggal makan saja apa sulitnya coba, apakah kau ingin aku layani tentu saja tidak, kau ambil sendiri dan makan sendiri "
Zack segera mengambil piring dan mengambil nasi yang begitu banyak dia hampir menghabiskan nasinya dan juga lauk pauknya Sera yang melihatnya langsung marah "kau mengambilnya terlalu banyak orang-orang yang lain juga belum makan, sisakan untuk mereka, kasian mereka juga ingin makan "
"Mereka juga bisa beli sendiri atau mungkin kau bisa memasak lagi nanti untuk mereka, aku ini sangat kelaparan aku ini dari kemarin-kemarin sudah bekerja dengan keras dan aku butuh makan yang banyak, sudah kau diam Sera aku tak suka suara mu itu "
"Terserah kau saja akhh, aku marah padamu Zack "
"Marah-marah terus kau ini ya, kau akan makin tua nanti kalau marah marah terus, sudah tua ditambah marah-marah makin tua saja kau itu "
"Kau juga tidak sadar diri kau juga tua kau makin tua makin jelek masih saja makannya banyak, kau tak sadar umur "
"Kalian ini jangan berantem seperti itu malu nanti kalau kedengaran ke ruangan sebelah atau Tuan Anggabaya nanti dia akan marah lagi, sudahlah habiskan makanan kalian. Kak Sera kau tenang saja nanti aku akan membantumu untuk memasak lagi tak usah khawatir aku bisa memasak, aku bisa membantumu ya jadi kau jangan menghiraukan Kak Zack yang banyak makan itu , dia mungkin memang sedang kelaparan sekali kak "
"Nah seperti itu dong kau seharusnya membelaku Sera, lihatlah Rizki saja tahu kalau aku sedang kelaparan ya sudah aku makan. Kalian juga makannya kita makan sama-sama, agar perut kita sama sama kenyang dan hati pun senang "
Sera mendelikan matanya dan kembali fokus pada makanannya kenapa juga Rizki malah membela laki-laki menyebalkan ini. Seharusnya kan Rizki membelanya malah membela dia menyebalkan sekali.
__ADS_1
Rizki ini memang dari awal tak bisa membelanya entah karena polos atau kenapa coba, padahal kan dia pintar seharusnya bisa membelaku sudahlah aku pusing.