
"Tersenyumlah Nona Bella kenapa kau begitu murung seharusnya kau senang ada di samping Tuan Adi, kau sudah cantik aku dandani seperti ini tapi tidak ada senyum di wajahmu kecantikanmu akan hilang, cobalah tersenyum nona Bella "
Bella hanya diam tak menanggapi perkataan perias itu setelah itu Bella bangkit "sudah selesai semuanya aku sudah beres kan tak ada lagi yang perlu kau lakukan lagi padaku"
"Sudah Nona semuanya sudah beres"
Bella langsung keluar dari ruangan itu dan disambut dengan Adi yang sudah lengkap dengan pakaian formalnya . Adi langsung menggenggam tangan Bella dan mereka juga sudah ada di pelabuhan, mereka langsung keluar dan sudah ada mobil yang menyambut mereka berdua.
Selama perjalanan tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali, Bella enggan untuk berbicara apa-apa lagi hidupnya sekarang sudah ada di tangan laki-laki itu, bukan berarti dirinya menyerah untuk melawan. Tapi ini untuk kebaikan dirinya agar bisa lepas dari laki-laki ini.
Lebih baik sekarang memberikan dirinya daripada tidak bisa keluar sampai selama-lamanya, mungkin mulai sekarang dirinya harus bisa terbiasa dengan setiap sentuhan yang di berikan Adi padanya ya dan untuk Alvaro maafkan aku yang telah menghianatimu seperti ini.
Aku sebenarnya tidak mau seperti ini tapi mau bagaimana jalan hidupku seperti ini Alvaro, aku tidak mau ada diposisi ini. Tapi aku janji aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun meskipun aku tidak akan pernah bisa bersamamu karena saat aku kembali padamu aku tidak punya apa-apa, aku tidak punya sesuatu yang harus dibanggakan padamu saat aku menjadi istrimu nantinya.
**
Mereka berdua sudah ada di pesta itu bahkan Bella memakai sebuah topeng yang hanya menutupi setengah wajahnya saja, ya matanya saja. Entah apa maksudnya tapi yang lain tidak sepertinya "kenapa harus aku saja yang memakai topeng sedangkan yang lain tidak, lihatlah yang lain tidak memakai topeng seperti ku "
"Saat kau nanti masuk semua perempuan memang memakai topeng, jadi tak ada anehnya dan tak ada bedanya sudah nikmati saja ayo cepat kita sekarang harus masuk dan kau jangan membuat masalah ingat kita sudah membuat sebuah perjanjian untuk yang kedua kalinya, maka jangan kau ingkari lagi janji ku untuk yang kedua kalinya "
__ADS_1
Bella yang tak mau memperpanjang masalah tentang memakai topeng akhirnya mengikuti saja kemana ada pergi dan akan menemui siapa, tiba-tiba di berhenti dan menatap Bella "apakah kau mau berdansa denganku"
Bella menatap Adi dari bawah sampai atas lalu memutari tubuh Adi "sejak kapan kau meminta izin untuk melakukan itu biasanya kau akan melakukan apapun yang kau inginkan, tak harus aku mengiyakan atau tidak kau pasti akan melakukannya meskipun aku menolak sekuat tenaga kau pasti akan melakukannya"
Adi menarik tangan Bella dan mereka berdua langsung berdansa Bella hanya mengikuti setiap langkah Adi yang menurutnya cukup pandai untuk seorang laki-laki bisa berdansa ya meskipun dirinya sedikit kaku.
Adi sungguh pandai melakukannya bukan cukup lagi, tapi memang sudah pandai dia, bahkan bisa mengendalikan tubuh dirinya untuk selalu mengikuti semua gerakannya.
Aku yang terbawa suasana tak sadar kalau Adi sudah mencium bibir ku dan aku serta Adi melakukannya di hadapan banyak orang tiba-tiba ada yang bertepuk tangan. Aku dengan cepat langsung melepaskan ciuman itu dan menjauh dari Adi, ada seorang laki-laki yang menghampiri Adi dia melihatku dengan tatapannya yang entahlah tidak bisa dijelaskan, aku sungguh tak tahu tatapan apa yang dia berikan.
"Adipramana untuk kesekian kalinya kau membawa perempuan yang berbeda selain istrimu Ziva perempuan mana lagi yang terjebak oleh mu, jangan lupakan kau telah membunuh anak buahku apa karena perempuan murahan ini apakah karena perempuan ini kau membunuh anak buahku, mungkin sekarang aku tidak akan mempermasalahkannya tapi suatu saat aku akan menagih nyawa lagi karena kau telah mengambil mereka tanpa sebab"
Laki-laki itu malah tertawa sambil melepaskan tangan Adi yang mencengkram pakaiannya lalu merapikan kembali pakaiannya itu, laki-laki itu mendekati Bella dan akan mengelus pipi Bella namun Bella dengan cepat langsung menepisnya.
