Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 203 Kemana Andaru


__ADS_3

"Sekarang bagaimana keadaanmu Sinta, apakah sudah baik-baik saja"


"Seperti yang bisa kau lihat Ayu. Bagaimana sekolahmu. Apakah di sana menyenangkan. Apakah kau bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik atau ada yang aneh disekolah itu "


"Iya, aku bertemu dengan beberapa orang, eh maksudnya bukan beberapa tapi banyak, tapi sepertinya di sekolah itu sangat bebas sekali Sin, aku melihat ada seorang perempuan yang memakai sepatu tinggi apakah itu tidak aneh, sekolah memakai heels pokoknya aneh banget dan aku juga ketemu anak kembar susah banget sih bedainnya"


"Wah anak kembar, gimana tuh ciri-cirinya kayaknya menarik banget deh"


Ciri-cirinya yang tinggi hidungnya mancung, alisnya tebal, pokoknya ganteng deh dua-duanya tuh nggak bisa dibedakan sama mereka berdua tuh. Tapi katanya bedainnya dari tinggi badannya, yang satu agak tinggi dan satu agak pendek. Yang agak tinggi itu kakaknya kalau yang agak pendek adiknya, mereka juga anak dari yang punya sekolah itu"


"Apa jadi dia itu anak dari yang punya sekolah. Terus terus kamu tahu nggak namanya siapa"


"Tahulah tadi juga aku ketemu sama pacarnya, namanya Aliya pacarnya Andaru, kalau Aksa sih kayaknya nggak punya pacar"


"Emm, gitu ya yang satu udah punya pacar. Andaru itu kakak nya atau adiknya "


"Dia kakaknya sih dan dia juga pacaran sama Aliya, dia cantik banget tau nggak sih, tapi agak nyebelin. Tapi sebenarnya baik"


Raut wajah Sinta langsung berubah. Ayu yang melihat itu mengerutkan keningnya "Ada apa kok tiba-tiba kamu berubah, apa ada kata-kata aku yang bikin kamu sakit hati gitu"


"Enggak kok cuman kayaknya enak banget ya kamu bisa sekolah. Bisa ketemu temen-temen baru. Sedangkan aku ya cuman kayak gini aja nggak bisa kemana-mana"


Ayu menggenggam kedua tangan Sinta "Jangan gitu dong Sin, aku akan tetap ada sama kamu aku akan ceritain semuanya sama kamu biar kamu juga ikut senang"


"Iya, tapi aku nggak bisa ngerasain itu semua. Aku cuman bisa denger dari kamu aja"


Ayu hanya diam, lalu Sinta melepaskan genggaman tangan Ayu dan membawa kursi rodanya ke arah tempat tidur "Kayaknya udah deh cerita-ceritanya aku mau tidur kamu bisa pulang"


"Kamu nggak mau ditemenin aku, kok semenjak sakit kamu nggak pernah mau ditemenin sama aku Sinta kenapa. Kalau kamu marah sama aku ya bilang aku ngerti kok aku yang salah di sini"


"Enggak kok, aku nggak marah sama kamu ini bukan kesalahan kamu, ini kecerobohan aku yang tiba-tiba nyebrang gitu aja tanpa lihat kiri kanan. Jadi kamu nggak usah salahin diri kamu sendiri. Semenjak lumpuh aku lebih senang menyendiri dan aku tidak percaya diri dengan keadaanku seperti ini. Mana mungkin akan ada laki-laki yang mau saat keadaanku seperti ini"


"Jangan berbicara seperti itu Sinta, jodoh itu hanya Tuhan yang mengatur"


"Yah aku mengerti, tapi di dunia yang maju ini mana mungkin ada laki-laki yang mau menerima aku dengan lapangan dada. Tidak akan pernah ada jadi jangan menghayal. Ya sudah kau pulang saja Ayu. Aku ingin istirahat pintu kamarku tidak dikunci dan kau bisa langsung keluar dari sini "


Ayu yang tidak mau berdebat dengan Sinta akhirnya keluar dari kamar. Ayu menjadi pusing Sinta menjadi sangat tertutup pada dirinya.


Sinta yang sudah ditinggalkan oleh Ayu melihat ponsel yang terus berdering, saat dilihat itu Andaru meneleponnya, tapi Sinta langsung tidak mengangkatnya.


Andaru : Kenapa kau tidak mengangkat teleponku ?

__ADS_1


Sinta yang melihat WhatsApp dari Andaru segera membukanya.


Sinta : Katamu kau tidak punya pacar, tapi nyatanya kau punya pacar. Nama pacarmu Aliya kan ?


Andaru : Kau tahu dari siapa.


