
Satu Minggu berlalu, pencarian mereka semua tak mendapatkan hasil sama sekali. Cempaka seperti ditelan bumi saja. Dia menghilang dan tak ada yang tahu dimana keberadaanya, siapa yang membawanya.
Semua mafia sudah diselidiki. Tapi, tak ada yang mengaku semuanya mengatakan tidak dan malah menimbulkan pertengkaran saja.
Yang tahu hanya Mario, tapi Mario sudah meninggal, dia mengakhiri hidupnya begitu saja, kenapa harus seperti ini, kenapa dia tak mau memberitahu.
"Sayang "
Bella yang sedang menatap taman langsung membalikan badannya dan menatap suaminya, sebelum membalikan badannya Bella menyusut air matanya.
Bella mengusap wajah suaminya yang kelelahan, lalu suaminya tiba-tiba bersujud padanya " Aku tak menemukan Cempaka. Tolong maafkan aku karena masa laluku Cempaka jadi hilang seperti ini"
Bella yang tak suka suaminya melakukan itu langsung berjongkok dan membangunkan suaminya " Jangan seperti ini, aku tak suka kau bersujud seperti ini "
"Akhhh " tiba-tiba ada yang berteriak.
"Mas itu ada apa "
Bella dan juga Adi segera berlari ke arah sumber suara, di sana ada pelayan yang sedang berteriak histeris dan menangis. Orang-orang sudah berkumpul di sana bahkan anak buah Adi sudah berbondong-bondong ke sana ingin melihat ada kejadian apa takut-takut ada musuh.
Ternyata pelayan itu menemukan sebuah kresek besar dia tidak sengaja membukanya tadinya ingin menyatukan sampah tapi di dalamnya ada mayat.
Mayat itu sudah busuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Mereka yang tidak tahan mundur, Adi dan Bella membukannya.
Alangkah kagetnya saat melihat pakaian yang sangat Bella kenal, Bella mengambil kalung yang tergantung dileher mayat itu.
Bella menarik nafas terlebih dahulu dan membuka kalung liontin berbentuk hati itu, setelah melihat istinya Bella langsung merosot dan tak bisa menahan lagi tubuhnya.
Rasanya lemas sekali, suaminya untung saja menangkapnya. Bella hanya diam dan tak berbicara apa-apa.
Air mata sudah mengalir, Adi mengambil kalung itu dan melihatnya lalu mengelengkan kepalanya, Adi melempar kalung itu dan membuka kresek besar itu.
"Ini tidak mungkin "
Adi tiba-tiba ingat tentang dirinya yang pernah melakukan ini pada Bella, menganti Bella dengan mayat yang lain.
"Ini tidak mungkin Cempaka "
Adi melangkah pergi meninggalkan mayat itu, sedangkan Bella sudah menangis histeris. Dikeluarkannya mayat itu dan Bella memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Cempaka jangan tinggalkan mamah, kenapa kamu pulang dalam keadaan seperti ini, mamah sudah mencari kamu kemana-mana tapi kenapa kamu kembali sudah seperti ini"
"Cempaka bangun jangan tinggalkan mamah "
Bella makin memeluk mayat itu, Bella menyingkap rambut anak perempuan itu untuk melihat wajahnya, namun percuma wajahnya sudah tak bisa dikenali.
"Cempaka " teriak Bella
"Mamah ada apa " Andaru yang baru turun bersama Aksa menghampiri Bella.
Mereka berdua langsung terduduk lemas saat melihat siapa yang ada dipangkuan mamahnya.
"Cempaka " teriak Andaru
Mereka berdua menangis, dan menggoyang-goyangkan tubuh Cempaka yang ada diperlukan mamahnya.
"Kenapa Cempaka seperti ini, mamah apa yang terjadi pada Cempaka "
Bella tak bisa menjawab dia hanya bisa menangisi kepergian anaknya, kenapa begitu cepat, Bella tiba-tiba sana pingsan.
Zack yang ada disana langsung memangku Bella untuk dibawa kedalam rumah, para anak buah Adi yang lain pun segera mengurus mayat Cempaka.
