Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 289 Selamat juga


__ADS_3

"Aku takut tiba-tiba saja orang tuanya menelpon, kalau Lia belum pulang"


"Dari mana kau tahu Lia belum pulang "


Pak Mamat hanya diam saja,Pak Renaldi yang tak mau menunggu waktu lagi segera berjalan mendahului Pak Mamat, yang terpenting sekarang cari dulu saja semoga saja ketemu.


Ting pintu lift terbuka dan Galang beserta teman-temannya bingung harus membawa ke mana Lia. Bahkan Lia dibaringkan begitu saja di lift.


"Bagaimana ini mau dibawa kemana "


"Aku tidak tahu "ucap Galang


Mereka bertiga tiba-tiba saja mendengar suara langkah kaki. Dengan cepat Galang menyuruh teman-temannya untuk berlari bersembunyi.


Mereka bersembunyi dibelakang tembok jadi bisa mengintip siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Pak Renaldi dan pak Mamat.


Mereka berdua berlari kearah lift, baru saja mereka akan masuk mereka sudah menemukan Lia yang sudah terbaring di sana. Dengan cepat Pak Mamat menghampiri Lia.


"Lia, Lia bangun kau baik-baik saja kan sayang bangun"

__ADS_1


"Lia jangan seperti ini bangun sayang bangun jangan seperti ini, jangan tinggalkan Ayah bangun Lia "


Pak Mamat menepuk-nepuk pipi Lia, dan untungnya Lia bangun melihat Pak Mamat "Ayah "


"Iya ini Ayah "


Pak Renaldi langsung menatap Pak Mamat, sungguh dirinya tak tahu kalau mereka ini ayah dan anak. Mereka berdua segera membawa Lia ketempat yang lebih besar.


Meskipun masih pusing dan lemas tapi Lia dengan sekuat tenaga berjalan. Setelah agak jauh dari lift Lia didudukan kembali.


Pak Mamat memberikan minum pada Lia "Ayo minum dulu "


"Lebih baik Pak Mamat ambil semua barang-barang Lia biar aku disini menjaganya "


"Baik Pak terimakasih "


Pak Mamat segera pergi berlari, sedangkan Pak Renaldi menatap Lia "Siapa yang telah melakukan ini padamu Lia jujur padaku, katakan semuanya padaku siapa yang telah melakukan ini "


"Tidak, ini aku sendiri memang tadinya aku mau ke ruangan bawah tanah tapi malah pingsan "

__ADS_1


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kau tiba-tiba saja jalan sendiri ke ruang bawah tanah sesuatu yang tidak masuk akal. Katakan yang sesungguhnya siapa yang telah melakukan ini, kau hampir mati tadi apakah kau mau hal ini kejadian lagi padamu. Bicara padaku aku akan mengurusnya dengan caraku, ayo jujur jangan memendamnya sendirian seperti ini "


Lia lagi-lagi diam, dia hanya diam menatap wajah Pak Renaldi sungguh dirinya sangat ketakutan. Takut kalau Galang dan teman-temannya akan marah padanya.


Sedangkan Galang dan kawan-kawan terus saja mendengarkan semua percakapan mereka berdua. Galang sudah mewanti-wanti kalau sampai Lia berbicara lihat saja apa yang akan dirinya lakukan.


Bisa gawat kalau Lia bicara, jangan sampai orang tuanya dipanggil dan masalah ini makin besar.


"Galang gimana " bisik temannya yang ada disebelahnya.


"Udah diem, jangan bicara nanti ketahuan lagi. Bisa habis kita udah diam-diam "


Galang kembali melihat kearah mereka berdua, Lia masih diam dia belum bicara apa-apa. "Cepet jalan, sana lewat belakang cepet " bisik Galang


Mereka berdua menganggukan kepala, akhirnya mereka pergi tak mendengarkan kembali percakapan Lia dan juga pak Renaldi.


"Ayo siapa Lia jujur padaku, aku janji akan membantumu. Kau hanya perlu percaya pada bapak"


"Yang melakukan ini...."

__ADS_1


__ADS_2