Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 114 salah faham


__ADS_3

"Ini uang untuk mu "


Serena mengambil uang yang dilempar itu dan menciumnya banyak sekali uangnya, ternyata enak juga langsung melayani 2 laki laki sekaligus sensasinya beda dan nikmat saja.


Setelah dua laki laki itu pergi Serena memakai pakainya dan bergegas untuk pulang saja karena badannya sudah sangat lemas dan uang yang dirinya dapatkan juga sudah lumayan cukup untuk membeli barang barang mewah dan yang lainnya.


"Tak sabar rasanya aku ini untuk membeli tas "


Serena keluar dari club dan memberhentikan sebuah taksi, lalu memberitahu alamatnya, selama perjalan pulang Serena melihat sebuah pesan dari orang tadi mengirim rencana rencana yang mereka susun.


Salah satu rencananya adalah menculik anak Bella dan membunuhnya. Hem itu akan menyenangkan pasti dirinya akan bisa menculik anak Bella dirinya juga tak akan membiarkan Bella bahagia.


"Lihat saja Bella aku akan membunuh anakmu dihadapanmu langsung, lihat saja " gumam Serena sambil menyimpan ponselnya kembali.


***


Saat Bella membuka kedua bola matanya yang pertama dirinya lihat ada calon suaminya, Bella perlahan lahan bangkit dirinya harus melihat keadaan Sean apakah dia baik baik saja.


Dengan langkah yang sangat pelan Bella keluar dan turun kelantai bawah siapa tahu ada yang bisa dirinya tanyakan pada mereka dimana Sean, dan sangat kebetulan dirinya bertemu dengan seorang pelayan, tapi ini pelayan baru berbeda dari yang pernah dirinya lihat, apakah mas Adi menganti pelayan pelayannya.


"Dimana ruangan Sean, maksudnya dimana dia diobati "


"Em anda siapa " tanya pelayan itu


"Kau ini aku bertanya malah balik tanya, cepat dimana Sean "


"Ya kau siapa dulu " teriak pelayan itu berani sekali dia padaku


"Aku adalah nyonya rumah disini, apakah kau tidak bisa lihat foto yang terpajang itu " tunjuk Bella, dirinya juga baru lihat kalau ada foto pernikahan dirinya dengan mas Adi yang waktu itu.


"Cepat kau jangan banyak bicara dimana Sean cepat tunjukan "


"Baik nyonya maafkan saya "


Bella tak menjawab dia kesal dengan pelayan ini yang tak bisa bicara baik baik memangnya harus berteriak seperti tadi, saat sudah ada didepan pintu paling pojok Bella diam dan menatap orang itu.


"Kau boleh kembali, jika suatu saat ada seseorang yang bertanya padamu kau harus jawab baik-baik jangan berteriak seperti itu, kau tidak tahu kan siapa yang bertanya maka dengan baik-baik kau jawab hormati siapapun itu, aku aneh saja mas Adi kenapa mempekerjakan pekerja sepertimu yang tidak sopan. Mungkin setelah aku masuk lagi ke rumah ini akan aku pikir-pikir lagi untuk mempekerjakanmu "

__ADS_1


Bella membuka pintu dan menutupnya dengan perlahan Sean ada sedang berbaring dan tersenyum pada Bella. Bella juga ikut tersenyum dan duduk disamping Sean.


"Bagaimana keadaanmu"


"Aku baik-baik saja lalu dengan tanganmu apakah kau baik-baik saja, aku dengar kau juga digigit oleh singanya Adi"


"Ya dia menggigitku mungkin kaget karena aku berteriak pada tuannya, aku baik-baik saja ini tak seberapa aku juga sudah sehat, kau bisa lihat aku kan aku tidak apa-apa"


"Ya aku bisa melihatmu, kau baik baik saja. Terima kasih kau sudah menolongku, aku sudah tidak kuat dikurung di situ kau tahu rasanya menjijikkan sekali diam di lumpur yang bau dan entahlah aku tidak bisa mendeskripsikannya lagi, karena memang tidak layak untuk ditempati saja"


"Maafkan aku juga ya karena telat untuk menolongmu, aku baru ingat kau dikemanakan oleh mas Adi. Untung saja kay belum dimakan oleh singa itu"


"Tak apa yang terpenting kau sudah menolongku, aku sudah bersyukur kau datang dan bisa membuat Adi sadar dan mengeluarkan aku, kalau dia sudah cinta sama satu perempuan pasti akan seperti itu, ada yang menyentuh perempuannya sedikit pasti dia akan bertindak seperti itu"


"Apakah mas Adi dulu pernah mempunyai perempuan spesial ya maksudku waktu sekolah gitu atau kuliah"


"Em nggak pernah sih tapi ada satu perempuan yang ngejar-ngejar dia banget dari SMA sampai kuliah, tapi aku juga nggak pernah lihat dia lagi sih setelah Adi maki-maki perempuan itu dia pergi gitu aja"


"Dimaki maki " Bella kaget dengan apa yang Sean katakan.


