Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 115 murahan


__ADS_3

Bella menatap wajah Adi dengan kemarahan yang sudah tak bisa ditahan lagi " kenapa aku tak boleh keluar apakah kau akan mengurung aku lagi seperti dulu, apakah itu yang akan kau lakukan hah " teriak Bella didepan wajah Adi.


"Udah Bella jangan teriak teriak lagi hamil kasian anaknya udah " Rizki mencoba untuk menenangkan Bella sambil sesekali menepuk tangan Bella.


"Kita bicara baik baik " ucap Adi


"Aku mau pulang, dan aku tidak mau ada disini"


"Kita bicara " lagi lagi Adi memaksa


"Jika kau memaksa terus sudahlah kau jangan temui aku lagi, aku bilang aku mau pulang, kau sudah keterlaluan pada Sean padahal dia tak melakukan apa apa padaku, dia tak melukaiku "


"Sean Sean Sean saja, kau suka padannya Bella kau tertarik pada bajingan itu, apakah secepat itu hatimu berpindah sangat murahan sekali kau " teriak Adi tak kalah mengelengarnya dari Bella.


Buk Bella meninju pipi Adi dengan keras " kalau bicara dijaga kalau kau belum percaya padaku tak usah mengajakku menikah, aku bukan perempuan murahan aku kembalikan cincin ini padamu " Bella membuka cincin lamaran Adi dengan susah payah dan melemparkannya kearah Adi.


"Ayo Ki kita pulang "


Bella menarik tangan Rizki untuk keluar dari rumah ini, saat sudah ada depan gerbang, gerbang masih saja ditutup" buka apakah kalian ingin melihat aku marah "


Gerbang langsung terbuka dan Bella dengan langkah lebarnya keluar berjalan amarah yang tak bisa dibendung lagi, apakah dirinya salah marah pada Adi karena masalah Sean ?.


"Bell ayo itu ada taksi "


Rizki menarik Bella masuk "Bella "


"Hemm"


"Kamu yakin dengan kata-kata kamu, kamu udah pertimbangin semua tiba-tiba kamu lempar cincin itu dan batalin semuanya"


"Aku nggak suka laki-laki yang selalu saja menuduh tanpa ada bukti, memangnya dia punya bukti kalau aku punya hubungan sama Sean nggak ada kan, kalau bener dia sayang sama aku dia akan percaya dengan aku dan tidak akan pernah percaya dengan kata-kata orang lain, dia akan bertanya padaku dengan baik-baik tidak seperti tadi memakiku dengan menyebut aku murahan, memangnya aku ini apa sampai-sampai dibilang murahan. Sudah cukup aku menyimpan kesabaranku ini "


"Hemm ya seharusnya begitu, bagaimana dengan keadaan tanganmu apakah kau baik-baik saja apakah ada yang sakit"


"Sebelum kau mengkhawatirkan orang lain lihat dulu keadaanmu Ki, kau lebih parah dariku. Seharusnya aku tidak membawamu. Seharusnya aku tidak memperbolehkan mu ikut "

__ADS_1


"Tidak apa kau kan sahabatku, aku ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu yang tidak membelamu lagi, yang tidak ikut denganmu lagi seharusnya dari dulu aku tak pernah meninggalkanmu sendirian"


Bella menatap Rizki dari samping tak terasa air matanya mengalir " kenapa kau menangis Bella apakah kata kataku ada yang menyakitimu "


Bella menggelengkan kepalanya "suatu saat perempuan yang akan menjadi istrimu akan sangat beruntung mendapatkan mu Ki, mungkin kalau aku bisa jatuh cinta padamu aku akan mau menikah denganmu"


"Bagaimana kalau aku tak mau menikah denganmu " samb mengedipkan sebelah matanya.


Bella mengusap air matanya dan memanyunkan bibirnya" kau ya, akan aku kejar kau "


Mereka tertawa bersama bersama rasanya kemarahan yang Bella rasakan tadi menghilang begitu saja, digantikan dengan keceriaan ini.


***


Adi masih diam, lalu matanya melihat kearah cincin yang Bella lempar Adi mengambilnya dan menatap Zack yang dari tadi ada disana.


