
"Kau ini bisa kerja tidak hah " teriak Adi pada bawahannya yang membawakan sebuah berkas yang Adi inginkan.
"Itu saya sudah revisi tiga kali Tuan sesuai yang Tuan inginkan"
"Kau berani menjawab apa kata-kataku, ini masih salah dan benar kan semuanya, aku tidak mau tahu siang ini berkas ini harus ada di mejaku"
"Baik tuan saya permisi "
Karyawan Adi sudah pergi dan Adi kembali mengerjakan tugas kantornya meskipun tangannya kesakitan dan diperban itu tak membuat Adi berhenti untuk bekerja.
Dirinya akan melampiaskan semuanya pada pekerjaan, melupakan Bella sang pujaan hati untuk sementara, dirinya begitu lemah tanpa Bella, dirinya hancur tanpa Bella.
Entah sejak kapan dirinya ketergantungan pada seorang wanita, padahal dulu dirinya tak pernah seperti ini, dirinya tak pernah peduli dengan seorang wanita, tapi dengan Bella begitu berbeda.
"Dimana kau Bella, kenapa kau meninggalkan ku " Adi memijat kepalanya.
"Akhh sialan kenapa ayah harus ikut campur "
__ADS_1
Adi bangkit dan menendang kursi lalu keluar dari dalam ruangannya, dirinya sedang tak fokus, lebih baik menenangkan diri saja dulu.
"Tuan "
"Ada apa Zack jangan sampai aku melampiaskan semuanya padamu "
"Em tidak jadi tuan "
Adi langsung saja pergi, Zack yang memang tak mau membuat tuanya makin marah maka tak jadi berbicara, dirinya harus mencari nona Bella kemana lagi.
**
"Jadi kau benar hamil Bella sesuai dengan surat yang aku baca, kalau kau harus menjaga anak mu, jadi yang dimaksud itu adalah anak yang ada di kandungan mu "
Bella menganggukan kepalanya " ya aku hamil papih, aku menjadi ibu pengganti untuk laki laki itu dan juga istrinya "
"Lalu kenapa kau tak menunggu anak ini lahir dan berikan anak ini pada mereka, anak ini akan merusak masa depanmu Bella kau ini masih muda dan hidupmu masih panjang. Saat kau mempunyai anak kau akan kesusahan nantinya"
__ADS_1
Bella menangis dan memeluk perutnya " dia tidak akan merepotkan ku papih, dia tidak akan merusak masa depanku dan aku tetap akan mengurusnya bagaimanapun dia adalah darah daging ku papih, dia adalah anakku aku tidak mungkin bisa memberikannya pada mereka, mungkin pada awalnya aku setuju untuk memberikan anak ini pada mereka tapi setelah dipikir-pikir aku tidak bisa merelakan anakku untuk mereka. Mungkin papih berpikir kalau aku masih tidak pantas untuk menjadi seorang ibu umurku masih tidak pantas, tapi aku yakin aku akan bisa mengurus anak ini , papih hanya perlu percaya padaku dan juga mendukungku atas semua keputusanku ini jangan sampai papih meminta aku untuk mengembalikan anak ini saat aku selesai melahirkan nanti, karena sampai kapanpun anak ini adalah anakku,dia adalah darah dagingnya sendiri Papih, aku tak akan sanggup bila harus kehilangan dia "
Ayah Bella yang mendengar penuturan sang anak langsung memeluknya dengan erat, anaknya Bella sudah dewasa dia sudah berpikir luas ke depan, dirinya bangga mempunyai anak seperti Bella yang bisa mempertahankan apa yang harus dirinya pertahankan. Mungkin dirinya kecewa karena anaknya tiba-tiba saja sudah mengandung dan dinikahi oleh laki-laki lain tanpa sepengetahuan.
Tapi hatinya luluh saat mendengar semua kata-kata yang anaknya katakan, baru pertama kali dirinya mendengar Bella berkata seperti ini.
"Kita jaga anak ini sama sama yah "
"Papih tak marah "
"Kenapa papi harus marah dengan kabar yang gembira ini, papih akan mempunyai cucu dan sebentar lagi juga papi akan dipanggil kakek kan, mungkin papi kecewa dengan laki-laki yang telah menikahimu tanpa menghadirkan papi di pernikahan itu, tanpa persetujuan papih. Tapi semua itu musibah papih tahu semua itu karena mamimu dan juga kakak mu Serena yang menjualmu, papih sudah membaca surat yang ditulis oleh seseorang itu yang bahkan papi juga tidak tahu orangnya siapa, tapi papi sangat berterima kasih padanya karena telah membantumu untuk keluar dari laki-laki yang bernama Adi itu dan memberikan sebagian hartanya padamu. Dia begitu baik papih ingin bersujud di hadapannya dan berterima kasih atas apa yang dia sudah berikan padamu. Atas semua kasih sayang yang dia berikan padamu saat papi tidak ada di sampingmu, mungkin selama ini papih gagal menjadi seorang ayah, papih terlalu pilih kasih antara dirimu dan Serena papih tidak memikirkan bagaimana dirimu sampai-sampai kau menjadi anak pembangkang, namun papi masih belum sadar dan masih membeda-bedakan mu antara dirimu dan Serena. Padahal di sana anak papih darah daging papi yang sesungguhnya adalah dirimu bukan Serena"
Bella makin mengencangkan pelukannya dirinya begitu senang mendengar ayahnya menerima sang anak, tak ada yang ditakutkan lagi sekarang, "orang yang telah menolongku dia begitu baik papih, sampai-sampai dia menganggapku sebagai anaknya. Dia tak pernah melukaiku dia baik sekali. Mungkin masa lalu itu tidak usah papi ingat-ingat lagi kita jalani hidup kita sekarang dari awal kembali papih, kita susun kembali hidup kita tanpa mami dan juga Serena, mungkin kesalahan mereka begitu besar aku pun marah dengan apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak akan pernah bisa membalasnya pih aku tidak akan pernah bisa membalas kelakuan mami dan juga Serena, di satu sisi dia adalah ibuku dan di sisi lain dia juga kakakku mungkin jika aku tega aku bisa marah pada mereka dan pulang pada mereka menanyakan alasan mereka kenapa menjual diriku. Tapi aku berfikir lagi aku tidak mau menjadi Bella yang dulu Bella yang selalu marah-marah apa-apa marah-marah, aku ingin berubah sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu. Biarkan Tuhan saja yang membalas semua kelakuan mami dan juga Serena tidak mungkin Tuhan tidur dia pasti akan membalas apa yang telah mereka berdua lakukan, kita harus hidup tanpa ada rasa dendam pih, kita harus hidup dengan rasa damai agar hidup kita kedepannya selalu nyaman dan bahagia kita lupakan semua permasalahan itu"
Ayah Bella yang kembali mendengar setiap penuturan sang anak makin menangis dengan kencang, selama ini dirinya tak pernah memperhatikan Bella Samapi sampai Bella sudah sedewasa ini, dan sebijak ini.
Dirinya sudah melewatkan banyak hal, dirinya sudah melupakan anaknya, darah dagingnya demi anak tirinya yang malah membalasnya dengan cara yang begitu membuatnya kecewa dan marah.
__ADS_1
Serena sampai berani menjual anaknya Bella sebenarnya apa salah anaknya, dirinya juga ingin menanyakan hal itu pada anak tirinya apa kesalahan anaknya Bella. Sampai tega menjual adiknya, tapi yang lebih tega lagi adalah istrinya menjual darah dagingnya dia bersekongkol dengan anaknya untuk menjual anaknya yang lain.