Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 132 Aku yang akan mengurusnya


__ADS_3

"Bagaimana dokter "


"syukurlah kita sudah melewati masa kritis tadi Tuan hampir saja tidak bisa diselamatkan namun tiba-tiba saja detak jantung Tuan kembali lagi, tapi kami tidak bisa memprediksi kapan Tuaan akan bangun, lukanya begitu parah apalagi luka yang ada di dadanya itu yang sangat parah"


"Baiklah tuan harus bangun dan kalian harus merawat tuan dengan benar, bawa dia keruangan sebelah ada nyonya disana, satukan mereka dalam satu ruangan"


"Baik tuan setelah semuanya siap kami akan memindahkan tuan keruangan sebelah "


Zack mengangguk dan masuk keruangan nyonya yang belum juga sadarkan diri " apakah belum bangun juga Ki dari tadi "


"Belum kak aku khawatir tadi dia mengigau, memangil manggil nama suaminya "


Zack mengusap wajahnya, kenapa harus ada musibah seperti ini, tuan koma nyonya belum bangun, dan sekarang juga dirumah sedang kacau bahkan dirinya belum bisa mengurus tentang kekacauan yang ada di pelabuhan.


"Mas Adi "


Rizki dan Zack sampai kaget saat Bella berteriak dan mencari keberadaan suaminya, bangun dengan tiba tiba seperti itu dan akan mencabut jarum infusnya untung saja Rizki memegangnya.


"Nyonya tenang akan aku panggilkan dokter "


"Suamiku bagaimana apakah dia sudah bangun "


Pintu dibuka dan Bella melihat suaminya yang masih berbaring dimasukan kemari lalu didekatkan keranjangnya.


Bella kembali menangis dan memeluk badan suaminya yang ada disampingnya, meskipun sulit Bella melakukannya " mas bangun kenapa kau melakukan ini, aku tidak bisa tanpamu jangan tinggalkan aku mas, aku tak akan sanggup bila kau meninggalkan ku "


"Nyonya harus diperiksa dulu " ucap salah satu dokter.


"Tidak aku tidak apa-apa suamiku yang sakit di sini


, maka kalian sembuhkan saja suamiku aku tidak kenapa-napa aku baik-baik saja"

__ADS_1


"Tapi nyonya "


Zack mengelengkan kepalanya untuk dokter diam dan pergi dari ruangan ini, mereka menganggukan kepalanya dan keluar, setelah dokter keluar ada yang masuk kembali ternyata itu tuan Anggabaya, dia datang dengan ngos ngosan dan berjalan kearah ranjang anaknya dan juga menantunya.


Tuan Anggabaya melihat keadaan anaknya yang penuh dengan selang, dan juga keadaan menantunya yang menangis sambil di infus, apa yang terjadi kenapa mereka.


Zack yang tahu tuan Anggabaya kebingungan segera membisikan sesuatu " tuan ada yang menyerang tuan dan dia koma, nyonya Bella syok dan kelelahan makannya tangannya di infus dia belum makan tuan "


"Akan aku urus "


Tuan Anggabaya menatap anaknya sejenak lalu merangkul Bella agar menghadap padanya " ayah lihat mas Adi tidak mau bangun, aku sudah menyuruhnya bangun tapi dia tak bisa bantu, biasanya kalau aku suruh bangun dia akan bangun tapi kenapa sekarang dia hanya diam saja, "


"Suami mu perlu istrihat sayang, biarkan dia istrihat kau harus sehat ya jika ingin menjaga suamimu, maka sekarang kau harus makan dulu ya. Kau harus mengisi tenaga kau jangan stress itu akan mengganggu kandunganmu"


"Bagaimana aku akan makan sedangkan suamiku saja berbaring seperti ini itu tidak akan terjadi, aku tidak akan bisa makan saat suamiku belum bangun"


"Aku tahu tapi kau juga harus memikirkan tentang bayi yang kau kandung, kau jangan egois kalau Adi tahu kau tak makan karena dia pasti dia akan marah padamu "


"Baiklah akan ayah suapi "


Rizki mengambil makanan yang dibawa kak Zack dan segera menyiapkannya memberikannya pada tuan Anggabaya.


