
"Saat pertama Ayu masuk dia selalu menceritakan tentang tempat ini, aku sangat suka sekali Andaru"
Andaru memberhentikan dorongannya dan berjongkok menatap Sinta " Kau tahu aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi"
"Maksudku kita tidak perlu menyembunyikan lagi Andaru, kita sudah saling berhadapan seperti ini dan kita juga sudah dekat "
"Menyembunyikan apa"
"Hubungan kita ini, aku sangat senang bisa ada di sini dan bisa sekolah lagi. Aku ada disini karena mu, karena dirimu Andaru "
"Baguslah aku bisa membuatmu untuk bisa masuk sekolah lagi aku juga senang"
"Tentang pesan terakhirmu itu, aku begitu senang aku bahagia sekali Andaru aku sungguh bahagia sekali "
"Pesan yang mana, apa yang kau maksud "
"Pesan yang itu, masa kau lupa pesan yang membuat aku sangat bahagia sekali. Membuat aku makin ingin cepat-cepat bertemu denganmu "
Andaru makin pusing dengan kata-kata Sinta yang makin kemari makin melantur saja. Tiba-tiba saja pintu terbuka.
"Andaru sahabatku bisa kita bicara dulu sebentar, ada sesuatu yang aku ingin katakan padamu "
"Galang kita sedang bicara hal pribadi. Bisakah kau keluar kita sedang bicara serius"
"Keluar sekarang Andaru. Aku ingin bicara denganmu sungguh ini lebih penting lagi "
Andaru segera keluar dan meninggalkan Sinta di ruangan itu sendirian, lalu menatap Galang dengan tingkahnya yang begitu aneh.
"Ada apa denganmu Galang, tiba-tiba saja kau ingin bicara denganku, ada apa "
"Kau tahu, akun yang pernah kau berikan itu padaku dan orang yang selalu bertukar pesan dulu denganmu adalah perempuan itu, perempuan lumpuh itu. Aku tidak mau kalau dia sampai tahu tentang aku yang telah menggantikan mu Andaru "
"Kenapa bisa, kenapa kau tidak bilang selama ini kalau perempuan itu adalah Sinta, kenapa kau diam saja Galang "
"Ya karena aku berpikir kalau semua ini tidak akan pernah terjadi, aku hanya bosan makanya aku selalu bertukar kabar dengannya"
"Lalu kau bercerita apa saja padanya, mengatakan apa saja padanya sampai-sampai dia seperti berharap lebih padaku, aku akan bicara semuanya pada perempuan itu. Aku tidak mau ya dipermainkan seperti ini, aku sudah bilang kan kalau ada apa-apa bicara padaku "
__ADS_1
"Baiklah jika kau bicara pada dia, maka aku akan bicara pada ayahmu tentang kecelakaan ini. Dia akan tahu semuanya dan dia juga akan tahu semuanya Andaru. Kau pilih diam atau kau akan hancur "
"Kau juga sama akan hancur jika kau mengatakan ini pada ayahku, ingat Galang "
"Tapi kau yang akan hancur. Kau yang akan paling hancur Andaru, kau akan mempermalukan ayahmu yang mempunyai sekolah ini dan kau juga tidak mengakui tentang kesalahanmu ingat itu"
"Kau sudah mempermainkan aku berapa kali Galang, kau sudah memakai namaku berapa kali untuk menggoda para perempuan, kau begitu gila "
"Kita teman, lalu kenapa tidak "
Andaru langsung mendorong bahu Galang, dirinya sudah muak ingin meninju Galang, tapi tiba-tiba saja terdengar sebuah benturan.
Andaru segera melangkah masuk ternyata Sinta akan keluar dan mungkin dia akan menguping "Maafkan aku, ternyata pintu ini terlalu kecil ya untukku "
Andaru kembali mendorong kursi roda itu dan menatap Sinta "Aku begitu senang kita bisa mengobrol seperti ini dan bersama-sama lagi, aku sangat bahagia sekali kita akan menghabiskan waktu bersama-sama Andaru"
Andaru hanya diam saja sedangkan Sinta tersenyum begitu bahagia. Lalu memegang tangan Andaru, tapi Andaru sama sekali tidak membalas pegangan tangan itu.
