
Sinta melihat kearah es krim yang tadi Ayu berikan, dirinya tak sudi mengambil apa yang diberikan Ayu.
"Kau sungguh tega padaku Ayu, kau sudah merebut segalanya dari sekolah, sekarang laki-laki yang aku cintai kau rebut juga, lalu apa lagi yang akan kau rebut dariku"
Sinta yang mendengar ponselnya terus bersuara segera mencarinya, baru ingat ponselnya ada dimeja makan.
"Nenek apakah kau bisa ambilkan ponselku "
Tak ada yang menjawab " Nenek "
Sinta akhirnya memutuskan mengambil ponselnya sendiri, Sinta dengan perlahan duduk di kursi rodanya meskipun sulit tapi Sinta tak menyerah.
Perlahan diturunkan terlebih dahulu kaki kanannya lalu kaki kirinya, setalah itu dirinya membawa kursi rodanya keluar dari kamarnya.
Saat sudah mendapatkan ponselnya Sinta membuka notifikasi tadi. Alangkah kagetnya Sinta saat melihat Andaru dan juga Aliya berciuman.
"Tidak, ini apa-apaan tidak mungkin ini "
"Apa-apaan, apa yang dilakukan Andaru padaku "
Sinta membawa kursi rodanya kembali kekamar dengan histeris, tak sengaja kursi rodanya itu mengusir taplak meja makan, makanan semua berhamburan.
Sinta memeluk tubuhnya sambil menangis "Ada apa Sinta" tanya neneknya yang tiba-tiba saja muncul.
"Tidak, aku tidak apa-apa maafkan aku telah membuat makanan itu terjatuh "
"Tidak masalah, nenek akan memasaknya kembali kau baik-baik saja kan. Ada apa denganmu apa yang terjadi"
"Dari tadi terus saja banyak orang yang bertanya denganku. Apakah kau baik-baik saja. Ada apa denganmu selalu saja itu, aku muak dengan itu aku muak "
Sinta langsung menutup pintunya dengan keras tanpa memikirkan apakah neneknya terluka atau tidak.
Sinta memukul-mukul kakinya " Kenapa harus seperti ini, kenapa harus aku yang seperti ini. Aku lelah dengan keadaanku yang seperti ini. Kenapa tidak Ayu saja yang seperti ini. Aku lelah "
Sinta segera memberi pesan pada Andaru, dirinya akan menanyakan semuanya pada Andaru.
Sinta :Kau berbohong padaku, kau sudah sangat membuatku kecewa.
__ADS_1
Setelah memberikan pesan pada Andaru, Sinta kembali menangis, dirinya begitu kecewa dengan apa yang baru saja Andaru lakukan.
...---------------...
Andaru yang baru saja sampai di basecamp segera mengecek ponselnya.
Sinta :Kau berbohong padaku, kau sudah sangat membuatku kecewa.
Andaru bukannya membalas malah melempar ponselnya dan Galang yang ada disamping Andaru melihat itu.
"Siapa itu, sepertinya dia sangat marah padamu "
"Entahlah aku kenal di Instagram. Perempuan itu dia yang terlebih dahulu memberi pesan pada aku, karena aku memang sedang gabut saja makanya aku melayaninya, tapi makin ke sini makin menyebalkan saja"
"Biar aku saja yang balas. Apakah itu menggunakan akun aslimu atau akun yang kedua yang palsu itu"
"Aku menggunakan akun palsu yang kedua. Tapi tetap saja akun itu memakai wajahku, fotoku tapi hanya untuk main-main saja sih akun kedua itu"
"Sini berikan akunmu. Biar aku saja yang membalas perempuan itu. Kau sudah bosan kan dengannya untuk apa kau pertahankan juga"
"Tapi jika terjadi sesuatu, kau jangan bawa-bawa aku ya aku berikan akunku yang kedua ini padamu dan aku angkat tangan tidak akan ikut campur lagi tentang hubungan kau dengan perempuan ini nantinya. Aku bosan dengannya dia terlalu lebay dan apa-apa tuh harus dijelaskan aku tidak suka"
Tanpa rasa beban sedikitpun atau rasa curiga atau takut Andaru memberikan akunnya pada Galang. Sekarang Galang yang mengambil alih akun kedua Andaru yang selalu berhubungan dengan Sinta. Maka sekarang yang berhubungan dengan Sinta itu bukan Andaru tapi Galang ingat bukan Andaru tapi Galang.