Hari ini adalah hari berduka untuk mereka semua, tak ada yang tak menangis, mereka semua menangis, bahkan para pelayan pun menangis melihat anak seceria Cempaka meninggal seperti ini, sangat mengenaskan sekali.
...----------------...
Adi hanya duduk diam, dia tak menangis. Dia masih tak percaya kalau anaknya bisa meninggal seperti itu. Kenapa kejadian ini mengingatkan pada kejadian dirinya saat memperlakukan ibu mereka.
Apakah ini karma, apakah ini balasan dari Tuhan. "Ini tidak mungkin, itu tidak mungkin Cempaka "
"Zack ada apa dengan Bella "
Adi mengambil alih istrinya yang dipangku oleh Zack "Nyonya pingsan Tuan, sepertinya dia syok "
Adi membaringkan istrinya dan mengusap dahinya " Tuan bagaimana apakah ingin langsung dimakan kan saja"
"Siapa yang harus dimakamkan, memangnya di keluargaku ada yang meninggal"
Zack diam, apa yang harus dirinya jawab nanti kalau misalnya salah menjawab bagaimana.
__ADS_1
"Tapi, Tuan itu dibawah_"
"Apakah kau percaya kalau itu Cempaka, hanya karena kalung dan pakaiannya saja. Apakah kau tidak pernah ingat apa yang pernah kita lakukan pada Bella waktu itu dengan menukar Bella dengan perempuan lain, sedangkan Bella nya masih hidup. Bisa jadi Cempaka juga seperti itu, mereka hanya ingin menipu kita saja"
"Tapi tetap saja kita harus mengurusnya, tidak mungkin membiarkannya Tuan, kita sudah mencari Cempaka ke mana-mana tapi hasilnya nihil. Tiba-tiba ada yang mengirim mayat pada kita Tuan. Saya juga masih tidak percaya kalau ini adalah Cempaka, tapi ini sudah ada buktinya. Mungkin Tuan pernah melakukan itu pada nyonya tapi_"
"Tapi apa Zack, kau urus saja dia. Aku tidak akan pernah percaya kalau itu Cempaka. Aku bukan orang bodoh yang mampu ditipu oleh mereka, aku akan tetap mencari Cempaka sampai dia ketemu. Mau kemanapun mereka membawa Cempaka. Aku akan terus mengejarnya meski aku tidak tahu sekarang mereka di mana, tapi suatu saat aku akan menemukan anakku"
"Baik Tuan saya akan mengurus semuanya"
Zack undur diri keluar, sedangkan Adi segera menganti pakaian istrinya yang sudah kotor dan bau amis.
...----------------...
"Cempaka "
Rizki yang baru datang dan melihat keadaan mayat Cempaka langsung mundur, dirinya tak sanggup melihat itu.
Rizki menahan air matanya tapi sulit air matanya malah mengalir, anak-anak memeluk Rizki dengan erat.
"Paman kenapa ini terjadi pada Cempaka Paman " tanya Aksa.
Rizki mengusap air matanya dan memeluk balik kedua anak laki-laki yang selalu dirinya asuh, "Kalian harus sabar "
Tapi tangis kedua anak itu malah makin histeris dan membuat Rizki tak bisa menahan kembali air matanya untuk yang kedua kalinya.
Mereka berpelukan sangat erat, Rizki masih tak percaya anak yang begitu dirinya cintai dan sayangi harus pergi secepat ini.
Baru saja mereka main bersama, jalan-jalan, makan tapi kenapa sekarang malah ditemukan sudah tak bernyawa. Rizki mencari Bella tapi tak ada.
"Mamah kalian kemana " tanya Rizki.
"Mamah dia pingsan Paman, sedangkan Ayah dia pergi begitu saja "
Rizki mempererat lagi pelukannya, Bella pasti yang paling terpukul atas kematian Cempaka, ibu mana yang tak akan terpukul saat anaknya meninggal pasti semua ibu akan seperti itu.
"Lalu apakah Cempaka akan hidup lagi Paman " tanya Aksa lagi.
Rizki yang tak mampu menjawab dengan kata-kata hanya bisa mengelengkan kepalanya saja. Andaru dan Aksa yang mengerti melepaskan pelukannya dari Rizki dan memeluk Cempaka yang baru selesai dimandikan.
__ADS_1