
"Ayah maafkan aku meninggalkan suamiku, kau kalau mau pulang dulu tak apa, biar aku yang menjaga suamiku"
"Kau Bella sudah bekerja dengan begitu giat kenapa kau mengerjakan semuanya, ada Zack kenapa aku mengurusnya"
"Tidak apa ayah, aku bisa mengurus semuanya aku masih belum percaya pada semua orang yang ada di rumah itu, aku masih trauma banyak sekali penghianat yang datang ke rumah kita, aku tidak mau sampai terjadi itu lagi, aku sudah mengurus semuanya dan syukurlah semuanya aman-aman saja, tidak ada yang terjadi bagaimana keadaan suamiku Ayah apakah dia sudah ada kemajuan"
Ayah mertuanya menatap Bella dan merangkul bahunya, " kau duduk ya, ayah akan mandi terlebih dahulu, kau beristirahat di kasur yang satu lagi, ayah akan membawa pakaian dulu, kau disini baik baik ya jangan kemana mana, sudah serahkan pekerjaan pada Zack dia bisa dipercaya dia adalah orang kepercayaan suami mu ya "
Bella menganggukan kepalanya dan ayah mertuanya pergi meninggalkannya, Bella memegang tangan suaminya dan menciumnya beberapa kali " mas kenapa kau tak bangun bangun. Apakah kau tega meninggalkan aku sendirian aku sudah mengurus semuanya aku sudah mengurus perusahaan, mengurus anak buahmu yang penghianat mengurus masalah tentang barang gelap yang tidak terkirim aku sudah mengurus semuanya kapan kau bangun, aku sangat membutuhkan mu mas "
"Apakah kau tidak kasihan denganku, apakah kau ingin terus tidur seperti ini aku sebentar lagi akan melahirkan. Apakah kau tidak ingin menemani aku melahirkan kau segeralah bangun mas, aku tidak bisa tanpamu mungkin saat di luar aku bisa mampu menghadapi semuanya tapi saat sendiri seperti ini aku tidak bisa aku butuh dirimu aku ingin kau selalu ada disampingku"
"Semua anak buahmu sudah aku kerahkan untuk mencari orang yang telah berani menusukmu, setelah dia ketemu kau harus sehat dan membalas semuanya ya kau yang harus menghukum dia karena dia telah berani melakukan itu padamu"
"Perutku sekarang kadang sakit mas tapi aku tidak memperdulikan itu yang terpenting kau sehat dulu ya, sepertinya anak kita juga merasakan tentang keadaan ayahnya yang sedang tidak sadarkan diri , kalau saja waktu itu kau tidak pergi atau mengajakku mungkin semua ini tidak akan terjadi mas"
Bella membaringkan kepalanya dan menatap wajah suaminya yang begitu pucat sekali.
"Bella ayo segeralah makan aku sudah membelikan makananya, ayo cepat kemari "
Bella menatap Rizki yang sedang menata semua makannya, sebelum pergi kearah Rizki Bella mencium kening suaminya dan juga bibir suaminya yang terasa dingin.
"Kau mau apa saja Bella "
__ADS_1
"Em terserah kau saja Ki, aku apapun akan aku makan asal anakku sehat "
"Baiklah ini makan rendang, sayur tahu, sayur bening dan juga daging bakarnya "
"Ini terlalu banyak Ki "
"Tak apa anak mu tiga dan kau satu jadi ini porsi untuk empat orang ayo makan, kau belum makan dari pagi hanya minum susu saja "
"Hemm aku tak nafsu makan Ki, apalagi melihat suamiku yang seperti itu"
"Kau harus kuat kau kan sedang mengandung kau juga harus mengurus semua perusahaan suamimu, kau juga harus mengurus semua pekerjaan suamimu maka kau harus bisa makan yang banyak agar tenagamu selalu ada, pekerjaanmu sekarang banyak aku sudah mengurus pekerjaan kantor yang kau suruh tadi semuanya sudah beres semuanya baik-baik saja , kau tidak usah terlalu khawatir ya, cepat makan habiskan semuanya jangan ada yang tersisa, ingat jangan ada tersisa "
"Hemm iya iya aku makan sekarang "
Bella makan sambil menatap suaminya yang berbaring lalu kembali fokus lagi pada makanannya terus saja begitu.
