
Ayu yang sedang belajar tiba-tiba saja dipanggil oleh guru piket. Ayu yang bingung segera keluar dari dalam kelas padahal dirinya sedang belajar. Saat Ayu pergi ke ruang piket ternyata ada Mamanya di sana.
"Mama ngapain di sini Ayu masih sekolah. Kalau mau jemput nanti aja mah masih ada 4 jam lagi Ayu masih belajar mah"
"Ayo kita harus pergi sekarang Ayu"
"Pergi ke mana sih mah, Ayu masih sekolah. Pelajarannya belum selesai mah "
"Udah ayo cepat pulang kakek kamu sakit apa kamu ga mau tengok dia atau jagain dia kakek kamu sekarang ada di rumah sakit. Ayo cepat kita harus pergi ke rumah sakit sekarang juga"
"Kok tiba-tiba kayak gini sih Mah "
"Sakit ga ada yang tahu Ayu. Ayo cepat sekarang kita pergi ke rumah sakit dan temuin Kakek kamu. Apa kamu ga khawatir gitu sama kakek kamu "
"Ya udah aku izin dulu ke guru aku ya, sambil ambil tas dulu mah"
"Ga usah ga usah diambil tasnya. Ayo sekarang kita pergi ya kita pergi dari sini, cepat Ayu "
"Mamah kok aneh sih, ga biasanya kayak gini mamah"
"Ga ada yang aneh Ayu semuanya baik-baik aja udah ayo sekarang kita pergi, jangan banyak tanya dulu ayo cepet Ayu ah "
"Tapi Mah "
Tangan Ayu langsung ditarik dengan paksa oleh mamahnya. Bahkan saat dimasukan kedalam mobil juga sama dengan paksa.
"Mah Ayu harus ambil tas dulu"
"Diam Ayu" teriak mamahnya.
Ayu menatap kearah Bagas yang menyetir, lalu melihat kearah belakang ternyata banyak koper.
"Sebenernya kita mau kemana sih Mah, kenapa bawa koper kayak gini. Mamah mau bawa Ayu kemana"
"Diam Ayu jangan banyak bicara, mau mamah bawa kamu kemanapun kamu ga usah takut. Mamah ini adalah orang tua kamu "
Ayu dengan cepat mengeluarkan ponselnya, Ayu mencari-cari kontak Aksa, dirinya harus mengirim lokasi dirinya pada Aksa.
"Kemarikan ponsel mu Ayu "
"Ga ini ponsel Ayu "
"Sini Ayu "
Ayu sekarang malah saling tarik menarik dengan mamahnya, bahkan tangan Ayu digigit oleh mamahnya dan itu berhasil membuat ponsel Ayu jatuh ke tangan mamahnya.
"Sakit mah "
"Makannya jangan banyak tanya "
Ponsel Ayu dibuang begitu saja, Ayu yang kaget langsung membuka jendela mobil "Mama tuh apa-apaan, kenapa ponsel Ayu dibuang kayak gitu aja"
"Nanti juga bisa beli lagi "
__ADS_1
Ayu yang kesal melipat tangannya dan tak mau melihat wajah Mamahnya. Ada apa coba dengan mamahnya ini. Kenapa mamahnya membuang ponselnya.
...---------------...
"Bu saya izin kekamar mandi "
"Silahkan Aksa "
Aksa dengan cepat keluar dari dalam kelas dan mengecek pesan dari Ayu sebuah lokasi. Aksa segera berlari kearah ruangan piket.
"Permisi Bu "
"Iya kenapa Aksa "
"Maaf Bu, tadi Ayu dipanggil kan terus dia sekarang mana ya Bu"
"Ayu tadi dijemput sama Mamanya, terus langsung pergi gitu aja dan ninggalin surat ini"
"Boleh saya liat Bu "
"Tentu silahkan "
Aksa segera membukanya ternyata surat pindah, Ayu pindah dari sekolah ini. Kenapa terburu-buru seperti ini.
"Makasih ya Bu "
"Sama-sama Aksa "
Aksa berlari kearah mobilnya, dirinya akan mengikuti kemana Ayu pergi. "Kenapa tiba-tiba sekali. Ga biasanya. Apa mamahnya sudah melihat kalung yang aku kasih sama Ayu "
Aksa memberhentikan mobilnya karena lokasinya sudah sampai. Aksa keluar dari mobilnya dan melihat ada ponsel Ayu yang tergeletak begitu saja.