"Mungkin itu bukan jodohmu jadi Tuhan melakukan itu, kau harus percaya suatu saat akan ada perempuan yang mencintaimu dan tak akan terpikat oleh laki-laki manapun"


"Ya semoga saja Bella, aku juga ingin hidup seperti Adi memiliki segalanya "


"Tapi menurutku kau jangan seperti itu, kau hanya akan membebani hidupmu saja. Lebih baik kau lakukan apa yang menurutmu baik dan itu akan membuatmu senang jangan ingin seperti mas Adi, setiap orang itu berbeda dan tidak akan pernah sama jadi lebih baik menjadi diri sendiri daripada capek-capek menjadi diri orang lain dan ingin mencapai apa yang pernah orang lain capai, itu akan lebih memberatkan dirimu jadilah dirimu sendiri Sean "


Sena mengangguk menatap Bella dengan lekat "Sekarang aku tahu kenapa Adi sangat melindungimu kau bisa membuatnya tenang, bahkan aku pun bisa tenang olehmu dan berpikir luas benar yang kau katakan menjadi diri sendiri itu akan lebih baik, daripada menjadi diri orang lain meniru orang lain itu tidak enak hanya akan memberitakan diri sendiri "


"Nah bagus kau hebat bisa langsung berubah "


Sean tersenyum dan mengusap rambut Bella.


***


Adi yang terbangun melihat kesamping Bella tak ada kemana dia, kenapa dia tak ada ,Adi dengan cepat langsung bangkit dan membuat kepalanya pusing.


"Bella kau dimana Bella " teriak Adi

__ADS_1


"Bella kau dimana Bella "


"Tuan kau mencari nyonya "


"Ya dimana Bella "


"Aku tadi lihat dia masuk ke ruangan tuan Sean, dia masuk mengendap endap dan langsung memeluk tuan Sean itu sih yang aku lihat "


"Hah kau yakin "


"Ya tuan aku yakin "


Adi dengan marah segera kearah lorong paling pojok dan pelayan itu hanya tersenyum senang karena dirinya tak terima tadi dimarahi Bella.


Saat Adi masih dia melihat Bella dan Sean yang sedang tertawa bahagia.


"Waw kalian selingkuh hebat juga kalian berdua selingkuh di rumahku hebat sekali kau Bella dan Sean ternyata ini alasanmu untuk melepaskan laki-laki itu"


Bella menatap Adi dan menatap Sean " kau ingin aku selingkuh dengan Sean " tanya Bella.


Adi langsung menatap Bella dengan mata tajamnya " kau selingkuh Bella " teriak Adi.


"Aku bertanya padamu apakah kau ingin aku berselingkuh dengan Sean, itu yang kau mau kalau bicara itu dipikir dulu, memangnya kau ada bukti kalau aku berselingkuh dengan Sean. Sebenarnya kamu ini percaya padaku atau tidak kalau kau memang belum percaya padaku lebih baik kita tidak usah menikah aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang tidak percaya pada pasangannya sendiri"


Bella menatap Adi yang diam saja dan pergi begitu saja menerobos Adi, bahkan Bella menyenggil Adi.


"Ki ayo pulang " ucap Bella saat sudah ada dikamar yang disediakan untuk Rizki


"Kenapa "


"udah ayo pulang"


Rizki dengan tertatih tatih mengikuti Bella yang berjalan dengan cepat keluar rumah.


Sedangkan Adi masih diam dan menatap Sean "kau tenang saja Adi, aku tidak mungkin berselingkuh dengan Bella. Kau terlalu gegabah berbicara itu pada Bella, lebih baik kau kejar dia daripada dia sekarang pergi dan meninggalkanmu untuk selamanya. Bella itu bukan perempuan yang akan tergila-gila padamu dia akan pergi saat hatinya kau sakiti, jadi hati-hati dengan perempuan itu kau tidak akan bisa mengendalikannya seperti kau mengendalikan perempuan lain"


Adi yang sadar berlari dengan sekencang kencannya " tutup gerbang jangan keluarkan Bella dari rumah ini "

__ADS_1


__ADS_2