
Adi yang terbangun karena suara ketukan pintu segera bangun, sebelum membuka pintu Adi mencuci muka dan sikat gigi dulu baru Adi keluar dari kamarnya dan melihat Sera yang wajahnya tenang dan anteng anteng saja menunggunya.
"Ada apa Sera "
"Di luar ada polisi tuan"
"Baiklah "
Adi berjalan kearah luar rumahnya dan melihat ada beberapa polisi " ada apa pak "
"Maaf tuan, apa tuan bisa mengidentifikasi jenazah yang ada dirumah sakit "
"Memangnya siapa yang ada dirumah sakit "
"Kami menemukan jenazah nyonya Ziva bersama seorang laki laki "
"Apa istriku Ziva " Adi pura pura kaget, raut wajahnya begitu sedih.
"Iya tuan biar tuan cek terlebih dahulu apakah benar itu nyonya Ziva, baru ditemukan tadi pagi, saya sudah mencoba untuk menghubungi tuan, tapi nomor tuan tidak aktif "
"Baiklah saya akan pergi kerumah sakit, saya akan mengeceknya , Zack cepat kau bersiap siap kita pergi kerumah sakit " teriak Adi dengan wajah yang sudah begitu sedih.
Adi pergi begitu saja menuju kamarnya, saat sudah masuk kedalam kamar Adi menatap cermin dan tersenyum dengan bahagia " apakah aktingku tadi bagus, hemm sepertinya bagus, sepertinya hari ini aku harus terus berpura pura agar mengecoh mereka semua, ayo Adi kita lakukan peran yang akan membuatmu lelah dan beraktinglah dengan bagus, kau harus mendalami peranmu yang satu ini, dengan berpura pura paling kehilangan "
Adi mengunakan pakaian santai dan kembali turun kebawah untuk pergi kerumah sakit.
***
Saat Adi berada dirumah sakit dan sudah ada diruangan jenazah ada seorang perempuan yang sedang menangis histeris dengan seorang anak yang juga menangis.
"Kenapa kamu tinggalin aku Piyan, kenapa kamu tinggalin aku, gimana sama anak kita, kamu kenapa bisa kayak gini, siapa yang lakuin ini sama kamu, siapa yang tega sama kamu, Piyan bangun Piyan jangan tinggalin aku, aku gak bisa tanpa kamu, aku gak bisa "
__ADS_1
Adi hanya diam sambil membuka kain putih yang menutupi wajah Ziva, lalu Adi dengan cepat segera berteriak dengan air mata yang bercucuran, hebat sekali Adi ektingnya.
"Sayang Ziva kenapa kau meninggalkan ku, kenapa kau melakukan ini, dan kenapa juga kau bersama laki laki itu kenapa kau bisa ditemukan dengan laki laki itu "
"Sayang bangun sayang, bangun jangan seperti ini " teriak Adi sambil mengundang tubuh Ziva
"Siapa yang telah melakukan ini padamu, siapa sayang, akan aku balas orang yang telah berani melukai istriku, bangun sayang bangun jangan tinggalkan aku , sayang bangun sayang "
Amelia yang sudah sedikit tenang melihat kearah Adi, tiba tiba saja Amelia berbicara " kau ingin tahu kenapa istrimu bersama suamiku, mereka berselingkuh "
Adi yang sedang histeris langsung mendongakan kepalanya " tidak mungkin istriku selingkuh, kau pasti salah Ziva tak mungkin selingkuh "
"Aku berkata jujur tuan mereka mempunyai hubungan gelap, aku kira selama ini hubungan mereka sudah selesai, hubungannya tak dilanjutkan ternyata malah bersama sama kembali dan akhirnya mereka matipun bersama kan "
Adi diam, mengusap air matanya dan menggelengkan kepalanya lalu keluar dari dalam ruangan jenazah, Adi berpura pura kalau dirinya seperti tak tahu apa apa, seperti dirinya orang yang paling tersakiti.
