
"Masuklah"
"Tuan Sena"
"Ada apa, bukannya ka?u sudah mengundurkan dari sekolah. Lalu tiba-tiba datang ke perusahaan ku, sepertinya tak ada yang perlu kita bicarakan lagi"
Pak Ginanjar langsung saja duduk dan berhadapan langsung dengan Sena "Aku mempunyai video itu, aku sudah memiliki video yang dimiliki oleh Dion, aku sudah mendapatkannya "
"Aku tidak mudah mendapatkan video itu. Bahkan aku harus membayar dengan sangat mahal, mahal sekali"
"Baiklah katakan berapa akan aku bayar, berapa kamu membayarnya akan aku lebihi "
"Tidak, aku tidak mau uang karena kalau kamu membayar dengan uang itu tidak akan pernah cukup. Aku ingin yang lain saja "
"Apa yang kamu inginkan, berkata lah langsung jangan terus menunda-nunda "
"Aku ingin sekolah"
"Sekolah ? Apakah kamu gila sekolah itu milik Adi bukan milikku, apakah kau ingin bermain-main dengan seorang Adi. aku sama sekali tidak mempunyai sekolah itu, aku tidak mau berurusan dengan Adi "
"Semua itu ada di tanganmu, apakah kamu ingin Aliya dipenjara nanti. Semuanya ada di tanganmu aku tidak mau tahu bagaimana caranya sekolah itu bisa menjadi milikku dan kamu juga bisa membujuk Tuan Adi untuk menyerahkan sekolah itu padaku, ingat aku tidak akan pernah bermain-main dengan kata-kataku itu "
"Tidak bisa apa yang aku harus berikan pada Adi jika kamu mengambil sekolah itu, aku tidak mungkin bisa membayarnya "
"Kamu juga sebagian memiliki hak kan di sekolah itu, maka gunakanlah otakmu untuk mendapatkan semua sekolah itu dari tuan Adi. Aku mau sekolah itu maka video itu akan ada pada tanganmu. Kalau kamu tidak mau melakukan itu berarti kamu memang tidak menyayangi Aliya "
"Baiklah kamu masuk dulu saja ke sekolah itu aku akan berbicara dengan Adi. Kamu hanya tinggal tahu beresnya saja. Bagaimana cara memusnahkan video itu agar tidak ada lagi dan disalahgunakan oleh orang lain, aku tidak mau terus mengeluarkan uang "
__ADS_1
"Tidak akan, video itu tidak akan aku musnahkan, tapi aku akan membuat sebuah rencana dan itu aku terinspirasi dari semua rencana rencanamu yang selalu saja menyelamatkan Aliya. Aliya tidak akan pernah dipenjara dia akan selamat dan tidak akan pernah dituduh lagi tentang tabrak lari itu, aku jamin ini akan berhasil "
"Apa itu"
Pak Ginanjar tersenyum dan langsung memberitahu tentang apa yang akan dia rencanakan pada Sena, Ini akan sangat menguntungkan sekali untuknya.
----------------
Tok tok tok
"Masuk"
Cempaka langsung terduduk di tempat tidurnya, tadi dia yang sedang berbaring segera duduk karena mendengar suara ketukan pintu.
"Andaru ada apa, ada yang ingin kamu bicara padaku"
"Boleh aku masuk dulu ke kamarmu"
Andaru segera masuk dan menutup pintu "Bianca belum pulang" Andaru mencoba untuk basa basi dulu.
