Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 178 bulan madu yang berbeda


__ADS_3

"Ada apa Cempaka "


"Tolong paman paman di dalam kamarku ada kecoa aku takut"


Rizki dan juga Zack hanya bisa menepuk kening mereka, "kirain ada apa Cempaka " ucap Rizki dan memangku anak kecil itu.


"Habisnya aku tuh takut sama kecoa Paman udah ayo ikut aja ke kamar, lihat aja soalnya gede banget"


"Iya ayo lihat kita lihat dan tangkap ya "


"Iya Paman kita tangkap "


Cempaka memeluk leher Rizki dan menyenderkan kepalanya di dada Rizki " Paman temenin Cempaka tidur ya, Cempaka nggak mau bobo sendiri Aksa nggak mau tidur sama Cempaka, apalagi Andaru dia itu nggak mau temenin Cempaka. Jadi Paman yang harus teman Cempaka ya"


"Iya, paman temenin bobo ya, tapi Cempaka harus bobo nggak boleh nggak. Pokoknya nanti pagi kita pergi ya kita jalan-jalan sambil belajar"


"Emangnya pagi-pagi mau belajar apa paman, di sekolah aja mulainya kadang jam 08.00 atau jam 09.00, tapi, Paman mau ajak kita belajar pagi-pagi. Emangnya belajar tentang apa sih Paman, aku kok malah jadi penasaran dan nggak mau tidur ya. Aku pengen cepet-cepet besok "


"Ya makanya sekarang kamu tidur biar besok kamu tahu apa yang akan kita lakukan"


"Tapi besok pagi bolehkah telepon dulu mama aku mau lihat mama lagi apa sama ayah, senang nggak sih liburan berdua terus lagi lakuin apa,sama siapa aja, apa benar-benar berdua atau ada teman mama sama ayah di sana gitu"


"Iya boleh, besok kita telfon mamah dulu yah "


"Yey asik "


"Ya udah sekarang bobo ya. Mana nggak ada kecoa nih di kamar. Ayo paman temenin biar bobonya makin nyenyak"


"Ayo paman bobo sini pinggir Cempaka,"


Rizki dengan patuh mengikuti apa kata-kata dari Cempaka memang dirinya kalau menginap tidur bersama Cempaka sih. Bella juga tidak mempermasalahkan itu dan memang Cempaka juga selalu ingin tidur bersamanya.


Dari masih mereka kecil pun dirinya sudah bantu mengurus ketiga anak ini kan, hanya Andaru saja yang tidak tahu terima kasih.


...----------------...


"Mas kenapa kasih pancingan sama aku "


"Kita mancing sayang "


"Apa mancing di laut kayak gini, kamu ajak aku pergi berdua gini cuman buat mancing di laut ? "


"Biar berbeda dari yang lain sayang ya kita bulan madu sambil mancing-mancing gitu, siapa tahu kita dapat hiu dan nanti bisa dibawa ke rumah buat mainan anak-anak"

__ADS_1


"Mass jangan main-main "


"Aku ga main- main sayang, ayo duduk disini, pake jaket dulu ini sudah malam sayang "


"Ya maka dari itu masa sih kita malam-malam pancing-pancing kayak gini"


"Ya ga apa-apa sayang duduk ya "


Adi pengambil panggangan dan menyimpannya dekat dengan mereka " terus ini buat apa lagi"


"Nanti kalau kita dapat ikan langsung bakar sayang. Pasti enak rasanya pasti akan sangat berbeda"


"Gimana kamu saja mas "


"Yaudah kita mancing ya sekarang "


Bella dengan pasrah mengikuti kemauan sang suami, memancing malam-malam dan ditemani oleh api Unggung kecil.


"Udah dapet belum sayang ? "


"Boro-boro dapat mas nggak ada"


"Ya udah mending kamu bikin bumbu saja, biar aku saja yang mancing di sini, ayo cepat sayang kita harus kerjasama"


"Baiklah mas, kau ini sungguh berbeda dengan yang lain "


Bella hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja, saat mereka tadi baru datang, suaminya langsung membawanya ke tepi pantai dan inilah sekarang yang mereka lakukan yaitu memancing.


