Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 284 Datangnya Sinta


__ADS_3

"Apa kenapa bisa Dion bertemu dengan inspektur"


"Baiklah selalu awasi dia jangan sampai dia mengatakan sesuatu. Ingat aku tidak mau kau lalai dalam pekerjaan ini, selalu awasi Dion dan apapun yang dia lakukan kau harus memberitahunya padaku"


"Ya semuanya tentang yang Dion lakukan beri tahu aku. Aku tidak mau tahu "


Kepala sekolah langsung mematikan sambungannya kebetulan sekali ada Budi yang lewat bersama teman-temannya.


Kepala sekolah terus saja menatap Budi, sepertinya Dion ingin main-main dan membuat keponakannya ini kecelakaan. Baiklah kita buta sedikit permainan agar dia tak berani-berani lagi berbicara pada polisi.


...----------------...


"Kau cantik sekali Sinta "


Aliya memeluk bahu Sinta dan Sinta tersenyum melihat penampilannya yang begitu luar biasa, wajahnya dirias dan sangat cantik sekali. Sudah lengkap dengan seragamnya juga. Seragam yang selalu dirinya impikan sekarang dirinya pakai.


"Aliya apakah ini tak masalah, kita kan mau sekolah kenapa berdandan seperti ini "


"Kenapa tidak masalah, ini sangat cantik mereka semua akan suka. Kau dan aku harus sama. Anggap saja tanda kalau kita ini sahabat ingat itu kita sahabat"


Sinta tersenyum dan neneknya masuk kedalam kamar membawa sarapan "Ayo anak-anak kita makan dulu, kalian harus sarapan. Jangan sampai pergi sekolah dengan perut kosong nanti kalian akan pusing "


Aliya yang menatap itu malah jijik, melihat penampilan neneknya Sinta saja dirinya sudah sangat jijik. Apalagi harus memakan makanan yang ada di tangan neneknya Sinta bisa-bisa dirinya malah sakit.


"Aku tidak sarapan di pagi hari "jawab ketus Aliya.


"Aku juga tidak sarapan nek "Sinta malah ikut-ikutan.


"Baiklah lebih baik kita pergi sekarang, ini adalah hari pertamamu sekolah tidak mungkin kan kau akan telat"


"Aku akan menelfon supir ku dulu "


Aliya mengambil ponselnya dan tak butuh waktu lama sudah diangkat "Aku sudah siap, kita akan berangkat sekarang segeralah bersiap didepan rumah "


Aliya langsung mematikan sambungannya dan Sinta malah tersenyum senang mendapatkan teman seperti Aliya, yang sungguh sangat baik sekali padanya.


"Mari mari kita pergi, ayo kita sekolah. Aku ambil dulu tas ini "


Aliya segera mendorong kursi roda Sinta dan keluar dari rumah Sinta yang menurutnya tak layak huni ini.


...----------------...


Cempaka dan juga Bianca sudah turun dari bis, mereka hanya perlu berjalan sedikit ke sekolah. Cempaka yang memang sangat penasaran apa masalah Bianca segera bertanya.


"Sebenarnya apa masalahmu Bianca, kalau aku boleh tahu itu pun. Aku janji tidak akan memberitahu pada siapapun"


"Ceritanya rumit sekali, aku diusir oleh orang yang telah melakukan semua ini pada keluargaku"


"Apa kenapa bisa"


"Karena aku membangkang. Aku tidak mau terus diatur aku bisa hidup tanpa diberi uang olehnya"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan bayaran sekolahmu"


"Dia sudah membayar lunas semuanya, jadi aku bisa tenang. Aku hanya perlu mencari uang untuk hidupku sendiri"


"Kenapa kau bisa tinggal bersama orang yang telah melakukan itu pada orang tuamu"


"Ya karena ini salah orang tuaku juga, dia malah menitipkan aku pada orang itu. Tapi dia mau saja mungkin karena telah mengambil harta orang tuaku, sungguh menyebalkan sekali kan hidupku ini"


"Tenang ada aku disampingmu "


"Iya kau benar. Terima kasih karena kau sudah mau menjadi teman sekamarku"


"Tentu saja, tapi itu juga aku lakukan untuk kau bisa tetap di sampingku dan seperti kata-katamu kau akan terus menjadi pelindungku malaikatku"


Bianca tersenyum "Ya kau benar aku adalah malaikat tak bersayap mu "


Mereka masuk kedalam sekolah kebetulan sekali Andaru dan juga Aksa baru saja datang. Andaru langsung mencegat mereka berdua.


"Bianca akhirnya kau bisa tinggal lagi bersama kami. Bisakah aku berbicara dengan adik kecilku ini yang pembangkang dan juga sangat menyebalkan"


"Apa kau bilang aku menyebalkan. Tidak ya aku tidak mau bicara denganmu. Ayo Bianca kita masuk ke kelas agar kita tidak telat ayo "


"Andaru aku tidak bisa meninggalkan adik kecilmu ini bersamamu. Kita akan masuk ke kelas "


"Hanya sebentar saja, tidak akan lama, aku janji "


"Baiklah tapi jangan apa-apa kan adik kecilmu ini ya, aku akan tunggu di kantin "


Andaru segera menarik tangan Cempaka dan menatap wajah Cempaka dengan lekat. Bahkan Andaru sengaja mensejajarkan tubuhnya bersama Cempaka yang lebih pendek darinya.