"Buka mulut mu kau harus makan yang banyak bukannya anak kalian kembar tiga kan, kau harus makan banyak agar mereka kenyang, lalu setelah itu makan vitamin ya"


Bella hanya bisa mengangguk saja selama makan Bella tak diam selalu saja menatap suaminya dan air matanya pun tak henti hentinya mengalir.


***


"Tuan sekarang sedang ada masalah "


"Masalah apa Zack "

__ADS_1


Mereka sekarang sedang ada diluar ruangan membiarkan Bella bersama Adi bersama.


"Masalah tentang sabu-sabu dan juga narkoba yang disita oleh polisi serta ada penyusup lagi ke rumah tuan, apa yang harus saya lakukan saya tidak bisa mengambil sebuah keputusan dengan gegabah"


"Biar aku yang menganti kan mas Adi untuk sementara "


Mereka berdua yang sedang mengobrol langsung menatap Bella yang diam di depan pintu dengan Rizki.


"Tidak usah nak biarkan ayah saja yang mengurus semuanya kau di sini hanya perlu fokus pada kandunganmu serta Adi juga ya"


"Tidak bisa aku juga harus menemukan siapa orang yang telah menusuk suamiku akan aku urus semua dan aku akan urus penghianat itu penyusup itu dan juga tentang narkoba serta sabu-sabu yang ditangkap oleh polisi, aku akan mengurus semuanya ayo kak Zack kita pulang ke rumah dan urus semua masalah itu. Ayah lebih baik di sini saja tunggu mas Adi sampai siuman"


Bella berjalan lebih dulu meninggalkan kak Zack sedangkan Rizki tentu saja mengikut Bella dari belakang dirinya tak mungkin membiarkan Bella pergi begitu saja.


"Tuan bagaimana ini "


"Ikuti saja kemauan Bella aku akan menunggu Adi disini, bereskan semuanya aku percayakan keselamatan Bella padamu "


"Baik tuan saya permisi dulu "


Zack berjalan dengan cepat menyusul Bella yang sudah jauh dan mungkin sekarang dia sudah da di parkiran. Zack berlari dan benar saja nyonya sudah menunggu didepan mobil Zack membukakan pintu dan membantu nyonya masuk di susul Rizki.


Zack melajukan mobilnya dan dibelakangnya juga dikawal oleh beberapa orang. Selama perjalan Bella dan juga Rizki diam, tak ada pembicaraan mereka diam dengan pemikirannya masing masing.


***


"Adi kau harus segera bangun kau tahu sekarang istri mu mengurus semuanya, ayolah bangun kasihan dia Adi dia ingin mengurus semuanya, Ayah membiarkannya Ayah tidak mau melarangnya takut-takut dia akan marah Ayah akan menjagamu ya, nanti juga Bella akan kembali lagi ke sini di rumahmu sedang banyak penghianat entah apa yang mereka lakukan, kau sudah baik pada mereka memberikan sebuah pekerjaan tapi mereka malah mempermainkan kamu"


"Ayah sangat khawatir saat mendengar aku masuk kedalam rumah sakit, kenapa anak ayah bisa kalah kau tak pernah kalah nak, kenapa menjadi seperti ini, ayah tak bisa menerima semua ini, siapa yang sudah tega pada mu "


Tuan Anggabaya melihat ada air mata yang keluar dari mata anaknya " kau harus segera bangun nak, bantu istrimu dia ingin menyelesaikan masalah ini, kasian dia sedang sedih dan syok lalu mengurus ini semua kau harus bertahan dan membantu istrimu, kau beruntung mendapatkan perempuan tangguh seperti Bella,maka kau harus terus mencintai Bella, jangan sia siakan dia, bahagaian dia selalu nak, kau jarang mendapatkan perempuan seperti Bella, dia istimewa untuk mu "

__ADS_1


Tuan Anggabaya mengusap air mata yang mengalir itu dan menggenggam tangan anaknya dengan sangat erat.


__ADS_2