"Belum katanya dia mau lembur"
"Sebenarnya aku kemari ingin meluruskan semua masalah yang terjadi. Kamu mungkin belum percaya kan dengan kata-kataku kalau selama ini yang berhubungan dengan Sinta itu adalah Galang. Akan aku buktikan sekarang aku akan bilang pada Sinta semuanya"
"Apa kamu gila, kamu akan menyakiti hatinya. Jangan lakukan itu, dia itu sedang sakit jangan sampai ditambah dengan kata-katamu nanti yang mengatakan kalau semua itu bukan kamu yang melakukannya. Ayolah tolong berbaik hati sedikit saja "
"Tapi aku tidak bisa seperti ini terus, aku tidak mungkin terus memendam ini. Sedangkan pelakunya sendiri hanya diam saja dan tidak mau bertanggung jawab. Aku yang menjadi kambing hitam di sini Cempaka. Aku tidak mau seperti ini, aku ingin semuanya lurus dan aku juga tidak mau kamu menganggap aku laki-laki yang suka mempermainkan seorang perempuan"
__ADS_1
"Tapi itu akan sangat menyakitkan untuk Sinta, dia pasti akan sangat terpuruk sekali aku tahu dia sangat mencintaimu Andaru. Bisakah kamu sedikit membuka hatimu untuk dia terima dia apa adanya. Aku bersumpah dia sangat baik dan tidak akan mengecewakanmu"
"Hati tidak akan pernah bisa dipaksakan Cempaka, mau bagaimanapun perempuan itu mencintaiku tapi kalau aku tidak mempunyai rasa sedikitpun padanya itu tidak akan pernah bisa, aku tidak pernah bisa menerimanya"
"Tapi jangan sakiti dia, aku minta itu padamu tunda saja dulu "
"Aku akan menelponnya sekarang"
Andaru tanpa ragu lagi langsung menelepon Sinta, dan langsung diangkat "Halo Andaru ke mana saja, aku selalu menelponmu tapi kamu tidak pernah mengangkatnya. Apakah sesibuk itu bagaimana keadaanmu apakah kamu baik-baik saja"
"Ada yang ingin aku katakan padamu"
"Ada apa, apa yang ingin kamu katakan"
"Sebuah kejujuran. Aku tidak mau lagi menjadi kambing hitam, aku tidak mau lagi dipermainkan oleh teman-temanku sekarang aku akan berbicara tentang siapa yang selalu bertukar kabar denganmu"
"Mungkin ini akan sangat menyakitkan untukmu, tapi kamu harus tahu semua itu bukan aku yang melakukannya. Aku tidak pernah bertukar kabar denganmu maksudku memang pada awalnya aku yang bertukar kabar denganmu, tapi setelahnya seterusnya bukan aku, itu adalah ulah Galang sungguh aku minta maaf atas kelakuan temanku itu"
Dari tadi Cempaka sudah menyenggol nyenggol Andaru untuk tidak mengatakan itu, tapi Andaru terus saja nyerocos mengatakan semuanya membongkar semuanya.
"Jadi mulai sekarang tolong lupakan aku dan maafkan aku juga karena telah mempermainkanmu. Lupakan tentang cintamu padaku, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu. Maafkan aku sekali lagi aku tidak bisa memaksakan apapun, lebih baik kamu cari laki-laki yang nanti bisa membuatmu bahagia aku tidak akan pernah cocok bersamamu"
Andaru langsung saja mematikan sambungannya "Kamu gila bicara seperti itu pada Sinta, dia pasti akan sangat sakit sekali dia pasti akan menangis seharian kamu tidak memikirkan perasaannya"
"Kapan kamu memikirkan perasaanku. Aku juga sama di sini tidak mau terus merasa bersalah. Sinta selalu saja meneleponku, tapi aku tidak pernah mengangkat telepon itu sekalipun. Karena aku tidak mau memberikan dia sebuah harapan yang semu. Aku tidak mau membuatnya terus berbunga-bunga , aku tidak mau menyakiti hatinya makin dalam Cempaka, aku punya dirimu aku tahu bagaimana karma bekerja"
"Tapi setidaknya seharusnya kamu tidak melakukan itu pelan-pelan saja, jangan langsung seperti itu. Aku marah padamu, aku kesal padamu seharusnya pelan-pelan saja Andaru aku kesal"
__ADS_1
Cempaka langsung saja keluar dari kamarnya meninggalkan Andaru sendirian, rasanya hatinya begitu marah pada Andaru. Karena langsung berbicara pada Sinta.
Kenapa tidak bisa pelan-pelan nanti dan Sinta juga pasti akan mengerti, dia tidak akan terus-menerus mengejar Andaru kalau dengan pelan-pelan. Pasti sekarang dia sangat sedih.