Sinta: Gampang lah cari status orang. Jadi kamu udah punya pacar gitu saat deketin aku. Aku nggak mau deh kalau deket sama pacar orang, nanti pacar kamu datengin aku lagi.


Andaru : Kamu itu salah sangka, aku sama sekali nggak ada hubungan sama Aliya. Kita udah putus jadi kamu bisa tenang.


Sinta : Putus emang bisa secepat itu kamu move on darinya.


Andaru : Untuk aku sih mudah banget ya move on. Kenapa sih jadi bahas Aliya. Aku udah bicara jujur kok sama kamu kalau aku sama Aliya udah nggak ada hubungan. Kita udah putus jadi kamu bisa tenang dan nggak usah pikirin itu.


Senyum Sinta kembali terbit dia senang saat Andaru mengatakan kalau dia tidak mempunyai hubungan lagi bersama Aliya. Sepertinya dirinya masih punya celah untuk bisa bersama Andaru.


Sinta : Baiklah aku percaya.


Andaru : Kapan kita akan bertemu, aku ingin sekali bertemu denganmu, agar lebih enak saja mengobrol nya tidak di WhatsApp dan ditelepon saja.


Sinta diam. Bagaimana ini Andaru mengajaknya bertemu lalu keadaannya seperti ini apakah Andaru akan menerima keadaannya ?


Sinta : Mungkin nanti ya aku belum siap untuk bertemu denganmu. Aku juga sedang mengurus sekolah ku sekarang.


Sinta tak membalas chat dari Andaru, Sinta langsung menyimpan ponselnya dan menarik selimutnya. Sudahlah pembicaraan ini sudah melenceng ke arah lain dan dirinya juga tidak mungkin menemui Andaru dengan keadaan seperti ini. Yang ada Andaru akan meninggalkannya.


...----------------...


"Tante "


"Aliya "


"Tante aku mau ketemu Andaru dong, di sekolah dia tuh kadang-kadang suka jauhin aku "


"Andaru ada di dalam kamar. Memang kalian lagi ada masalah"


"Ga ada tante, tapi Andaru tiba-tiba ngajak aku putus tapi aku ga mau aneh banget kan tiba-tiba dia ajak aku putus. Padahal aku ga pernah buat masalah sama Andaru loh"


"Ya udah kamu ke kamarnya aja, tanya sama Andaru ada masalah apa sampai-sampai ajak kamu putus ya. Tante mau masak dulu nanti kita makan sama-sama ya"


"Iya Tante. Ya udah aku ke kamar dulu ya"

__ADS_1


"Iya"


Aliya dengan cepat berlari ke lantai 2, dia membuka pintu kamar Andaru tapi kosong tidak ada orang. Tak ada siapa-siapa kemana Andaru.


"Andaru jamu di mana, ini aku Aliya pacar kamu jangan ngumpet dong ih"


Aliya mencoba untuk menelpon Andaru tapi nomor teleponnya tidak aktif, lalu Aliya bergegas pergi ke kamar Aksa dan tak lupa dia juga mengetuk pintu terlebih dulu.


"Ya masuk"


Setelah ada izin dari yang punya kamar Aliya langsung masuk dan melihat Aksa yang sedang berbaring "Mana Andaru "


"Mana gue tahu, lu kan pacarnya masa lu nggak tahu di mana dia"


"Aku udah masuk kamarnya tapi ga ada"


"Mungkin dia lagi keluar"


"Ga biasanya pergi sendirian, biasanya kalian berdua selalu pergi berdua nempel kayak perangko"


"Yaelah masa gue harus terus ikutin Andaru, gue juga punya kehidupan kali. Ya udah lu cari aja sana sampai ke lantai 4 siapa tahu dia di sana lagi nongkrong atau apa gitu "


"Ga ah, ga mau sepi"


"Ya udah pulang sono"


"Nyebelin banget sih ga kayak Andaru so sweet dan romantis, ini mah malah kayak gini "


"Ehh muka boleh sama tapi sifat ga ya, gue lagi mau istirahat"


Aliya segera menutup pintu dengan kencang lalu berlari ke bawah menemui Bella yang sedang memasak.


"Kenapa cepat banget Al"


"Andaru ga ada di kamarnya Tante, aku udah coba cari udah telepon tapi ga diangkat "


"Masa sih tante ga ngeliat Andaru keluar dari rumah"


"Coba Tante cek ke kamar Andaru. Aku beneran bilang jujur Tan Andaru gak ada dikamar "


"Ya udah kamu di sini ya sama bibi biar tante yang cek ke kamar"

__ADS_1


"Makasih ya tante"


"Iya sama-sama sayang"


__ADS_2