Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 118 Kebahagian ku


__ADS_3

Hari dimana yang Bella dan Adi tunggu tunggu akhirnya terlaksana juga, Bella sudah ada didalam gedung dan bersama ayahnya bersisian.


"Pih aku takut "


"Kenapa takut sayang, papih senang kau akan menikah, menikah dengan laki laki yang bisa menjagamu, mungkin papih waktu itu tak merestui mu tapi sekarang papih sadar dia mampu menjagamu dalam keadaan apapun dan anak anak mu juga butuh ayahnya disampingnya "


"Terimakasih papih "


"Apapun demi kebahagian mu akan papih lakukan "


Pintu terbuka dan Bella bisa melihat Adi yang duduk berhadapan dengan seorang penghulu.


Bella memegang erat tangan ayahnya, mereka berjalan perlahan, dan Bella melihat banyak sekali orang, bukannya dirinya sudah bilang pada Adi ingin pesta yang sederhana tapi ini apa mewah sekali, dari dekornya saja sudah sangat mewah, saat Bella melihat kearah kanan matanya langsung bertubrukan dengan Alvaro.


Dia datang kemari, dia tak apa, Bella memutuskan tatapannya dan kembali melihat kedepan dengan senyum yang sangat tipis, karena memang sangat gugup sekali melihat orang yang begitu banyak dan semua mata tertuju padannya.


Ayahnya membantu duduk dan Adi masih saja menatapnya " kau cantik sayang, sayang cantik sampai sampai aku terpukau "


Adi mencium pipi Bella dan orang orang langsung berteriak " aduuhh tuan belum sah sabar tuan "


Adi menatap orang yang berteriak itu ternyata Rizki sahabat Bella memang dia yang paling berani, orang orang tersenyum dengan tingkah Rizki yang seperti itu bahkan dia sampai berdiri.


"Baiklah kalian sudah siap mari kita mulai " ucap penghulung nya.


Ijab kabul segera dimulai, Adi mengucapkanya dengan lantang dan dalam satu tarikan mereka sah.


Adi memasangkan cincin pada jari Bella dan disusul oleh Bella juga yang memasang cincin, Adi yang memang tak sabaran mencium kening Bella.


***


"Kenapa jadi banyak seperti ini mas, aku sudah bilang kan jangan banyak banyak "


"Ini sedikit sayang, apakah kau lelah jika lelah kita kekamar "


"Lalu dengan tamu tamunya bagaimana "


"Tak masalah kau lelah "


Bella mengelengkan kepalanya dirinya tak mau membuat tamu tamu kecewa dengan ketidak adaan mereka berdua masa pergi ketempat pernikahan tak ada tamunya.


Tiba tiba ada seorang ibu ibu naik dan menyalami mereka " ini perempuannya sudah mengandung, bagaimana ini sudah besar sekali apakah kalian berdua kecolongan sampai perutnya besar seperti ini, kalau pacaran itu harus hati hati ya, jangan suka dikamar berduaan "


Adi terus saja menatap perempuan itu, lalu Adi berjalan kedepan dan mengambil mikrofon "mohon perhatian semua"


Semua orang yang sedang mengobrol dan makan serta mendengarkan hiburan langsung berhenti, bahkan musik pun sudah berhenti.


"Sayang kemarilah " ajak Adi.


Bella dengan berlahan berjalan kearah suaminya dan memegang tangannya dengan erat, dirinya tadi merasa sedikit sakit hati dengan kata kata ibu ibu tadi, dan dia masih ada dipelaminan berdiri memperlihatkan dirinya dan juga suaminya.


