
Seorang laki laki melihat kearah ruang besar yang sedang direnovasi, dengan cepat laki laki paruh baya itu menghampiri orang yang sedang berjaga didepannya.
"Maaf nak apakah saya boleh bertanya sesuatu "
"Ya ada apa pak, apa ada yang bisa saja bantu "
"Ya sebentar saja ingin menanyakan sesuatu pada kalian ya siapa tahu kalian tahu dan melihat anak saya yang diculik sebentar ya "
Laki laki paruh baya itu memberikan foto itu pada dua orang itu " ini fotonya coba kalian lihat apakah kalian pernah melihat perempuan ini. Dia anakku Bella dia diculik apakah kalian pernah melihatnya di daerah sini atau seseorang yang membawa anakku "
Dua orang itu saling tengok karena mereka tahu kalau orang itu adalah istri kedua dari tuannya "bagaimana apakah kalian pernah lihat tolong bantu saya, saya sudah mencari kemana-mana anak saya tapi tidak pernah ada yang tahu"
"Ada apa ini "
Tiba tiba muncul Ziva dan menghampiri ketiga orang itu "nyonya "
Ziva langsung mengambil foto itu dan kaget, ini Bella lalu melihat lagi kearah laki laki paruh baya ini "maaf Nona apakah kau pernah melihat perempuan ini, perempuan yang ada di foto itu dia anakku dia menghilang dan diculik oleh seseorang "
Ziva memberikan foto itu kembali pada ayahnya Bella " tidak kami tidak pernah melihat perempuan ini bukankah perempuan ini yang ada di berita itu ya, yang meninggal karena diculik "
Ayah Bella menundukan kepalanya dengan lesu, dirinya kecewa sangat kecewa sekali "baiklah jika kalian semua tidak pernah melihat anakku terima kasih aku permisi"
Ayah Bella langsung pergi dari rumah besar itu, berjalan dengan lunglai dan Ziva langsung masuk kedalam rumah, tak lupa dia juga mengeluarkan ponselnya dan menelfon suaminya.
"Ayo Adi angkat, angkat ini sangat penting kau ini ke mana sih sangat sulit dihubungi"
Ziva terus saja menghubungi suaminya namun tak sama sekali ada yang suaminya angkat "sialan kau terlalu menikmati bulan madumu bersama perempuan itu"
__ADS_1
Ziva masuk kedalam kamar mengambil uang yang masih tersisa dan pergi kembali sudahlah lebih baik jalan jalan dari pada memikirkan suaminya yang sedang bersenang senang, maka dirinya sekarang juga harus bersenang senang melupakan masalahnya sejenak.
**
"Jadi kita mau kemana sayang "
"Emm kemana aja Piyan yang penting sama kamu aja, aku mau jalan jalan pokoknya "
"Yaudah sayang kita jalan jalan ya "
Ziva sekarang malah berselingkuh dengan Piyan, ajakan Piyan waktu di klub itu Ziva setujui karena Piyan terus saja meneleponnya tapi tak apa suaminya juga sekarang sedang bersenang-senang maka dirinya pun harus bersenang-senang tidak boleh kalah dengan Adi, kalau nanti Adi tahu tinggal bilang saja kenapa Adi boleh seperti itu dan dirinya tidak boleh gampang lah berbicara dengan Adi nanti.
Piyan membukakan pintu mobil dan Ziva langsung masuk, Piyan dengan riang dan bahagia masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mobilnya, Ziva menyenderkan kepalanya di bahu Piyan.
"Tau nggak sih Ziva saat kamu bilang kalau kamu mau pacaran lagi sama aku, aku seneng banget sampai-sampai aku nggak bisa berkata-kata lagi"
"Terus sama istri kamu gimana, apa dia tahu kalau kamu punya hubungan gelap sama aku "
"Ya takutnya istri kamu pasrah dan biarin suaminya selingkuh gitu terus kalau misalnya ketahuan sama istri kamu gimana"
"Gak akan mungkin semua itu tak akan mungkin terjadi tenang aja ada aku yang akan urus semuanya dia juga gak akan bisa marah sama aku, karena dia begitu mencintaiku"
"Hemm Baiklah,"
Mobil berhenti disebuah restoran mereka segera turun, Piyan menggandeng tangan Ziva dengan mesra dan membawanya masuk kedalam, setelah memesan makanan dan minuman Piyan memegang tangan Ziva dan menciuminya, "kau cantik dan selalu wangi, Dia istriku setiap pagi pakai daster, rambut berantakan dan itu tidak membuatku berselera sekali"
"Hemm benarkah kau tidak sedang merayuku kan "
__ADS_1
"Tentu saja tidak mana ada aku merayu mu saja, aku berkata jujur memang istriku setiap hari seperti itu dia tidak bisa mengurusnya dirinya sendiri apalagi aku, dia selalu saja memakai baju yang itu itu saja "
"Tapi kan dia istrimu harusnya kau sebagai suami mengurusnya memberikannya uang yang cukup untuk mengurus dirinya"
"Aku sudah melakukan itu bahkan setiap bulan aku selalu melebihi uang belanjaan tapi dia terus saja memakai pakaian yang itu lagi itu lagi penampilan itu lagi itu lagi, tak pernah berubah makanya saat bertemu denganmu aku begitu senang, saat Zea berkata kalau kau akan pergi ke ke club waktu itu aku begitu senang makannya aku langsung memesan tempat VIP untuk bertemu langsung denganmu"
Ziva tersenyum malu dan membenarkan rambutnya yang menghalangi wajahnya "benarkah apakah aku spesial dalam hatimu apakah aku masih ada di dalam hatimu"
"Tentu kau adalah perempuan spesial dalam hidupku dan akan tetap ada selalu dalam hatiku, aku tidak akan pernah melupakanmu Syifa aku begitu mencintaimu dari dulu sampai sekarang"
"Aku senang mendengarnya tetaplah mencintaiku Piyan"
"Tentu sayang aku akan selalu mencintaiku " Sambil mengecup tangan Ziva.
Piyan yang melihat kearah pintu melihat orang yang dirinya kenapa dengan cepat Piyan bangkit dan membawa Ziva keluar "kenapa kau membawa ku keluar ada apa ".
"Sudah sayang ayo kita keluar dulu saja aku berubah fikiran untuk tak makan disini saja, rasanya tak enak saja makan disini kita cari tempat yang lain ya, kita cari yang lebih mahal lagi "
"Tapi aku ingin makan disini, makanannya akan segera jadi "
"Tidak sayang ayo cepat kita makan ditempat lagi "
Setelah Ziva masuk ke dalam mobil Piyan juga segera masuk dan melajukan mobilnya menjauh dari restoran itu wajah Piyan sudah sangat pucat sekali.
"Ada siapa sih sebenarnya tiba-tiba kita pergi dari tempat itu padahal tadi baik-baik saja apakah ada istrimu datang ke sana atau siapa sampai-sampai kau begitu takut katanya kau tidak akan pernah takut dengan istrimu"
"Bukan dia bukan istriku kita harus pergi dia orang yang berbahaya dan bisa mengancam hubungan kita, lebih baik kita pergi saja sudah ya kita makan di tempat lain atau kita ke hotel saja mau"
__ADS_1
"Hemm baiklah kita ke hotel saja aku jadi penasaran sebenarnya siapa orang yang membuatmu takut dan berbahaya itu jangan-jangan istrimu yang berbahaya"
"Bukan bukan dia bukan istriku sudah aku bilang Ziva dia bukan istriku sudah ya kita ke hotel dan kita bersenang-senang di sana aku akan memuaskanmu sayang seperti dulu"