
Di dalam mobil saat pergi ke sekolah Andaru dan juga Aksa masih saja tidak saling tegur sapa mereka hanya diam Cempaka yang ada di tengah-tengah juga hanya bisa diam tidak bisa membuat kakak-kakaknya ini menjadi teman lagi, sepertinya mereka akan selalu bermusuhan.
"Ada apa dengan kalian bertiga tak biasannya kalian diam seperti ini " tanya Zack yang memang selalu mengantarkan para anak-anak.
"Tidak apa-apa Paman, mungkin Andaru dan juga Aksa sedang sariawan makannya mereka tidak tegur sapa, hanya aku saja di sini yang tidak sariawan jadi aku bisa bicara dan aku akan menjawab apapun yang Paman tanyakan"
"Hemm, begitu ya padahal kemarin kemarin mereka baik baik saja ya Cempaka "
"Memang kemarin mereka baik-baik saja tapi sekarang mereka sariawan, saat makan saja mereka saling diam tidak berbicara seperti aku, aku selama makan tadi terus saja berbicara pada mama dan juga Ayah, tapi mereka hanya fokus pada makanannya tidak seperti biasanya kan Paman, berarti memang benar mereka ini sedang sariawan atau mungkin mereka sedang mogok bicara atau mungkin mereka juga tidak bisa bicara atau mungkin mereka juga sedang apa ya Paman apa lagi ya"
Zack hanya tertawa mendengar celotehan Cempaka yang selalu saja bisa membuatnya tersenyum. Anak ini cerewet tapi lucu sekali, Cempaka adalah penghibur untuk para pelayan dan juga pekerja yang lain.
Setelah sampai sekolah mereka langsung turun. Tapi, tetap saja mereka seperti bermusuhan bahkan Andaru dan juga Aksa saling berjauhan Cempaka diam di tengah.
"Apakah kalian akan seperti ini terus mendiamkan aku, lalu kalian juga bermusuhan kalian ini saudara kenapa seperti ini" teriak Cempaka
Murid-murid yang lain langsung menatap kearah ketiga anak kembar itu.
Sedangkan Andaru dan juga Aksa tak peduli mereka langsung pergi meninggalkan Cempaka "Heyy kalian awas ya, aku akan mengadu pada mamah awas kalian semua"
Cempaka dengan langkah kesalnya menyusul kakak-kakaknya, "Kalian berdua menyebalkan sekali, awas saja akan aku beritahu mamah Ahhh "
__ADS_1
"Diam Cempaka " teriak kakak-kakaknya serempak.
Cempaka yang kesal segera pergi dan mendahului kakaknya yang sudah berteriak padanya awas saja mereka ya.
...----------------...
"Mamah mamah " teriak Cempaka
"Ada apa sayang, kenapa kau pulang sekolah teriak-teriak seperti ini "
"Mama lihat mereka berdua masih tidak mau saling bicara, bahkan tadi aku saja di sekolah dibentak oleh mereka, mereka masih saja bertengkar entah apa yang mereka pikirkan sampai-sampai mereka bungkam aku kira mereka sariawan tapi setelah mereka berteriak padaku mereka baik-baik saja"
Cempaka melipat tangannya dan cemberut " biar mamah buat mereka baikan ya "
Bella menghampiri kedua anaknya yang duduk diruang tamu, tapi mereka tidak bicara " ada apa ini mama dengar kalian berdua belum saling memaafkan "
"Aku sudah minta maaf pada Aksa mamah, tapi, dia belum juga mau bicara padaku, harus bagaimana aku meminta maaf pada Aksa " adu Andaru
Bella menatap anak keduanya itu dan mengelus kepalanya " Ayo bicara pada Mama apa alasannya kamu tidak memaafkan kakakmu Andaru "
"Aku tidak suka jika Andaru terus saja menjahili orang-orang, bisakah dia tidak seperti itu, jangan mengusik diriku jika aku sedang makan dia tidak boleh menggangguku itu tidak sopan, aku tidak suka diganggu seperti itu aku tidak suka dipermainkan"
__ADS_1
"Aku hanya ingin akrab bersamamu Aksa. Kau terlalu tertutup kau terlalu mendiamkanku, aku ingin mengajakku main bola bersama, berlari bersama main kelereng bersama. Cempaka juga mau bermain denganku dia tidak pernah menolak ajakanku. Tapi, kau selalu saja menolak aku apa salahku? Apakah aku salah mengajakmu bermain aku hanya ingin mengajak adikku bermain saja tapi kau tidak pernah mau"teriak Andaru
Setelah berteriak Andaru berlari naik kelantai atas sambil menangis, Bella menatap Aksa yang masih diam dengan wajah dinginnya.