"Mohon perhatian untuk semuanya, Pasti kalian bertanya-tanya kenapa istriku sudah isi perutnya agar kalian tidak salah paham seperti ibu yang ada di pelaminan dan berkata yang tidak tidak pada istriku maka akan aku jelaskan semuanya di sini" Bella menyenggol suaminya namun Adi hanya diam saja dan langsung melanjutkan perkataannya " aku dan juga Bella sudah pernah menikah dan anak ini bukan anak hasil dari zinah, kenapa kami menikah lagi agar kalian seluruh dunia tahu kalau Bella Banurasmi adalah istriku, istri sahku dan istri satu-satunya Adipramana agar kalian bisa mengenal istriku dengan baik, jika nanti bertemu di jalan atau mungkin dia pergi ke kantorku. Mungkin ini tidak penting untuk sebagian orang tapi ini akan penting untuk orang yang memang hanya bisa berpikiran buruk pada orang lain. Terima kasih silakan kalian lanjutkan makan dan juga yang lainnya terima kasih juga kalian semua sudah datang ke pernikahan aku dan juga istriku"


Adi mengandeng sang istri kepelaminan lagi, dan ibu itu sudah turun dengan angkuh, sepertinya dia tak terima dengan kebenaran ini.


"Mas "


"Apa sayang, itu memang seharusnya agar mulut mereka diam dan tak membicarakan permataku ini"


Saat Bella akan menjawabnya sudah ada orang yang memangil namannya " Bella "


Bella mantap orang itu dan tersenyum canggung, bahkan dia datang dengan keluarganya.


"Bella selamat untuk pernikahan mu dan juga tuan Adi, aku mereka senang kau mendapatkan laki laki yang bisa membelamu dan selalu ada disampingmu, aku bersyukur kau mendapatkan laki laki yang sempurna "


Bella bukannya menjawab malah melongo melihat Alvaro berkata seperti itu " sayang dia mengajak mu berbicara " ucap Adi dengan lembut sambil mencium tangan sang istri

__ADS_1


"Emm ya terimakasih Alvaro, kudoakan semoga kau dapat jodoh yang baik dan akan bisa membuatmu selalu bahagia"


"Terimakasih, selamat berbahagia "


Alvaro menyalami Bella lalu beralih pada Adi, Bella yang melihat Sani mengusap perutnya " sepertinya kita akan melahirkan bersama "


Sani tersenyum dan memeluk Bella meskipun sulit karena terhalang oleh perut mereka yang buncit. "aku senang bisa bertemu denganmu Bella "


"Aku pun sama San "


"Selamat ya atas pernikahan mu, aku bahagia melihatmu bahagia "


Mereka sekali lagi berpelukan dan Sani beralih kearah Adi, Bella sekarang berhadapan dengan nenek sihir sebisa mungkin Bella tersenyum manis padanya, dia hanya menyalaminya tanpa berkata apa apa dan om Sena juga sama menayaminya saja.


Setelah mereka turun Adi memeluk Bella dari samping " sepertinya mantan mu itu sudah ikhlas "


Bella menatap Adi, dan wajah mereka berhadapan itu kesempatan Adi dia mencuri kecupan dari bibir istrinya.


"Mas malu kau ya "


"Tak apa kita sudah menjadi suami istri lalu kenapa harus malu sayang, tak usah malu "


"Tetap saja "


"Hebat ya mantan mu itu langsung bisa iklas "


"Ya bagus dong, kau ini bagaimana coba "


"Ya aneh saja, tapi yasudah lah berarti aku tak punya saingan sayang, kau hanya miliku dan sampai kapan pun kau akan menjadi miliku bukan milik orang lain "


***


"Mereka bahagia sekali ya " ucap Rizki pada seseorang yang ada disampingnya bahkan Rizki tak tahu dia siapa.


Rizki menatap perempuan yang ada disampingnya, ini bukannya perempuan yang ada di rumahnya tuan Adi " kau itu kerabatnya tuan Adi "


"Bukan aku pelayan mereka aku Sera "


Sera menjabat tangan Rizki meski tadi tangan Rizki belum terangkat " kau agresif ya " ucap Rizki sambil cengar cengir.