Bella mengambil bahan-bahan untuk membuat bumbu ikan bakar, semoga saja enak ya, karena sudah lama juga tak buat ikan bakar.


"Sayang lihat aku dapat satu "


Adi dengan semangat menghampiri istrinya dan mengeksekusi ikannya.


"Kenapa cepat dan kenapa juga sudah ada tiga ikan? Seharusnya kau mendapatkan satu ikan, tidak mungkin kan dalam satu pancingan kau mendapatkan 3 ikan sekaligus"


"Hehehe maaf sayang, kau bisa lihat kearah sana "


Bella melakukannya, melihat kearah tunjukan tangan suaminya, ternyata ada anak buah suaminya disana, mereka hanya tersenyum canggung.


Mereka masih mengunakan jas lengkap, mereka semua ini memancing tapi mengunakan jas apa nyaman ?


"Katanya kita pergi berdua tapi ternyata banyak orang, kalau tahu gini sudah saja bawa anak-anak"

__ADS_1


"Hehehe maaf sayang, hanya untuk jaga-jaga saja siapa tahu ada musuh kalau kita berdua saja kita tidak bisa melawannya. Tapi, kalau aku membawa orang-orang ku mereka bisa melindungi kita"


"Iya iya tak usah kau jelaskan mas, ini aku sudah membuat bumbunya "


"Baik sayang terimakasih sekarang kita akan membakar ikannya, pasti akan enak "


Adi melakukannya sendiri, sedangkan anak buahnya masih memancing dan sesekali ada yang membakar ikan juga.


Setelah semuanya selesai mereka memakan ikan-ikan itu, Bella dan juga Adi sama, malah Adi menyuapi istrinya terus menerus.


"Enakan sayang ikan yang baru dipancing"


"Ikan yang baru dipancing atau bawa dari rumah "


"Sebenarnya beli sih sayang yang masih hidup, terus aku masukin ke sana dan mereka tangkap umpan aku udahlah yang penting kita makan ikan sekarang"


"Huuh dasar kamu ya "


"Yang penting kita bahagia sayang "


Bella tersenyum dan menerima kembali ikan yang suaminya berikan padannya, memang nikmat makan berdua seperti itu, satu piring berdua.


...----------------...


"Pelan-pelan saja mas jangan terburu-buru seperti tak pernah melakukannya saja "


"Aku sudah rindu sayang dengan tubuh seksimu ini, dirumah sangat sulit kita melakukan ini "


Adi membuka seluruh pakaian sang istri, lalu membuka pakainnya juga, dengan tanpa beban sedikit pun Adi memangku istrinya dan menidurkannya ditempat tidur.


"Apakah kau siap memberikan adik untuk anak-anak kita sayang "


"Apakah kau sudah lupa sayang, kalau kau tak membolehkan aku mempunyai anak lagi " sambil tangan Bella membelai wajah sang suami.


"Aku lupa sayang, "


Adi menciumi seluruh wajah istrinya, lalu berpindah pada bibir yang selalu membuatnya candu, bibir itu selalu merekah dan merah merona membuatnya selalu bergairah.


Tapi seluruh tubuh istrinya selalu membuatnya bergairah, apapun yang ada ditubuh istrinya akan membuat dirinya bergairah.


"Kau sudah siapa kan sayang untuk terbang bersamaku, untuk menikmati setiap sentuhan yang aku berikan "


"Aku selalu siap, apapun yang kau lakukan aku selalu menerimanya "

__ADS_1


Bella mengalungkan tangannya keleher suaminya, dan memulai terlebih dahulu Bella membalikan keadaan sekarang dia yang diatas.


Bella akan memuaskan suaminya terlebih dahulu, biarkan dirinya yang bekerja terlebih dahulu nanti suaminya yang meneruskan diakhir pasti akan sangat luar biasa seperti biasannya.


__ADS_2