Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 274 akan ada pesta


__ADS_3

"Mah kenapa rumah didekor seperti ini ya di tamannya. Memangnya akan ada acara apa mah"


"Sebenarnya sih ada teman lama Mama mau ke sini, mau makan malam sama-sama nanti kamu Mama dandanin ya biar cantik"


"Kayaknya aku ga usah ikut ya mah, nanti aku malah ganggu aku kan ga tahu nanti gimana harus makan yang baik di depan kalian"


"Kenapa kamu harus takut kan ada Mama. Cuman tante Sani aja kok makan malam biasa ga besar-besaran sayang, hanya makan biasa saja. Sambil mamah memperkenalkan kamu pada mereka "


"Tapi mah"


"Tidak usah tapi-tapian sayang, hanya makan saja nanti juga tante Sani datang kemari bersama anaknya. Kamu bisa berkenalan dengannya, dia juga sekolah di sana sama sepertimu. Lebih baik sekarang kamu istirahat mengerjakan tugas-tugas mu ya. Mama akan memasak dulu"


"Ya udah Cempaka bantu Mama masak aja ya"


"Ga usah kamu istirahat, terus makan dan kerjain tugas kamu ya"


Bella mengusap rambut Cempaka dengan sayang lalu mencium keningnya cukup lama. Cempaka pun akhirnya pergi karena mamanya terus menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar.


Baru saja dirinya duduk pintunya sudah terbuka. Ternyata itu Andaru wajahnya begitu jutek dan seperti tidak suka padanya.


"Kalau mau buka pintu tuh ketuk dulu"


"Kenapa ini rumah aku, emang ada yang salah ga ada kan"


"Tetep aja ketuk dulu aja, gimana kalau aku lagi ganti baju atau lagi ngapain gitu"


"Kenapa takut. Bukannya kamu adikku maka tidak salah kan kalau aku melihatmu telanjang sekalipun"


"Gila dasar. Mau apa sih"


"Kita satu kelompok kan"


"Ya aku berharap tidak sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Aku harus menghadapi kenyataan kalau kita satu kelompok "


"Kita kerjakan besok"


"Tentu kita kerjakan besok"


"Aku yang menentukan tempatnya"


"Terserah kau saja, mau di hutan, mau di laut terserah kau saja. Aku tidak akan ikut campur yang terpenting aku mau tugas itu beres dan tidak ada masalah"


Brak pintu langsung ditutup kembali dengan kencang oleh Andaru. Cempaka sampai kesal melihat kakaknya yang seperti itu. Sungguh menyebalkan sekali Andaru itu.

__ADS_1


...----------------...


Cempaka yang baru saja terbangun dikagetkan dengan pintu yang diketuk, dengan wajah yang masih mengantuk Cempaka membuka pintu.


Ternyata itu Ayahnya "Ayah menganggu kamu "


"Engga kok Yah "


"Ayah boleh masuk "


"Iya boleh "


Cempaka yang memang masih canggung dengan ayahnya ini membuka lebar pintu kamarnya itu, lalu menutupnya dengan perlahan.


Ayahnya sudah duduk dikursi yang ada dikamarnya, dengan perlahan juga Cempaka duduk dan berhadapan dengan Ayahnya.


Tiba-tiba saja Ayahnya memeluk Cempaka, sangat erat sekali dan Cempaka juga mendengar ada suara isakan. Apakah ayahnya menangis.


"Ayah sangat bersyukur kamu bisa kembali lagi ke mari, harapan Ayah hampir saja pupus dan hilang. Kamu menghilang begitu saja tanpa ada jejak sedikitpun dan Dania membawamu jauh sekali dari keluarga ini"


Pelukan itu langsung dilepaskan oleh Ayahnya, lalu mereka saling pandang dan Cempaka bisa melihat ada bekas air mata.