"Aku tak agresif hanya ingin berkenalan saja dengan orang yang dekat dengan nona Bella, karena kami semua harus waspada disini banyak musuh "


"Hah musuh "


"Kau tak akan tahu, kau sahabatnya kan jangan macam macam "


"Tentu aku tak akan macam macam kau bisa jamin, aku menyayangi Bella, mana mungkin aku akan tega "


"Baguslah "


"Oh ya kenapa kau masih muda sudah kerja dirumah tuan Adi "


"Itu adalah sebuah pilihan dan aku ingin bekerja dan mengabdi pada keluarga yang telah menolong keluargaku, aku tak mungkin tak membalas kebaikan mereka pada keluargaku "


"Mereka sangat berarti untuk mu "


"Tentu aku akan melindungi mereka dengan sekuat tenaga"


"Kau memang bisa bela diri "


"Orang orang yang ada dirumah tuan Adi harus bisa bela diri dan berkelahi dan juga menembak itu untuk melindungi dari musuh "


"Waw sepertinya seru tinggal di sana "


"Coba saja kau tinggal disana dan kau rasakan "

__ADS_1


"Apakah aku boleh "


"Tanya saja pada tuan Adi "


Rizki tanpa menjawab ucapan Sera langsung naik keatas pelaminan dan memeluk Bella dengan erat.


"Sudah jangan lama lama " sambil memisahkan Rizki dan Bella.


"Aku ini sahabatnya tuan kau jangan marah, aku hanya memeluk Bella saja, bahkan saat dia menangis dulu aku yang selalu memeluknya dan menenangkannya "


"Hemm "


"Bella apakah aku bisa ikut dengan mu "


"Ikut kemana " ucap Adi lagi lagi Adi yang menjawab


"Bolehkah aku beberapa hari bersama Bella, ya maksudnya aku baru sebentar bersamanya dan aku juga ingin melihat dia nyaman dulu disana "


Adi mengerutkan dahinya, " kau yakin "


"Tentu aku yakin, aku hanya ingin melihatnya saja aku janji tak akan menyusahkan kalian dan tak akan menganggu kalian "


"Baiklah hanya beberapa hari "


"Hemm siap tuan hanya beberapa hari tapi bila aku betah selamanya " Rizki setelah mengatakan itu langsung berlari kebawah dan meninggalkan Adi serta Bella.


"Teman mu itu ya kenapa begitu, apakah kau tahan berteman dengannya "


"Tentu dia baik dan selalu menbelaku bahkan saat teman-temanku yang lain menjauhiku hanya dia yang menemaniku, ya mereka menjauhiku karena kesalahanku juga karena aku selalu membully anak-anak, tapi dia selalu ada di sampingku dan selalu memberi nasihat padaku tapi tak pernah aku dengarkan dan sampai akhirnya dia meninggalkanku saat di mana kau menculikku itu kami baru berpisah"


"Hemm sabar namun pada akhirnya meninggalkan mu juga "


"Iya memang dia meninggalkanku juga, tapi aku tahu kenapa dia meninggalkanku, sudahlah itu hanya masa lalu yang terpenting aku sekarang sudah berubah dan aku bukan Bella yang dulu lagi dan teman-temanku juga sudah kembali lagi"


"Jangan lupa mantanmu juga sudah kembali lagi"


Bella mencolek dagu Adi " kau cemburu ya "


"Tentu aku cemburu istriku dulu selalu saja menyebut-nyebut nama laki-laki itu, aku hanya mencintai laki-laki itu saja aku hanya ingin bersama Alvaro saja" Adi memperagakan Bella yang dulu selalu berucap seperti itu.


Bella malah tertawa melihat bibir Adi yang maju mundur seperti ikan saja, dan tanpa rasa takut Bella mencomot bibir itu.


"Hey sayang apa yang kau lakukan "


"Bibirmu seperti ikan "


"Kiss baby "


"Nanti disini banyak orang "


"Berarti kalau dikamar kau mau menciumku kan "


"Emmm bagaimana ya, akan aku pikirkan "


"Sayang " rengek Adi


Adi sama sekali tak malu memperlihatkan dirinya yang manja pada Bella, masa bodoh yang jijik padanya karena seperti ini pada istri kesayangannya ini.


"Sayangg jangan begitu, aku selalu yang memulai sekali kali kau "


"Akan aku fikirkan "


"Awas ya kau akan aku makan nanti "


Adi mengigit tangan Bella dan Bella dia hanya tertawa bukannya sakit tapi geli.

__ADS_1


__ADS_2