
"Ada apa kenapa kau menyusul ku kemari dan bersama perempuan itu "
"Kenapa kok begitu peduli Adi pada perempuan itu"
Adi sedikit melengos kan wajahnya dan menatap kembali sang istri dengan tajam, lalu tanpa aba aba Adi mencengkram kedua bahu istrinya dengan kuat sampai sampai Ziva kesakitan.
"Adi sakit "
Namun Adi sama sekali tak bergeming malahan makin kuat mencengkram bahu Ziva "sebenarnya apa yang kau mau kau menyuruh aku menikah lagi, aku sudah menjatuhkan pilihan itu pada wanita itu lalu kau sekarang bertanya kenapa aku peduli pada perempuan itu ? bukannya kau ingin anak aku kabulkan, aku ikuti apa kemauanmu tapi kenapa saat aku bersama perempuan itu kau selalu saja bertanya kenapa di mana mengapa selalu itu setiap hari. Jika kau belum siap untuk dimadu lebih baik kita tidak usah merencanakan pernikahan ini"
"Bukan begitu Adi jangan dibatalkan aku tidak mau ayah mertua marah-marah lagi padaku, aku tidak mau dia menghina aku kembali karena aku tidak bisa memberikan keturunan pada kalian berdua, tapi bisakah kau menikahi Zea saja bisakah dia yang kau nikahi bukan perempuan itu bukan Bella, kembalikan dia pada keluarganya pasti keluarganya sangat menginginkan anak itu apalagi dia masih berumur 17 tahun dia masih sekolah dan harus berkuliah lebih baik kau kembalikan saja dia kepada orang tuanya"
"Aku tidak akan pernah mau, pilihanku sudah tertuju pada perempuan itu dan aku tidak akan membatalkannya jika kau tidak mau ya sudah, sudah aku bilang aku tidak mau menikah dengan Zea sahabatmu yang kotor itu" sambil mendorong istrinya, sampai sampai istrinya hampir tersungkur untung Ziva menyeimbangkan badannya.
Zea yang dari tadi menguping hanya bisa menahan amarahnya, apa kata Adi aku adalah perempuan kotor lihat saja perempuan kotor ini akan melakukan apa, akan aku jadikan istriku seorang boneka lihat saja, aku akan membuat Ziva jelek dihadapan mu Adi lihat saja.
"Sepertinya aku akan pikir-pikir lagi tentang pernikahan kau dan juga Bella aku menjadi ragu dan takut"
"Terserah kau saja aku pusing"
Adi meninggalkan istrinya dia lebih baik keruangan Bella melihat keadaannya siapa tau dia sudah bangun, tadi dirinya menyuruh Zack untuk kemari, untuk membantunya mengurus ngurus kepindahan Bella kerumah sakit milik dirinya.
***
Bella yang masih berlari tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki laki "maafkan aku "
"Ada apa denganmu nona, kenapa kau terburu buru "
"Tidak aku baik baik saja, aku permisi "
__ADS_1
Bella yang tadinya akan minta maaf tak jadi saat melihat ada tato ditangan laki laki itu lebih baik berlari dari pada meminta tolong pada laki laki itu.
Zack binggung kenapa dengan perempuan itu, tapi menarik juga dia meskipun sedikit pucat tapi tidak melunturkan kecantikannya begitu sempurna.
Zack yang baru ingat tentang tuannya bergegas berjalan kearah ruangan yang sudah tuannya beritahu jangan sampai dirinya telat dan dimarahi.
Saat disebuah lorong Bella melihat seseorang yang dirinya kenal, itu kan Sani, "Sanii " teriak Bella namun belum juga melirik kearahnya.
Bella kembali berjalan dengan sempoyongan kearah Bella namun Sani malah masuk kedalam ruangan itu, Bella dengan cepat melangkahkan kakinya, "Sani" sambil membuka pintunya.
Belum juga pintu terbuka mulutnya sudah dibekap "emmm" Bella berusaha berbicara namun sulit, kepalanya tiba tiba pusing dan entahlah apa yang terjadi kembali padannya.