Cempaka langsung mendorong wajah Andaru apa-apaan dia menatapku seperti itu "Kau bisa bicara denganku tanpa kau harus menatapku seperti itu"


"Ada apa denganmu adik kecil. Kenapa kau marah padaku setelah berbicara dengan Galang, sebenarnya apa yang kalian bicarakan sampai-sampai kau marah padaku"


"Tidak ada yang aku bicarakan bersama Galang, hanya masalah tugas saja. Dia juga sudah menceritakan padamu kan semuanya apalagi yang harus aku katakan. Sudah Galang katakan semuanya padamu ingat itu "


"Aku tidak percaya, otak kecilmu ini terlalu banyak berpikir, jangan terlalu banyak percaya pada orang lain adik kecil "


"Sudahlah lepaskan tanganku. Aku mau pergi ke kelas, kau jangan menahan-nahan ku seperti ini "


"Di sini saja dulu kenapa harus buru-buru, kita bisa mengobrol lebih banyak lagi kan "


Cempaka mencoba untuk melepaskan tangan Andaru, tapi sangat sulit sekali. Tangannya dipegang dengan sangat erat sekali.


"Halo Aliya. Bagaimana apakah kau sudah dekat"


"Baiklah baiklah aku akan mempersiapkan semuanya. Kau hanya perlu tahu beres saja kita akan menyambut dia dengan meriah, ini akan sangat menyenangkan "


"Iya iya aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku matikan dulu"


Setelah mematikan sambungan teleponnya Galang menatap kedua temannya "Ambilkan barang-barangnya di mobilku sekarang juga ya, dia akan datang sekarang juga"

__ADS_1


"Baiklah baiklah"


Mobil datang, semua orang langsung fokus ke arah mobil itu. Bahkan Cempaka yang dari tadi ingin melepaskan pegangan tangannya itu langsung menatap mobil itu dan tidak menghiraukan tangannya yang sedang dipegang erat oleh Andaru.


"Siapa itu "ucap Aina yang sedang duduk bersama Danu dan juga Budi.


"Mungkin orang penting, makanya dia memakai mobil besar seperti itu. Mobil yang cukup mewah "ucap Danu


"Mungkin itu adalah murid baru yang akan melayaniku nantinya, mungkin dia adalah orang baru teman kita yang baru "sekarang Budi yang menjawab.


Saat mobil itu sudah berhenti Galang langsung menyuruh teman-temannya untuk berkumpul "Kemarilah teman-teman. Ayo berkumpul di sini kalian akan menyambut seseorang, ayo kemari kemari berkumpul semuanya"


Mereka patuh, teman-temannya langsung berkumpul. Bahkan Andaru dan juga Cempaka mereka langsung pergi ke sana karena tangan Cempaka yang masih saja dipegang Andaru, makanya Cempaka harus mengikuti langkah Andaru yang terus saja maju ke depan.


Ternyata yang keluar adalah Aliya dengan wajah angkuh dan memakai pakaian yang berbeda. Dia datang ke sekolah dengan pakaian bebas seperti itu dan tersenyum ke arah teman-temannya.


"Baiklah kita sambut teman baru kita, teman yang sangat kita tunggu-tunggu selama ini. Siapa lagi kalau bukan Sinta "teriak Galang.


"Ayo tepuk tangan tepuk tangan"


Sinta segera diturunkan dan Aliya langsung menyambutnya, lalu Aliya membisikkan sesuatu "Ini baru permulaan Sinta, kau akan bersenang-senang di sini"


"Sekarang saja aku sudah sangat senang Aliya"


Aina langsung memegang tangan Sinta "Kau ada di sini Sinta, kenapa kau tidak bicara pada kami, kenapa tiba-tiba seperti ini "


"Ini adalah sebuah kejutan untuk kalian semua"


"Iya, kenapa kau tidak berkata pada kami. Mungkin kita bisa berangkat bersama "ucap Budi


"Sudahlah tidak penting ini, ayo kita pergi ke kantin dan setelah itu kita berkeliling mengajak Sinta melihat sekolah ini yang begitu besar"


"Sinta " ucap Cempaka dengan lirih tapi Sinta tak mengubris Cempaka.


"Sebentar aku ingin bicara dulu dengan Andaru "


Andaru yang binggung segera maju dan menatap Sinta, masih dengan memegang tangan Cempaka.


"Bisa kita bicara Andaru dan bisalah kau melepaskan tangan Ayu, aku sangat risih "


Andaru menatap tangan dirinya dan juga Cempaka, masih tak dilepaskan. Tapi Cempaka dengan paksa melepaskannya "Sinta " masih tak dijawab.


"Baiklah aku akan membantumu " ucap Andaru pasrah.


Sebenarnya apa yang teman-temanya lakukan ini, kenapa tiba-tiba perempuan ini ada disekolah. Saat Andaru membawa pergi Sinta Cempaka mengikutinya.


"Dia pasti menganggap kalau yang selama ini bertukar pesan dengannya adalah Andaru yang asli "


"Hemm pasti sangat bodoh, apakah kau tak mau mengejar Andaru dan memperingatinya untuk tak jujur"


"Oh iya aku lupa sial, kenapa aku bisa melupakan itu "

__ADS_1


Galang dengan cepat mengejar Andaru, jangan sampai permainannya ini gagal dan semuanya hancur begitu saja. Semuanya harus lancar.


__ADS_2