
"Kikuk ba, Aksa kau harus bisa menjadi orang yang baik dan juga sepertiku tangguh, sepertinya kakakmu Andaru tak begitu tertarik pada ayahmu yang tampan "
Aksa hanya diam saja tak menyahut ayahnya, Aksa hanya mengangkat tangannya saja " Aksa kau mau tahu tidak ayah ini seperti apa, apakah kau mau jadi ayah nanti, menjadi seorang mafia "
Aksa hanya tersenyum saja, Adi yang gemas mencium pipi sang anak, rasanya ingin sekali memakannya karena gemas.
"Tuan maaf saya menganggu "
"Ada apa Zack ada yang ingin kau katakan padaku "
"Emm orang yang sudah menusuk tuan tidak mau bicara bahkan dia sekarang sudah sekarat tuan "
"Hemm baiklah aku akan kesana, aku akan pergi menemuinya, kau datangi saja dia aku akan pergi menyusul, lihat keadaannya lebih dulu ya "
"Aku akan melihatnya tuan, katanya dia tak mau makan"
"Ya dia memang orang yang setia tak mau berbicara padaku siapa yang menyuruhnya "
"Aku pergi dulu tuan "
"Ya "
Adi pergi ke kamar akan dirinya berikan dulu Aksa pada pada mamahnya.
"Sayang ini Aksa "
"Mana mas "
Bella langsung mengambil sang anak dan menidurkannya di samping kakaknya Andaru, tapi Andaru malah memukul wajah adiknya Aksa.
Dan itu membuat Aksa menangis " ya ampun Andaru kenapa kau begitu galak pada adikmu "
Bella memangku Aksa yang menangis dan menimang nimangnya " aku harus ke markas sayang "
Bella menatap suaminya " mau apa apakah ada pekerjaan yang mendesak "
__ADS_1
"Ya begitulah bolehkan aku pergi "
Bella menganggukan kepalanya " baiklah tapi jangan pulang malam mas "
"Ya aku tak akan lama sayang "
Adi mencium kening istrinya lalu beralih menciumi ketiga anaknya, Adi pergi tanpa menganti pakaiannya dulu.
Bella kembali menidurkan Aksa tapi tak didekat Andaru kakaknya, Bella menidurkannya disamping Cempaka s bungsu.
**
"Tuan dia sudah meninggal "
"Sayang sekali padahal aku ingin tahu siapa dia sebenarnya apakah kau tak bisa menemukan siapa dia Zack "
"Sama sekali aku tidak bisa menemukannya Tuan aku sudah mencari kemana-mana data tentang laki-laki ini, siapa tahu dia anak buah dari musuhmu, tapi aku tak menemukannya tuan "
"Baiklah kalau begitu, mau bagaimana lagi dia sudah mati juga, aku tak bisa menghidupkannya lagi,"
"Iya tuan, jadi kita akan membuangnya saja atau menguburnya atau bagaimana"
"Baik tuan "
Zack segera memangku laki laki itu, dirinya akan membuangnya ke tempat yang sudah tuannya katakan, siapa tahu buaya buaya ini kenyang kan.
Adi yang sedikit kesal masuk kedalam ruangannya, sepi tak ada siapa siapa, hanya dirinya yang boleh masuk kesini, kecuali kalau dirinya menyuruh baru anak buahnya boleh masuk.
Adi membuka sebuah dokumen, dirinya baru saja menghancurkan sebuah bangunan yang tak mau menurut padanya, perusahan itu tak mau bekerja sama dengannya makannya dirinya menghancurkannya.
"Aku harus lebih memperluas lagi wilayahku, aku harus menjadi nomer satu dan tak ada yang mengalahkan, sepertinya aku harus mulai perjalanan kenegara negara tetangga, ya sepertinya itu akan lebih menyenangkan, tapi bagaimana dengan istriku apakah aku harus membawanya, lalu anak anak ku juga kan "
"Aku fikirkan lagi bagaimana nanti kedepannya saja lah, aku binggung sekali"
***
__ADS_1
Brak tiba tiba saja ada yang membuka kamar Bella dengan kasar, perempuan itu datang kearah Bella dan menjambak rambut Bella dengan kasar.