"Buka pintu Zack "
"Baik tuan "
ternyata yang membekap Bella adalah Adi, dia mengetahuinya Bella kalah cepat oleh Adi, setelah masuk Adi langsung memangku Bella dan melihat wajah perempuan itu "awas saja akan aku berikan pelajaran padamu, sudah kedua kalinya kau kabur dariku " gumam Adi
"Dia adalah perempuan yang akan aku nikahi kau tidak ingat dengan perempuan ini, dia yang ada di pesawat"
"Dia apakah umurnya tidak terlalu kecil dilihat dari wajahnya pun dia kelihatannya masih sekolah dan apakah nyonya sudah mengizinkan Tuan untuk menikah lagi"
"Aku tidak akan pernah menikah lagi kalau dia tidak menyuruhku, dia yang mau aku menikah lagi maka akan aku turuti apapun yang dia mau akan aku turuti kita lihat sampai mana dia akan meminta sesuatu padaku. Memang dia masih sekolah umurnya baru 17 tahun tidak peduli mau umurnya masih muda ataupun tidak kalau aku sudah tertarik pada satu wanita aku tidak akan pernah melepaskannya"
"Lalu bagaimana dengan Tuan besar"
"Itu masalah gampang aku bisa mengurus semuanya"
"Baiklah Tuan tapi apakah nyonya nanti akan adil maksudnya akan tidak cemburu atau marah-marah pada Tuan "
__ADS_1
"Emm entahlah, mungkin aku akan melakukan sesuatu pada Ziva jika suatu saat nanti aku memang terus menginginkan perempuan ini, bermain licik sedikit tidak apa-apa kan Zack meskipun dia istriku tapi kami berdua awalnya dijodohkan kau tidak tahu tentang aku dan dia"
"Emm baik tuan baik "
Tiba tiba Bella bangun dan menghantam kap mobil, Bella langsung terduduk kembali dan langsung bertatapan dengan Adi.
Bella menatapnya dengan berani "apakah aku masih berani menatap ku seperti itu "
"Iya kenapa aku harus tidak berani "
Adi memang tangan Bella dua duanya, dan satu tangannya lagi memegang tengkuk Bella, lalu tanpa aba aba Adi langsung mencium bela dengan membabi buta, Bella sudah meronta ronta tapi sulit, bibirnya terus saja **** seperti permen.
Saat lidah Adi mencoba masuk kedalam mulutnya Bella menahannya namun Adi malah mengigit bibir bawahnya dan itu membuat Bella mau tak mau membuka mulutnya dan lidah mereka akhirnya bersatu, ciuman Adi tak kasar lagi, dia dengan pelan membimbing Bella, ciuman itu makin lembut.
Sampai sampai Bella terbawa suasana, dia diam dan menikmati setiap yang dilakukan oleh Adi, namun saat ingat tentang Alvaro Bella dengan cepat melepaskan pegangan Adi yang mulai melontar lalu mendorong wajah Adi untuk menjauh.
Adi masih mengatur nafasnya dan menatap wajah Bella yang pucat dengan bibir yang Jontor karena dirinya terus saja menghisapnya.
Abi mengusap bibir itu "ini miliki dan sampai kapan pun akan menjadi miliku "
Bella yang ingin turun tak bisa karena pinggangnya dipegang oleh Adi dengan begitu keras.
"Aku sudah pacar aku bukan milik mu " teriak Bella.
Namun Adi malah tersenyum "benarkah kau masih berpacaran dengan laki laki itu, kau sudah putus bersamanya aku tahu tentang dirimu "
"TI tidak aku tidak putus dengannya "
"Jangan berbohong sayang "sambil mengelus pipi Bella, namun Bella dengan cepat langsung menepisnya namun laki laki itu malah tertawa terbahak bahak "kau aneh " ucap Bella sambil melihat kearah luar jendela.
__ADS_1
Adi langsung menyandarkan kepala Bella pada dadanya, Bella yang tak mau melawan akhirnya pasrah saja, dia sudah lemas dan tak bisa melawan lagi.