"Jangan pergi tinggalkan aku, aku mohon padamu. Aku hanya butuh dirimu saja. Kau yang akan selalu ada di sampingku. Tolong jangan tinggalkan aku ya aku sudah sangat mencintaimu Andaru seperti yang pernah kau katakan, kau juga mencintaiku kan"
"Aku akan menunggu dengan sabar Andaru, mungkin sekarang Aliya masih mencintaimu tapi aku akan menunggunya dengan sabar dan juga Ayu, dia juga sama kan tertarik padamu. Aku akan sabar dan kita tidak boleh berpisah karena aku sangat mencintaimu"
...----------------...
"Aku tidak menyangka kalau Sinta ke sekolah dan disambut seperti itu"
"Iya aku juga begitu sama kagetnya Aina, kalau aku menjadi Sinta aku akan sangat senang sekali disambut seperti itu seperti raja seperti orang penting"
"Iya benar, Ayu kenapa kau diam saja. Apakah kau tidak senang Sinta ada di sini"
"Aina apakah kau tidak ingat dengan kejadianku waktu itu. Saat pertama kali masuk kemari bagaimana Aliya memperlakukan aku, dia pertama baik padaku tapi tiba-tiba dia menusukku dari belakang. Bahkan mempermalukan aku. Masih ingat kan kalian, apa kalian sudah lupa "
Tiba-tiba saja Aliya yang memang melihat tatapan Ayu yang begitu tajam padanya, langsung mengatakan sesuatu pada temannya "Sepertinya Sinta begitu bahagia tapi di sini ada orang yang tidak suka kalau Sinta datang kemari. Padahal dia temannya sendiri kan"
Teman-teman Aliya langsung menganggukan kepalanya lalu menatap Ayu dengan tajam juga, mereka itu sama saja. Lalu Aksa datang ke dalam kelas dan mendekati Ayu.
"Cempaka Kenapa perempuan itu ada di sini, kenapa begitu tiba-tiba apa yang Aliya rencanakan lagi "
__ADS_1
"Iya aku juga tidak tahu, apa rencana Aliya "
"Kenapa tiba-tiba seperti ini. Apa ayah tahu kenapa tiba-tiba dia masuk, seharusnya bertemu dulu dengan ayah "
"Kau tahu kan ulah siapa ini, Aliya bisa melakukan apa saja"
"Benar, dasar perempuan lintah "
Aksa mengusap kepala Cempaka dan duduk di kursinya, tindakan yang Aksa lakukan dilihat oleh teman-temannya langsung tapi Aksa tak peduli.
...----------------...
Andaru dengan tatapan yang marah terus saja mendorong kursi roda Sinta. Tiba-tiba saja ada yang memberhentikan mereka.
"Sinta akhirnya aku bertemu denganmu sebelum kau masuk kelas. Perkenalkan aku bu Bahar yang akan menjadi wali kelasmu, kalau kau ada apa-apa kau bisa bilang pada aku"
"Iya Bu Bahar aku akan selalu bilang padamu, apapun yang terjadi padaku nanti aku akan bicara padamu "
"Iya, jangan sungkannya padaku ya, ya sudah Andaru silakan kau antarkan Sinta ke kelasnya"
Tak banyak bicara lagi Andaru mendorong kursi roda itu karena sekarang yang dirinya pikirkan adalah bagaimana membuat perempuan ini tidak mencintainya. Karena sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah mau.
Saat pintu dibuka Aliya begitu kaget melihat
Sinta yang diantarkan Andaru ke dalam kelas, kenapa malah jadi seperti ini ceritanya.
Sedangkan wajah Sinta begitu angkuh, dia tersenyum ke arah semua orang dan seolah-olah kalau dia ini adalah seorang putri yang diantarkan oleh pangerannya.
"Semoga harimu menyenangkan Sinta "bisik Andaru
Sinta hanya menganggukan kepalanya. Andaru langsung pergi dari kelas itu meninggalkan Sinta, lalu Aliya menatap teman-temannya "Kenapa kalian malah diam saja, ayo bantu Sinta"
Keisha langsung membantu Sinta untuk sejajar dengan Aliya "Yang lainnya tidak mau membantu teman baru kita, ayo kasih meja dia"
Para laki-laki langsung mengikuti apa kata-kata dari Aliya, memberikan meja untuk seorang Sinta sedangkan Cempaka dari tadi yang melihat kegiatan itu malah menangis.
Melihat sahabatnya, teman dekatnya sekarang malah dipermainkan oleh orang yang pernah mempermainkannya juga.
__ADS_1
Cassandra malah mundur dia malah duduk di samping Cempaka dan menatap ke arah Budi. Mereka tersenyum apakah mereka ada hubungan, apa mereka mempunyai hubungan spesial selama ini dan menyembunyikannya.