
"Mereka ini, emangnya aku ini patung sampai-sampai mereka mendiamkan aku lalu Adi menyuapi perempuan itu, aku ini manusia aku ini punya rasa cemburu dan aku ini istrinya tapi aku seperti pembantu di antara mereka berdua, memangnya dunia ini punya mereka berdua. Aku tidak pernah disuapi kalau perempuan itu dia suapi karena hanya sedang mengandung anak Adi, kenapa sih aku harus tak bisa mengandung, kenapa aku harus punya kekurangan itu kenapa tuhan , aku bukanlah perempuan kuat yang bisa menanggung semua itu "
Ziva membaringkan badannya di tempat tidur dan menangis dia memeluk guling nya dan melampiaskan semua kekesalannya kemarahannya di sana, setiap melihat Adi yang selalu saja baik romantis perhatian pada Bella hatinya begitu sakit sangat sakit sekali dulu saat awal-awal menikah Adi tidak pernah seperti itu.
Malahan dia cuek seperti tak menganggap dirinya, tapi pada Bella pada perempuan itu berbeda, baru saja perempuan itu ada di sini beberapa bulan tapi Adi sudah membuatnya seperti Ratu seperti memang perempuan yang harus dijaga olehnya. Bella di mata Adi seperti berlian yang jika saja jatuh akan hancur maka Adi harus menjaganya dengan begitu hati-hati.
"Bagaimana kalau nanti suamiku mencintai perempuan itu, bagaimana jika tiba-tiba suamiku akan memilih Bella setelah dia melahirkan. Lalu Adi akan membuang ku itu tidak boleh sampai terjadi, aku harus melakukan sesuatu lebih baik tidak punya anak daripada aku harus kehilangan suamiku seharusnya aku membiarkan saja kata-kata dari mertuaku yang berbicara ingin punya cucu, seharusnya aku mengikuti apa kata-kata Adi, tapi karena aku tidak ingin dihapus sebagai menantu aku malah melakukan kesalahan ini, aku harus menelpon Zea aku harus meminta bantuan padanya sepertinya memang aku harus melenyapkan Bella lebih baik seperti itu"
Ziva mengambil ponselnya dan melihat beberapa panggilan dari Zain, Piyan padanya namun untuk saat ini dirinya hanya ingin menghubungi Zea, dirinya ingin menceritakan semuanya pada sahabatnya ini dan tak butuh waktu lama sambungannya pun langsung terhubung.
"Ada apa Ziva "
"Zea aku tidak bisa di posisi ini lagi aku tidak bisa diam saja melihat suamiku yang begitu perhatian pada perempuan itu, hatiku begitu sakit Zea. Aku tidak bisa menanggung semua ini lagi aku menyerah aku tidak mau ada di posisi ini lagi. Aku ingin suamiku hanya untukku tidak untuk perempuan itu. Kau tahu sepertinya Adi memang mencintai perempuan itu dari gerak-geriknya dari semua hal yang dilakukan Adi sudah terlihat kalau dia memang mencintai perempuan itu, bagaimana dengan diriku nanti"
"Nah nah nah apa kan kataku pasti suamimu akan kepincut dengan perempuan itu, apalagi dia masih muda umurnya masih belasan tahun masih seger cantik. Memangnya apa yang ingin kau lakukan untuk menyingkirkan perempuan itu"
__ADS_1
"Memang aku akui Bella menarik makannya Adi kepincut, apalagi Bella sekarang sedang mengandung cepat sekali kan dia mengandung anaknya Adi tidak butuh beberapa tahun dia langsung mengandung. Aku ingin menyingkir perempuan itu lebih baik aku bunuh saja dia bersama anak-anaknya, jika aku bantu dia kabur yang ada Adi akan membawa perempuan itu lagi kembali atau Adi akan mencarinya kau tahu kan Adi mempunyai beberapa anak buah di beberapa negara , meskipun Bella nanti lari sampai ke ujung dunia pasti Adi akan menemukan "