"Percepat semua persiapan pernikahan ku dan Bella dalam waktu 3 hari semuanya harus selesai "


"Baik tuan "


Adi masuk kedalam rumah, mengambil jaket dan juga kunci mobil, dirinya akan menyusul Bella dan memberitahu tentang kabar pernikahan mereka.


Adi berhenti dan melihat kebelakang pelayang yang tadi memberitahunya kalau Bella dan Sean berpelukan " kau tak usah tahu, kau hanyalah seorang pelayan dan kau tak layak tahu tuanmu akan pergi kemana, yang harus kau tahu hanya bekerja mengerti kau "


"Tapi nyonya sudah berkhianat tuan "


"Mana buktinya "


Diam dia tak bisa menjawabnya " Sera " teriak Adi.


Sera yang muncul dengan berlari segera menghadap Adi " ada yang bisa saya bantu tuan "


"Ajarkan pelayan ini untuk tahu batasannya, dan tahu siapa dia disini, jangan berani lagi dia memfitnah nyonya rumah disini lagi" Adi menatap pelayan itu dengan tajam, kalau saja mata Adi bisa mengeluarkan api, pelayan itu sudah hangus.


"Baik tuan saya akan mengajarkan semuanya "

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi Adi pergi, tunggu apakah dia pelayan baru dirinya tak pernah lihat, Baiklah nanti kita urus dia yang terpenting sekarang adalah Bella.


**


"Ki kau kerumah sakit lagi ya "


"Tak mau aku dirumah mu saja bersamamu, aku sudah baik baik saja, lihat aku sudah sehat aku harus menjagamu, ini tinggal lebamnya saja "


"Tapi kalau ada luka dalam bagaimana "


"Sudah semuanya sudah baik baik saja, bahkan dokter sudah menjelaskan semuanya padaku, sudah sekarang aku tidur apakah kau ingin aku ceritakan dongeng "


"Aku bukan anak kecil Ki " sambil tersenyum manis


"Tak apa, aku cerita untuk anak anak mu yang ada diperut mu itu, jadi saat lahir mereka sudah terbiasa mendengar suaraku "


"Ist kau saja sedang sakit kau harus istirahat "


"Yasudah kau berbaring lah ayo tidur tidur, tak apakan aku tidur disini, tenang bibi sudah mengelar kasur lantai disini aku tak akan macam macam padamu aku hanya ingin menjagamu saja agar kau ingin apa apa aku bisa langsung mengambilkannya "


"Kau tidur dikamar mu Ki, jangan disini, kamar kitakan berhadapan "


"Tak apa aku disini saja "


Rizki menarik selimut dan menyelimuti Bella sampai leher dan mematikan lampu dan hanya menyalakan lampu yang ada di nakas saja.


"Selamat tidur Bella, tidur yang nyenyak jangan pikirkan apa apa, kau harus banyak istirahat agar kau lahiran lancar apa lagi anak mu 3 "


"Iya pak penasehat aku akan tidur, kau pun tidur "


"Baiklah ibu negara aku tidur "


Bella masih saja sempat sempatnya tertawa karena tingkah sahabatnya ini, yang makin kemari makin konyol saja.Bella mencoba menutup patannya meski fikirannya sedang mumet.


Setelah menarik selimutnya Rizki tak langsung tidur, matanya masih terbuka dan melamun, melantunkan masa depannya apakah akan seperti Bella maksudnya perempuan yang dirinya inginkan apakah akan mau dengannya.

__ADS_1


Apakah dirinya harus seperti tuan Adi dulu agar kamu Fatimah mau denganya, apakah harus diawali dengan paksaan dulu agar kak Fatimah mau denganya tapi tak mungkin juga kalau begitu yang ada kak Fatimah akan membencinya.


Rizki membalikan badannya dan menatap kearah atas Bella sudah tertidur lebih baik sekarang dirinya tidur, mencoba untuk tidur diluar juga sedang hujan besar dan akan enak sepertinya tidur sambil mendengar suara air hujan yang berjatuhan.


__ADS_2