
Bella yang sudah ada di dalam mobil terus saja menengok ke arah belakang, bahkan air matanya pun tak henti hentinya mengalir dirinya merasa kalau suaminya maksudnya mantan suaminya pasti sudah ada di depan rumahnya sekarang.
Pasti dia ada di sana, hatinya resah dirinya ingin bertemu dengan Adi dirinya ingin memeluk mantan suaminya dirinya tidak bisa hidup jauh lebih lama lagi dari Adi, mungkin anggap saja dirinya tak memikirkan tentang keselamatannya tapi inilah yang dirasakan oleh hatinya.
"Kamu nggak apa-apa Bel "tanya Alvaro yang memang ikut pula.
Bella sekarang bersama teman-temannya, mereka satu mobil berempat sedangkan ayahnya dan juga Ayah mertuanya ada di mobil yang berbeda.
Bella melihat ke arah belakang dan ada beberapa mobil yang mengikutinya. Apa itu mobil mantan suaminya Bella segera mengusap air matanya "tolong berhenti Ki berhenti"
Rizki yang bingung melihat ke arah Alvaro lalu ke arah Bella "kenapa kita berhenti Bell mau apa, kita harus cepet cepet Bella "
"Tolong berhenti Ki aku nggak bisa pergi, tolong berhenti "teriak Bella dengan keras dan mau tidak mau Rizki memberhentikan mobilnya.
Bella dengan cepat keluar dari dalam mobil, dia berlari diikuti oleh Alvaro dan teman-temannya mobil Ayah mertuanya pun berhenti yang mengikutinya dari belakang. Bella terus saja berlari ke arah mobil yang beriringan menuju ke arahnya.
"Bella Kamu mau ke mana nak " teriak Ayah Bella.
Namun Bella sama sekali tidak menghiraukannya, dia terus saja berlari meskipun di belakangnya teman-temannya, Ayah mertuanya dan juga ayahnya berteriak memanggil namanya, namun satu tujuannya dia ingin bertemu dengan mantan suaminya dengan ayah dari anak-anaknya.
__ADS_1
Bella berhenti berlari dan menatap laki-laki yang keluar dari dalam mobil, kembali air matanya mengalir tapi ini bukan air mata penyesalan ataupun kesedihan ini air mata bahagia. Bella dengan perlahan berjalan ke arah sosok laki-laki itu sambil tersenyum dan laki-laki itu pun berlari ke arahnya dan akhirnya mereka berpelukan.
"Sayang maafkan aku, aku minta maaf aku nggak pernah bermaksud buat nyakitin kamu, aku nggak pernah ada pikiran buat singkirin kamu. Kamu denger ya semua kata-kata aku sama Ziva waktu itu, itu semua tuh buat pengalihan aja aku nggak mungkin tega sama kamu. Kamu jangan pernah pergi lagi ya dari samping aku, aku mencintaimu Bella " sambil mencium kening Bella.
Sedangkan Bella dia hanya bisa menangis haru dengan apa yang dikatakan oleh mantan suaminya, ternyata selama ini dirinya salah ternyata mas Adi mencintainya. Kalau saja dulu dia bertanya terlebih dahulu pada mas Adi mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi, ternyata selama ini mas Adi sudah mencintainya.
Tangis Bella makin kencang dan Adi yang khawatir langsung melepas pelukannya dan mengelus wajah Bella lalu mengecek seluruh badan Bella, Adi begitu khawatir dengan Bella yang menangis takut takut dia tadi terjatuh.
"Kenapa apa ada yang sakit perutmu sakit sayang, maafkan aku selama kau hamil aku tidak ada, selama kau sedang seperti ini aku tidak ada di sampingmu maafkan aku ada yang sakit kita ke rumah sakit sekarang ya kita ke rumah sakit"
Bella menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Adi yang ada di pipinya"nggak aku nggak apa-apa, aku baik-baik aja kamu gimana kamu baik-baik aja kan kamu nggak marah kan aku kabur dari kamu"
"Aku senang kamu bisa temuin aku, kamu bisa cari aku dengan cepat aku nggak bisa jauh dari kamu, aku sadar kalau aku nggak bisa tanpa kamu aku nggak bisa hadapi semua ini tanpa kamu dan anak-anak kita juga butuh kamu aku nggak bisa"
Adi memejamkan kedua bola matanya tak terasa air matanya mengalir, akhirnya dirinya bisa menemukan istrinya akhirnya dirinya bisa bertemu dengannya ternyata Bella pun sama tidak bisa jauh dari dirinya, hatinya begitu hangat saat mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Bella tapi tiba-tiba ada yang menarik tubuh Adi ke belakang dan mendorongnya dengan begitu keras.
"Papih apa apaan " teriak Bella histeris
Adi mengangkat tangannya untuk anak buahnya tidak ikut campur, Adi bangkit dan menatap ayahnya Bella "saya minta maaf atas semua kesalahan saya pada Bella, saya mengaku salah atas apa yang telah saya lakukan pada Bella, tapi saya berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi pada Bella"
__ADS_1
Tapi ayahnya Bella bukannya menjawab dia malah menghajar Adi dengan membabi buta tapi Adi sama sekali tidak membalas, dia hanya diam dan menerima setiap pukulan yang diberikan oleh ayahnya Bella.
Mungkin ini sebuah hukuman untuknya, karena telah mempermainkan Bella yah memang awalnya dirinya ingin mempermainkan Bella,menikahinya lalu mencampakannya. Tapi setelah menjalani rumah tangga bersama Bella semuanya berubah dirinya malah balik mencintai Bella dan ingin melindunginya dan ingin selalu ada disampingnya.
"Papih cukup cukup pih, cukup jangan dipukul lagi ayah anak anak, papih udah pih " Bella sudah tak karuan dia sudah berteriak, menangis tapi ayahnya tetap tak berhenti.
Bella yang tak mempunyai cara lagi mencoba untuk melerainya bahkan dia memegang tangan papihnya untuk tidak memukul lagi Ayah dari anaknya itu, namun itu tidak berpengaruh ayahnya yang sudah marah dengan apa yang Adi lakukan dia terus saja menghajarnya namun saat akan kembali memukul wajah Adi, Bella memeluk kepala Adi dan menghalanginya dengan tubuhnya.
"Stop papih, stop aku tahu apa yang dilakukan mas Adi itu fatal aku tahu tapi tolong aku mencintainya, aku mencintainya papih tolong jangan lukain ayah dari anak anak ku papih "
Bella menatap wajah Adi dan mengusapnya, darah sudah bercucuran di wajah ayah dari anak anaknya ini.
Bella segera bangkit dan menatap ayahnya, lalu memegang tangannya "apakah kau akan semudah ini Bella kembali ke genggaman laki-laki itu, papih tidak akan terima, papih tidak mau hal yang dulu terulang kembali'
Bella menggelengkan kepalanya " itu tidak akan pernah terulang lagi aku yakin mas Adi sudah berubah papih tolong beri kesempatan mas Adi papih "
"Beri papih waktu untuk berpikir, papih tidak bisa memutuskan sesuatu seperti ini dengan cepat ini tentang masa depanmu Bella, papi tidak mau kau menderita di kemudian hari"
Bella yang mendengar ucapan ayahnya hanya bisa menangis dan tiba tiba saja kepalanya pusing. Bella mundur dan menatap sekitar tiba tiba saja semuanya gelap.
__ADS_1