Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 38 Menerima


__ADS_3

Bella yang terbangun selalu saja disambut oleh Adi yang sedang merokok sambil bertelanjang dada, badannya rasannya begitu remuk setelah melakukan percintaan yang awalnya dirinya enggan malah jadi menerimanya tanpa protes.


Apakah dirinya harus seperti ini saja menerima semua yang Adi lakukan "kau sudah bangun sayang "


Adi membuang rokoknya dan menghampiri Bella, membelai rambut Bella dengan sayang dan mencium keningnya " bisakah kau selalu seperti ini sayang, ya mungkin selama kau ada disisi ku, aku janji tak akan marah marah dan melakukan kekerasan padamu asalkan kau manis seperti ini sayang, selalu mengikuti kemauanku, bagaimana sayang "


"Apakah ini sebuah penawaran "


"Anggap saja seperti itu sayang, aku ingin kita menjalankan rumah tangga seperti orang lain, aku tahu kau tak mencintaiku tapi bisakah kau menerima ku menjadi suami mu hanya untuk beberapa bulan sampai anak ini lahir bagaimana "


"Apakah aku akan bebas nantinya, apakah kau tak akan membohongiku, kau akan membebaskan ku kan "


"Tentu saja, aku akan membebaskan ku sayang, aku akan memberikan apa yang kau mau nanti saat kau bebas, bagaimana apakah kau mau menjadi seperti istriku yang sesungguhnya "


Bella diam tak menjawab dia terus saja menatap wajah Adi mencari sebuah kebohongan di wajah Adi namun tak ada kebohongan sama sekali didalam tatapan itu.


Sekarang dirinya sudah memutuskan untuk kelangsungan hidupnya agar terus tidak tersiksa di samping laki-laki ini lebih baik dirinya menerima apa yang laki-laki itu mau, mungkin akan sangat murahan untuknya tapi setidaknya hidupnya akan lebih nyaman dan tidak bertengkar terus.


Karena dirinya juga lelah kalau terus-terusan bertengkar dan bertengkar, kapan dirinya akan keluar dari jerat laki-laki ini ya lebih baik seperti itu berpura-pura untuk bisa menerima laki-laki ini dan pergi nanti saat semuanya sudah selesai.


"Baiklah aku akan bersikap baik dan aku akan menjadi istrimu tapi aku tidak mau ada kekerasan dalam rumah tangga ataupun kau membentak-bentakku, karena aku tidak suka jika itu terjadi padaku bisakah kau berjanji padaku untuk yang satu itu"


"Tentu sayang aku berjanji akan selalu menyayangimu lebih dari aku menyayangi Ziva "


Adi mencium kening Bella cukup lama lalu segera melepaskannya menangkup wajah Bella yang kecil " sayang kau pasti ingin berbelanja dan jalan jalan, ayo kita berjalan jalan disini, karena setelah itu kita harus pulang aku banyak pekerjaan "


"Baiklah mas Adi aku akan bersiap "


Adi yang mendengar panggilan Bella begitu senang " coba kau katakan lagi "

__ADS_1


"Mas Adi apakah tidak boleh "


"Tentu boleh sayang, aku suka "


Bella hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya membelit tubuhnya memakai selimbut dan segera berjalan kearah kamar mandi sedangkan Adi sendiri dia begitu senang mendapatkan nama yang spesial dari Bella, dirinya dari dulu ingin sekali disebut seperti itu oleh istrinya dan sekarang terwujud tanpa dirinya minta.


Ziva tak mau memanggilnya seperti itu, katanya lebih nyaman menyebut nama saja, sudahlah lebih baik sekarang bersiap saja.


Bella yang ada dikamar mandi memegang jantungnya yang berdegup dengan kencang, entah dari mana tiba tiba dirinya berbicara seperti ini, memberikan sebuah sebutan pada laki laki itu, dengan sebutan mas agak geli sih tapi sudahlah laki laki itu ingin menjalankan rumah tangga dengannya kan maka kita ikuti saja.