"Baiklah aku punya ide untuk menghancurkan perempuan itu. Ya maksudnya untuk membunuh perempuan itu memang sekarang kau sudah terancam Ziva, aku akan memberitahu rencananya nanti dan saat aku katakan kau harus melakukannya maka kau harus melakukannya, ingat kita tidak boleh gegabah kau tahu sendiri kan siapa suamimu itu. Pasti nanti akan menyenangkan saat membunuh perempuan itu aku mempunyai beberapa orang yang bisa melakukan pekerjaan itu"
"Baiklah aku akan menunggu perintah mu Zea, aku akan bayar berapapun itu mau semahal apapun aku akan membayarnya, aku sudah tidak kuat kalau terus ada perempuan itu di samping Adi, bisa-bisa aku tergeser olehnya, aku tidak mau itu sampai terjadi aku tidak sudi apa yang sudah aku miliki sekarang harus diambil oleh perempuan kecil itu yang seharusnya tidak pernah ada di sini, tidak pernah ada di hati Adi ataupun di kehidupan Adi"
"Iya iya aku mengerti sudahlah sekarang kau istirahat saja jangan terlalu memikirkan itu biar aku yang memikirkan semua rencananya. Kau hanya terima beres saja pokoknya setelah itu kau pasti akan bahagia selamanya, aku sahabatmu Zea pasti akan selalu membantumu dalam susah maupun senang aku pasti akan ada selalu untukmu"
"Terima kasih kau memang sahabatku yang paling baik. Ya kau memang yang paling pengertian sungguh aku begitu bahagia mempunyai sahabat sepertimu*
Sambungan pun terputus Ziva menghapus air matanya dan menyimpan ponselnya di atas nakas " sekarang Ziva kau jangan pernah menangis lagi semuanya akan beres semuanya akan seperti semula lagi, kau akan menjadi nyonya satu-satunya di sini tak akan pernah ada yang bisa menggantikan mu sampai kapanpun. Adi akan ada lagi untukku dia akan peduli lagi padaku tidak boleh ada satupun perempuan yang membuat Adi tertarik termasuk Bella sekalipun"
**
"Apakah sekarang kau sudah kenyang sayang"
__ADS_1
"Tentu aku sudah kenyang sangat kenyang sekali makanannya begitu enak, aku suka semua masakannya"
"Tak biasanya kau makan banyak seperti ini sayang "
"Entahlah mungkin bawaan baby. Aku juga tidak tahu karena sebelumnya aku pun tidak pernah makan sebanyak ini, bahkan saat dirumah aku sangat sulit makan sampai sampai papih harus menyuapiku karena sulit sekali aku disuruh makan " sambil mengusap perutnya.
Adi yang melihat Bella mengusap perutnya mengikuti tangan Bella dan mengusapnya lalu mendongak melihat wajah Bella "apakah kau senang dengan kehamilan ini Bella"
"Yah aku senang (karena sebentar lagi aku akan keluar dari rumah ini tapi rasanya berat sekali entah kenapa. Tapi itu kan tujuanku)"
Adi langsung menyambar bibir Bella dia menciumnya dengan begitu lembut lalu memangku tubuh Bella dan berjalan ke lantai atas dengan masih mulut mereka yang menyatu dan tanpa mereka ketahui ada seseorang yang sedang mengintip ke intiman mereka berdua.
Dan Bela sendiri dia menyambutnya, Bella pun membalasnya, membalas setiap ciuman yang diberikan oleh Adi, sekarang rasanya tak ada rasa enggan ataupun malas melayani apa yang Adi inginkan, tapi Bella menerimanya dengan sukarela tanpa ada penolakan ataupun yang lainnya.
Rasanya Bella sudah nyaman bersama Adi karena perlakukan laki laki itu yang makin kemari makin baik dan perhatian seperti Alvaro.
__ADS_1