"Ini ponsel Ayu, terus Ayunya kemana "
"Pasti Ayu dibawa kabur "
Aksa mengeluarkan ponselnya dan menelpon Ayahnya. Ayahnya harus tahu dan membantunya untuk mencari Ayu.
"Kenapa Aksa"
"Ayu udah dibawa kabur sama Mamanya, kayaknya dia udah tahu deh rencana kita Yah"
"Apa dibawa kabur "
"Iya Ayah, bahkan dia keluar dari sekolah mendadak banget tasnya aja sampai ga dibawa. Udah lebih baik Ayah cari Ayu "
"Baik Ayah akan cari, jangan sampai mamah tahu, jangan bicara dulu sama mamah ya sebelum ada buktinya "
"Iya Ayah "
Setelah menelepon Ayahnya Aksa kembali lagi kesekolah sambil membawa ponsel Ayu, siapa tahu ada sesuatu yang penting didalam ponsel ini.
...----------------...
__ADS_1
"Ini di mana Mah, kenapa kita malah pergi ke tempat terpencil kayak gini, bukannya mau ke rumah sakit. Katanya Kakek sakit. Mama bohong ya sama Ayu"
"Bisa ga Ayu kamu ga banyak tanya ini Mama lakuin demi kebaikan kamu"
"Kebaikan aku atau Mama emang mau sembunyiin aku dari orang tuaku yang sebenarnya, mamah tuh tinggal bilang aja aku ini sebenarnya siapa. Aku ini Cempaka ya anak yang hilang itu kenapa Mama lakuin ini"
"Bukan kamu bukan Cempaka, kamu adalah Ayu anak mamah "
"Kalau Ayu emang anak mama, mama ga akan bawa Ayu kabur kayak gini. Mama ga akan ketakutan seperti ini, saat Ayu membawa-bawa nama Cempaka itu"
Ayu berlari menjauhi mamahnya, tapi tangannya ditarik dengan kuat, "Lepasin Mah, lepasin "
"Kamu ga boleh kemana-mana Ayu ga boleh "
Bahu Ayu dicengram dengan kuat "Sakit mah "
"Kalau kamu tinggalin mamah, mamah akan bunuh diri, jangan pernah tinggalkan mamah, tetap bersama mamah apapun yang terjadi "
"Maka jujur sama Ayu, aku ini siapa sebenarnya mah, jujur "
"Sudah mamah bilangkan kamu itu anak mamah "
Nadia tak sengaja mendorong Ayu sampai Ayu terjatuh kedanau, Ayu yang memang tak bisa berenang tengelam.
"Ayu, Ayu Bagas tolong Ayu Bagas "
"Kenapa bi"
"Ayu jatuh cepet kamu selamatin dia "
Bagas langsung menceburkan dirinya untuk segera menolong Ayu. Sedangkan Ayu terus saja tengelam, sampai dasar dan tanpa Ayu sadari kepalanya terbentur kesebuah batu yang ada didalam air itu.
Ayu yang memang sudah kehabisan nafas pun pingsan. Bagas yang melihat Ayu langsung membawanya.
"Ya ampun Ayu, bawa dia Bagas bawa dia cepat "
Bagas menganggukan kepalanya dan berlari kedalam rumah, Bagas segera memberikan pertolongan pertama.
"Bagaimana Ayu Bagas "
"Dia baik-baik saja bi "
"Kau yang benar Bagas "
"Aku berkata benar bi, lebih baik bibi sekarang ganti pakaian Ayu dulu "
"Baiklah kau keluar Bagas "
Bagas langsung keluar, Bagas juga langsung masuk kedalam kamarnya dan membersihan dirinya.
"Apa aku harus bilang pada Kakek, sepertinya bibi akan seperti dulu lagi kalau Ayu tak menurut bagaimana ya "
Bagas mengeluarkan ponselnya setelah selesai memakai pakaiannya. Tapi tak diangkat juga sebenarnya kakek kemana coba.
__ADS_1
"Apa aku harus beritahu orang tuanya Ayu, kalau misalnya Ayu terus sama bibi bisa celaka Ayu nanti. Mungkin aja Ayu bisa mati sama bibi nantinya bibi udah kambuh lagi "
Bagas mengeluarkan laptopnya dan mencari semua tentang orang tua Ayu. Sudah saatnya Ayu pulang pada keluarganya.