Galang merentangkan tangannya dan segera membalas apa yang Sinta tanyakan.
Galang : Berbohong apa, memangnya aku pernah berbohong padamu.
Sinta : Kau telah berbohong padaku Andaru. Kenapa kau lakukan ini. Katanya kau akan selalu ada untukku dan tidak akan pernah berpaling pada perempuan lain, tapi nyatanya apa ini.
Galang membuka foto yang Sinta kirim dan menatap Andaru "Kau kembali pada Aliya "
"Tidak juga, aku hanya ingin mengambil sesuatu padanya. Maka itulah yang harus aku lakukan. Kau tahu sendiri kan bagaimana perempuan itu sudah kau lanjutkan saja itu"
"Baik bos "
Galang : Ini hanya salah faham saja, jangan marah padaku, aku sungguh minta maaf. Aku terpaksa melakukan ini.
__ADS_1
Sinta : Terpaksa, kau terpaksa melakukan ini. Lihatlah dari ekspresi wajahmu saja kau senang berciuman dengan perempuan itu.
Galang : Ini hanya salah faham saja. Sudahlah jangan marah nanti aku akan menjelaskan semuanya. Sekarang aku harus pergi dulu sebentar lagi aku akan menghubungimu.
Galang menyimpan ponselnya dan mengobrol dengan teman-temanya tak peduli dengan pesan yang Sinta berikan. Dirinya hanya sedang bosan dan ingin punya hiburan saja.
...----------------...
Tok tok tok
Nadia segera membuka pintu dan Aina tersenyum pada ibunya Ayu.
"Tante Ayu ada "
"Tentu Ayu ada, mau ke mana dia sudah kau temui dia. Dia kamar sepertinya dia sedang ada masalah"
"Baiklah Tante, aku masuk ya "
Aina masuk kedalam rumah dan mengetuk terlebih dahulu pintu kamar Ayu. Saat sudah ada suara Ayu yang menyuruhnya masuk. Aina langsung masuk.
"Ayu kau baik-baik saja "
"Kemarilah Aina, duduklah disampingku"
Aina duduk dan berhadapan dengan Ayu "Ada apa denganmu, kau tahu aku tadi dengan Danu dikurung di gudang "
"Apa kau dikurung oleh siapa "
"Iya aku tadi dikurung. Untung saja ada Aksa yang membantuku untuk keluar dan dia menyuruhku untuk menemuimu. Ada masalah apa aku tidak tahu ada masalah apa sebenarnya di sekolah, tahu-tahu ada kebakaran apa yang terjadi"
Ayu memberikan ponselnya pada Aina, Aina yang binggung mengambilnya dan melihat Vidio itu. Aina langsung mematikan ponsel Ayu.
"Maafkan aku Ayu, kalau saja aku ada disana aku pasti akan membantumu, sungguh mereka semua sudah sangat keterlaluan "
"Jangan pernah membantuku Aina. Aku hanya ingin memberitahumu saja apa yang terjadi sebenarnya padaku. Kau jangan pernah ikut campur aku tidak mau sampai kau mengalami apa yang aku alami ya, jika aku sampai dirundung lagi atau disakiti oleh mereka kau jangan pernah menolongku. Biarkan aku melawannya sendiri kau jangan ikut-ikutan ya jangan sampai kau terkena masalah ini. Aku tidak mau kau sampai disakiti oleh mereka"
"Tapi Ayu, aku tak bisa diam begitu saja. Aku tak akan pernah tega melihatmu diperlakukan seperti itu lagi "
__ADS_1
Ayu memegang tangan Aina, lalu mengelengkan kepalanya"Jangan ya, aku tak mau kau tersakiti. Aku mau kau sekolah disana aman. Aku berjanji aku akan bisa melawan mereka"
Aina malah menangis, dia bukannya menjawab malah menangis, Ayu juga ikut-ikutan menangis. Mereka berpelukan dan menangis bersama.