"Wow memang berbeda yang ini tidak bisa dipegang oleh siapa-siapa ternyata, aku jadi tertarik padanya Adi, apakah kau ingin bertukar denganku aku akan memberikan wilayahku yang kau mau dan kau berikan perempuan ini padaku bagaimana, aku senang kau pun senang bisa melebarkan sayap mu lebih lebar lagi "
Adi yang akan marah pada laki-laki itu malah didahului oleh Bella "memangnya aku apa memangnya aku barang sampai-sampai ditukar dengan sebuah wilayah, memangnya aku ini apa kau fikir aku ini barang yang bisa ditukar kemana-mana, aku ini manusia bukan barang jika ingin saling menukar maka tukarlah barang kalian bukan manusia dengan sebuah wilayah, memangnya aku ini perempuan apa sampai dihargai hanya karena sebuah wilayah saja kau ini ya sudah tua tidak tahu diri lagi, sangat menjijikan sekali " marah Bella dengan wajah yang sudah memerah, sudah dirinya terjebak dengan Adi ditambah lagi dengan laki laki itu yang ingin dirinya ditukar dengan sebuah wilayah.
Setelah mengatakan itu Bella langsung pergi meninggalkan Adi dan juga laki-laki itu " jangan kau pernah ganggu perempuan itu Sean, memang aku salah telah membunuh anak buahmu tapi dia yang sudah bermain-main denganku kalau dia tidak bermain-main api denganku maka aku tidak akan pernah melakukan itu, ingat mereka yang dahulu mengusik ku ".
__ADS_1
"Jadi benar perempuan itu yang membuatmu harus membunuh anak buah ku maka tunggulah pembalasanku, dan bisa saja nanti aku mengambil perempuan itu dari tanganmu Adi, karena dia sudah menarik perhatian ku, dia begitu berani tapi aku suka dengan perempuan seperti dia "
Adi langsung menghajar laki-laki itu dengan cepat namun saat dirinya akan kembali menghajar laki-laki itu tangannya dipegang oleh Zack yang tiba-tiba datang "sudah Tuan lebih baik kita temui Nona Bella takutnya dia nanti kabur, bisa kacau kalau nona tidak ditemukan "
Adi tanpa basa-basi lagi langsung mengejar Bella yang sudah meninggalkannya jauh, sedangkan laki-laki itu yang ternyata Sean hanya menyeringai melihat kepergian musuh bebuyutnya dari dulu.
Kenapa Adi selalu saja mendapatkan apa yang dirinya mau bahkan seorang wanita pun bisa takluk padanya, tapi sepertinya yang ini berbeda sangat berbeda dari perempuan-perempuan yang pernah dibawa Adi, dia sedikit pembangkang dan berani sepertinya dirinya tertarik pada perempuan itu, perempuan yang manis dan juga cantik meskipun tertutup oleh topeng tapi sudah terlihat wajah cantiknya itu sangat bersinar dan menarik untuk dirinya.
"Jordi kemarilah"
"Baik Tuan ada yang saya bisa bantu"
"Selidiki perempuan yang pergi bersama Adi itu, kau pasti bisa mencari siapa perempuan itu sebenarnya aku ingin tahu asal-usulnya siapa dia tinggal di mana pokoknya semuanya tentang perempuan itu aku ingin tahu, kenapa bisa Adi mendapatkan perempuan itu "
"Baik tuang saya akan laksanakan semuanya, saya akan melaksanakan apa yang tuan inginkan "
Sean hanya menganggukan kepalanya dan keluar melihat Adi dan juga perempuan yang bernama Bella itu pergi meninggalkan pesta. Padahal baru saja datang tapi mereka sudah pulang lagi seharusnya dirinya tidak merecoki mereka dulu lalu setelah itu dirinya ambil perempuan itu untuk ada di sampingnya.
Adi terlalu serakah sampai-sampai dia memiliki perempuan lain selain istrinya Ziva dan perempuan-perempuan lainnya. Dia selalu saja kekurangan perempuan padahal disampingnya sudah banyak perempuannya.
__ADS_1
Sean tiba tiba sudah melupakan tentang anak buahnya yang dibunuh oleh Adi, malah sekarang dirinya menginginkan sosok Bella ada disampingnya bersamanya dan Adi tak bisa mendapatkan perempuan bernama Bella lagi.