"Apa apaan ini, siapa kau hah berani sekali kau masuk kekemarku "
"Dasar kau pelakor, dasar kau perempuan murahan, kau telah merebut Adi dari sepupuku, kalau saja aku ada disini mungkin Adi tak akan menikah lagi dengan mu"
Bella malah balik menjambak perempuan itu dan mendorongnya keluar dari kamar, karena anak anaknya sedang tertidur pulas.
"Sera Sera " teriak Bella
"Nyonya maaf "
"Lepaskan tangan mu itu " teriak Bella sambil mempererat tarikannya dirambut perempuan itu.
Sera membantu Bella melepaskan jambakan perempuan itu, lalu mereka saling tatap dengan sengit.
"Sera dia pelakor kan dia yang telah merebut Adi dari Ziva Kenapa kau malah menyebutnya nyonya. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Ziva sudah tiada. Kenapa kau tidak memberitahu kalau Adi sudah menikah lagi"
"Ceritanya panjang nona bisa kita bicara biar aku ceritakan semuanya"
"Aku ingin perempuan ini pergi dulu dari rumah Adi, aku tidak mau bicara kalau perempuan ini masih ada di sini"
Bella mendengus apa katanya dirinya harus pergi dia berani mengusir dirinya " Kau hanya seorang sepupu, sepupu dari Kak Ziva lalu kau berani mengusir aku Nyonya rumah di sini memangnya kau siapa" sambil menunjuk perempuan itu.
"Kau tidak tahu bagaimana masa lalu Adi, kau tidak tahu aku pernah melakukan apa saja bersama Adi, kalau kau mendengarnya kau juga pasti akan kaget dan pergi dari rumah ini kau itu seorang pelakor seharusnya kau tahu diri seharusnya kau malu menjadi perebut suami orang"
"Aku bukanlah pelakor ingat itu camkan kata-kataku itu. Oh ya kau sudah melakukan apa saja dengan suamiku ayo katakan aku tidak akan pernah merasa sakit hati itu hanyalah sebuah masa lalu, kau hanyalah masa lalu jika memang Adi memang benar-benar ingin denganmu, Mungkin dia sudah menikahimu bukan menikahi sepupumu Ziva. Kau itu hanya di peralatan saja olehnya benar kan "
"Sialan kau sialan " sambil mendorong Bella, namun Bella tak bergeming dia masih tegak menatap perempuan itu.
Sera yang binggung segera berlari kekamarnya untuk mengambil ponsel, tuannya belum pulang juga, tuannya harus tahu kalau Dania kembali lagi, pasti tuannya akan marah sekali.
"Keluar kau dari rumahku " teriak Bella
"Kau yang harusnya keluar dari rumah ini, dari dulu aku sudah tinggal di sini bersama Ziva dan juga Adi, kau yang harus keluar dari sini kau sudah merebut semuanya dari sepupuku. Seharusnya aku yang berhak ada di sini bukan dirimu dasar pelakor dasar perempuan murahan mau-maunya dijadikan istri kedua oleh Adi, mau-maunya kau dinikahi oleh laki-laki bersuami "
__ADS_1
Buk Bella menonjok pipi perempuan itu, sampai sampai dia tersungkur dan mulutnya berdarah.
"Sekali lagi kau bilang aku pelakor perempuan murahan dan yang lainnya aku tidak akan pernah segan-segan untuk menghabisi nyawamu, aku tunggu sampai besok kalau kau tidak pergi juga dari rumah ini aku sendiri yang akan mengusirmu. Ziva dan juga Adi sudah bercerai jadi apa salahnya bila aku menikah dengan Adi aku tidak merebut suami orang, aku menikah dengan laki-laki lajang aku menikah dengan laki-laki yang sudah bercerai dengan istrinya bukan menikah dengan suami orang lain kalau kau tidak tahu cerita awalnya jangan asal bicara, mentang-mentang kau pernah dekat dengan suamiku, kau semena-mena padaku di sini aku Nyonya rumahnya bukan kau ataupun Ziva " jerit Bella yang kesal.