"Bukannya mamah membela Andaru atau siapapun, tapi setidaknya cobalah kau bermain dengannya, cobalah kau bermain dengan saudara-saudaramu mereka juga rindu dengan kau yang dulu yang selalu bermain dengan mereka"
"Aku sedang belajar mamah, aku ingin menjadi juara kelas aku ingin menjadi nomor satu"
"Mama tahu kamu ingin jadi juara kelas. Mama tahu kamu ingin membanggakan kedua orang tua, tapi, setidaknya luangkan waktu untuk bermain bersama kakak dan adikmu. Mereka juga ingin bermain denganmu maafkan Andaru yang kelakuannya selalu saja membuatmu kesal, dia juga sudah minta maaf kan padamu cobalah mengerti Andaru hanya ingin bisa bermain bersamamu"
Hiks hiks tiba tiba saja Aksa menangis "Kenapa aku selalu kalah oleh Andaru, dia tidak pernah belajar Mama tapi dia selalu saja juara 1 tapi aku yang selalu belajar selalu di bawahnya kenapa Mama"
Bella memeluk Aksa dengan erat "memangnya kalau di bawah Andaru kenapa sayang, kau juga pintar seperti Andaru kalian berdua pintar anak mama tidak ada yang tidak pintar, tidak apa sekarang dibawah Andaru tapi nanti kau bisa di atasnya, jangan pernah kau takut kalah oleh kakakmu sendiri cobalah kalian belajar sama-sama. Siapa tahu ada yang belum kau mengerti tapi Andaru tahu dan Andaru belum mengerti kau juga tahu cobalah untuk dekat bersama kakakmu, cobalah untuk sedikit melunakkan hatimu pada Andaru jangan membenci kakakmu karena dia selalu ranking 1"
"Tapi, teman-temanku selalu saja mengolok-olok ku karena aku selalu kalah oleh Andaru"
"Jangan pernah dengarkan orang lain jangan pernah dengarkan cacian mereka, mereka hanya ingin kau dengan Andaru bertengkar saja, Andaru tidak pernah kan seperti itu padamu memang dia nakal tapi dia menyayangi adik-adiknya, kau jangan pernah bermusuhan dengan saudaramu sendiri karena jika kau nanti sedang kesusahan bukan orang lain yang membantumu, tapi saudaramu sendiri cobalah per erat ikatan persaudaraan kalian"
Aksa makin mempererat pelukannya pada mamahnya, apa yang dikatakan oleh mamahnya ternyata benar, seharusnya dirinya tak boleh seperti ini pada Andaru.
"Aku minta maaf Mama, aku terlalu mendengarkan kata-kata orang lain sampai-sampai aku lupa kalau Andaru adalah kakakku yang seharusnya aku hormati dan aku sayangi, aku terlalu memikirkan kata-kata mereka yang selalu mengejekku karena aku selalu ada di bawah Andaru karena aku selalu kalah oleh Andaru "
__ADS_1
"Pergilah ke kamar kakakmu dan cobalah bicara apa adanya, kalian tidak boleh bertengkar seperti ini Mama lihat Andaru sangat sedih karena kau mendiamkannya, dia sangat menyayangimu Mama yakin Andaru pasti sangat menyayangimu. Kau adalah adiknya kalian punya ikatan yang tidak bisa dilepaskan sampai kapanpun dan oleh siapapun"
Aksa melepaskan pelukannya dan menatap mamahnya lalu menganggukan kepalanya dan berlari kelantai dua untuk bertemu dengan sang kakak.