
"Kamu sudah pulang "
Cempaka makin mendekati Andaru dan tersenyum, mungkin aneh saat dirinya tiba-tiba ingin menemui Andaru.
Sangat aneh sekali kan, tapi itulah dirinya "Iya aku sudah pulang. Apakah yakin dokter memulangkan mu"
"Tentu saja, mana mungkin tidak"
"Hemm baiklah "
"Boleh aku minta pelukan mu lagi, kurasa aku ketagihan dipeluk oleh mu "
"Tapi aku belum mandi "
"Tidak masalah sebentar saja, tolong peluk aku "
Cempaka tampak banyak bantah langsung memeluk Andaru, pelukannya begitu erat sekali. Bahkan Andaru sampai memejamkan matanya..
Tiba-tiba saja ponsel Andaru berdering, Cempaka yang melihat itu dari siapa langsung melepaskan pelukannya.
"Angkat dulu telponnya, pasti sangat penting kalau Sinta menelfon "
"Tidak ada yang penting selain dirimu "
"Jangan seperti itu "
Cempaka langsung berdiri dan akan pergi tapi tangannya digenggam oleh Andaru "Aku bisa jelasin semuanya "
"Ini ga seperti yang kamu lihat "
__ADS_1
"Apanya, aku udah tahu kamu sering tukar kabar bersama Sinta, kalian sudah sangat dekat sekali jangan sakiti hatinya "
"Lalu hatiku "
"Andaru "
"Aku akan berkata jujur padamu, bukan aku yang melakukan itu tapi Galang. Aku bersumpah bukan aku yang selalu bertukar kabar dengannya "
"Apa buktinya "
"Kamu bisa periksa ponselku "
"Kalau sudah dihapus bagaimana percuma saja"
"Tidak , aku tidak melakukan itu. Tolonglah percaya padaku. Mana mungkin aku melakukan itu "
Cempaka dengan perlahan melepaskan genggaman tangan Andaru dan pergi dari hadapan Andaru. Rasanya dirinya ingin istirahat.
"Dapat dari mana kamu helm ini "
Inspektur sedang berbicara dengan pengendara motor yang tadi tak sengaja dirinya temui.
"Ini aku menemukannya "
"Kau yakin menemukan helm semahal ini, aku sungguh tak menyangka ada yang membuang Helm semahal ini "
"Aku berkata jujur inspektur untuk apa aku berbohong. Aku menemukannya, karena masih bagus makannya aku mengambilnya "
__ADS_1
inspektur menatap laki-laki itu, ini kan ciri ciri yang diberikan Ayu, dan pernah Ayu berikan juga fotonya. Kenapa bisa sama sekali.
"Dimana kamu menemukannya "
"Disamping sekolah SMA merah putih "
Inspektur langsung curiga berarti benar orang yang telah melakukan tabrak lari adalah salah satu murid dari sana. "Baiklah bisa aku simpan helm ini, aku ganti dengan yang baru "
"Tapi_"
"Kamu ingin terlibat dalam sebuah masalah "
"Tidak inspektur "
"Ya sudah kemarikan helm itu dan aku beri kamu uang untuk membeli yang baru "
"Baiklah inspektur " dengan masih tak rela laki-laki itu memberikannya pada inspektur dan mengambil uangnya yang diberikan inspektur.
Pak Ginanjar diam menatap sekolah, selama ini dirinya tak pernah pergi dari sekolah ini. Tapi karena keteledorannya jadi seperti ini.
Dirinya tak bisa memimpin lagi, dirinya bukan lagi orang pekerja tuan Adi, semua kenikmatannya hilang, tak ada yang tersisa.
"Ini adalah sekolahku, ini adalah rumahku. Gara-gara kamu Sena aku harus pergi dari sini, ini adalah kehidupanku. Tapi kamu sudah menghancurkan semuanya, aku tidak mau pergi dari sekolah ini tapi aku sadar aku salah "
"Tapi tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu Sena, kamu akan tahu siapa aku. Aku tidak akan mau menjadi babu mu lagi, aku tidak akan mau kamu suruh untuk melindungi anakmu yang kurang ajar itu "
Pak Ginanjar tersenyum licik, sepertinya dia sudah melakukan sesuatu dan ini pasti akan sangat membahayakan Aliya.
__ADS_1