Amelia memejamkan matanya dan menghapus air matanya juga" aku memang kecewa padamu Piyan, tapi aku tak bisa kalau harus kehilangan kamu seperti ini "
"Aku masih membutuhkan mu dan anak kita juga masih membutuhkan mu "
"Kenapa kau harus berselingkuh dengan suamiku kenapa kau harus kembali pada kekehidupan suamiku, kalau saja kau tak ada, mungkin semua ini tak akan pernah terjadi, suamiku masih hidup dia masih ada disampingku, tapi karena dirimu suamiku mati bersamamu, sebenarnya apa yang kau lakukan apa yang kau lakukan Ziva sampai sampai suamiku seperti ini "
Amelia yang sudah mengayunkan tangannya untuk memeluk Ziva tak jadi " meskipun aku memukul mu tak akan bisa membuatku puas kau sudah tiada dan kau juga tak akan bisa merasakan pukulanku"
**
Adi yang sudah keluar dari ruangan jenazah itu, mengambil tisu yang dibawa Zack dan mengeluarkan ponselnya.
"Ayah "
"Kenapa "
__ADS_1
"Datanglah kepemakaman Ziva sekarang, dan tolong beritahu juga orang tuanya, aku tak punya banyak waktu aku akan mengurus dulu jenazahnya yang ada dirumah sakit "
"Kau apakah istriku Ziva "
"Dia selingkuh, ayah tahu apa yang aku lakukan "
Tanpa mau mendengar jawaban dari ayahnya Adi langsung mematikan sambungannya dan menatap Zack yang masih setia menunggu perintahnya.
"Siapkan pemakaman untuk wanita itu, hari ini harus selesai aku tak mau membuang buang waktu ku hanya untuk perempuan itu "
"Baik tuan saya akan menyiapkan segalanya "
"Ya "
Adi langsung pergi dan masuk keruangan dokter, ada polisi juga disana, dia akan membicarakan tentang Ziva, agar mayatnya segera dikuburkan saja tak usah diotopsi itu akan memakan waktu yang banyak dan akan membuatnya banyak pekerjaan, dirinya tak mau repot repot lagi dipanggil kerumah sakit hanya untuk mengurus Ziva.
***
Bella yang baru saja terbangun, melihat banyak sekali DM di Instagramnya masuk "siapa sih ini kan masih pagi ist ganggu aja "
Bella membuka pesanya tanpa melihat siapa orang yang telah menghubunginya.
'Bella kamu Dimana' pesan pertama terbaca oleh Bella.
Lalu yang kedua 'aku jemput kamu ya, kamu dimana Bella, kau dimana '
Saat Bella melihat siapa orang yang telah mengirimkan pesan dia langsung kaget, Alvaro, ternyata dirinya tak sadar telah memfollow Alvaro dan jelas saja ketahuan lah, dirinya saja ini memakai nama dirinya, bahkan nama lengkapnya sekaligus, tanggal lahirnya dan semuanya, yang pasti Alvaro akan tahu dengan cepat, dasar ceroboh dirinya ini, meskipun tak memakai foto Alvaro pasti akan tahu.
"Bella kenapa kau bodoh kenapa kau melakukan ini, bisa kacau kalau begini, bagaimana ini aduh dasar Bella bodoh kenapa bisa seperti ini "
Bella segera menghapus akunya, bahkan dia menghapus semua akunya, tak ada yang tersisa sedikit pun " jangan sampai Alvaro melihat keadaanku, aku tak mau dia melihat aku yang sedang mengandung, tidak aku tidak mau "
__ADS_1
Bella mematikan ponselnya, untuk sementara sepertinya matikan saja dulu, dari pada berurusan dengan Alvaro dan teman temannya, ya meskipun dirinya kangen dengan semua sahabatnya tapi tetap saja dirinya tak mau bertemu dengan mereka dengan keadaan yang seperti ini.
"Tidak aku tak boleh bertemu dengan Alvaro aku tidak mau sampai dia mengetahui aku sekarang sedang di mana dan mengetahui keadaan aku, memang dia tahu kalau aku sedang mengandung tapi aku tidak mau dia melihat keadaanku dan aku juga belum sanggup untuk melihat wajah kecewanya, mungkin aku sudah tidak ada rasa lagi untuk Alvaro. Tapi tetap saja aku tidak bisa melihat dia kecewa dengan keadaan aku yang seperti ini hatiku memang sudah dipenuhi oleh suaminya kak Ziva "