"Aku sudah menyelidikinya sekarang istrinya yang melakukan semua pekerjaan Adi. Sebenarnya dia ke mana kita harus menyelidiki kemana perginya Adipramana tidak mungkin kan tiba-tiba dia menyerahkan semuanya pada istrinya yang sedang hamil"
"Hemm benar juga "
"Kita harus membalas atas kematian teman-teman kita yang kemarin perang tak seharusnya kan istrinya itu membunuh semua teman kita "
"Ya kau benar tapi bagaimana kakaknya saja sudah dia tangkap Serena sudah ditangkap oleh Bella dan dipenjarakan mungkin atau mungkin sudah dibunuh. Istri Adi tidak bisa dilihat sebelah mata dia bukan seperti perempuan lain, yang lemah dan hanya tergantung pada suaminya dia itu lebih gila dari Adi pastinya, sekarang saja anak buah Adi dikendalikan olehnya perusahaan barang-barang pengiriman pun dia yang mengaturnya. Apakah dia anak dari seorang mafia juga"
__ADS_1
"Bukan dia anak dari seorang pengusaha tapi kakeknya adalah seorang prajurit hebat, makanya dia bisa berperang mungkin dulu kakeknya mengajarkan Bella untuk berperang, makanya dia bisa melakukan itu memegang senjata, bela diri dan yang lainnya"
"Kita harus mempelajari dulu tentang istrinya Adi itu, apa saja yang dia bisa kita tidak boleh ge gabah sekarang Adi makin bisa mengendalikan semuanya, apalagi istrinya bisa berperang seperti itu mungkin saja nanti dia bisa membuat strategi perang atau membuat senjata seperti Adi atau membuat racun juga"
"Iya kita sekarang harus melakukan semua rencana ini dengan matang, jangan gegabah seperti Deri dia terlalu gegabah ingin menyerang karena Adi tidak ada, pada akhirnya dia ditahan kan oleh Adi "
"Ya Aya aku tahu, sudahlah kita lihat dulu bagaimana rupa dari seorang Bella yang bisa mengalahkan seorang mafia "
"Ini "
Laki laki itu menatap wajah Bella "apakah dia masih muda atau umurnya belasan tahun kenapa begitu muda dan wajahnya juga seperti anak kecil, tidak mencerminkan perempuan hebat atau perempuan garang"
"Kau jangan meremehkannya dia bisa menggunakan senjata apapun dan dia juga bisa berkelahi, meskipun dia wajahnya seperti anak kecil tapi nyalinya tidak bahkan nyalinya melebihi laki-laki, kau tau sendiri kan waktu itu dia yang memimpin perang dia juga menembaki dengan tidak rasa bersalah dan rasa takut tidak ada itu"
"Baiklah kita lakukan pertemuan mafia seluruh dunia dan aku ingin tahu apakah dia akan datang. Apakah perempuan kecil ini yang akan datang"
"Baiklah akan kita lakukan aku akan berbicara dulu pada ketua apakah dia setuju " .
"Baiklah kita harus melihat dia dari dekat, dan aku juga masih tidak percaya dia bisa melakukan itu, bisa menjadi pemimpin perang "
"Hemm baiklah baiklah jangan menyesal nanti, dan kau juga jangan jatuh cinta padannya nanti karena aku sudah melihat kalau dia begitu cantik dan menarik sekali "
"Aku tidak akan menyesal melihat anak kecil seperti dia, aku ingin tahu sejauh apa nyalinya itu meskipun kakeknya dulu adalah seorang prajurit perang yang hebat "
__ADS_1
"Hemm ya ya "
Mereka segera membubarkan diri, kita belum tahu siapa mereka berdua, kenapa selalu menganggu Adi. Masalah apa selain peperangan kemarin.