"Kamu harus tahu siapa Dadia itu sebenarnya "


"Sebenarnya permasalahan kalian berdua itu apa"


"Ceritanya panjang sekali dan Dania adalah sepupunya dari mantan istri ayah, dia kesel pada Ayah dan mencoba untuk menyakiti Mama kamu. Lalu karena mama kamu tidak bisa untuk disakiti dan ayah pun tidak mungkin membiarkan itu Dania marah, makanya dia menculik mu dengan meminta bantuan rekan Ayah maksudnya musuh ayah"


"Musuh, kenapa dia memusuhi ayah "


"Kapan-kapan akan ayah beri tahu apa pekerjaan Ayah, ya sudah Ayah hanya ingin kita berdua lebih akrab lagi. Jangan pernah canggung pada Ayah. Kalau ada apa-apa kamu tinggal bilang sama Ayah "


Cempaka hanya mengangguk saja lalu kepalanya diusap dan Ayahnya keluar begitu saja. Apa mamah Nadia dan kakek sejahat itu.


Tapi mereka berdua selalu saja baik padanya, harus mempercayai siapa dirinya ini. Mamah Nadia selalu lembut ya meskipun kadang-kadang kasar tapi dia baik.


Cempaka yang sedang melamun dikagetkan dengan ponselnya yang berdering. Ternyata itu Aina.


"Hallo Aina "


"Ayu kamu dimana, katanya mau bicara, katanya mau bawa aku ke rumahmu "


"Aduh aku lupa, beneran aku lupa, besok ya besok kamu ikut sama aku kerumah ok "

__ADS_1


"Iya deh, aku tadi tunggu kamu disekolah "


"Maaf banget tadi aku dijemput sama mamahku, aku kira kamu ga akan nunggu makannya aku langsung pergi aja gitu "


"Yaudah ga apa-apa. Besok ya "


"Iya besok "


Sambungan langsung dimatikan oleh Cempaka, Cempaka melihat ada sebuah pakaian didekat lemarinya pasti mamahnya yang sudah menyiapkan semua itu.


...----------------...


"Makan "


"Aku tidak akan pernah makan sebelum aku bertemu dengan anakku Ayu "


"Ya sudah tak masalah, kalau kau memang tak mau makan tak ada yang rugi. Tuan bilang kalau kau dan juga ayahmu tak mau makan berarti besok kalian tidak akan mendapatkan jatah makan lagi "


"Terserah kalian saja, lebih baik aku mati saja dari pada tidak bisa bertemu dengan anakku Ayu "


"Cempaka sudah tak ada "


Nadia langsung menatap kearah suara orang itu "Ke mana kan anakku"


"Terserah aku, aku ini ayahnya maka aku bebas membawa Cempaka kemanapun kau tak akan pernah melihat lagi Cempaka, ingat itu kau tak akan pernah melihat lagi Cempaka "


"Tidak, tidak kembalikan Ayu padaku jangan kau bawa anakku, kembalikan dia tolong aku tidak bisa hidup tanpa Ayu "


"Ini yang kami rasakan dulu maka kau patut merasakannya, kau sudah merasakan bagaimana kehilangan seorang anak kan dan ini rasanya maka nikmatilah semuanya, nikmati bagaimana prosesnya kau kehilang seorang anak "


"Tidak Adi berikan anakku, berikan dia jangan pisahkan kami berdua. Jangan pisahkan kembalikan anak ku, kembalikan Adi "


Adi malah tak menggubris dia langsung saja pergi begitu saja, sedangkan Dania dia terus saja berteriak meminta anaknya dikembalikan.


"Sudahlah Dania dia bukan anakmu, sudah biarkan dia"


"Tidak bisa ayah aku sudah mengurusnya aku yang sudah membesarkan Ayu, aku yang mengurus segalanya dia tak boleh kembali pada orang tuanya dia miliku ayah, uangku habis untuk dia aku tak bisa melepaskannya begitu saja "


"Kau kan yang mau mengurusnya "


"Akhh aku ingin Ayu ayah aku ingin aku, kembalikan Ayu ayah padaku "


Dania terduduk dengan lemas, lalu dia menangis dengan histeris, banyak anak buah Adi yang datang dan melihat keadaan Dania.

__ADS_1


__ADS_2