Kita buat laki laki itu mencintai diriku, aku akan mempermainkannya setelah dia mencintaiku, akan aku balas segala yang telah dia lakukan padaku, akan aku permainkan dia seperti dia mempermainkan ku.


***


Bella dan juga Adi sekarang sedang berjalan jalan sambil berpegangan tangan, sedangkan ditangan sebelah Bella ada es krim, Bella mengasingkannya pada Adi "mau cobalah sedikit "


Adi dengan canggung segera menjilatnya dan Bella dengan jahil malah membuat es krim itu mengenai hidung Adi, dengan cepat Bella melepaskan pegangan tangan mereka.


"Heh kamu mulai jahil ya "


Bella segera berlari kecil dan Adi mengejarnya, Zack dan anak buah yang lain yang ada dibelakang hanya berjaga jaga saja.


Adi menangkap Bella dan memutar tubuh Bella, mereka berhadapan dan Bella masih saja tertawa, Adi mengecup bibir Bella dengan gemas "apakah ini kau yang sebenarnya"


Setelah puas tertawa Bella mengalungkan tangannya pada Adi "Emm yah aku seperti ini ,memangnya aku harus bagaimana "


Kembali Adi mencium bibir Bella dan mereka kembali bergandengan dengan senyum Bella yang tak pernah pudar, Adi begitu senang dengan perubahan Bella yang sangat cepat, dia begitu manis, dirinya makin mencintai Bella saja, perempuan ini daya tariknya begitu besar.


"Apakah kau ingin berbelanja pakaian disini "

__ADS_1


"Emm terserah kau saja mas, kalau mau belanja disana mari "


Adi segera menarik tangan Bella dan mereka segera masuk "ayo kau pilih pakaian yang kau ingin "


"Beneran "


"Iya beneran"


Bella segera mencari pakaian yang pas dengannya, ada beberapa pakaian yang dirinya ambil, lalu masuk keruangan ganti dan keluar kembali untuk memperlihatkan pada Adi, Bella berputar dihadapan Adi " bagaimana mas apakah kau suka "


"Lumayan suka "


"Oke aku ganti lagi "


Bella segera berlari dan kembali menganti pakaiannya, dress berwarna pink begitu cantik dan manis, kembali Bella keluar dan melihatnya pada Adi " bagus tidak "


Adi berdiri dan mengelilingi Bella " apapun yang kau pakai akan selalu cantik sayang "


"Baiklah aku akan mencoba satu pakaian lagi, sebentar tunggu aku disini "


Lagi lagi Bella berlari dan memakai pakaian yang begitu seksi dan terbuka "kita lihat apakah dia suka"


Saat Bella keluar Adi langsung mengusap wajahnya " kenapa kau memakai pakaian terbuka seperti ini sayang, ini tak cocok denganmu, banyak bagian tubuhmu yang terlihat sayang, tak cocok denganmu "


Bella malah makin mendekatkan dirinya pada Adi dan mengalungkan tangannya lalu dengan berani Bella mengecup bibir Adi dan itu membuat Adi terdiam beberapa detik dan tersadar kembali " kenapa aku suka, dan dulu juga aku suka memakai pakaian seperti ini, bagaimana cantik tidak "


Adi tak menjawab dia malah mengajak Bella masuk kedalam ruangan ganti dan menutup pintunya lalu memojokkan Bella, mengusap pipi Bella dengan lembut tangannya turun kebibir Bella dengan tatapan matanya yang terus saja mengikut tangannya.


"Mas ini bukan dirumah, ayo kau tunggu diluar aku akan berganti pakaian, kita lanjutkan dirumah jangan disini "

__ADS_1


Adi tak menjawab namun Bella dengan perlahan lahan mendorong tubuh Adi dan membuka pintu, dan setelah Adi keluar Bella segera mengunci pintunya, Bella memegang dadanya yang sudah sangat berisik "huff aku begitu takut dia akan marah padaku karena aku mengecup bibirnya, aku harus kuat dari godaan dia, aku harus melakukannya tanpa perasaan "


Bella dengan cepat segera menganti pakaiannya dan mengambil semua pakaiannya yang dirinya coba.


__ADS_2